Semangat Baru, Laboratorium IP UMM Semakin Optimis terus Berkemajuan

Sabtu, 22 Januari 2022 bertempat di Ruang Sidang Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik (611) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dilakukan serah terima Jabatan dan Pelantikan Kepala Laboratorium (Lab) Program Studi Ilmu Pemerintahan masa khidmat 2022-2025. Adapun secara sah dan resmi Ali Roziqin, S.AP.,M.PA diberikan amanah untuk memimpin lab IP UMM selama kurang lebih 4 tahun kedepan menggantikan kepemimpinan Yana Syafrieyana, S.IP.,M.IP di masa khidmat 2017-2021. Muhammad Kamil, S.IP.,MA selaku Kaprodi IP UMM menyampaikan rasa optimis yang sangat tinggi. Dengan kompetensi yang dimiliki dan jiwa semangat muda dalam bekerja, Lab IP UMM akan semakin maju khususnya dalam menunjang pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Center of Excellence (CoE). “Mas Ali punya kapasitas dan kapabilitas kepemimpinan yang luar biasa, kontribusinya selama ini untuk Prodi, Fakultas dan UMM sudah sangat luar biasa teruji. Kedepanya tantangan Lab semakin besar salah satunya karena menjadi pusat pelaksanaan MBKM dan CoE karena itu diperlukan kepemimpinan yang visioner dan mau bekerja keras seperti Mas Ali. “Kami sangat yakin Mas Ali mampu melanjutkan estafet kepemimpinan Pak Yana sebelumnya yang juga telah membawa banyak sekali kemajuan,” tegas Kamil. Optimisme serupa juga dirasakan oleh Yana S Hijri yang selama ini juga menjadi mentor Ali Roziqin dalam manajemen organisasi. “Saya sangat yakin Laboratorium dibawah kepemimpinan Mas Ali akan jauh lebih baik lagi. Selama ini mas Ali juga sudah sangat sering terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan Lab sehingga proses adaptasinya akan semakin cepat. Beberapa program-program unggulan Lab sebelumnya seperti Ndesit dan EPlanning perlu segera diimplementasikan agar mampu menunjang kehidupan akademik di Prodi dan sebagai branding IP UMM di luar. “Mas Ali adalah tipikal pemimpin yang cerdas, komunikatif, mengayomi dan berdedikasi sehingga sangat tepat untuk memimpin Lab, “tutup Yana. Ali Roziqin sangat berharap kepemimpinanya akan berjalan lancar dan sukses. “ Bagi saya ini adalah amanah dan tanggungjawab yang sangat besar sehingga harus totalitas dan ikhlas dalam bekerja. Fokus Lab kedepanya adalah sebagai supporting system bagi Prodi khususnya dalam mewujudkan visi Prodi. Selain MBKM, CoE, Ndesit dan E-Planning, Lab IP juga diharapkan memperluas kerjasama dengan stakeholder eksternal terkait dan menjadi pusat laboratorium data (big data). “Saya optimis dengan kerjasama, bantuan dan bimbingan seluruh keluarga besar IP,FISIP dan UMM, Lab yang nantinya akan dikelola dengan model Digital Governance Laboratory akan membawa kemajuan untuk institusi tercinta, “tutup Ali.
Perkuat Kerjasma, IP UMM Jalin Kesepakatan dengan 5 Desa di Magetan

