Malang, 23 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM sukses menyelenggarakan kegiatan Bedah Film dengan judul “Siapa di Atas Presiden”. Bertempat di Aula GKB 1, kegiatan ini dimulai pada pukul 09.45 WIB dengan suasana khidmat melalui pembukaan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai nasionalisme dan semangat organisasi.
Bapak Ahmad Apriyanto, S.I.P., M.Si., selaku Pembina HIMAP sekaligus Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, menyampaikan pesan penting terkait fungsi film dalam literasi politik. “Film dan novel bukan sekadar karya hiburan, melainkan media penyampai ideologi. Karena itu, kita harus membedahnya dengan pisau analisis agar dapat menangkap pesan-pesan tersirat dari penciptanya,” ujarnya.
Film ini mengungkap berbagai aspek konspirasi dan dinamika kekuasaan politik, seperti pencitraan, korupsi struktural, elitisme, serta lemahnya integritas lembaga hukum. Diskusi berlangsung dinamis, dipandu oleh Aldy Febriansyah, dengan narasumber Dwi Putri Vidiastuti, S.IP., M.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan, “Bedah film tidak cukup hanya dilihat dari sisi visual. Kita harus menggali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, karena di situlah makna sejatinya tersembunyi.”
Film ini menampilkan sosok pemimpin yang berhati-hati dalam mengambil keputusan, adanya manipulasi media, serta kehadiran kekuatan tak kasat mata atau invisible power. Narasumber juga menyinggung kemiripan karakter tokoh pengacara dalam film yang dibunuh secara terencana namun pelakunya tak kunjung terungkap, dengan peristiwa nyata pembunuhan aktivis HAM, Munir, yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar terkait pelaku di baliknya.
Selain itu, dibahas pula bagaimana media sosial dapat menjadi alat edukatif sekaligus menjadi corong kekuasaan politik tertentu. Narasumber menekankan bahwa, “Film bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga harus dianalisis secara kritis agar penonton memahami pesan moral dan realitas sosial-politik yang ada di baliknya.”
Melalui kegiatan ini, HIMAP UMM berharap dapat menumbuhkan kepekaan kritis mahasiswa terhadap fenomena politik kontemporer, sekaligus mendorong pentingnya literasi media sebagai fondasi dalam membangun demokrasi yang sehat.