Raih Beasiswa Bakti BCA 2026, Puji Dwi Eka Kartikasari Buktikan Keunggulan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM

Raih Beasiswa Bakti BCA 2026, Puji Dwi Eka Kartikasari Buktikan Keunggulan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM

Malang, 12 Desember 2025 Mahasiswi Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2024, Puji Dwi Eka Kartikasari, resmi dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Bakti BCA Tahun 2026. Kepastian ini disampaikan melalui surat resmi BCA Nomor 417/CSR/2025, yang ditujukan kepada pimpinan perguruan tinggi beserta jajarannya mitra program beasiswa tersebut. Pengumuman ini merupakan hasil dari proses seleksi yang berlangsung sejak 25 Agustus hingga 14 November 2025. Dalam surat tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyampaikan bahwa daftar penerima beasiswa telah ditetapkan secara final setelah melalui proses seleksi yang ketat. Program Beasiswa Bakti BCA 2026 akan berlangsung selama satu tahun, dimulai Januari hingga Desember 2026. Pihak kampus diminta melakukan verifikasi serta menerbitkan surat pengesahan dan rekomendasi bagi mahasiswa yang telah dinyatakan lolos, termasuk Puji. Puji Dwi Eka Kartikasari menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kesempatan tersebut. “Saya sangat bersyukur dan merasa terhormat dapat terpilih sebagai penerima Beasiswa Bakti BCA 2026. Kesempatan ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus meningkatkan prestasi dan berkontribusi lebih bagi masyarakat. Terima kasih kepada BCA, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, dan kampus UMM atas kesempatan yang diberikan. Saya berharap dapat memanfaatkan beasiswa ini sebaik mungkin untuk pengembangan diri dan masa depan saya,” ujarnya. Keberhasilan Puji menjadi kebanggaan bagi Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi.

Fila Dwi Agustin, Mahasiswa IP UMM Riset Keamanan Siber di Kementerian KOMDIGI

Fila Dwi Agustin, Mahasiswa IP UMM Dalami Keamanan Siber di Kementerian KOMDIGI

Malang, 9 Desember 2025 Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan kiprahnya melalui kegiatan magang di instansi pemerintahan nasional. Kali ini, Fila Dwi Agustin, mahasiswa angkatan 22, berkesempatan menjalani program magang di Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), tepatnya di Pusat Data dan Sarana Informatika, Tim Keamanan Siber. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi Fila dalam memahami dinamika tata kelola keamanan informasi di sektor pemerintahan. Selama pelaksanaan magang, Fila terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang bersifat administratif dan analitis. Ia menangani sejumlah pekerjaan seperti pengelolaan surat-menyurat, penyusunan konsep nota dinas, pengarsipan dokumen kegiatan, penyusunan laporan monitoring manajemen risiko, serta penyusunan laporan pelaksanaan tugas. Berada di lingkungan kerja kementerian membuat Fila semakin memahami bagaimana proses administrasi publik dijalankan secara profesional, sistematis, dan berbasis prosedur. Tidak hanya fokus pada aspek administratif, Fila juga mendapatkan kepercayaan untuk melakukan riset terkait program security awareness di lingkungan internal KOMDIGI. Melalui riset tersebut, ia mempelajari tingkat kesadaran pegawai terhadap keamanan informasi, kebijakan internal yang diterapkan, serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko insiden siber di instansi pemerintahan. Beberapa temuan yang ia pelajari mencakup isu kebocoran data pribadi, lemahnya penerapan keamanan kata sandi, hingga minimnya kewaspadaan terhadap ancaman siber yang semakin kompleks. Dalam proses riset, Fila mengumpulkan data melalui berbagai sumber, mengkaji pola perilaku pegawai, serta mempelajari kaitan antara budaya organisasi dan kedisiplinan pegawai terhadap keberhasilan tata kelola keamanan informasi. Pengalaman tersebut membuka wawasan baru baginya bahwa keamanan siber tidak hanya mengandalkan teknologi canggih, tetapi sangat ditentukan oleh kedisiplinan, kepatuhan prosedural, dan budaya sadar keamanan di dalam organisasi.Melalui kegiatan magang ini, Fila merasa mendapatkan pengalaman berharga yang memperkuat kompetensinya sebagai calon analis kebijakan maupun praktisi pemerintahan digital di masa depan. Fila menuturkan pengalamannya yang penuh pembelajaran selama menjalani magang. “Melalui riset security awareness yang saya lakukan,pengalaman ini melatih saya untuk bekerja lebih teliti, terstruktur, dan bertanggung jawab. Saya merasa mendapatkan bekal yang sangat relevan untuk karier saya ke depan, terutama di bidang pemerintahan dan keamanan informasi. Saya bangga bisa membawa nama Prodi Ilmu Pemerintahan UMM dalam lingkungan kerja profesional di tingkat kementerian.” Dengan pengalaman tersebut, Fila berharap mahasiswa Ilmu Pemerintahan lainnya termotivasi untuk mengeksplorasi peluang magang di instansi pemerintah guna memperluas pengalaman profesional dan memperkuat kompetensi di bidang tata kelola pemerintahan digital.

