Pengukuhan Pengurus HIMAP UMM Periode 2025–2026: Momentum Regenerasi dan Peluncuran Logo Kabinet Baru

Malang, 7 November 2025 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengukuhkan pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) periode 2025–2026, bertempat di Masjid AR Fachruddin UMM. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam regenerasi kepemimpinan mahasiswa dan semangat baru untuk berkontribusi bagi kemajuan Prodi. Acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya sebagai bentuk penghormatan kepada tanah air dan peneguhan nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, Ali Roziqin, S.AP., M.PA., menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada seluruh pengurus HIMAP yang baru. Ia menekankan pentingnya organisasi mahasiswa sebagai wadah pengembangan kepemimpinan, intelektualitas, serta kolaborasi yang berorientasi pada kemanfaatan publik. “HIMAP adalah ruang belajar yang sejati bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Jadikan kepengurusan ini sebagai momentum untuk berproses, berkontribusi, dan memberi manfaat yang berdampak bagi masyarakat kampus maupun lingkungan sekitar,” tutur Kaprodi dalam sambutannya. Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan SK Pengurus HIMAP UMM periode 2025–2026 oleh Dwi Putri Vidiastuti, S.IP., M.Sc., kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar dan kata-kata pengukuhan oleh Kaprodi. Setelah prosesi selesai, seluruh pengurus baru melakukan sesi dokumentasi bersama dosen dan tamu undangan.Kegiatan ini juga menandai peluncuran resmi logo Kabinet Sahitya Artha, sebagai identitas baru HIMAP periode 2025–2026. Logo tersebut merepresentasikan semangat kolaboratif, dedikasi, dan nilai-nilai intelektual yang akan menjadi dasar gerak organisasi selama satu periode ke depan. Acara ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri, sebagai simbol tekad dan dedikasi mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM dalam mengabdi untuk bangsa dan negara. Dengan pengukuhan ini, diharapkan HIMAP UMM periode 2025–2026 dapat menjadi nahkoda penggerak kegiatan kemahasiswaan yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada penguatan kapasitas intelektual serta kepemimpinan mahasiswa.
Sapa Alumni : Muhammad Erwin, Wakil Ketua DPRD Bima, Ajak Mahasiswa IP UMM Menuju Dunia Pemerintahan

Malang,4 November 2025 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan sosok inspiratif dalam agenda Sapa Alumni, sebuah ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan alumni yang telah berkiprah nyata di dunia pemerintahan.Kali ini, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM berkesempatan menyambut Muhammad Erwin, S.IP., M.IP., alumni yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima sekaligus Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bima. Kehadirannya di kelas Mata Kuliah Ekologi Pemerintahan menjadi momen berharga bagi mahasiswa ilmu pemerintahan angkatan 23 untuk belajar langsung dari pengalaman praktis seorang pemimpin daerah.Dalam sesi tersebut, Erwin tidak hanya berbagi kisah perjalanan kariernya dari mahasiswa hingga menjadi pejabat publik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting tentang integritas, keberanian, dan dedikasi dalam pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa menjadi bagian dari dunia pemerintahan merupakan pengalaman berharga,bagaimana seorang sarjana Ilmu Pemerintahan mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan membawa perubahan yang berdampak. “Ilmu Pemerintahan hidup ketika kita mampu memahami realitas masyarakat, berpikir kritis, dan bertindak dengan hati untuk kepentingan publik,” tutur Erwin.Selain berbagi strategi dalam menapaki karier politik, Erwin juga mengajak mahasiswa untuk membangun mental kepemimpinan sejak dini. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan, asalkan mau belajar, konsisten, dan berani melangkah keluar dari zona nyaman. Perkuliahan kali ini merupakan bukti nyata bahwa hubungan antara alumni dan Prodi Ilmu Pemerintahan bagian penting dari ekosistem pembelajaran Ilmu Pemerintahan yang berkelanjutan. Melalui pengalaman dan kisah inspiratif seperti Erwin, mahasiswa diajak untuk melihat bahwa ilmu yang dipelajari di kelas memiliki relevansi kuat dengan tantangan nyata di lapangan. Terima kasih kepada Muhammad Erwin, S.IP., M.IP. atas dedikasi dan inspirasinya bagi keluarga besar Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Semoga semangatnya menular kepada seluruh GovFellas untuk berpikir kritis, bertindak bijak, dan menjadi pemimpin yang membawa perubahan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda dalam Ikrar Tekad untuk Bangsa

