Kajur Cup 2026 Resmi Dibuka, Wadah Pengembangan Potensi dan Sportivitas Mahasiswa IP UMM

Malang, 08 April 2026 Kegiatan Kajur Cup 2026 Prodi Ilmu Pemerintahan UMM resmi dibuka bertempat di Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM. Dengan Mengusung tema “Sporty With Passion, Winner With Action,” kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat sportivitas, kejujuran, serta solidaritas antar mahasiswa. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda tahunan Program Studi Ilmu Pemerintahan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Pembukaan resmi dilakukan oleh Pembina HIMAP, Dwi Putri Vidiastuti, S.IP., M.Sc., yang menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan Kajur Cup tahun ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wadah strategis bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkuat solidaritas. “Kajur Cup bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang pembelajaran untuk membangun karakter, sportivitas, dan kolaborasi antar mahasiswa. Saya berharap seluruh peserta mampu menunjukkan potensi terbaiknya menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap pertandingan dan berkopetisi lebih tinggi lagi seperti dekan cup maupun rektor cup ” ujarnya. Melalui Kajur Cup 2026, diharapkan tercipta ruang kolaborasi, kompetisi yang sehat, serta lahirnya mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, sportif, dan berdaya saing tinggi melalui semangat kebersamaan, kejujuran dan karakter yang kuat.
Cetak Analis Data Unggul, CoE Data Governance Analyst Terapkan Pembelajaran SNA Interaktif

Malang, 06 April 2026 Kelas unggulan Center of Excellence (CoE) Data Governance Analyst Prodi Ilmu Pemerintahan UMM kembali menghadirkan pembelajaran inovatif melalui mata kuliah Social Network Analysis (SNA). Dalam perkuliahan yang diampu oleh Iradhad Taqwa Sihidi, S.IP., M.A., mahasiswa diharapkan untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengimplementasikan analisis jaringan sosial secara langsung menggunakan tools Gephi. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas analitis mahasiswa di era berbasis data. Dalam tugas yang diberikan, mahasiswa diminta untuk mencari dan mengolah data hingga menghasilkan visualisasi jaringan (network visualization). Tidak berhenti pada visual semata, mahasiswa juga diwajibkan menjelaskan secara komprehensif elemen-elemen utama dalam SNA, seperti node, edge, dan tie. Analisis lanjutan mencakup identifikasi cluster, tingkat polarisasi, hingga membaca struktur jaringan secara keseluruhan. Melalui penggunaan Gephi, mahasiswa juga mampu mengidentifikasi aktor kunci, komunitas, serta pola hubungan seperti retweet atau mention, dengan memanfaatkan metrik seperti degree centrality dan modularity untuk memahami bagaimana informasi tersebar dalam suatu jaringan.Selanjutnya mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil analisis.Sesi ini menjadi ruang diskusi kritis antar mahasiswa dalam membedah temuan masing-masing. Dengan metode pembelajaran yang aplikatif,interaktif, adaptif, dan analitis mahasiswa terlatih untuk berfikir kritis berbasis data. Menurut Iradhad Taqwa Sihidi, pembelajaran ini dirancang untuk melatih ketajaman berpikir kritis dan kemampuan membaca kompleksitas data. “Mahasiswa tidak cukup hanya bisa melihat data, tetapi harus mampu menginterpretasikan relasi di dalamnya. Social Network Analysis ini menjadi alat penting untuk memahami dinamika kekuasaan, komunikasi, hingga pengaruh dalam berbagai konteks kebijakan publik,” ujarnya. Beliau juga menekankan bahwa penguasaan tools seperti Gephi akan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja berbasis data.
Kabar Alumni: Sasi Sofansyah, Lulusan Ilmu Pemerintahan UMM yang Berkiprah di Inspektorat Daerah Kabupaten Pasuruan

