Tingkatkan Kemandirian : Mahasiswa IP UMM Rintis Usaha Clean Shoes

Malang, 9 Oktober 2023. Keinginan mandiri tentunya sangat ingin dimiliki oleh seluruh orang apalagi belajar mandiri dari segi financial atau ekonomi. Salah satunya seperti pemikiran yang dimiliki oleh seorang Mahasiswa IP UMM angkatan 2022 yang bernama Davril Pardede atau kerap dikenal dengan sebutan Davril. Mahasiswa asal Kota Batu ini memiliki usaha yaitu clean shoes dengan nama “cleanvast kota batu”. Usaha yang dimiliki oleh Davril ini awal mulanya dirintis bersama dengan kakaknya sejak tahun 2015. Usaha clean shoes ini telah memiliki toko, yang berada di Jl. Hasanuddin Gg. I No. 15, Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65313. Menurut Davril terdapat 3 orang operasional dalam menjalakan usaha yang dimilikinya, Davril serta kakaknya berperan dalam pengerjaan mencuci sepatu sedangkan istri dari kakaknya yang bertangungjawab dalam perihal administrasi. Sehingga usaha yang ada tersebut masih dikerjakan dalam lingkup keluarganya saja. Usaha yang dimiliki oleh Davril pun saat ini telah memiliki omset rata-rata kurang lebih 4,5 juta per bulannya. Dalam menjalankan usahanya, Davril mengaku jika memang sempat merasakan naik turun dalam usahanya. Tepatnya saat awal-awal merasakan Lock Down atau PSBB saat pandemi kemarin, selama beberapa bulan usahanya tidak memiliki pemasukan sama sekali sekitar kurang lebih 3 bulan lamanya. Dari hal tersebut, Davril berusaha untuk memutar otak dengan lebih memanfaatkan sosial media serta sabar sehingga perlahan usaha yang dimilikinya stabil kembali. Davril mengatakan jika dari usaha yang dimilikinya tersebut tentunya sangat membantu perekonomian. “Kalau buat membantu perekonomian itu Alhamdulillah sangat membantu, terus kalau dari segi membuat aku mandiri itu juga Alhamdulillah karena cukup juga untuk uang jajan aku sehari-hari dan Alhamdulillah cukup membantu mengurangi beban orang tua.” Kata Davril. Selain itu dari usaha yang dimilikinya, hasil yang didapatakan juga dapat membantu biaya pendidikannya saat ini. Selain itu, dari usaha yang dimiliki oleh Davril tersebut, usahanya dapat dimasukkan dalam aktifitas Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dimana salah satu bentuk dari kegiatannya tersebut adalah Kegiatan Wirausaha. Mahasiswa saat ini tentunya juga harus melek akan peluang usaha, sehingga dari usaha tersebut mereka dapat memiliki penghasilan mandiri yang tentunya juga akan membantu orang tuanya serta menjadi usaha yang berpeluang untuk masa depannya. Mahasiswa harus dapat melihat peluang yang ada serta membuat strategi bisnis yang tepat dan efektif.

Forum Diskusi Debate’s Community : Menakar Digitalisasi UMKM Pada Masa Pandemi

Malang, 10 Oktober 2023. Dalam rangka merawat nalar kritis mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) kembali menyelenggarakan kegiatan diskusi melalui forum Debate’s Community Part-2. Kegiatan diskusi ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2022 dan 2023, serta dibimbing secara langsung oleh dosen Ilmu Pemerintahan UMM, yakni Bapak Ach. Apriyanto Romadhan, S.IP., M.Si. Adapun yang bertindak sebagai pemantik diskusi yakni Aisyah Firanti, salah satu mahasiswa dari angkatan 2020. Tema yang dibahas dalam diskusi kali ini berjudul “Digitalisasi UMKM di Masa Pandemi, Berhasilkah?”. Tema tersebut sesuai dengan fokus kajian tentang kebijakan pemerintah yang diteliti oleh pemantik. Pertemuan yang mengkaji tentang efektivitas dari program digitalisasi UMKM di masa pandemi tersebut, berupa kegiatan diskusi dan komunikasi dua arah antara pemantik dan audiens. Dalam forum tersebut, pemantik menyampaikan argumentasi yang kemudian akan didiskusikan. “Teknologi modern menjadi salah satu pertimbangan dalam peningkatan perekonomian. Pengembangan UMKM yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro melalui pelatihan dan pembinaan tentunya menjadikan hasil yang efektif. Namun, disisi lain masih ada faktor penghambatnya yakni pengembangan sektor UMKM digital yang masih belum bisa mandiri, dimana pelaku UMKM masih harus terus didorong. Selain itu, digitalisasi UMKM masih belum bisa menjangkau seluruh wilayah,” ungkap pemantik. Melalui diskusi ini terbangun argumentasi dari mahasiswa, bahwasannya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro perlu melakukan kerjasama dengan pihak swasta agar dapat membantu para pelaku UMKM. Kerjasama ini dapat berupa kehadiran dari pihak ketiga yang setidaknya dapat sedikit membantu permasalahan teknologi modern yang menjadi salah satu pertimbangan dalam peningkatan perekonomian. (van/roz)