Mahasiswa IP UMM Jadi Narasumber bagi Kader RSPDBM di Kabupaten Banyuwangi

Muhammad Kanda Setia Putra, mahasiswa IP UMM yang saat ini tengah melaksanakan magang riset pemerintahan di Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berkesempatan untuk menjadi narasumber bagi kader-kader yang terlibat dalam Program Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Berbasis Masyarakat (RSPDBM) yang diselenggarakan pada 10 Juli 2019 bertempat di Kabupaten Banyuwangi. Program RSPDBM sendiri merupakan program yang digagas oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk mengatasi banyaknya permasalahan yang dialami oleh penyandang disabilitas terutama dalam hal kesejahteraan sosial dan ekonomi. Program ini dibentuk untuk mematahkan stigma negatif masyarakat dan merubah pola pikir masyarakat bahwa orang dengan disabilitas adalah aib dan tidak mampu melakukan kegiatan layaknya orang normal lainnya. Melalui program ini, kader-kader yang berasal dari keluarga penyandang disabilitas maupun masyarakat umum diberikan pelatihan agar mampu mendayagunakan berbagai prakarsa, potensi dan sumberdaya yang ada untuk mencukung terciptanya kemandirian (self-reliance) pada penyandang disabilitas yang nantinya akan mereka bina. Program ini juga sekaligus sebagai bentuk pendidikan kesehatan jiwa yang diberikan oleh pemerintah agar keluarga maupun masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam pengintegrasian penyandang disabilitas.

Perkuat Strategi Internasionalisasi Prodi melalui Kegiatan FGD Bersama Prodi IP UMY

Sabtu 20 Juli 2019, Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UMM bersama dengan Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kebijakan Strategis Internasionalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Negeri”, bertempat di Ruang 611 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 UMM. Internasionalisasi Prodi merupakan trend yang banyak dilakukan oleh universitas baik oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dengan tujuan untuk menciptakan manajemen Prodi yang berbasis internasional. Internasionalisasi Prodi juga dilakukan sebagai respon atas semakin bergesernya benchmark untuk menuju World Class University. Selanjutnya tinggal memilih apakah akan dikuatkan di bidang teaching, research atau publikasi. Salah satu penguatan dibidang teaching yaitu pengadaan kelas internasional sebagai peningkatan akreditasi A. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk membentuk kelas internasional yaitu minimal 50% dosen prodi harus memiliki kemampuan berbahasa inggris yang dibuktikan dengan TOEFL, juga dapat didukung dengan menghadirkan oleh dosen dari lintas prodi. Kelas internasional minimal dalam bentuk Program Student Exchange. Peserta yang mengikuti student exchange juga diusahakan gratis serta tercantum dalam MoA, dan transfer kredit juga diusahakan sesuai dengan mata kuliah yang ada. Sebagai bentuk penunjang, juga diperlukan sekretaris kelas internasional dan perlakuan khusus terhadap mahasiswa kelas internasional (secara akademik).