Mengenalkan Pemerintahan Secara Substantif: Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Ajak Siswa SMAN 1 Bangil Berdiskusi Isu Publik

Malang, 30 Januari 2026 Dalam upaya menjaring bibit unggul calon pemimpin masa depan, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan melaksanakan kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Bangil. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang tidak dikemas sebagai promosi kampus semata, melainkan dirancang dalam bentuk diskusi interaktif mengenai dinamika politik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak untuk memahami politik secara lebih substantif dan kontekstual. Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di dua ruang kelas ini menyasar siswa kelas XII dengan tujuan membuka cakrawala berpikir mereka mengenai luasnya cakupan disiplin Ilmu Pemerintahan. Para mahasiswa menekankan bahwa Ilmu Pemerintahan tidak hanya berkutat pada urusan birokrasi dan pemerintahan formal, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menganalisis kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga isu-isu geopolitik yang tengah berkembang di tingkat global. Dalam pemaparannya, mahasiswa juga memperkenalkan berbagai profil lulusan Program Studi Ilmu Pemerintahan yang memiliki spektrum karier cukup luas. Lulusan tidak hanya terserap di sektor politik dan pemerintahan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkarier di sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat (NGO), hingga organisasi internasional. Penjelasan ini diberikan untuk menjawab kekhawatiran sebagian siswa yang masih memandang Ilmu Pemerintahan sebagai bidang studi dengan peluang kerja terbatas. Tim sosialisasi pada kegiatan ini terdiri dari tiga mahasiswa, yakni Moch Rizal Aminudin, Aditya Anggara Kusuma Susilo, dan Adib Falahi Ahmad.  Moch Rizal Aminudin menegaskan pentingnya mengubah cara pandang terhadap Ilmu Pemerintahan. “Kami ingin mengubah stigma bahwa Ilmu Pemerintahan itu peluang kerjanya sedikit atau hanya terbatas pada kantor pemerintahan. Faktanya, sektor swasta, NGO, hingga organisasi internasional dapat menjadi peluang kerja dari lulusan S.IP.” Ungkapan tersebut mendapat perhatian besar dari para siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Tidak hanya bersifat satu arah, sesi sosialisasi juga diisi dengan diskusi isu-isu aktual yang dekat dengan kehidupan siswa. Para siswa diajak membedah persoalan lokal di wilayah Pasuruan yang dikenal sebagai kawasan dengan konsentrasi industri yang cukup tinggi dan kerap dijuluki sebagai Kota Industrial. Melalui diskusi ini, siswa diperkenalkan pada cara berpikir analitis dalam melihat relasi antara kebijakan publik, dunia industri, dan dampaknya terhadap masyarakat. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menarik minat siswa yang sebelumnya masih awam terhadap dunia politik dan pemerintahan. Selain diskusi isu, tim sosialisasi juga memberikan informasi detail terkait jalur masuk perguruan tinggi, fasilitas beasiswa, serta prospek kerja lulusan Ilmu Pemerintahan. Berbagai pilihan profesi diperkenalkan, mulai dari aparat pemerintah, analis kebijakan dan politik, hingga konsultan publik. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu siswa dalam merencanakan masa depan pendidikan dan karier mereka secara lebih matang.Pihak SMAN 1 Bangil menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menilai bahwa sosialisasi yang dilakukan memberikan kontribusi positif bagi penguatan literasi politik di kalangan pelajar. Kegiatan ini dinilai tidak hanya memperkenalkan dunia perguruan tinggi, tetapi juga membekali siswa dengan pemahaman kritis sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan yang sadar akan dinamika sosial dan politik di sekitarnya.