Ali Roziqin, M.PA., Ketua Program Studi IP UMM Gagas Simulasi Aktor Kebijakan dalam Kelas Kebijakan Sektor Publik

Ketua Program Studi Ali Roziqin, M.PA., Gagas Simulasi Aktor Kebijakan dalam Kelas Kebijakan Sektor Publik IP UMM

Malang, 16 Desember 2025 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi mahasiswa. Salah satu inovasi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan mata kuliah semester 5 Kebijakan Sektor Publik yang dikemas menggunakan metode role play berbasis cosplay. Model pembelajaran ini diprakarsai langsung oleh Kepala Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, Ali Roziqin, M.PA., sebagai upaya menciptakan suasana akademik yang lebih hidup, partisipatif, dan aplikatif. Dalam pelaksanaannya, satu kelas dibagi ke dalam empat kelompok besar yang merepresentasikan aktor utama dalam proses kebijakan publik, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Pembagian peran ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada mahasiswa mengenai posisi, kepentingan, serta fungsi masing-masing aktor dalam proses perumusan kebijakan sektor publik. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami peran tersebut secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung melalui simulasi, penggunaan kostum, serta pola komunikasi yang mencerminkan karakter aktor yang diperankan. Metode pembelajaran berbasis cosplay ini memungkinkan mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam diskusi, perdebatan, dan proses negosiasi kebijakan. Setiap kelompok harus menyusun argumentasi berdasarkan kepentingan aktor yang diwakilinya, sekaligus merespons pandangan dari kelompok lain. Mahasiswa dapat merasakan secara langsung dinamika tarik-menarik kepentingan, kompromi politik, serta kompleksitas pengambilan keputusan yang lazim terjadi dalam praktik kebijakan sektor publik. Ali Roziqin, M.PA., menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar tidak sekadar menguasai konsep dan teori kebijakan publik, tetapi juga mampu mengembangkan daya analisis kritis dan kepekaan terhadap realitas empiris.“Melalui metode pembelajaran berbasis role play dan cosplay ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami kebijakan sektor publik secara konseptual, tetapi juga merasakan langsung dinamika peran para aktor kebijakan. Dengan memposisikan diri sebagai DPR, pemerintah, swasta, dan masyarakat, mahasiswa belajar berpikir kritis, bernegosiasi, serta memahami kompleksitas proses perumusan kebijakan secara nyata,” ungkap Ali Roziqin, M.PA. Sebagai bentuk penguatan budaya akademik, Ali Roziqin, M.PA., juga memberikan reward kepada kelompok mahasiswa yang dinilai paling kompak, mampu membangun argumentasi secara sistematis, serta menunjukkan kapasitas berpikir kritis dalam merepresentasikan peran aktor kebijakan yang diperankan. Pemberian apresiasi ini dimaksudkan untuk mendorong kompetisi akademik yang sehat, meningkatkan kerja sama tim, serta menumbuhkan motivasi mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Melalui kelas Kebijakan Sektor Publik berbasis cosplay ini, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM menegaskan orientasi pembelajarannya yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter akademik mahasiswa. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang reflektif, argumentatif, adaptif, serta memiliki pemahaman utuh mengenai dinamika kebijakan dan tata kelola pemerintahan dalam konteks kontemporer.