Malang, 03 April 2026 Kabar membanggakan datang dari alumni Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM angkatan 2020, Sasi Sofansyah. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Ahli Pertama di lingkungan Inspektorat Daerah Kabupaten Pasuruan. Peran tersebut menempatkannya sebagai bagian penting dalam memastikan jalannya pemerintahan daerah yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta prinsip akuntabilitas dan transparansi. Dalam menjalankan tugasnya, Sasi aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. Keterlibatannya mencakup evaluasi kepatuhan, pemeriksaan, hingga reviu atas pelaksanaan program dan kegiatan di setiap perangkat daerah. Proses pengawasan ini menjadi elemen krusial dalam mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat daerah. Tidak hanya itu, Sasi juga berperan dalam penyusunan laporan hasil pengawasan serta memberikan rekomendasi strategis kepada perangkat daerah guna perbaikan kinerja. Dalam setiap penugasannya, ia menekankan pentingnya efektivitas dan efisiensi proses, serta kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas pengawasan yang berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik. Merefleksikan perjalanan kariernya, Sasi menyampaikan bahwa pengalaman yang ia peroleh menjadi bekal berharga dalam memahami dinamika pemerintahan daerah. “Pengalaman dan pembelajaran yang saya peroleh menjadi bekal penting dalam memahami dinamika pemerintahan daerah serta meningkatkan kualitas pengawasan demi pelayanan publik yang lebih baik,” ungkapnya. Kisah ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni Ilmu Pemerintahan UMM untuk terus berkontribusi nyata dalam pembangunan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.
Fenomena Quiet Ambition ASN Menguat, Ali Roziqin, M.PA. Soroti Risiko Jabatan Struktural

Malang,30 Maret 2026 Fenomena quiet ambition atau menurunnya minat Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menduduki jabatan struktural menjadi perhatian publik. Isu ini mengemuka setelah Wali Kota Batu menyinggungnya dalam apel pagi di Balai Kota Among Tani, Senin 30 Maret 2026. Menanggapi hal tersebut, Kaprodi Ilmu Pemerintahan UMM, Ali Roziqin, M.PA., menilai bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh pergeseran cara pandang ASN terhadap jabatan yang kini dianggap lebih berisiko daripada prestisius. Menurutnya, ASN generasi X dan Y cenderung menghindari jabatan strategis karena meningkatnya beban tanggung jawab dan risiko pekerjaan. “Munculnya fenomena ini tidak lain karena kondisi mentalitas ASN generasi X dan Y yang menganggap jabatan struktural akan menambah tanggung jawab dan risiko pekerjaan. Ada ketakutan terhadap sistem yang patologis, terutama bagi mereka yang lebih menginginkan pola kerja slow working,” ujarnya. Beliau juga menyoroti lemahnya perlindungan hukum bagi pejabat struktural serta adanya praktik yang merugikan bawahan dalam dinamika politik birokrasi. “Betul, ini yang sering terjadi. Jika pejabat (pimpinan) kuat secara politik, cenderung akan mengorbankan bawahannya ketika ada kasus pelanggaran hukum. Ini yang semakin ditakuti oleh para ASN saat ini,” imbuhnya. Selain itu, Beliau mengkritisi sistem penempatan jabatan yang belum sepenuhnya berbasis kompetensi. “Yang terjadi saat ini kan banyak pejabat struktural itu dipilih dari sirkelnya, sehingga ini pun juga menjadi signal bahwa ASN yang berkompeten akan sulit dipilih. Kalau mau dipilih sebagai pejabat ya harus ikut berpolitik meskipun ASN tidak boleh berpolitik, tapi faktanya demikian. Bahkan kasus suap jual beli jabatan karena sistem ini seperti di Pekalongan dan Cilacap case terbaru,” terangnya. Beliau menegaskan perlunya talent management yang transparan dan penguatan kompetensi ASN sejak awal sebagai solusi sistemik.
Podcast Ijen Talk: Ach. Apriyanto Romadhan, S.IP., M.Si. Tegaskan Mobil Dinas Bukan untuk Mudik Pribadi

