Magang Riset di Kemenkumham Direktorat Jenderal Imigrasi, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Belajar Tentang Visa Hingga APEC Card

IP UMM – Bukan sesuatu yang baru bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Malang ketika memasuki awal semester ke-7 di isi dengan magang. Magang menjadi salah satu kegiatan wajib dan tentunya menarik, terlebih lagi magang di Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang ini bukan sekedar magang biasa, namun juga biasa disebut “Magang Riset”. Magang Riset sendiri merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh sekaligus menambah pengalaman mahasiswa peserta magang di berbagai Instansi, utamanya sering di cari oleh peserta magang khususnya IP UMM yang berkaitan dengan Instansi di dalam Pemerintahan. Misalnya di Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Instansi Pemerintahan lainnya. Danar Setia Aji Pamungkas dan Dela Yoshinta, Misalnya. Kedua mahasiswa IP angkatan 2015 dan 2014 tersebut turut menceritakan pengalaman yang didapat saat magang di Direktorat Jenderal Imigrasi Subdit Visa Kemenkumham baru-baru ini. “Magang di Ditjen Imigrasi merupakan sesuatu hal yang luar biasa, dimana instansi ini selalu bersedia menerima mahasiswa untuk magang disana. Terbukti silih berganti setiap bulannya, saat awal kami disini ada beberapa kelompok lain yang berbeda kampus yang juga sedang menempuh magang disini. Dengan waktu yang lumayan relatif mulai dari 2 – 4 bulan. Ditambah yang menjadi spesial dari magang kami adalah magang riset dimana berbeda dengan magang biasa, kami magang sambil meneliti tentang judul penelitian yang kami teliti,” ujarnya. Biasanya mengenai berkas yang diperlukan ketika hendak magang disana, berkas-berkas yang disyaratkan cukup mudah seperti mengajukan surat permohonan magang yang disediakan jurusan / fakultas, fotocopy KHS dan KTM dan berkas-berkas yang diperlukan lainnya. “banyak sekali yang kami pelajari disana, mulai ikut membantu menganalisis berkas kasus yang terjadi berkaitan dengan WNA, Standar Operasional Prosedural yang berkaitan dengan Visa, mulai dari Visa Ijin Tinggal Terbatas, Visa Ijin Tinggal Tetap sampai dengan tata cara pengajuan Kartu APEC bagi pebisnis bonafit di Indonesia, kami belajar banyak disana,” Jelas mereka tentang pengalaman yang didapat selama magang. “Selain itu, ada juga pengalaman unik saat mendapatkan hal yang menarik bilamana menghadapi pemohon pembuatan kartu APEC yang sulit, dimana hal ini merupakan salah satu pengalaman berharga yang jarang didapatkan dimanapun mulai dari cara menangani sampai selesai,” tuturnya. “Overall magang di Ditjen Imigrasi sangatlah menyenangkan dan bermanfaat, bukan hanya demi mendapatkan pengalaman untuk kerja nantinya namun juga hal-hal yang berguna lainnya.” ungkapnya. (Danar Setia Aji Pamungkas & Dela Yoshinta Marisha)

Mahasiswa Prodi IP Magang Riset di Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI

Magang riset merupakan program wajib praktik pemerintahan yang harus diikuti oleh mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang yang tengahmenempuh semester 7. Dalam magang riset tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapat pengalaman bagaimana lingkungan kerja di instansi pemerintahan, namun mahasiswa juga harus melaksanakan riset sesuai dengan penelitian yang mereka pilih. Dua mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang, yaitu Moch. Novrizal Dematheo dan Fitrotul Lathifah mendapat kesempatan untuk magang riset di Kementerian Sosial pada Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial setelah mengikuti prosedur sesuai ketentuan yang ada di Kementerian Sosial. Prosedur tersebut yaitu dengan mengirimkan proposal penelitian dan curriculum vitae. Magang riset di Kementerian Sosial dimulai pada tanggal 3 September 2018, kedua mahasiswa tersebut ditugaskan masing-masing di Sekretariat Bagian Umum dan Sekretariat Bagian Program dan Pelaporan Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial. Adapun kedua mahasiswa tersebut ditugaskan di Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial tersebut karena disesuaikan dengan riset kedua mahasiswa tersebut mengenai Urgensi Taruna Siaga Bencana dalam Menanggulangi Bencana Alam di Nusa Tenggara Barat, dimana dalam struktur organisasi Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial tersebut terdapat Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam. Pada saat magang riset tersebut, mahasiswa mengambil narasumber salah satu tim TAGANA yaitu Pak Husin yang ikut terjun langsung saat terjadi bencana di NTB, pegawai di Direktorat Perlindungan Sosial Bencana Alam biasa menyebutnya Sang Master TAGANA, karena sudah tak terhitung lagi beliau ikut serta menjadi relawan saat ada bencana di Indonesia. Pak Husin mengatakan bahwa, “Taruna Siaga Bencana atau biasa disingkat dengan TAGANA merupakan tim relawan untuk menanggulangi bencana.” Pada saat kami penelitian atau melakukan wawancara dengan Pak Husin, kami mendapatkan banyak pengetahuan dan ilmu baru soal penanganan kebencanaan tentu saja melalui peran aktif TAGANA. Yang biasa disebut juga ujung tombak PSKBA ketika terjadinya bencana diberbagai daerah, Pak Husin banyak menceritakan pengalaman dilapangan yang sangat menginspirasi kami dimana beliau pernah dijarah oleh perampok ketika mendistribusikan bantuan pangan, obat-obatan, pakaian ke Palu dan ketika beliau dan tim TAGANA yang hamper terkena tanah longsor ketika berada di Sumatera Utara. Selain nyawa yang menjadi taruhan juga terkadang beban mental juga mereka dapati, seperti ketika bencana gempa di NTB dimana Pak Husin dan timnya ingin menjangkau daerah terpencil guna menyalurkan bantuan namun terjebak oleh jalan yang rusak karena bencana sehingga akomodasipun terhambat dan tak urung banyak protes dan hinaan yang didapat. Selain mendapatkan pengalaman berharga dari hasil wawancara dengan Pak Husin, kami juga belajar banyak mengenai cara kerja sekretariat. Dimana sangat berperan penting menjadi penghubung di beberapa bagian Linjamsos juga, diantaranya kami sering melakukan koordinasi dengan bagian lain, berdiskusi dengan bagian lain, dan mengikuti rapat koordinasi bersama bagian PSKBA, JSK, dan PSKBS. Mungkin bila kami berada diantara bagian tersebut tidak akan mendapat pengalaman untuk saling berkomunikasi dengan bagian lainnya sebab bagian-bagian tersebut sudah terfokus dengan peran dan tusi mereka sendiri-sendiri. Jadi kami sangat bersyukur berada dibagian sekretariat. Terima kasih untuk waktu 2 bulan yang begitu berarti bagi kami dan tidak akan pernah kami lupakan, terima kasih untuk Jurusan Ilmu Pemerintahan yang memberikan kepercayaan kepada kami berdua serta Kementerian Sosial RI yang telah mau menerima kami magang, kami haturkan banyak terima kasih.