Kabar Alumni: Jejak Pengabdian Aisyah Firanti Setyaningrum di Satpol PP Kabupaten Kediri

Kabar Alumni: Jejak Pengabdian Aisyah Firanti Setyaningrum di Satpol PP Kabupaten Kediri

Malang, 5 Desember 2025 Aisyah Firanti Setyaningrum, alumni Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2020, kini mengabdi sebagai CPNS di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri. Bertugas di Seksi Kerjasama Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Aisyah membawa semangat pelayanan publik yang lebih humanis dan komunikatif. Aisyah menjelaskan bahwa pengalaman akademik selama kuliah di Ilmu Pemerintahan UMM menjadi fondasi penting dalam pekerjaannya. Ia berpendapat bahwa pembelajaran teori pemerintahan, dinamika sosial, hingga administrasi publik sangat membantu, namun nilai etika, kepemimpinan, dan pelayanan adalah bekal yang paling berpengaruh bagi dirinya. Ia menuturkan bahwa masa kuliah mengajarinya bagaimana teori dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. “Ilmu Pemerintahan UMM merupakan rumah di mana saya mampu membaca persoalan masyarakat dan memberikan kontribusi di dalamnya,” ujarnya. Dalam tugasnya di Satpol PP, Aisyah menghadapi situasi yang menuntut ketegasan sekaligus empati. Ia menyadari bahwa Satpol PP sering dipersepsikan hanya fokus pada penertiban, padahal komunikasi yang baik dan pendekatan humanis sangat diperlukan. “Selain memahami regulasi, kita juga harus memahami masyarakat. Ketegasan harus berjalan beriringan dengan kelembutan,” tambahnya. Aisyah juga aktif dalam koordinasi lintas instansi untuk mendukung ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Pengalaman ini memperkuat pandangannya tentang pentingnya kolaborasi antar lembaga pemerintah serta bagaimana kebijakan publik dapat diimplementasikan secara efektif. Ia berharap mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM tidak ragu terjun ke dunia pelayanan publik. “Jangan takut turun ke lapangan. Tantangannya besar, tetapi di situlah kita belajar. Integritas, empati, dan kemampuan membaca situasi akan sangat menentukan,” pesannya. Kisah Aisyah menjadi bukti bahwa lulusan Ilmu Pemerintahan UMM mampu memberikan kontribusinya melalui ilmu, etika, dan komitmen pelayanan publik.

Rifqi Irwanadi Akmal Putra: Mahasiswa IP UMM Berperan dalam Penyusunan Reformasi Birokrasi (RB) Kabupaten Manokwari

Rifqi Irwanadi Mahasiswa IP UMM Magang di PT Sinergi Visi Utama yang Terlibat dalam Penyusunan RB Kabupaten Manokwari, Papua

Malang, 2 Desember 2025 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong mahasiswanya untuk mendapatkan pengalaman profesional melalui program Center of Excellence (CoE). Salah satunya adalah Rifqi Irwanadi Akmal Putra, mahasiswa angkatan 2022, yang saat ini menjalani magang di PT Sinergi Visi Utama Yogyakarta dan mendapat kesempatan berperan dalam penyusunan Reformasi Birokrasi (RB) Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Bersama rekannya, Azlan, Rifqi terlibat dalam proses analisis, penyusunan laporan, serta memahami alur perencanaan dan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi adalah upaya penting untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui magang CoE, saya belajar langsung bagaimana penyusunan RB dilakukan. Pengalaman ini sangat berharga untuk memperkuat kemampuan analisis kebijakan, perencanaan pembangunan, dan pemahaman sistem pemerintahan,” ujar Rifqi. Program CoE Ilmu Pemerintahan UMM dirancang untuk meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa. Melalui kemitraan dengan berbagai instansi, mahasiswa mendapatkan pengalaman lapangan yang relevan dan mampu memberikan kontribusi substantif dalam bidang pemerintahan dan kebijakan publik. Dengan keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata seperti ini, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM berharap dapat terus mencetak lulusan yang siap berperan aktif dalam peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Mahasiswa IP UMM Mantapkan Kapasitas Organisasi Melalui LDO HIMAP 2025/2026