Malang, 28 Oktober 2025 Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut aktif dalam kegiatan “Pelantikan Wakil Dekan, Ketua Program Studi/ Sekretaris Program Studi dan Ikrar Tekad Mahasiswa untuk Bangsa dengan Semangat Sumpah Pemuda” yang digelar di Aula BAU UMM.Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. bersama jajaran pimpinan universitas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang, serta para aktivis mahasiswa dari berbagai unsur seperti BEMU, SEMU, BEMFA, SEFA, dan HMJ/HMPS. Selain menjadi momentum pelantikan pimpinan fakultas dan program studi, acara ini juga menjadi ajang refleksi kebangsaan melalui pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda oleh perwakilan mahasiswa yang memerankan simbol-simbol pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam prosesi tersebut, setiap kelompok mahasiswa tampil sebagai representasi Jong Sumatra, Jong Java, Jong Celebes, Jong Ambon, dan Jong Borneo, yang melambangkan semangat persatuan dan kebhinekaan di tengah keberagaman.Bagian yang paling berkesan dari kegiatan ini adalah pembacaan Ikrar Tekad Mahasiswa untuk Bangsa, yang dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa UMM dan diikuti oleh seluruh mahasiswa dengan penuh semangat. Dalam ikrar tersebut, para mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk senantiasa setia pada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadi pelopor perubahan dengan karakter kerja keras dan semangat berkemajuan, serta siap berkolaborasi dan bergotong royong membangun peradaban bangsa yang adil dan berkeadaban tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan.Mahasiswa juga berjanji untuk melestarikan bumi, air, dan kekayaan alam Indonesia sebagai warisan suci bagi generasi mendatang, dengan mengamalkan ilmu dan keterampilan yang dimiliki demi kemaslahatan umat dan masa depan bangsa yang berkelanjutan. Puncak acara ditandai dengan penandatanganan petisi oleh mahasiswa yang diserahkan secara simbolis kepada Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. Petisi tersebut nantinya akan diteruskan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) sebagai bentuk komitmen dan kepedulian civitas akademika UMM terhadap nilai-nilai perjuangan Sumpah Pemuda dan penguatan karakter kebangsaan di kalangan mahasiswa. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM turut menjadi penggerak utama dalam kegiatan ini, Partisipasi ini mencerminkan semangat nasionalisme dan tanggung jawab sosial mereka sebagai generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dan berkontribusi nyata untuk kemajuan bangsa.Dengan kobaran semangat Sumpah Pemuda, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai insan akademis, tetapi juga sebagai penyala obor perjuangan bangsa yang terus menjaga nilai persatuan, kebhinekaan, dan kemajuan Indonesia.
Ali Roziqin, S.AP., M.PA. Resmi Dilantik sebagai Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM Periode 2025–2029

Malang,28 Oktober 2025 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan agenda penting akademik melalui Pelantikan Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan Sekretaris Program Studi untuk masa bakti 2025–2029, yang berlangsung pada Senin, 28 Oktober 2025 di Aula BAU UMM. Dalam acara tersebut, Ali Roziqin, S.AP., M.PA. resmi dilantik sebagai Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM. Pelantikan dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. H. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., yang menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan akademik guna memperkuat mutu pendidikan dan tata kelola perguruan tinggi. Acara pelantikan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Universitas Muhammadiyah Malang, dan diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh civitas akademika. Dalam sambutannya, Prof. Nazaruddin Malik menyampaikan harapan agar para pejabat baru dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan semangat kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Sementara itu, dalam pernyataannya usai pelantikan, Ali Roziqin menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Prodi Ilmu Pemerintahan UMM sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa yang unggul dalam teori dan praktik pemerintahan.“Kami akan memperkuat kolaborasi riset, memperluas jejaring dengan pemerintah dan masyarakat sipil, serta menumbuhkan semangat kepemimpinan mahasiswa agar siap berkontribusi di berbagai sektor publik,” ujarnya. Pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas tata kelola pendidikan tinggi di lingkungan UMM. Seluruh sivitas akademika Prodi Ilmu Pemerintahan UMM menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas amanah baru yang diemban oleh Ali Roziqin, S.AP., M.PA. Semoga kepemimpinan baru ini membawa Prodi Ilmu Pemerintahan semakin maju, berdaya saing, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan bangsa.