Malang, 16 Maret 2026 Dalam program Ijen Talk City Guide 911 FM, dosen Ilmu Pemerintahan UMM, Ach. Apriyanto Romadhan, menegaskan bahwa kendaraan dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk mudik Lebaran. Beliau menekankan bahwa mobil dinas merupakan aset negara yang diperuntukkan bagi pelayanan publik, bukan kebutuhan privat. Menurutnya, penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi merupakan bentuk penyimpangan tata kelola pemerintahan yang baik. Hal ini karena seluruh pembiayaan kendaraan dinas bersumber dari keuangan negara. Beliau juga menyoroti dampak inefisiensi serta kontradiksi kebijakan, terutama ketika pemerintah berupaya mengurangi kepadatan lalu lintas saat mudik. Lebih jauh, Beliau menilai persoalan ini berkaitan dengan budaya birokrasi yang masih keliru, di mana aset negara dianggap sebagai milik pribadi. Padahal, dalam konsep negara modern, jabatan melekat pada institusi, bukan individu. Beliau menegaskan bahwa tantangan utama bukan pada kurangnya regulasi, melainkan pada kesadaran dan etika ASN.Sebagai solusi, ia mendorong penguatan pengawasan melalui digitalisasi aset seperti pemasangan GPS serta mengajak ASN menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi moral. Penggunaan kendaraan dinas diharapkan kembali pada fungsinya sebagai penunjang pelayanan publik.“Mobil dinas adalah aset negara untuk pelayanan publik, bukan untuk kepentingan pribadi yang dibutuhkan bukan aturan baru, tetapi kesadaran dan etika ASN.” Dengan penguatan etika, pengawasan, serta komitmen bersama, penggunaan kendaraan dinas diharapkan dapat kembali pada fungsinya sebagai penunjang pelayanan publik, bukan untuk kepentingan pribadi.
Melalui Project Concept Note CoE Data Governance Analyst IP UMM Dorong Mahasiswa Analisis Permasalahan Daerah

Malang,16 Maret 2026 Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM terus menghadirkan inovasi pembelajaran melalui kelas Center of Excellence (CoE) Data Governance Analyst pada mata kuliah AI for Public Policy. Mata kuliah yang diampu oleh Ali Roziqin, M.PA ini mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam analisis kebijakan publik. Dalam perkuliahan ini, mahasiswa diberikan proyek penyusunan Concept Note berbasis data dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di berbagai daerah di Indonesia. Secara khusus, mahasiswa difokuskan untuk menganalisis permasalahan dan mengidentifikasi isu-isu strategis yang dihadapi masing-masing daerah, sehingga mampu menghasilkan kajian yang tajam, kontekstual, dan berbasis data. Sebelum mengerjakan proyek, mahasiswa dibekali kemampuan menggunakan berbagai tools AI seperti ChatGPT, Claude, Scopus, Consensus, Scite, serta Napkin AI. Pemanfaatan tools ini membantu mahasiswa dalam mengolah data dan memperkuat dasar analisis kebijakan. Penggunaan AI dalam pembelajaran ini berfungsi untuk memvisualisasikan data agar lebih mudah dipahami, serta membantu mencari referensi ilmiah secara cepat, mudah, dan berbasis data yang kredibel.Sehingga mahasiswa dapat menyusun analisis yang tidak hanya sistematis tetapi juga memiliki landasan akademik yang kuat. Menurut Ali Roziqin, pemanfaatan AI dalam kelas ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi kebutuhan dalam meningkatkan kualitas analisis kebijakan. “Mahasiswa harus mampu menganalisis data secara kritis dan memanfaatkannya menjadi rekomendasi kebijakan yang solutif,” ujarnya Melalui pendekatan ini, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM diharapkan mampu menjadi analis kebijakan yang adaptif, kritis, dan responsif terhadap dinamika pembangunan daerah, sekaligus siap menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan berbasis data di era digital.
Kreativitas Mahasiswa IP UMM: Aulia Kembangkan Usaha Bumbu Pecel ‘Ad-Duha’ di Tengah Kesibukan Kuliah