Malang, 28 November 2025 Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) Universitas Muhammadiyah Malang telah melaksanakan Latihan Dasar Organisasi (LDO) bagi pengurus periode 2025/2026 di The Swarga Villa Batu. Selama dua hari, kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi pengurus baru untuk memperkuat pemahaman tata kelola organisasi, profesionalitas, serta kompetensi dasar dalam menjalankan amanah kepengurusan. Pembukaan kegiatan diisi dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, diikuti sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Bidang PSDM, serta Ketua Himpunan, Sulthan Farid. Ia menegaskan pentingnya komitmen, kedisiplinan, dan pemahaman tupoksi sebagai fondasi pelayanan HIMAP kepada mahasiswa.Rangkaian materi mencakup Keuangan oleh Bendahara Umum, Kesekretariatan oleh Sekretaris Umum, serta Keprotokolan dan Event Organizer oleh Ketua Bidang PSDM. Materi ditutup dengan pemaparan Grand Design HIMAP oleh Ketua Umum yang memuat arah kebijakan dan program prioritas satu periode ke depan. HIMAP juga menghadirkan para demisioner untuk berbagi pengalaman sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan kesinambungan organisasi. Pada hari kedua, peserta mengikuti jalan pagi, outbound, dan cleaning area sebagai bentuk pelatihan kerja sama, kekompakan, dan tanggung jawab. Permainan Nice Drawing dimenangkan Bidang Minbak, sementara Kardus Suit dimenangkan Bidang Sosma. Penutupan Kegiatan dihadiri oleh Kaprodi Ilmu Pemerintahan, Ali Roziqin, M.PA., yang memberikan apresiasi sekaligus arahan penguatan kapasitas pengurus. Beliau menekankan bahwa LDO merupakan proses penting dalam membangun kompetensi kepemimpinan dan profesionalitas mahasiswa. “Keterampilan yang diperoleh di LDO harus dapat diterapkan tidak hanya di HIMAP, tetapi juga dalam kehidupan akademik dan profesional ke depan,” ujarnya. Kaprodi juga menekankan pentingnya jejaring lintas angkatan sebagai aset pengembangan diri, serta mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi diukur dari kebermanfaatan program kerjanya. Melalui LDO 2025/2026 ini, HIMAP IP UMM berharap pengurus baru siap berkontribusi secara profesional, responsif, dan berdampak bagi mahasiswa serta lingkungan Prodi Ilmu Pemerintahan UMM.

Dari Teori ke Aksi, Muhammad Azlan Tingkatkan Kompetensi Kebijakan Publik melalui Magang CoE di PT Sinergi Visi Utama Yogyakarta

Muhammad Azlan Optimalkan Kompetensi Kebijakan Publik melalui Magang CoE di PT Sinergi Visi Utama Yogyakarta

Malang, 25 November 2025 Kegiatan magang Center of Excellence (CoE) yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan kompetensi mahasiswa. Muhammad Azlan, mahasiswa angkatan 2022, magang di PT Sinergi Visi Utama Yogyakarta telah memberinya pengalaman profesional yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui proses pembelajaran di ruang kelas. Azlan menuturkan bahwa magang tersebut menjadi ruang aplikatif yang memungkinkan mahasiswa memahami bagaimana teori administrasi publik, kebijakan publik, serta perencanaan pembangunan diimplementasikan secara teknis dalam konteks kerja nyata. Jika selama perkuliahan mahasiswa lebih banyak diperkenalkan pada konsep dan kerangka teoritis, maka pada kegiatan magang ini ia terlibat langsung dalam penyusunan dan perancangan teknis sebuah proyek kebijakan. “Magang ini memberikan perspektif baru bagi saya, terutama terkait bagaimana proses perencanaan kebijakan dilakukan secara sistematis dan berbasis kebutuhan lapangan. Pengalaman ini sangat penting dalam membantu saya mengidentifikasi arah pengembangan kompetensi dan memberikan pengalaman yang relevan dengan bidang keilmuan saya,” ujarnya. Pengalaman tersebut sekaligus menegaskan fungsi strategis program CoE dalam menjembatani gap antara teori dan praktik, serta dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi calon analis, perencana, dan pengambil kebijakan yang memiliki ketajaman analitis maupun kemampuan teknis. Melalui skema magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman kontekstual mengenai dinamika institusi mitra, tetapi juga dibekali kemampuan operasional yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional. Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM berkomitmen untuk terus mengembangkan kemitraan magang berbasis CoE sebagai upaya memperkuat kapasitas akademik dan profesional mahasiswa sehingga mampu berkontribusi secara substantif dalam bidang pemerintahan, kebijakan publik, dan pembangunan sosial.

Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Perkuat Kolaborasi dengan Bawaslu Kabupaten Malang dalam Pengawasan Pemilu Berbasis Data

Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Perkuat Kolaborasi dengan Bawaslu Kabupaten Malang dalam Pengawasan Pemilu Berbasis Data

Malang, 20 November 2025 Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Bawaslu Kabupaten Malang melaksanakan rapat teknis untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama yang telah disepakati sebelumnya. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam mengimplementasikan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi. Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, Ali Roziqin, M.PA., dan jajarannya serta Tim Bawaslu Kabupaten Malang. Diskusi berlangsung produktif dengan fokus pada penyelarasan tiga agenda utama yang akan segera direalisasikan. Pertama, kedua pihak sepakat menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan pemanfaatan teknologi informasi untuk pemetaan wilayah rawan konflik serta potensi pelanggaran pemilu. Program ini diharapkan meningkatkan kapasitas pengawas pemilu, mahasiswa, dan masyarakat dalam menggunakan data spasial dan teknologi digital untuk mendukung pengawasan pemilu berbasis bukti. Kedua, disepakati pelaksanaan survei sosial kemasyarakatan untuk mengkaji persepsi publik mengenai peran dan fungsi lembaga pengawas pemilu. Survei ini dirancang sebagai upaya memperkaya kajian akademik sekaligus memberikan rekomendasi berbasis data kepada Bawaslu Kabupaten Malang guna meningkatkan efektivitas kelembagaan dan kualitas pengawasan pemilu di tingkat lokal. Ketiga, kedua institusi akan berkolaborasi dalam penulisan artikel ilmiah yang mengangkat isu-isu pengawasan pemilu daerah. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan publikasi akademik yang tidak hanya memperkuat pengembangan ilmu pemerintahan, tetapi juga memberikan kontribusi praktis bagi implementasi kebijakan pengawasan pemilu yang lebih transparan dan akuntabel. Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi Ilmu Pemerintahan UMM, Ali Roziqin, M.PA., menegaskan pentingnya sinergi akademik antara perguruan tinggi dan lembaga pengawas pemilu. “Kolaborasi merupakan wujud tanggung jawab akademik dalam memastikan bahwa proses demokrasi berjalan secara transparan, objektif, dan berorientasi pada data. Integrasi antara riset, pendidikan, dan praktik pengawasan pemilu merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola demokrasi di tingkat lokal.” Lebih lanjut,beliau menambahkan bahwa, “Melalui kegiatan riset dan pengabdian berbasis kolaborasi, kami ingin memberikan kontribusi bagi peningkatan literasi demokrasi publik serta memperkuat kualitas pengawasan pemilu di Kabupaten Malang.” Rapat ini menegaskan komitmen kedua institusi untuk terus mengembangkan program kolaboratif yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan demi penguatan demokrasi lokal dan pengembangan keilmuan di bidang pemerintahan.

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM, Koesdwihapsari Lathiifah Ayunda Putri, Perkuat Riset Kebijakan Publik di BRIN

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM, Koesdwihapsari Lathiifah Ayunda Putri, Perkuat Riset Kebijakan Publik di BRIN

Malang, 18 November 2025 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang unggul dalam riset dan analisis kebijakan. Salah satu mahasiswa, Koesdwihapsari Lathiifah Ayunda Putri, Magang Riset Pemerintahan di BRIN Pusat Riset Kebijakan Publik, lembaga riset strategis di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan magang berfokus pada riset bertema kebijakan publik, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas penelitian. Koesdwihapsari bekerja sama dengan tim peneliti BRIN untuk mendalami isu-isu strategis dalam tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga berperan aktif dalam pengumpulan dan pengolahan data, termasuk melakukan wawancara dengan informan riset. Koesdwihapsari juga turut menjadi bagian dari tim pelaksana webinar dan seminar internasional, sebagai bagian dari pengayaan wawasan dan jaringan akademik global. Ia juga berkontribusi sebagai asisten peneliti, mendukung jalannya riset secara langsung mulai dari tahap pengumpulan informasi hingga penyusunan laporan analisis. Sebagai bagian dari pengalaman magangnya, Koesdwihapsari membagikan kesan dan refleksinya “Magang di BRIN memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi saya. Tidak hanya terlibat dalam penelitian kebijakan publik secara langsung, tetapi juga berinteraksi dengan para peneliti, menghadiri forum ilmiah, dan memahami proses riset dari awal hingga akhir. Membuka pandangan saya tentang betapa pentingnya riset bagi perbaikan tata kelola pemerintahan.” Program magang ini merupakan bentuk implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas dan terjun langsung dalam aktivitas penelitian kebijakan. Melalui pengalaman ini, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM terus berupaya membekali mahasiswa dengan kompetensi yang kuat dalam riset, analisis kebijakan, serta pengembangan solusi berbasis data untuk menjawab tantangan governance di era modern.