Dari Coffee Shop Tembus Jurnal Internasional: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa IP UMM Buktikan Riset Dimulai dari Hal Sederhana

Malang,23 Oktober 2025 Prestasi membanggakan kembali hadir dari keluarga besar Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen IP sukses menembus publikasi internasional dengan riset yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.Artikel berjudul “Analysis of Land Use Change Affected by Coffee Shop Industry: A Case Research in Batu City, Indonesia” dipublikasikan di International Journal of Environmental Impacts (IJEI), ditulis oleh M. Ihwan Salsabila, Ali Roziqin, S.A.P., M.PA, dan Danang Bertrand Camico. Penelitian ini mengupas fenomena menjamurnya coffee shop di Kota Batu,Jawa Timur dan dampaknya terhadap perubahan tata guna lahan. Kajian ini menunjukkan bahwa isu sederhana di sekitar kita seperti tempat nongkrong ternyata bisa menjadi bahan penelitian serius dengan nilai ilmiah yang diakui dunia. M. Ihwan Salsabila menuturkan bahwa riset ini berawal dari rasa ingin tahu terhadap perubahan ruang kota yang semakin dinamis.“Banyak orang melihat kafe hanya sebagai tempat nongkrong, tapi kami melihatnya sebagai cermin perubahan sosial dan tata ruang. Dari situlah ide penelitian ini muncul,” jelas Ihwan. Sementara itu, Ali Roziqin, S.A.P., M.PA, selaku dosen pembimbing, menegaskan pentingnya mahasiswa memiliki keberanian untuk menulis dan meneliti. “Mahasiswa tidak harus menunggu fenomena besar untuk meneliti. Justru dengan peka terhadap hal-hal di sekitar, kita bisa menghasilkan karya yang berdampak dan berkelas internasional,” ujarnya. Danang Bertrand Camico pun menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dan dosen dapat bekerja bersama untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas. “Sebagai akademisi menulis tidak hanya sekadar tugas akademik, tapi cara kita memberi makna pada pengalaman dan lingkungan,” ungkapnya. Melalui publikasi ini, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang aktif, reflektif, dan berorientasi pada solusi sosial. GovFellas, saatnya berani menulis dan meneliti! Isu di sekitar kita dari kebijakan publik hingga fenomena keseharian bisa menjadi kontribusi nyata untuk perubahan. Mulailah dari hal kecil, tulislah dengan keberanian, dan buktikan bahwa mahasiswa IP UMM juga bisa mendunia! Artikel lengkap dapat dibaca di sini: https://www.iieta.org/journals/ijei/paper/10.18280/ijei.080416
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Ikut Sukseskan Kuliah Umum “Smart Financial Habit for Gen-Z Students” Bersama Bank Syariah Indonesia

Malang, 17 Oktober 2025 Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Smart Financial Habit for Gen-Z Students” yang diselenggarakan di Gedung Kuliah Bersama III UMM, bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, di antaranya Direktur Retail Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Bapak Kemas Erwan Husainy, S.E., M.M., Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., serta Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Ahmad Djuanda, Ak., M.M., C.A.Acara juga dihadiri oleh jajaran pimpinan BSI Region Surabaya, ISE Manager, serta Vice President Islamic Education & Halal Industry. Dalam sambutannya, pihak universitas dan BSI menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini bagi mahasiswa agar mampu membangun karakter generasi muda yang cerdas finansial, disiplin, dan berorientasi visi keuangan jangka panjang. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif bagi mahasiswa untuk memahami instrumen investasi syariah dan pengelolaan keuangan yang sehat di era digital. Menariknya, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, yakni Efristia Miftahul Nur Azizah tampil sebagai Master of Ceremony (MC) yang memandu jalannya acara dengan penuh semangat dan profesionalitas sehingga menciptakan suasana interaktif selama kegiatan berlangsung, sekaligus menjadi representasi peran aktif mahasiswa IP dalam kegiatan kolaboratif lintas institusi. Dalam kesempatannya, Efristia Miftahul Nur Azizah menyampaikan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. “Menjadi MC di acara besar seperti ini tentu jadi pengalaman berharga. Saya belajar banyak tentang dunia keuangan syariah dan pentingnya membangun kebiasaan finansial yang baik sejak muda. Apalagi bisa berinteraksi langsung dengan pihak Bank Syariah Indonesia membuat kami semakin terbuka tentang bagaimana mahasiswa bisa bijak dalam mengelola keuangan,” ujar Efristia. Selain sesi materi yang disampaikan langsung oleh Bapak Kemas Erwan Husainy, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif dan pembagian doorprize melalui Spin Wheel online, yang menambah antusiasme peserta, termasuk mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang aktif memberikan pertanyaan dan tanggapan.Menutup acara, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kuliah umum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa UMM yang mandiri dan melek finansial, sesuai dengan semangat pendidikan holistik Universitas Muhammadiyah Malang.
