GEV 2026: Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Mengabadikan Jati Diri Batik Khas Kalisongo Melalui Proses Pembuatan HKI

GEV 2026: Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Mengabadikan Jati Diri Kalisongo Lewat Batik Kalisongo Lewat HKI

Malang, 1 Juni 2026 Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Government Explore Village (GEV) 2026 di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada 29–31 Mei 2026. Mengusung tema “Eksplorasi Batik Desa: Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Membangun Desa yang Produktif”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi budaya lokal. Kegiatan dibuka di Pendopo Desa Kalisongo dan dihadiri oleh Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Ali Roziqin, M.PA.,Ketua Laboratorium Ilmu Pemerintahan, Iradhad Taqwa Sihidi, S.IP., M.A.,  serta jajaran Pemerintah Desa Kalisongo. Dalam sambutannya, Ali Roziqin menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat harus mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan. “Desa membutuhkan kampus sebagai mitra pengembangan, sementara kampus membutuhkan desa sebagai ruang pembelajaran, penelitian, dan implementasi ilmu pengetahuan,” ujarnya. Melalui sesi rembuk motif dan filosofi batik, peserta bersama masyarakat berhasil merumuskan identitas Batik Kalisongo yang mengangkat motif lampu cempluk dan jeruk sebagai representasi sejarah, budaya, dan potensi lokal desa. Tidak hanya itu, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM juga turut membantu dalam proses pembuatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai langkah perlindungan hukum terhadap karya batik khas Desa Kalisongo. Melalui kegiatan ini, GEV 2026 diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Menjaga Api Pancasila Tetap Menyala: Refleksi Ketua Umum HIMAP di Hari Lahir Pancasila

Menjaga Api Pancasila Tetap Menyala: Refleksi Ketua Umum HIMAP di Hari Lahir Pancasila

Malang, 1 Juni 2026 Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP), Sulthan Farid Zaidan Arrafi’i Santoso, mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2024. Menurut Sulthan, sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman dalam melihat dan merespons berbagai persoalan publik. Nilai-nilai demokrasi, keadilan sosial, dan persatuan harus terus menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan, saya memaknai Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa generasi muda perlu menjaga sikap kritis sekaligus tetap menjunjung etika, integritas, dan semangat kolaborasi. Melalui momentum ini, Sulthan mengajak mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan berpihak pada kepentingan rakyat.