Debate’s Community: Mengkaji Masa Depan Penegakan HAM di Indonesia

Malang, 29 Desember 2023. Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM kembali menyelenggarakan kegiatan diskusi melalui forum Debate’s Community. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap satu minggu sekali ini, bertujuan untuk merawat nalar kritis mahasiswa. Kegiatan diskusi diikuti oleh mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2022 dan 2023. Bertindak sebagai pemantik diskusi, yakni kelompok presenter dari angkatan 2022 yang berjumlah sembilan orang. Tema yang dibahas dalam diskusi kali ini berjudul “Masa Depan Penegakan HAM di Indonesia”. Tema tersebut dipilih guna mengkaji tentang dinamika penegakan HAM di Indonesia beserta langkah-langkah yang dapat diambil dalam menyelesaikan masalah HAM. Pertemuan yang mengkaji tentang penegakan HAM di Indonesia ini, secara teknis berbentuk kegiatan diskusi dan komunikasi dua arah antara pemantik dan audiens. Dalam forum tersebut, pemantik menyampaikan materi dan argumentasi yang kemudian akan didiskusikan. “Negara kita memegang teguh nilai-nilai Pancasila yang menjamin kesetaraan HAM bagi seluruh warga negara, serta memberikan jaminan bahwa penghormatan terhadap HAM bersifat universal. Pancasila sebagai sumber penegakan HAM memiliki tiga nilai HAM yaitu Nilai Ideal, Nilai Instrumental dan Nilai Praktikal,” jelas pemantik. Melalui forum diskusi ini terbangun argumentasi dari mahasiswa dengan simpulan bahwasannya, solusi utama dalam penyelesaian masalah HAM di Indonesia dapat dilihat dari tiga perspektif, diantaranya melalui; jalur hukum, jalur mediasi dan jalur Pendidikan. Selain itu, pemerintah memiliki peranan yang sangat penting dalam melindungi dan memajukan HAM di negara ini, sebagaimana yang diamanatkan dalam Pancasila dan konstitusi yang ada. (van/roz)
Pengabdian Internasional di Penang Malaysia, Dosen IP UMM Sosialisasikan Penguatan Kapasitas Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi

Dalam suatu organisasi, pemimpin merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam menentukan kesuksesan organisasinya. Pemimpin diibaratkan seperti seorang nahkoda kapal yang harus mampu membawa penumpangnya sampai ke tujuan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haruslah memiliki kemampuan yang baik dalam memimpin organisasinya. Hal inilah yang dilakukan oleh Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM dengan melaksanakan pengabdian internasional pada organisasi Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) di Penang, Malaysia. Diketuai oleh Bapak Muhammad Kamil, S.IP., MA., dengan 4 anggota, yaitu Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., Dr. Saiman, M.Si., Shannaz Mutiara Deniar, M.A, dan Hevi Kurnia Hardini, S.IP., MA. Gov. Pengabdian internasional ini berlangsung pada 24 – 27 November 2023 dengan mengusung judul “Penguatan Kapasitas Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi pada Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Penang, Malaysia”. Melihat kondisi organisasi PRIM di Penang yang masih butuh banyak masukan dari berbagai pihak. “Cabang ranting Muhammadiyah itu harus bisa berdaya dengan mencari lebih banyak kader, jangan hanya orang Indonesia saja yang mendominasi organisasi PRIM ini, tetapi juga harus bisa merekrut warga lokal, yaitu Penang ini sendiri, dan diharapkan dapat bermanfaat juga bagi orang sekitarnya”, ungkap Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Dalam mengelola organisasi juga dibutuhkan dana yang cukup agar suatu organisasi dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. “Badan Usaha Muhammadiyah juga harus dibentuk dan kemudian dikembangkan, agar pemasukan yang datang lebih beragam dan tidak hanya mengandalkan satu sumber pendapatan saja”, ungkap Bapak Muhammad Kamil, S.IP., MA., menambahkan. Diharapkan dari berlangsungnya kegiatan pengabdian internasional ini dapat memeberikan manfaat serta masukan yang baik bagi organisasi PRIM di Penang. Selain itu, juga dapat menjadi wujud implementasi kerjasama intenasional, sekaligus wadah untuk bertukar fikiran dan kebudayaan bagi masing-masing pihak.