Magang di LAN RI, Wardah Kamelia Mahasiswa IP Dalami Transformasi Digital Pemerintahan

Jakarta, 17 Oktober 2025 Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wardah Kamelia, menjalani program magang di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. Selama magang, Wardah terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan pendampingan pelatihan yang berfokus pada peningkatan kapasitas aparatur negara dan transformasi digital pemerintahan. Wardah berkesempatan melakukan wawancara riset bersama Bapak Widianto, S.T., M.M., selaku penyelenggara Program ASN Talent Academy (ATA). Program ini merupakan kolaborasi LAN dan Pijar Foundation melalui platform ASN Future Skills, yang menjadi wujud nyata transformasi digital di sektor pemerintahan. Melalui platform tersebut, Wardah mengikuti sejumlah pelatihan seperti “Mengaktifkan Transformasi Digital di Sektor Pemerintahan”, Berpikir Kritis, Resiliensi Diri, dan Keterampilan Digital dalam Penyusunan Kebijakan. Seluruhnya bertujuan membentuk calon pemimpin birokrasi yang adaptif dan inovatif di era digital. Selain riset dan pelatihan, Wardah juga terlibat dalam pelaksanaan Latsar CPNS di Bawaslu dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Ia ikut memantau empat agenda utama pelatihan, mulai dari Sikap Bela Negara hingga Habituasi. Pada Latsar OIKN Angkatan VI, Wardah dipercaya menjadi moderator kegiatan, pengalaman yang memperkuat kemampuannya dalam berkomunikasi, berkoordinasi, dan memahami dinamika birokrasi secara langsung. Selama masa Work From Home (WFH) akibat situasi demonstrasi di Jakarta, Wardah tetap produktif dengan menyusun surat orientasi PPPK, memperbarui data Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta membantu desain media Latsar CPNS. Ia juga mengikuti sesi coaching pengembangan diri bersama Coach Mid Rahmalia, S.E., M.Si., untuk merancang prioritas dan tujuan pribadi satu tahun ke depan. Wardah turut mengikuti Podcast OBROLAN (Omongin Birokrasi Ala LAN) edisi offline bersama Dr. Prabu Revolusi, S.T., M.I.K. dan Dr. Agus Sudradjat, S.Sos., M.A., dengan tema “Strategi Komunikasi Publik: Membangun Kepercayaan Publik Melalui Komunikasi yang Bermakna.” Kegiatan ini memperluas wawasannya mengenai pentingnya komunikasi publik yang efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi modern. Wardah mengungkapkan bahwa pengalaman magang di LAN RI menjadi momen berharga dalam perjalanan akademiknya. “Saya belajar banyak hal tentang bagaimana birokrasi bertransformasi di era digital. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana konsep good governance diterapkan melalui pelatihan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Pengalaman ini membuat saya semakin termotivasi untuk berkontribusi di bidang pemerintahan yang adaptif dan berintegritas,” tutur Wardah. Melalui seluruh pengalaman tersebut, Wardah Kamelia tidak hanya memahami praktik birokrasi dari dekat, tetapi juga memetik pembelajaran berharga tentang pentingnya transformasi digital, kepemimpinan adaptif, dan kolaborasi lintas sektor. Pengalaman magang di LAN RI menjadi bekal berharga baginya untuk berkontribusi dalam mewujudkan pemerintahan yang inovatif, efisien, dan responsif di masa depan.