Malang, 14 Maret 2026 Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM angkatan 2023, Raihan Aulia Berliana, menunjukkan semangat kewirausahaan di tengah aktivitas akademiknya dengan mengembangkan usaha kuliner bumbu pecel “Ad-Duha.” Usaha ini lahir dari jiwa kewirausahaan Aulia yang suka makan nasi pecel. Aulia melihat peluang mengembangkan usaha kuliner tersebut menjadi sebuah produk yang dapat dinikmati lebih luas. Bumbu pecel yang dibuat memiliki keunggulan tersendiri, yakni dapat bertahan cukup lama tanpa menggunakan bahan pengawet serta memiliki rasa yang seimbang sehingga cocok dinikmati oleh berbagai kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Produk tersebut dikemas menggunakan standing pouch ziplock yang praktis dengan beberapa pilihan ukuran, mulai dari 250 gram, 500 gram, hingga 1 kilogram, sehingga memudahkan konsumen dalam menyesuaikan kebutuhan. Aulia mengungkapkan bahwa usaha ini tidak lepas dari perjalanan yang penuh proses hingga akhirnya mulai menunjukkan perkembangan.“Awalnya hanya dari tetangga sekitar yang sering memuji rasa bumbu pecel buatan saya. Dari situ saya mencoba memberanikan diri untuk menjualnya dalam bentuk bumbu kemasan. Alhamdulillah, setelah dijalani dengan konsisten, pesanan mulai meningkat, terutama di bulan Ramadan,” ujar Aulia. Memasuki bulan suci Ramadan, permintaan terhadap bumbu pecel “Ad-Duha” mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi Raihan untuk terus mengembangkan usahanya sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya aktif di dunia akademik, tetapi juga mampu berinovasi dan berwirausaha.Kisah Raihan semoga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa kreativitas, ketekunan, dan keberanian memulai dapat membuka peluang usaha, bahkan di tengah kesibukan perkuliahan.
Kabar Alumni: Thoriq Angkatan 2020 Berkiprah sebagai Analis SDM Aparatur di Kementerian Agama

Malang, 09 Maret 2026 Muhammad Thoriq Haykal, alumni Ilmu Pemerintahan angkatan 2020, saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Analis SDM Aparatur di lingkungan Kantor Kementerian Agama yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam tugasnya, Thoriq terlibat dalam proses penyusunan kebutuhan jumlah pegawai secara proporsional melalui Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Proses ini menjadi bagian penting dalam perencanaan serta penataan ASN, termasuk pemetaan kompetensi yang dibutuhkan pada setiap jabatan agar organisasi dapat berjalan lebih efektif dan profesional. Selain itu, ia juga diamanahi sebagai pengelola basis data kepegawaian pada satuan kerja. Dalam peran tersebut, Thoriq bertanggung jawab melakukan pemutakhiran, pengelolaan, dan validasi data secara berkala guna memastikan informasi kepegawaian tetap akurat dan dapat digunakan sebagai dasar dalam proses manajemen ASN serta penyusunan laporan kepegawaian. Ia juga terlibat dalam proses pengusulan penghargaan Satyalancana bagi ASN melalui verifikasi administrasi dan pengumpulan data pendukung sesuai ketentuan yang berlaku. Muhammad Thoriq Haykal menuturkan bahwa pengalaman belajar di Ilmu Pemerintahan UMM menjadi bekal penting dalam memahami praktik birokrasi pemerintahan. “Ilmu yang saya peroleh selama kuliah di Prodi Ilmu Pemerintahan UMM sangat membantu dalam memahami dinamika birokrasi dan manajemen ASN. Hal tersebut menjadi bekal penting bagi saya untuk dapat berkontribusi secara profesional dalam pelayanan publik,” ujarnya.
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Gelar SUA Ramadhan di Panti Asuhan Sunan Ampel

