HIMAP UMM Dorong Kemandirian Lansia Kalisongo Lewat Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi

Malang, 21 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan kegiatan “Pemberdayaan Pemerintahan Lansia”, yang kali ini mengusung konsep pemberdayaan lansia melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Bertempat di Balai Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, kegiatan ini mengangkat tema “Kesehatan dan Spiritual untuk Lansia Sejahtera.” Program ini bertujuan untuk membekali para lansia dengan keterampilan baru yang memiliki nilai ekonomis, sekaligus memberikan ruang untuk relaksasi dan ketenangan batin. Lilin aromaterapi dipilih karena manfaatnya yang tidak hanya bersifat terapeutik, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif guna mendukung kemandirian ekonomi lansia. Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan sekaligus Pembina HIMAP, Ach. Apriyanto Romadhan, SIP, M.Si., menyampaikan komitmen terhadap ketidakinginan program ini. “Ini adalah awal dari kerja sama yang lebih panjang. Kami mendukung penuh upaya pengabdian kepada para lansia agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” ujarnya. Kepala Desa Kalisongo, Bapak Siswanto, SP, turut memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif pemberdayaan lansia seperti ini. Harapan kami, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga lansia di desa kami,” ungkapnya. Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Para lansia tidak hanya mengikuti sesi penyuluhan, tetapi juga secara aktif menyebarkan pembuatan lilin aromaterapi menggunakan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh. Proses ini mendorong keterlibatan langsung dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi para peserta. Program “Pemerintah Pemberdayaan Lanjut Usia” merupakan kegiatan bulanan HIMAP pada periode 2024/2025. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek kesehatan fisik dan spiritual, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan integrasi sosial. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat desa dalam menciptakan lingkungan yang mendukung lansia untuk tetap sehat, mandiri, dan berdaya.