Perkuat Riset dan Mobilitas Akademik, Prodi IP UMM Kolaborasi Strategis dengan Prodi IP Undip

Perkuat Riset dan Mobilitas Akademik, Prodi IP UMM Kolaborasi Strategis dengan Prodi IP Undip

Malang, 13 April 2026 Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM memperkuat jejaring akademik melalui kerja sama strategis dengan Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro (Undip) yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Prodi Undip Dr. Phil. Wahid Abdulrahman, S.IP., M.Si., Sekretaris Prodi Bangkit A. Wiryawan, S.Sos., M.A., Ph.D., serta dosen Hanifa Maylasari, S.IP., M.Sos. Dari pihak UMM hadir Ketua Prodi Ali Roziqin, M.PA., Ketua Laboratorium Iradhad Taqwa Sihidi, S.IP., M.A., dan dosen Dwi Putri Vidiastuti, S.IP., M.Sc. Kerja sama yang dibangun tidak bersifat seremonial, melainkan diarahkan pada penguatan substansi tridharma perguruan tinggi. Fokus utama kolaborasi mencakup riset bersama pada isu-isu strategis seperti tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, dan inovasi sektor publik. Kedua institusi juga menargetkan luaran konkret berupa publikasi ilmiah kolaboratif, pengembangan kapasitas riset dosen, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam proyek-proyek akademik berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat. Di sisi lain, kolaborasi ini juga membuka ruang implementasi program pertukaran mahasiswa dalam kerangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar lintas kampus, tetapi juga memperluas perspektif akademik dan jejaring profesional. Selain itu, kedua prodi sepakat mengintensifkan kegiatan akademik bersama seperti kuliah tamu, seminar, dan workshop sebagai upaya membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif dan kolaboratif, meskipun dilaksanakan secara daring. Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, Ali Roziqin, M.PA., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas institusi secara berkelanjutan. “Kerja sama ini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen bersama untuk menghasilkan riset yang berdampak, memperkuat mobilitas akademik mahasiswa, serta membangun tradisi keilmuan yang kolaboratif antarperguruan tinggi. Meskipun dilaksanakan secara daring, semangat kolaborasi tetap kuat untuk menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pemerintahan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.