Cetak Analis Data Unggul, CoE Data Governance Analyst Terapkan Pembelajaran SNA Interaktif

Cetak Analis Data Unggul, CoE Ilmu Pemerintahan UMM Terapkan Pembelajaran SNA Interaktif

Malang, 06 April 2026 Kelas unggulan Center of Excellence (CoE) Data Governance Analyst Prodi Ilmu Pemerintahan UMM kembali menghadirkan pembelajaran inovatif melalui mata kuliah Social Network Analysis (SNA). Dalam perkuliahan yang diampu oleh Iradhad Taqwa Sihidi, S.IP., M.A., mahasiswa diharapkan untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengimplementasikan analisis jaringan sosial secara langsung menggunakan tools Gephi. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas analitis mahasiswa di era berbasis data. Dalam tugas yang diberikan, mahasiswa diminta untuk mencari dan mengolah data hingga menghasilkan visualisasi jaringan (network visualization). Tidak berhenti pada visual semata, mahasiswa juga diwajibkan menjelaskan secara komprehensif elemen-elemen utama dalam SNA, seperti node, edge, dan tie. Analisis lanjutan mencakup identifikasi cluster, tingkat polarisasi, hingga membaca struktur jaringan secara keseluruhan. Melalui penggunaan Gephi, mahasiswa juga mampu mengidentifikasi aktor kunci, komunitas, serta pola hubungan seperti retweet atau mention, dengan memanfaatkan metrik seperti degree centrality dan modularity untuk memahami bagaimana informasi tersebar dalam suatu jaringan.Selanjutnya mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil analisis.Sesi ini menjadi ruang diskusi kritis antar mahasiswa dalam membedah temuan masing-masing. Dengan metode pembelajaran yang aplikatif,interaktif, adaptif, dan analitis mahasiswa terlatih untuk berfikir kritis berbasis data. Menurut Iradhad Taqwa Sihidi, pembelajaran ini dirancang untuk melatih ketajaman berpikir kritis dan kemampuan membaca kompleksitas data. “Mahasiswa tidak cukup hanya bisa melihat data, tetapi harus mampu menginterpretasikan relasi di dalamnya. Social Network Analysis ini menjadi alat penting untuk memahami dinamika kekuasaan, komunikasi, hingga pengaruh dalam berbagai konteks kebijakan publik,” ujarnya. Beliau juga menekankan bahwa penguasaan tools seperti Gephi akan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja berbasis data.