Kerja Keras Berbuah Manis : Tiga Mahasiswa Raih Predikat Lulusan Terbaik Prodi Ilmu Pemerintahan UMM pada Yudisium FISIP Periode II 2026
Malang, 11 Juni 2026 Perjalanan panjang selama menempuh pendidikan akhirnya berbuah manis bagi tiga mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Pada Yudisium Periode II Tahun 2026, ketiganya berhasil meraih predikat lulusan terbaik berkat capaian akademik yang membanggakan. Prestasi ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan konsistensi mahasiswa dalam menyelesaikan studi akademik dengan hasil yang membanggakan. Peringkat pertama diraih oleh Muhammad Ihwan Salsabila dengan perolehan 160 SKS, SKPI 1025 dan IPK 3,80. Capaian tersebut menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjalani proses perkuliahan serta kemampuan menjaga performa akademik secara konsisten hingga akhir masa studi. Posisi kedua ditempati oleh Jeti Riski Kusumaningtyas yang berhasil menyelesaikan 150 SKS,SKPI 421 dengan IPK 3,80. Prestasi ini menjadi bukti bahwa ketekunan dan semangat belajar yang tinggi mampu menghasilkan capaian akademik yang membanggakan. Sementara itu, peringkat ketiga diraih oleh Triaz Bella Ananda Putri dengan perolehan 146 SKS,SKPI 500 dan IPK 3,79. Hasil tersebut mencerminkan dedikasi serta kesungguhan dalam menyelesaikan pendidikan di Program Studi Ilmu Pemerintahan. Selamat kepada para lulusan terbaik Yudisium Periode II Tahun 2026. Prestasi yang diraih diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan terus mengembangkan kapasitas diri. Selamat menempuh perjalanan baru dan teruslah menjadi bagian dari alumni Ilmu Pemerintahan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Debscom Jadi Ruang Kritis Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Mengkaji Kepemimpinan Prabowo

Malang, 11 Juni 2026 Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan menggelar diskusi melalui Debscom (Debate’s Community) dengan tema “Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo: Kemajuan atau Tantangan bagi Indonesia?”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan dan menganalisis secara kritis berbagai kebijakan pemerintah yang telah berjalan selama dua tahun terakhir. Dalam diskusi, peserta menyoroti sejumlah aspek penting, seperti komunikasi publik pemerintah, efektivitas kebijakan, pelaksanaan program prioritas, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai memiliki tujuan positif dalam meningkatkan kualitas gizi dan mendorong partisipasi siswa di sekolah. Namun, peserta menekankan pentingnya penyesuaian implementasi program dengan kondisi sosial, budaya, dan sumber daya pangan di setiap daerah agar lebih relevan dan efektif. Melalui Debscom, mahasiswa Ilmu Pemerintahan turut mengkaji pentingnya keseimbangan antara kebijakan nasional dan kebutuhan daerah, serta keberlanjutan program pembangunan lintas pemerintahan. Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas berpikir kritis mahasiswa dalam memahami dinamika kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, dan kebijakan publik di Indonesia.