Mahasiswa IP UMM jadi Delegasi Kementerian dalam Kegiatan Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas

Sejak tanggal 1 Juli, program magang riset pemerintahan yang menjadi program unggulan dari Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UMM sudah mulai dilaksanakan. Seluruh mahasiswa IP diberikan kesempatan untuk terjun langsung di beberapa instansi/lembaga pemerintah, baik yang ada di Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur hingga di Kementerian/Lembaga yang ada di pemerintah pusat untuk melaksanakan kegiatan magang riset pemerintahan sampai tanggal 31 agustus mendatang. Begitupun dengan 2 (dua) orang mahasiswa IP UMM yakni Yuda Dwi Hanggara dan Reynold Septian Multhy Yuana yang melaksanakan magang di lingkungan Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Rabu 17 Juli 2019, kedua mahasiswa ini juga mendapatkan kesempatan menjadi delegasi dari intansinya (Asdep Pengembangan Wisata Budaya) untuk menghadiri sosialisasi pembangunan zona integritas (ZI) . Kegiatan ini dilaksanakan di Ballroom Sari Pan Pacific Jakarta. Sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan instansi pemerintahan dan birokrasi yang bersih serta bebas dari korupsi atau sering disebut dengan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Acara ini dibuka langsung oleh Plt. Sekretaris Menteri Kementerian Pariwisata Ibu Ni Wayan Giri Adnyani. Sosialisasi ini juga diisi dengan penyampaian materi oleh 2 (dua) orang narasumber yaitu Ibu Naftalina Sipayung, SH., MAP yang memaparkan materi tentang komitmen dari pimpinan untuk memulai reformasi birokrasi, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan hingga manajemen zona integritas. Sedangkan Ibu Desmarwita Sipayung, SH., MAP selaku Kabid Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan menyampaikan materi tentang pemahaman penanganan pengaduan masyarakat, cara pencegahan tindak korupsi serta 3 aspek utama reformasi birokrasi yaitu Start, Stop dan Continue. 3 aspek ini merupakan suatu kesatuan yang dapat mendukung terciptanya pemerintahan yang akuntabel, transparan dan responsif terhadap masyarakat.

Mahasiswa IP UMM Ikut Selenggarakan Kegiatan Monitoring Pengelolaan IPAL

Pada hari Senin tanggal 15 Juli 2019, mahasiswi IP UMM yakni Hikmatul Fitri yang saat ini tengah melaksanakan magang riset pemerintahan di Bidang Air Minum dan Air Limbah (AMAL), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Malang turut serta dalam penyelenggaraan kegiatan monitoring dan peningkatan kapasitas kinerja serta pelaporan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal yang bertempat di Hotel Trio Indah Kota Malang. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk mengetahui kendala-kendala yang tejadi dalam proses pengelolaan IPAL sehingga dapat dirumuskan secara bersama-sama bagaimana solusi permasalahannya. Kegiatan monitoring ini juga diisi dengan presentasi dari Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) terkait dengan kondisi IPAL yang terdapat di masing-masing Kecamatan saat ini. Dari pemaparan inilah dapat diketahui bagaimana kreatifitas masyarakat dalam mengelola IPAL. Di samping presentasi oleh TFL, juga ada pemaparan materi dari Ibu Yuni Lestari selaku Kepala Bidang AMAL DPUPR Kota Malang. Beliau mengatakan bahwa kedepannya setiap pengelola IPAL harus memiliki legalitas yang sah dilengkapi dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sehingga dapat mempermudah proses pengelolaan IPAL dan agar dapat mengajukan bantuan kepada pemerintah. Kegiatan ini dihadiri oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Kelompok Pemanfaatan dan Pemeliharaan (KPP) IPAL Kota Malang. Di Kota Malang sendiri terdapat 98 IPAL dan 20 IPAL diantaranya masih belum ada yang mengelola, sehingga masih dikelola secara langsung oleh Bidang AMAL DPUPR Kota Malang bersama dengan asosiasi pengelolaan IPAL seperti Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM). Dengan adanya kegiatan ini, harapannya seluruh IPAL yang ada di Kota Malang dapat dikelola dengan baik sesuai dengan kreatifitas masing-masing pengelolanya.