Perkuat Pendidikan Demokrasi: Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Jalin Kerjasama Strategis dengan Bawaslu Jatim

Malang, 14 Oktober 2025 Sebagai bagian dari komitmen dalam memperkuat pendidikan politik dan literasi demokrasi, Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Malang.Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Seminar Demokrasi bertema “Pendidikan Demokrasi dan Tantangan Disrupsi” di Aula GKB IV UMM. Penandatanganan MoU ini menandai dimulainya kerja sama strategis antara dunia akademik dan lembaga negara dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi partisipatif. Fokus utama kerja sama meliputi pengembangan riset politik elektoral, pengawasan partisipatif mahasiswa, serta pelatihan pendidikan demokrasi dan etika publik. Dalam sambutannya, Muhammad Kamil, S.IP., M.A., Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari visi prodi untuk memperluas jaringan akademik sekaligus menjembatani ruang refleksi teoritis dengan praktik lapangan. “MoU ini tidak hanya simbolik, tetapi merupakan bentuk kolaborasi konkret antara kampus dan lembaga negara dalam mengembangkan literasi demokrasi yang berbasis riset dan data,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan inisiasi langsung dari Prodi Ilmu Pemerintahan yang berangkat dari kegelisahan akademik terhadap menurunnya partisipasi politik masyarakat dan mahasiswa. A. Warits, S.Sos., Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk membangun generasi pengawas pemilu yang berintegritas. “Kampus adalah ruang paling potensial untuk menumbuhkan kesadaran politik yang rasional. Mahasiswa harus menjadi mitra kritis dalam menjaga demokrasi yang sehat,” ujarnya. Mohammad Wahyudi, SE., M.Sos., Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, menambahkan bahwa kerja sama ini juga mencakup kegiatan edukasi publik dan pengawasan berbasis masyarakat. “Kami berharap mahasiswa Ilmu Pemerintahan dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat anti-hoaks, anti-politik uang, dan menjunjung tinggi nilai integritas,” jelasnya. Penandatanganan MoU disaksikan oleh Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., Dekan FISIP UMM, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap Prodi Ilmu Pemerintahan atas inisiatif dan konsistensinya dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi di lingkungan kampus. Kerja sama ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi pengembangan pendidikan politik berbasis riset, kolaborasi, dan partisipasi aktif mahasiswa, sejalan dengan semangat UMM sebagai Center of Excellence for the Future Leaders.
Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Bersama Bawaslu Gelar Seminar Demokrasi: Wujudkan Generasi Kritis dan Berintegritas

Malang, 14 Oktober 2025 Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Seminar Demokrasi bertema “Pendidikan Demokrasi dan Tantangan Disrupsi: Menyiapkan Warga Negara Kritis, Cerdas, dan Tangguh.” Kegiatan yang bertempat di Aula GKB IV ini menghadirkan dua narasumber, yaitu A. Warits, S.Sos. (Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur) dan Mohammad Wahyudi, SE., M.Sos. (Ketua Bawaslu Kabupaten Malang), serta dimoderatori oleh Iradhad Taqwa Shihidi, M.A., dosen Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Dalam sambutannya, Muhammad Kamil, S.IP., M.A., Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari prodi dan para dosen yang memiliki kegelisahan akademik terhadap perkembangan demokrasi, baik secara prosedural maupun substansial. “Mahasiswa merupakan kelompok penekan (pressure group) yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik. Demokrasi tidak hanya berhenti pada pemilu, melainkan juga pada kemampuan rakyat, terutama generasi muda, untuk mengontrol kekuasaan,” ungkapnya. Beliau menyoroti rendahnya tingkat partisipasi pemilih pemula di Kota Malang yang masih di bawah 50 persen, sebagai refleksi perlunya pendidikan demokrasi yang lebih intensif di lingkungan akademik. Sementara itu, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., selaku Dekan FISIP UMM, dalam sambutannya menyoroti fenomena era disrupsi yang telah mengubah tatanan sosial, politik, dan komunikasi masyarakat secara cepat dan tidak terduga. “Mahasiswa adalah jantung dari demokrasi kampus. Di tengah arus digital, mereka harus tetap tangguh, kritis, dan mampu menerima perbedaan,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya menanamkan pendidikan Pancasila yang cerdas dan kritis sebagai basis moral dan intelektual dalam menghadapi perubahan zaman. Dalam sesi pemaparan, A. Warits, S.Sos. menyoroti