Sabet Tiga Penghargaan Sekaligus! Mahendra Dwi Febrian Tunjukkan Kualitas Mahasiswa IP UMM di PTMA 2025

Sabet Tiga Penghargaan Sekaligus! Mahendra Dwi Febrian Tunjukkan Kualitas Mahasiswa IP UMM di PTMA 2025

Malang, 14 November 2025 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan capaian akademik yang membanggakan. Mahendra Dwi Febrian, mahasiswa aktif Prodi Ilmu Pemerintahan angkatan 24, menjadi delegasi Ahmad Dahlan Internasional Youth Camp berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada kegiatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) yang diselenggarakan di Khayangan Adventure Park Kulon Progo, Yogyakarta. Pada kompetisi tersebut, Mahendra memperoleh 3 penghargaan yaitu Juara 1 Best critical thinker, Harapan 2 kategori Best Essay dan Juara 2 kategori Best Presentation. Kedua penghargaan ini mencerminkan kapasitas analitis, kemampuan komunikasi ilmiah, dan kualitas akademik mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM di tingkat nasional. Mahendra menyampaikan bahwa kegiatan PTMA di Yogyakarta memberikan pengalaman akademik dan personal yang signifikan. Suasana kegiatan yang inklusif dan penuh semangat membuat proses pembelajaran berlangsung efektif, memungkinkan peserta untuk bertukar gagasan serta memperluas jaringan akademik dengan mahasiswa dari berbagai Universitas Muhammadiyah di Indonesia. “Prestasi ini tidak lahir semata-mata dari kemampuan individu, tetapi merupakan hasil dari dukungan, motivasi, dan kepercayaan yang diberikan oleh lingkungan sekitar. Dukungan tersebut sangat berperan dalam membangun kepercayaan diri saya selama kompetisi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa karakteristik Yogyakarta sebagai kota budaya turut memberikan suasana kondusif bagi proses kegiatan, sehingga memperkaya pengalaman akademik maupun non-akademik. Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM memberikan apresiasi atas capaian yang diraih Mahendra Dwi Febrian. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan berpartisipasi aktif dalam forum ilmiah pada tingkat regional,nasional,maupun internasional.

Tiga Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Raih Lulusan Terbaik FISIP 2025: Bukti Integritas dan Keteguhan Berbuah Kemenangan

Tiga Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Raih Lulusan Terbaik FISIP 2025: Bukti Integritas dan Keteguhan Berbuah Kemenangan

Malang, 11 November 2025  Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih predikat lulusan terbaik tingkat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM pada Yudisium Periode IV Tahun 2025, berdasarkan SK Dekan Nomor: E.6.i/959/FISIP-UMM/X/2025. Ketiga mahasiswa berprestasi tersebut adalah Muhammad Jovan Patriot Putra (IPK 3.92), Angka Octavia Ramadhani (IPK 3.91), dan Mariatul Qibtiah (IPK 3.90). Ketiganya menjadi kebanggaan Ilmu Pemerintahan UMM karena mampu menunjukkan dedikasi tinggi, integritas, dan semangat belajar yang konsisten hingga berhasil menempati posisi terbaik di tingkat fakultas. Acara wisuda berlangsung di Aula GKB IV Lantai 9 UMM, disertai suasana haru dan kebanggaan atas capaian para lulusan. Dalam sambutannya, Dekan FISIP UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar akhir studi, melainkan perayaan kemenangan atas perjuangan dan keteguhan diri. “Ini bukan perayaan kelulusan saja, ini perayaan kemenangan. Ya, perayaan atas diri kalian yang sudah bertahan, berkembang, dan mampu berdiri lebih tegak daripada hari pertama kalian datang ke kampus ini,” ujarnya.Beliau juga berpesan agar para lulusan memiliki keberanian untuk terus mencoba, menjadi pribadi yang bermanfaat, serta menjaga karakter dan integritas di dunia yang penuh tantangan. Prestasi ini menjadi bukti kualitas mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM yang unggul secara akademik dan berkarakter, sekaligus mempertegas komitmen prodi dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.