Menjadi Partisipan dalam Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional LAN RI

Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat 1 Angkatan XLI Tahun 2019 yang dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) pada hari Rabu, 17 Juli 2019 turut dihadiri oleh salah satu mahasiswa Prodi IP UMM yang saat ini tengah melaksanakan magang riset pemerintahan di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kepemimpinan LAN RI yaitu Achmad Debby Santana. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala LAN RI Bapak Dr. Adi Suryanto, M.Si beserta Sekretaris Umum Ibu Dra. Reni Suzana, MPPM dan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi ASN Ibu Erna Irawati, S.Sos., M.Pol. Adm. serta diikuti oleh peserta Eselon I. Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan diperuntukkan bagi pejabat Eselon I yang sudah memenuhi persyaratan atau jabatan dengan tujuan untuk mewujudkan visi dan misi di instansi kerja masing-masing. Eselon I yang dimaksud yaitu pejabat struktural baik Eselon IA dan Eselon IB. Secara kepangkatan, personelnya sudah berpangkat pembina yang makna kepangkatannya adalah membina dan mengembangkan. Festival inovasi ini memang rutin diadakan setiap tahunnya dan bertempat di gedung Graha Makarti Bhakti Nagari Pusdiklat Kepemimpinan LAN-RI Pejompongan, Jakarta Pusat. Kegiatan ini juga turut diramaikan dengan adanya stand atau bazar dari masing-masing daerah yang menyajikan makanan dan minuman serta cendera mata yang menjadi ikon dari daerah tersebut.

Meningkatkan Kompetensi Generasi Muda melalui Pelatihan Aplikasi Jurnalis Positif (AJP)

Kegiatan Pelatihan Aplikasi Jurnalis Positif (AJP) merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Kecamatan Bumiaji dalam rangka menuju Even Besar yaitu Bulan Berkunjung Bumiaji yang akan dilaksanakan pada Juli ini. Pelatihan ini juga merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kecamatan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam pelaksanaan kegiatan, baik dari segi informasi maupun jurnalistik yang nantinya akan dipublikasikan kepada masyarakat luas dalam rangka promosi paket wisata desa yang ada di Kecamatan Bumiaji. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Sabtu 6 Juli 2019 dan turut mengundang nara sumber dari Times Indonesia untuk memberikan pelatihan penulisan serta fotografi. Pelatihan ini dihadiri oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dari 9 Desa yang ada di Kecamatan Bumiaji, kelompok informasi masyarakat, karang taruna dan juga mengundang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gajahmada Yogyakarta yang saat ini tengah melaksanakan program KKN di Desa Bumiaji serta dua orang mahasiswa IP UMM yang saat ini tengah melaksanakan magang di Kecamatan Bumiaji yaitu Nugroho Putro Dedi Purwanto dan Alfi Azhari Hanum juga turut menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.Kegiatan ini memberikan dampak positif kepada peserta tentang dunia jurnalistik dan tentunya bagi beberapa pihak yang memiliki otoritas dalam pengembangan kompetensi di desa masing-masing. Dunia informasi pada saat ini menjadi aspek yang sangat penting, terutama bagi generasi muda. Oleh karena itu, sudah suatu keharusan bagi generasi muda untuk memiliki kompetensi, baik dalam dunia informasi, jurnalistik maupun fotografi sehingga dapat menyampaikan informasi yang baik dan dengan cara yang dapat menarik minat masyarakat. Jika dikaitkan dengan pengembangan wisata maka harapannya wisata-wisata yang ada di desa dapat dikonsep menjadi sebuah berita yang kreatif sehingga banyak masyarakat yang tertarik untuk berkunjung dan untuk mengembangkan wisata tersebut. Ditambah dengan adanya fasilitas yang diberikan oleh Times Indonesia berupa user dan password akun, sehingga mempermudah publikasi tulisan.

Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Beri Pengalaman Baru Bagi Mahasiswa Magang

Bagus Satya Mahendara salah satu mahasiswa Prodi IP UMM yang saat ini tengah melaksanakan magang di Dinas Sosial Kota Batu ikut serta dalam kegiatan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kegiatan ini dilakukan dengan menyisir daerah Junrejo, tepatnya di Desa Pendem dan sekitaran area Desa Sumber Brantas. Kegiatan ini juga sebagai tindaklanjut laporan–laporan dari masyarakat terkait dengan adanya ODGJ yang meresahkan masyarakat setempat. Dinas Sosial dibantu oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) saling bekerjasama untuk menangani dan membantu masyarakat, agar masyarakat tidak terus-menerus mengalami keresahan akibat adanya ODGJ. Apabila ODGJ yang berkeliaran tersebut tidak meresahkan masyarakat, maka akan dibiarkan. Namun sebaliknya, jika ODGJ tersebut meresahkan masyarakat maka harus segera dilaporkan kepada Dinas Sosial atau PSM agar dapat ditindaklanjuti dengan segera. Kegiatan ini tentu memberikan pengalaman yang baru bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang sehari-hari bergelut dengan teori dan materi perkuliahan. Dari kegiatan ini mahasiswa dapat belajar bagaimana memberikan penanganan yang tepat terhadap ODGJ, karena jika tindakan penanganan yang dilakukan tidak tepat maka ODGJ tersebut dapat mengamuk dan mempersulit keadaan. Selanjutnya, ODGJ akan dibawa menuju rumah keluarganya untuk kemudian dimintakan ijin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh tenaga ahli serta mendapatkan perawatan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Jiwa. Hal ini selaras dengan salah tugas dari Dinas Sosial Kota Batu yaitu melakukan pelayanan rehabilitasi dan perlindungan sosial bagi masyarakat.

