Perkuat Kerjasma, IP UMM Jalin Kesepakatan dengan 5 Desa di Magetan

Kerjasama dengan stakeholder terkait khususnya dengan lembaga pemerintah merupakan salah satu hal penting dan startegis yang harus dilakukan oleh setiap program studi. Tujuanya selain untuk meningkatkan kinerja dan mutu program studi juga dapat menjadi sarana promosi, membangun reputasi, berkontribusi langsung dalam penyelesaian masalah publik dan pemberdayaan masyarakat serta membantu pengembangan kompetensi mahasiswa. Kerjasama merupakan jejaring yang sangat penting dalam implementasi merdeka belajar. Semangat itulah yang mendorong Prodi IP UMM untuk terus mengembangkan kerjasama dengan banyak instansi pemerintah di Indonesia. Terbaru dilakukan melalui penandatangan nota kerjasama dengan lima desa di Kabupaten Magetan Jawa Timur yang dilaksanakan di Kantor Bupati Kabupaten Magetan. Kelima desa tersebut adalah Desa Janggan, Gonggang, Puntukdoro, Ngiliran, Bedagung. Adapun poin kerjasamanya adalah Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat,Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penguatan Kelembagaan, Pengembangan Potensi Daerah/Desa, Pengembangan Ekonomi Daerah/Desa, Penguatan dan Pengembangan Center of Excellent (CoE), Program Magang Mahasiswa, Program Membangun Desa, Kegiatan Kemanusiaan, Kuliah Kerja Nyata Tematik/Program Pengabdian Mahasiswa dan Proyek Independen Mahasiswa. Muhammad Kamil, S.IP.,MA selaku Ketua Prodi IP UMM menyambut dengan gembira dan antusias atas terwujudnya kerjasama ini. Networking seperti ini sangat bermanfaat untuk pengembangan program studi kedepanya dan terkhusus untuk kepentingan mahasiswa di era Merdeka Belajar Kampus Merdeka ( MBKM). “Kami sangat bahagia dengan kerjasama ini, selain menunjukan kepercayaan 5 desa tersebut pada kapabilitas prodi IP juga sangat membantu dalam pelaksanaan MBKM dan program CoE sebagai salah satu kelas unggulan IP. Selanjutnya poin-poin kerjasama ini akan segera ditindaklanjuti secepatnya, kami akan segera membentuk tim khusus agar pelaksanaanya berjalan lancar, “tambah Kamil. Secara khusus Kamil panggilan akrab beliau menekankan manfaat dari program ini untuk kelancaran implementasi (MBKM) dan Program CoE. Program magang mahasiswa, kegiatan kemanusiaan, dan proyek independen mahasiswa dapat dilakukan di lima desa ini yang tentunya akan mendapatkan bimbingan langsung dari dosen pendamping yang ditunjuk oleh Program Studi. “Salah satu syarat utama MBKM adalah tersedianya mitra kerjasama, karena itu kesepakatan ini sangat membantu prodi dan juga mempermudah mahasiswa. Untuk teknis pelaksanaanya akan kami rampungkan dalam 2-3 minggu kedepan,” tambah Kamil. Begitupula dengan program CoE yang bertujuan kepada mahasiswa untuk memberikan bekal keilmuan serta praktik dalam bidang pemerintahan dan politik. Di IP program CoE dibentuk dalam program “Sekolah Analis Pemerintahan dan Politik” yang salah sub kelasnya adalah Pemerintahan Desa. “Kami sangat berharap perangkat desa khususnya kepala desa dapat menjadi salah satu narasumber utama dalam kegiatan yang akan dibentuk dalam kelas. Penjelasan mereka yang tentu saja sangat menguasai seluk belum tata kelola desa akan semakin memperkuat pemahaman mahasiswa soal desa secara lebih nyata, “tutup Kamil.
Dihadapan Pemerintah Kabupaten Magetan, Prodi IP UMM Tunjukan Keunggulan Akademik

Rabu, 12 Desember 2021 bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Magetan, Prodi IP UMM mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan beberapa keunggulan akademik yang dimililiki. Dihadapan Bupati Magetan, beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Kepala Desa di Magetan, Prodi IP UMM melalui Muhammad Kamil, S.IP.,MA selaku Kaprodi mempresentasikan dua keunggulan yang saat ini terus dikembangkan yakni Center of Excellent (CoE) dan aplikasi manajemen informasi dan pengolahan data berbasis elektronik yakni Geographic Information System (GIS) dan Ndesit. Muhammad Kamil dengan ringkas dan jelas memaparkan semua keunggulan tersebut. Pertama, CoE merupakan salah satu amanat dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menuntut setiap program studi untuk membuat dan mengembangkan pusat unggulan berbasis riset berdasarkan disiplin ilmu yang dimiliki. Diharapkan CoE ini memberikan kontribusi nyata bukan hanya saja untuk mahasiswa tapi juga alumni dan stakeholder terkait lainya (instansi pemerintah dan non pemerintah). “Ilmu Pemerintahan UMM Malang menterjemahkan CoE dalam bentuk sekolah Analis Pemerintahan dan Politik yang kemudian dibagi menjadi 3 sub kelas yakni Analis Tata Kelola Pemerintahan, Pemerintahan Desa dan Parlemen Muda. Salah satu tujuan besarnya adalah mahasiswa menjadi analis dan praktisi yang handal di tiga bidang tersebut. Semua kelas ini direncanakan akan dilaksanakan dalam 2-3 bulan kedepan dan saat ini sedang dalam tahap proses finalisasi konsep secara teknis, “terang Kamil. Kedua, aplikasi GIS dan Ndesit. Kedua aplikasi ini secara khusus dikembangkan oleh Laboratorium IP UMM. GIS adalah alat bantu manajemen informasi data yang sangat bermanfaat untuk membuat kebijakan terkait masalah tata ruang dalam sebuah wilayah. GIS dapat mempercepat analisa data sehingga lebih efisien dan efektif dalam melakukan analisa sebuah wilayah. GIS yang biasanya berbentuk peta dapat membantu pemerintah daerah untuk misalnya mengetahui luas dan persebaran pemukiman penduduk, kawasan industri, pertanian, persebaran lahan, pengembangan jaringan transportasi dan pemetaan dan pengawasan titik-titik yang rawan bencana alam. Kedua, e-Ndesit. Ndesit merupakan sistem informasi desa berbasis elektorinik yang reall time memuat data profil dan manajemen aset desa. E-Ndesit yang sampai saat ini sedang dalam tahap finalisasi diharapkan membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang utuh dan komprehensif terkait desa. “Kedua aplikasi ini terus kami sempurnakan sebagai upaya mengintegrasikan teknologi informasi dalam menganalisa persoalan pemerintahan agar lebih cepat dan akurat, sesuai salah satu Misi kami yakni tata kelola prodi berbasis Informasi Teknologi (IT) “tutup Kamil.