pentingnya literasi politik di tengah derasnya arus informasi digital. Beliau menegaskan bahwa pendidikan politik harus menempatkan warga negara, termasuk mahasiswa, sebagai subjek aktif dalam proses demokrasi. “Bawaslu Jawa Timur telah mengumpulkan hampir dua juta data pengawasan pemilu melalui Rumah Data, dan ini bisa menjadi bahan refleksi bagi kampus untuk mengembangkan literasi politik berbasis data,” jelasnya. Beliau juga menekankan bahwa mahasiswa perlu berperan sebagai agen literasi kritis, produsen gagasan sosial, katalisator etika publik, serta influencer positif dalam ruang digital. Narasumber kedua, Mohammad Wahyudi, SE., M.Sos., menguraikan tiga tugas pokok Bawaslu yaitu edukasi politik, pengawasan terhadap KPU, dan advokasi terhadap peserta pemilu. Ia menegaskan pentingnya media sosial sebagai sarana edukasi publik untuk melawan hoaks dan politik uang. “Tantangan demokrasi tidak akan hilang, tetapi dengan warga negara yang kritis dan berintegritas, tantangan itu bisa dihadapi secara bijak,” ujarnya. Sesi tanya jawab diwarnai antusiasme mahasiswa dengan sejumlah pertanyaan reflektif. Aldy F. mempertanyakan “bagaimana peran dosen dan kampus dalam memengaruhi kesadaran demokrasi mahasiswa?” Sementara Hanum menyinggung kasus pemilu di Malaysia yang seluruh hasilnya dinyatakan tidak sah, sebagai bahan diskusi mengenai integritas pemilu. Aldi K. bertanya tentang degradasi pembelajaran di tengah teknologi yang semakin canggih, dan Raka menyoroti kualitas sumber daya manusia (SDM) pemimpin di Indonesia yang masih rendah. Menanggapi hal tersebut, A. Warits menekankan bahwa politik di Indonesia masih dipengaruhi oleh sistem feodal dan hegemoni kekuasaan, sementara Iradhad Taqwa Shihidi menambahkan refleksi bahwa “sejarah telah membuktikan bahwa kita hidup di era yang tidak selalu mudah untuk bersuara, sehingga mahasiswa harus menjaga daya kritisnya agar demokrasi tetap hidup secara substansial.”Acara ditutup dengan harapan agar kegiatan ini tidak hanya menjadi diskusi konseptual, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran politik yang mendorong mahasiswa berpikir reflektif dan bertindak etis dalam mengawal demokrasi Indonesia.
Menembus Parlemen: Perjalanan Magang Muhammad Ihwan Salsabila, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM di DPR RI

Jakarta, 10 September 2025 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Ihwan Salsabila, menjalani program magang di Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Program ini menjadi bagian dari implementasi Kampus Merdeka Belajar yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam dunia kerja pemerintahan dan memahami proses legislasi di tingkat nasional. Selama magang, Ihwan ditempatkan di Sekretariat Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, dan kelautan. Ia terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kesekretariatan dan mendukung pelaksanaan tugas komisi dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran. Dalam kesehariannya, Ihwan berkontribusi membantu penyusunan bahan rapat dengar pendapat (RDP) dan rapat kerja (Raker) antara Komisi IV dengan kementerian dan lembaga mitra, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain itu, ia juga melakukan kajian singkat mengenai isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola sumber daya alam sebagai bahan pendukung dalam kegiatan komisi. Tidak hanya itu, Ihwan turut terlibat dalam pengumpulan dan analisis data pendukung untuk pembuatan notulensi rapat serta laporan kegiatan legislasi di bidang lingkungan dan pertanian. Ia juga berperan dalam menyusun ringkasan hasil rapat dan dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari arsip kesekretariatan Komisi IV DPR RI. Melalui program magang ini, Ihwan memperoleh banyak pengalaman yang memperkuat minat dan pemahamannya terhadap politik dan kebijakan lingkungan. “Selama magang di Komisi IV DPR RI, saya mendapatkan banyak pengalaman yang mendukung fokus saya pada pemerintahan dan membuat kebijakan . Hal ini membantu menyiapkan saya untuk berpartisipasi di dunia legislasi atau pemerintahan ke depannya,” ungkap Muhammad Ihwan Salsabila. Kegiatan magang ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM untuk memahami praktik kerja lembaga negara sekaligus mengasah kemampuan analitis dalam merespons isu-isu kebijakan publik. Melalui keterlibatan langsung di Komisi IV DPR RI, mahasiswa dapat mengintegrasikan teori dengan praktik serta menumbuhkan semangat berkontribusi bagi tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan rakyat.