Malang, 10 Juli 2025 — Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (IP UMM) menggelar kegiatan Pembekalan Teknis Magang Riset Pemerintahan bagi mahasiswa semester VI. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja nyata, khususnya di sektor pemerintahan, melalui pendekatan riset dan penguatan kompetensi akademik-terapan.
Dalam pembekalan ini, mahasiswa diperkenalkan pada tiga skema magang yang akan dijalani, yaitu Magang Center of Excellence (CoE), Magang Berdampak, dan Magang Reguler. Masing-masing skema dirancang untuk menyesuaikan minat, kapasitas, dan tujuan pengembangan keilmuan mahasiswa. Fokus utama dalam seluruh skema ini adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mengidentifikasi persoalan publik, melakukan riset lapangan, serta menyusun solusi berbasis kajian akademik.
Selain menjalani proses magang, mahasiswa juga dituntut menghasilkan luaran yang mencerminkan kontribusi nyata terhadap institusi tempat mereka magang. Pada skema CoE, luaran berbentuk artikel ilmiah yang menunjukkan kedalaman analisis dan pemahaman kebijakan. Sementara pada skema Magang Berdampak, mahasiswa akan memproduksi artikel dan infografis sebagai bentuk diseminasi pengetahuan yang komunikatif dan aplikatif. Luaran tersebut menjadi salah satu instrumen evaluasi yang menekankan aspek orisinalitas, ketajaman analisis, serta kreativitas dalam menyampaikan gagasan.
Penempatan magang mencakup berbagai jenjang pemerintahan, mulai dari instansi pusat, pemerintah daerah kabupaten/kota, hingga desa. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika birokrasi, proses perumusan kebijakan, serta interaksi antara pemerintah dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, Muhammad Kamil, S.IP., M.A., menegaskan pentingnya magang ini sebagai ruang aktualisasi mahasiswa dalam memahami sekaligus memberi kontribusi terhadap persoalan riil di dunia pemerintahan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam riset kebijakan bukan hanya sebagai bentuk pelatihan, tetapi sebagai bagian dari misi akademik untuk menciptakan pemikir muda yang kritis dan solutif.
“Magang riset ini bukan sekadar kewajiban kurikuler, melainkan ruang belajar yang konkret dan bermakna. Kami berharap mahasiswa mampu menunjukkan kapasitas sebagai peneliti muda yang tidak hanya mampu menganalisis, tetapi juga memberi alternatif solusi yang berdampak,” ujarnya.Dengan semangat “Berpikir Kritis, Bertindak Strategis”, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM siap menjalani pengalaman magang sebagai bagian dari perjalanan membentuk diri menjadi lulusan yang adaptif, berdampak, dan siap terlibat dalam penguatan tata kelola pemerintahan di Indonesia.