Government Science Activities: Kuliah Umum Ilmu Pemerintahan Elit Politik Pragmatis dan Fragmentasi Politik Masyarakat
“Politik demokrasi masih sulit dijumpai pada proses politik Indonesia. Para elit politik, seolah tidak siap menerima demokrasi sebagai sistem politik”. Pernyataan ini disampaikan oleh Prof. Salim Said, MA., pada kuliah umum Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UMM di Hotel UMM, 06/10/2012. Politik yang berkemajuan ditandai oleh kedewasan elit dan masyarakat dalam berpolitik. Salim Said mengatakan “Kedewasan elit politik dan masyarakat dalam berpolitik sangat menentukan terwujudnya perdaban politik yang berkemajuan”. Menurutnya, elit dan masyarakat masih sulit untuk menjalankan politik dengan baik. “Elit politik kita masih senang menjalankan politik pragmatis, sedangkan masyarakat dengan tingkat pemahaman politiknya yang minim mempermudahkan elit mendapatkan kekuasaan dengan mudah melalui uang”, tuturnya. Kondisi politik tersebut mencerminkan tingkat peradaban bangsa masih sangat rendah. Salim Said menjelaskan “politik yang tidak baik dicerminkan melalui perilaku elit politik cenderung menjadikan kekuasaaan sebagai alat mempengaruhi orang lain dalam rangka untuk kepentingan peribadi, sedangkan masyarakat memandang politik sebagai aktifitas yang tidak penting untuk dipikirkan. Masyarakat memahami politik tidak lebih dari pemenuhan kebutuhan emosional sehingga tercipta fragmentasi politik masyarakat yang tinggi. Kondisi politik seperti ini menunjukkan peradaban bangsa masih sangat rendah”, ujar mantan Duta Besar Untuk Republik Cheko ini. Dampak dari kondisi politik tersebut adalah terciptanya kebiasaan para elit atau pemegang kekuasaan dalam melakukan penyimpangan termasuk tindakan korupsi. “maraknya tindakan korupsi adalah dampak dari tingkat peradaban politik yang rendah”, tuturnya dengan kritis. Kuliah umum yang dihadiri 150 mahasiswa baru ini, mendapat sambutan positif dari mahasiswa. Muhammad Hasan, mahasiswa baru angkatan 2012 asal Dompu ini, menagatakan “kami sangat senang dengan kuliah umum ini. Kuliah umum ini menambah wawasan kami tentang persoalan politik dan pemerintahan, kami berharap kuliah umum seperti ini terus dilakukan, ujarnya berharap.
Salam ProdIP News : MENCINTAI AKTIFITAS PENELITIAN

Jadikan Riset Bagian Dari Gaya Mu”. Demikian slogan pada spanduk yang dipasang bagian kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Malang. Slogan tersebut mimiliki makna mengajak dan mendorong mahasiswa untuk mencintai aktifitas penelitian (riset). Setidaknya ada dua alasan kenapan penelitian penting dilakukan yaitu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan untuk menyelesaikan masalah. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) tidak muncul begitu saja, namun melalui rangkaian aktifitas ilmiah (riset) yang dilakukan secara bertahap, sistimatis, dan metodelogis sehingga dapat mengembangkan ilmu yang ada, dan menemukan ilmu baru. Menyelesaikan masalah dibutuhkan rangkaian aktifitas penelitian sehingga dapat diselesaikan dengan baik. Banyak masalah seperti konflik sosial dan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran disebabkan oleh adanya kebijakan yang salah. Kebijakan yang salah disebabkan oleh minimnya pemahaman terhadap persoalan yang ada dikarenakan aktifitas penelitian tidak dilakukan dengan baik. Karena itu, penelitian penting dilakukan untuk membentuk kebijakan yang baik dalam rangka menyelesaikan masalah. Dengan demikian, mahasiswa sebagai agent of change atau pelopor perubahan wajib untuk mencintai aktifitas penelitian. Tidak mungkin mahasiswa dapat mewujudkan perubahan tanpa memahami masalah yang ada secara baik, objektif, dan rasional. Memahami masalah yang objektif tidak cukup hanya diamati, diskusi, dan seminar pada ruang-ruang yang terbatas, namun dibutuhkan aktifitas penelitian dengan metodelogi yang sistimatis. Mulailah mencintai aktifitas penelitian.