Kongres Fokkermapi 2012 di Manado, Gagal Membentuk Pengurus Baru

Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan (HIMAP) mengirim enam delegasi pada kegiatan Kongres Nasional Forum Komunikasi dan Kerjasama Mahasiswa Ilmu Pemeriantahan se-Indonesia (Fokkermapi) di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado (5-9/11/2012). Kegiatan Kongres Fokkermapi dipandang penting untuk diikuti karena sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi untuk pengembangan Fokkermapi, jurusan ilmu pemerintahan, dan bangsa dan negara. “Kongres Fokkermapi adalah kegiatan rutin mahasiswa ilmu pemerintahan yang bertujuan untuk membangun bangsa dan negara”, tutur Riyanda Barmawi, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM ini. Kegiatan Kongres yang dilaksanakan tujuh hari itu berlangsung dengan sukses meskipun terdapat kendala-kendala teknis. “Meskipun diwarnai perdebatan hangat antara peserta, kongres berjalan dengan sukses. Sidang yang baru dibuka oleh Stering Commite langsung dihujani interupsi oleh setiap delegasi terutama dari Wilayah V Sulawesi. Dan di arena kongres Kemarin, ketegangan semakin menjadi-jadi ketika permasalahan LKPTMNas yang dinilai oleh beberapa delegasi tidak sesuai dengan amanat Kongres Fokkermapi 2011 di Universitas Muhamadyah Malang, tutur Rian, Mahasaiswa Ilmu Pemerintahan UMM asal Maluku Utara ini. “Ketegangan terjadi karena kesalahpahaman antara peserta kongres tentang konsep Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya Nasional (LKPTMNas), tutur Monica, mahasiswa ilmu pemerintahan UMM, yang juga ikut pada kongres itu. Akibat dari perdebatan yang tiada henti, Kongres Fokkermapi 2012 tidak menghasilkan kepengurusan baru. “Perdebatan alot antara peserta Kongres tidak menghasilkan kepengurusan baru Fokkermapi, ini sangat disayangkan”, tutur Monica dengan kecewa.

Lab IP, Menyiapkan Sarana dan Optimalisasi Praktikum

Laboratorium Ilmu Pemerintahan (Lab IP) dipandang sebagai sarana penting dalam mewujudkan kompetensi mahasiswa dalam meneliti dan menganalisis perkembangan pemerintahan, politik, sosial, dan budaya. Untuk mewujudkan kompetensi tersebut, Laboratorium Ilmu Pemerintahan melakukan tiga hal penting yaitu: penguatan sarana perangkat keras dan perangakat lunak, pengembangan sumber daya manusia, dan optimalisasi program praktikum dan program pendukung pengembangan keterampilan mahasiswa. Drs. Krishno Hadi, MA., menjelaskan “Laboratorium ilmu pemerintahan memiliki 18 unit komupter, 1 unit projector, 2 unit laptop, 1 unit camera digital, 1 dan unit handycome. Perangkat lunaknya tersedia program GIS dan program manajemen asset. Untuk menopang operasionalisasi perangkat tersebut kami siapkan satu tenaga laboran. Sarana tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan praktikum dan pelaksanaan program ilmiah yang lain seperti penelitian, diskusi, dan seminar”, jelasnya menguraikan kondisi laboratorium. “Semester ini (semester ganjil 2012/2013-red) terdapat dua mata kuliah praktikum yaitu mata kuliah Manajemen Pelayanan Publik dan mata kuliah manajemen Sistem Informasi Manajemen (SIM). Dua mata kuliah tersebut direncanakan praktikum survey pelayanan publik untuk mata kuliah Manajemen Pelayanan Publik, dan praktikum Geographyc Information System (GIS) untuk mata kulaih Sistem Manajemen Informasi (SIM)”, lanjutnya menjelaskan praktikum. Selain program praktikum, laboratorium juga berusaha untuk menghidupkan forum diskusi mahasiswa dan menyediakan literatur seperti buku dan jurnal.

Selamat, Dosen Prodi IP UMM Menjadi Pengurus Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI) Periode 2018/2019

Bertempat di Ruang Seminar, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si dan Hevi Kurnia Hardini, MA.Gov, Dosen senior Prodi IP UMM, disahkan menjadi Pengurus ADIPSI masa bakti 2018/2019 (28/7). Dalam rapat evaluasi dan penyusunan program kerja baru tersebut, Prodi IP mendapat kehormatan dimana dua dosen senior nya menjadi pengurus inti ADIPSI. Masing-masing menjabat sebagai Kepala Bidang Penelitian dan Sekretaris dua Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI). Kepercayaan yang diberikan kepada dua Dosen Senior Prodi IP ini tidak terlepas dari dedikasi, komitmen, kualitas serta kapasitas yang dimiliki oleh Ibu Tri dan Ibu Hevi, sapaan akrab beliau. Rapat pengurus tahunan ADIPSI yang membahas restrukturisasi kepengurusan juga difokuskan untuk menyusun program kerja baru. Program kerja baru tersebut lebih difokuskan pada eksistensi Dosen Prodi IP, yakni meningkatkan kualitas dan kapasitas melalui jejaring kemitraan dan kolaborasi antar dosen Ilmu Pemerintahan seluruh Indonesia. Asosiasi ini merupakan wadah jejaring bagi dosen-dosen Ilmu Pemerintahan seluruh Indonesia agar dapat meningkatkan kemampuan personal dosen dengan saling bekerjasama dan berkolaborasi. Misalnya, mengadakan penelitian bersama, sehingga academic paper terfasilitasi, mengidentifikasi kepakaran agar lebih mudah berkolaborasi,dan sebagainya. Dengan demikian, hasil rapat tahunan ADIPSI yang digelar hari Sabtu (28/7) kemarin tidak hanya mengesahkan restrukturisasi pengurus baru ADIPSI tetapi juga menyusun program kerja baru. Inilah amanah yang akan diemban dosen senior Prodi IP selama satu tahun ke depan. Tentunya, Prodi IP UMM sangat bangga atas prestasi yang dicapai oleh Ibu Tri dan Ibu Hevi. Dosen senior Prodi IP yang tidak hanya memiliki segudang prestasi di bidang akademik tetapi juga aktif di organisasi ADIPSI. Selamat !