Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM menyelenggarakan rapat koordinasi pelaksanaan Kelas Center of Excellence (CoE) Data Governance Analyst secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini dipandu oleh Mohammad Jafar Loilatu, M.IP., dan membahas secara menyeluruh desain akademik, struktur mata kuliah, jadwal perkuliahan, hingga pembagian dosen pengampu. Kelas CoE dijadwalkan mulai efektif pada Senin, 23 Februari 2026, bertepatan dengan minggu pertama perkuliahan semester genap, guna mengoptimalkan kompetensi mahasiswa dan keterlibatan pemateri eksternal sejak awal perkuliahan.
Dalam arahannya, Mohammad Jafar Loilatu, M.IP., menegaskan bahwa CoE dirancang sebagai ruang akselerasi kompetensi mahasiswa di bidang tata kelola data. “Kelas CoE ini tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis dan teknis dalam mengolah data menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa integrasi teori dan praktik menjadi fondasi utama desain pembelajaran agar mahasiswa siap menghadapi kebutuhan dunia kerja berbasis data.
CoE Data Governance Analyst terdiri dari lima mata kuliah dengan total 20 SKS, yakni Kebijakan Berbasis Data, Analisis Data Berbasis Aplikasi, Social Network Analysis, Komunikasi dan Advokasi Kebijakan, serta AI for Public Policy. Seluruh mata kuliah ditempuh selama 14 pertemuan dalam satu semester. Setiap mata kuliah dirancang dengan pendekatan pembelajaran berbasis luaran, meliputi problem-based learning, project-based learning, case method, hingga produksi project video.
Desain pembelajaran membedakan secara strategis peran dosen internal dan dosen praktisi. Dosen internal berfokus pada penguatan teori, kerangka konseptual, serta analisis normatif kebijakan publik. Sementara itu, dosen praktisi menghadirkan pengalaman empiris, praktik lapangan, serta demonstrasi penggunaan aplikasi dan tools analisis data. Dosen praktisi berasal dari berbagai institusi, seperti BRIN, BRIDA, konsultan kebijakan, Perludem, pelaku usaha, serta mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) lainnya. Perkuliahan praktisi dapat dilaksanakan secara online maupun offline.
Lebih lanjut, Jafar menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran berbasis praktik. “Mahasiswa wajib membawa laptop di setiap pertemuan agar proses eksplorasi aplikasi dan analisis data berjalan optimal. Output pembelajaran harus dapat menjadi portofolio profesional yang memperkuat profil LinkedIn mahasiswa,” tegasnya.
Melalui desain kolaboratif dan berbasis praktik ini, Kelas CoE Data Governance Analyst diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, analitis, dan kompeten dalam tata kelola data publik. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen Prodi Ilmu Pemerintahan UMM dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan dinamika transformasi digital dan kebutuhan tata kelola pemerintahan kontemporer.