Penilaian Kampung Bersinar Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang

3 sekawan yakni Rifam Aryanto Ismail, Rakhmad Wahyudi dan Shintya Dwi Oktorini yang saat ini melaksanakan program magang riset pemerintahan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang turut serta dalam kegiatan penilaian kampung bersinar di Kota Malang. Kampung Bersinar merupakan salah satu program yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dengan tujuan untuk menciptakan kawasan-kawasan binaan atau komunitas unggul dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat. Adapun beberapa aspek yang menjadi poin penilaian dalam kegiatan ini yaitu aspek lingkungan (penghijauan), sarana prasarana serta inovasi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah. Di Kelurahan Arjowinangun, masyarakat setempat saling bekerjasama dan bahu-membahu melakukan penghijauan dan menanam beberapa toga (tanaman obat keluarga). Di samping itu, masyarakat Arjowinangun juga membuat berbagai macam kerajinan. Kerajinan ini tidak terbatas seperti tas, kipas maupun bakul belanja saja, tetapi juga ada yang berbentuk pesawat yang dibuat dari bahan sterofom bekas dan dilengkapi dengan remote sebagai alat kendali. Hasil kerajinan ini bukan hanya dapat mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat diperjualbelikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Kelurahan Tlogomas dan Kelurahan Merjosari juga turut menjadi peserta Lomba Kampung Berseri. Yang menarik adalah masyarakat di sini juga membuat vertikal garden yang fungsinya bukan hanya untuk menanam toga, namun juga untuk berkebun sayur-sayuran. Hasil dari vertikal garden ini biasanya tidak di jual, tetapi akan diolah dan disajikan ketika ada kegiatan atau acara kelurahan sehingga biaya konsumsi yang dikeluarkan saat acara juga dapat dioptimalkan. Melalui kegiatan Kampung Berseri, setiap kelurahan yang ada di Kota Malang diharapkan dapat terus menjaga lingkungannya serta melakukan inovasi-inovasi yang kreatif, bukan hanya dalam rangka penilaian Kampung Berseri saja.

Sosialisasi RW Mandiri Sampah di Desa Beji dan Sosialisasi Pembayaran PBB dengan Sampah Gelombang II di Desa Sumber Brantas

Dua mahasiswi IP UMM yang sedang melaksanakan program magang riset pemerintahan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu yakni Dinda Widya Lestari dan Dyaz Putri Primasari saat ini tengah disibukkan dengan berbagai macam kegiatan. Tanggal 04 Juli 2019 yang lalu, mahasiswi yang akrab disapa Dinda ini turut serta dalam kegiatan sosialisasi pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menggunakan sampah dilakukan dengan cara jemput bola yaitu mendatangi secara langsung seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kota Batu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yakni sejak tanggal 1 hingga 31 Juli 2019. Desa Sumber Brantas merupakan sebuah desa yang terletak paling ujung sehingga sedikit menghambat proses penyebaran informasi, akibatnya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi terkait dengan kegiatan ini. Oleh karena itu, maka diadakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pembayaran PBB dengan sampah seperti sampah plastik, botol, dan kertas untuk digunakan dalam pembayaran PBB. Dengan adanya sosialisasi ini, harapannya masyarakat Desa Sumber Brantas dapat merealisasikannya di tahun yang akan datang. Di samping kegiatan sosialisasi pembayaran PBB dengan sampah, mereka juga berpartisipasi dalam sosialisasi RW mandiri sampah di Desa Beji. Kamis tanggal 11 Juli 2019, juga diselenggarakan sosialisasi RW mandiri sampah sekaligus implementasi program kebijakan pengurangan sampah yang bertempat di Balai Desa Beji. Kegiatan ini menghadirkan dua orang narasumber yakni Bapak Agus Trisnobuwono, S,Hut selaku Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan dan Eni Maulidiyah, ST., M.Si selaku Staf Pembinaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3. Ibu Eni mengatakan bahwa kebijakan strategis pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai dari pemilahan sampah dari rumah, pembangunan TPS 3R, pembentukan RW mandiri sampah, pembuangan dan pengelolaan pospak (popok sekali pakai), pembayaran PBB dengan sampah anorganik, serta melalui program ojek online sampah plastik (ojoplast). Melalui kegiatan-kegiatan ini, harapannya terjadi pengurangan timbunan sampah terutama di wilayah-wilayah yang ada di Kota Batu sehingga tercipta lingkungan yang lebih lestari dan bebas dari sampah.