Mahasiswa IP UMM Kupas SPBE Daerah, Tajamkan Analisis Kebijakan Berbasis Data

Malang, 21 April 2026 Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM dalam kelas Center of Excellence (CoE) Data Governance Analyst pada mata kuliah Kebijakan Berbasis Data bersama praktisi smartID Indonesia, Suci Navasari, S. IP.,. Kegiatan ini berfokus pada penguatan pemahaman mahasiswa terkait tata kelola data dalam pemerintahan digital. Mahasiswa mempresentasikan dan menganalisis domain Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di berbagai daerah, meliputi Kabupaten Malang, Gresik, Banyuwangi, Blitar, Nganjuk, Lamongan, Probolinggo, serta Kota Malang, Kota Batu, dan Kota Waringin Barat. Analisis tidak hanya deskriptif, tetapi juga kritis terhadap peran data dalam mendukung pengambilan keputusan kebijakan publik. Diskusi menyoroti pentingnya kualitas, integrasi, dan pemanfaatan data sebagai dasar kebijakan berbasis bukti. Melalui kelas ini, mahasiswa dilatih untuk memahami sekaligus mengkritisi implementasi data governance di tingkat daerah. Dalam kesempatan tersebut, Suci Navasari menegaskan, “Data bukan sekadar angka, tetapi fondasi utama dalam pengambilan keputusan. Kebijakan yang baik lahir dari data yang valid, terintegrasi, dan mampu dibaca secara kritis oleh para pengambil keputusan.”
Dr. Saiman, M.Si. Tekankan Peran Strategis Sekda dalam Akselerasi Pembangunan Kota Batu

Batu, 20 April 2026 Program talkshow Idjen Talk yang disiarkan oleh City Guide 911 FM bekerja sama dengan Malang Post mengangkat tema “Menakar Sekda Ideal untuk Kota Batu” . Diskusi ini menghadirkan Ketua Komisi A DPRD Kota Batu, Nurudin Muhammad H., S.P., serta akademisi sekaligus Kaprodi Magister Ilmu Pemerintahan UMM, Dr. Saiman, M.Si., dengan dipandu oleh host Erika Rosa. Dalam pemaparannya, Dr. Saiman, M.Si. yang juga dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM menegaskan bahwa posisi Sekretaris Daerah (Sekda) memiliki peran strategis sebagai penggerak utama birokrasi daerah. Ia menyebutkan bahwa Sekda harus mampu menjalankan fungsi koordinasi dan membantu kepala daerah dalam perumusan kebijakan serta pengelolaan administrasi pemerintahan. “Sekretaris daerah mempunyai tugas membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan pengorganisasian administrasi pada tingkat tertinggi, sehingga pencapaian visi dan misi daerah dapat terlaksana secara efektif,” ujar Dr. Saiman, M.Si.Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa Sekda ideal tidak hanya memenuhi kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural sebagaimana diatur dalam regulasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan inovasi dan adaptasi terhadap digitalisasi. “Di era digitalisasi, kemampuan inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi penting agar daerah, khususnya Kota Batu sebagai kota wisata, mampu berkembang dan dikenal lebih luas, bahkan hingga tingkat internasional,” tambah Dr. Saiman, M.Si. Diskusi ini juga menyoroti pentingnya integritas, kolaborasi lintas OPD, serta pemahaman terhadap karakteristik lokal sebagai faktor kunci dalam menentukan Sekda yang ideal. Proses seleksi yang masih berlangsung diharapkan dapat menghasilkan figur yang profesional, akuntabel, dan mampu mempercepat pembangunan Kota Batu.