Kabar Alumni : Salwa Salsabila, Alumni Ilmu Pemerintahan UMM Angkatan 2020 Mengabdi sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Desa Rejoso

Malang,2 Februari 2026 Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM terus menunjukkan kontribusinya dalam mencetak lulusan yang mampu berkiprah di sektor pemerintahan, khususnya pada level desa. Salah satu alumni yang saat ini mengabdikan diri di pemerintahan desa adalah Salwa Salsabila, alumni Ilmu Pemerintahan UMM angkatan 2020, yang kini menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan di Pemerintah Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Ketertarikan Salwa untuk bekerja di pemerintahan desa berawal dari keinginannya untuk menambah pengalaman dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan. Seiring berjalannya waktu, peran tersebut tidak hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga ruang belajar yang memberinya banyak pemahaman baru mengenai dinamika dan praktik tata kelola pemerintahan desa secara langsung. Dalam menjalankan tugasnya, Salwa memiliki tanggung jawab yang erat dengan penyusunan dan pelaksanaan administrasi pemerintahan desa. Ia terlibat dalam penyusunan Peraturan Desa (Perdes), Peraturan Kepala Desa (Perkades), serta Surat Keputusan (SK). Selain itu, ia juga membantu Sekretaris Desa dalam pengelolaan keuangan desa berbasis aplikasi SISKEUDES, termasuk penginputan pajak serta penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran desa seperti APBDes, RKPDes, dan RPJMDes. Pada bidang pemerintahan, Salwa juga menangani pelayanan dan pengelolaan administrasi kependudukan. Tugas tersebut meliputi penginputan dan pemutakhiran data melalui aplikasi Kementerian Dalam Negeri seperti SIAK dan Prodeskel, yang menuntut ketelitian, konsistensi data, serta pemahaman terhadap regulasi yang berlaku. Selain itu, Salwa dipercaya sebagai Pejabat Pengelola Keuangan Desa (PPKD) bidang pemerintahan. Amanah ini membuatnya bertanggung jawab atas berbagai kegiatan pemerintahan desa, mulai dari penyelenggaraan Musyawarah Desa, penganggaran SILTAP, tunjangan perangkat desa dan BPD, hingga pengadaan kebutuhan operasional seperti ATK, yang seluruhnya harus dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan perundang-undangan. Pengalaman magang di pemerintahan desa semasa kuliah menjadi bekal penting bagi Salwa dalam memahami alur birokrasi pemerintahan desa. Menurutnya, bekerja di pemerintahan desa menuntut kerapian, kedisiplinan, ketelitian, dan kesabaran karena setiap proses harus melalui tahapan dan koordinasi lintas bagian. Ia pun memberikan pesan inspiratif bagi rekan-rekan seperjuangan agar menjalani setiap pekerjaan dengan penuh ketulusan. “Doing it with love. Love your progress, love your activities, and love everything you do. With all your heart. When everything is done with love, we learn to be more grateful,” ungkapnya.