Malang, 5 Maret 2026 Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM menyelenggarakan kegiatan SUA Ramadhan di Panti Asuhan Sunan Ampel. Mengusung tema “Merajut Kisah di Bulan Penuh Berkah”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat solidaritas, berbagi kebahagiaan, serta menumbuhkan nilai kebersamaan antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan, Iradhat Taqwa Sihidi, S.IP., M.A. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menghadirkan nilai kepedulian sosial melalui kegiatan mahasiswa.”Ramadhan adalah momentum untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat,” ujarnya. Pihak Panti Asuhan Sunan Ampel turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.”Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kebersamaan yang diberikan mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM kepada anak-anak panti. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkap perwakilan pihak panti.Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah storytelling kisah Nabi Muhammad SAW yang bertujuan menanamkan nilai keteladanan seperti kejujuran, kesabaran, dan kepemimpinan kepada anak-anak. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan fun games edukatif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman anak-anak mengenai kisah para Nabi sekaligus menanamkan nilai moral dan spiritual. Kegiatan fun games dipandu oleh panitia dengan sistem penilaian oleh juri, yaitu Dwi Putri Vidiastuti, S.IP., M.Sc. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme, terlihat dari semangat anak-anak panti yang aktif mengikuti setiap permainan.Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada peserta yang berpartisipasi dalam permainan. Dalam sambutan penutupnya, Dwi Putri Vidiastuti, S.IP., M.Sc. mengapresiasi kegiatan tersebut.”Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat,” tuturnya. Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta bersama-sama membaca surat-surat pendek Al-Qur’an sebelum akhirnya berbuka puasa bersama dan melaksanakan sholat maghrib berjamaah di Masjid Panti Asuhan Sunan Ampel.Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM menghadirkan ruang pembelajaran sosial yang menumbuhkan empati, kepedulian, serta semangat berbagi di bulan suci Ramadhan. SUA Ramadhan diharapkan menjadi langkah kecil yang mampu memperkuat nilai kebersamaan dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Didane D’Fla Fitra, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Angkatan 2025 Raih Medali Perunggu OASIS 5.0 Tingkat Nasional

Malang, 2 Maret 2026 Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM angkatan 2025, Didane D’Fla Fitra, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ia berhasil meraih medali perunggu pada cabang Sosiologi dalam ajang OASIS (Olimpiade Akademik Se-Indonesia) 5.0, kompetisi akademik yang diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan se-Indonesia. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Pemerintahan mampu bersaing secara akademik di level nasional. Informasi lomba tersebut Didane peroleh melalui akun Instagram Alberta Competition yang kerap membagikan berbagai event akademik nasional. Tertarik untuk menguji kemampuannya, ia mendaftar dan mengikuti dua cabang lomba sekaligus, yakni Sosiologi dan Sejarah. Keputusan tersebut menunjukkan inisiatif, keberanian, serta semangat kompetitif yang kuat sebagai mahasiswa. Proses perlombaan dilaksanakan secara daring melalui Google Form sesuai jadwal yang ditentukan panitia. Dari dua bidang yang diikuti, Didane berhasil meraih medali perunggu pada cabang Sosiologi, sementara pada cabang Sejarah belum memperoleh posisi juara. “Alhamdulillah bidang Sosiologi tembus medali perunggu, tapi saya tetap bersyukur karena bisa masuk daftar pemenang nasional. Untuk Sejarah memang belum rezeki, tapi itu jadi motivasi untuk saya belajar lebih rajin lagi,” ungkapnya. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM lainnya untuk terus berani mencoba dan mengembangkan potensi diri melalui kompetisi akademik. Semoga keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi rekan ilmu pemerintahan lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama baik prodi di tingkat nasional maupun internasional.