Kerjasama dengan stakeholder terkait khususnya dengan lembaga pemerintah merupakan salah satu hal penting dan startegis yang harus dilakukan oleh setiap program studi. Tujuanya selain untuk meningkatkan kinerja dan mutu program studi juga dapat menjadi sarana promosi, membangun reputasi, berkontribusi langsung dalam penyelesaian masalah publik dan pemberdayaan masyarakat serta membantu pengembangan kompetensi mahasiswa. Kerjasama merupakan jejaring yang sangat penting dalam implementasi merdeka belajar. Semangat itulah yang mendorong Prodi IP UMM untuk terus mengembangkan kerjasama dengan banyak instansi pemerintah di Indonesia. Terbaru dilakukan melalui penandatangan nota kerjasama dengan lima desa di Kabupaten Magetan Jawa Timur yang dilaksanakan di Kantor Bupati Kabupaten Magetan. Kelima desa tersebut adalah Desa Janggan, Gonggang, Puntukdoro, Ngiliran, Bedagung. Adapun poin kerjasamanya adalah Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat,Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penguatan Kelembagaan, Pengembangan Potensi Daerah/Desa, Pengembangan Ekonomi Daerah/Desa, Penguatan dan Pengembangan Center of Excellent (CoE), Program Magang Mahasiswa, Program Membangun Desa, Kegiatan Kemanusiaan, Kuliah Kerja Nyata Tematik/Program Pengabdian Mahasiswa dan Proyek Independen Mahasiswa. Muhammad Kamil, S.IP.,MA selaku Ketua Prodi IP UMM menyambut dengan gembira dan antusias atas terwujudnya kerjasama ini. Networking seperti ini sangat bermanfaat untuk pengembangan program studi kedepanya dan terkhusus untuk kepentingan mahasiswa di era Merdeka Belajar Kampus Merdeka ( MBKM). “Kami sangat bahagia dengan kerjasama ini, selain menunjukan kepercayaan 5 desa tersebut pada kapabilitas prodi IP juga sangat membantu dalam pelaksanaan MBKM dan program CoE sebagai salah satu kelas unggulan IP. Selanjutnya poin-poin kerjasama ini akan segera ditindaklanjuti secepatnya, kami akan segera membentuk tim khusus agar pelaksanaanya berjalan lancar, “tambah Kamil. Secara khusus Kamil panggilan akrab beliau menekankan manfaat dari program ini untuk kelancaran implementasi (MBKM) dan Program CoE. Program magang mahasiswa, kegiatan kemanusiaan, dan proyek independen mahasiswa dapat dilakukan di lima desa ini yang tentunya akan mendapatkan bimbingan langsung dari dosen pendamping yang ditunjuk oleh Program Studi. “Salah satu syarat utama MBKM adalah tersedianya mitra kerjasama, karena itu kesepakatan ini sangat membantu prodi dan juga mempermudah mahasiswa. Untuk teknis pelaksanaanya akan kami rampungkan dalam 2-3 minggu kedepan,” tambah Kamil. Begitupula dengan program CoE yang bertujuan kepada mahasiswa untuk memberikan bekal keilmuan serta praktik dalam bidang pemerintahan dan politik. Di IP program CoE dibentuk dalam program “Sekolah Analis Pemerintahan dan Politik” yang salah sub kelasnya adalah Pemerintahan Desa. “Kami sangat berharap perangkat desa khususnya kepala desa dapat menjadi salah satu narasumber utama dalam kegiatan yang akan dibentuk dalam kelas. Penjelasan mereka yang tentu saja sangat menguasai seluk belum tata kelola desa akan semakin memperkuat pemahaman mahasiswa soal desa secara lebih nyata, “tutup Kamil.
Dihadapan Pemerintah Kabupaten Magetan, Prodi IP UMM Tunjukan Keunggulan Akademik

Rabu, 12 Desember 2021 bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Magetan, Prodi IP UMM mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan beberapa keunggulan akademik yang dimililiki. Dihadapan Bupati Magetan, beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Kepala Desa di Magetan, Prodi IP UMM melalui Muhammad Kamil, S.IP.,MA selaku Kaprodi mempresentasikan dua keunggulan yang saat ini terus dikembangkan yakni Center of Excellent (CoE) dan aplikasi manajemen informasi dan pengolahan data berbasis elektronik yakni Geographic Information System (GIS) dan Ndesit. Muhammad Kamil dengan ringkas dan jelas memaparkan semua keunggulan tersebut. Pertama, CoE merupakan salah satu amanat dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menuntut setiap program studi untuk membuat dan mengembangkan pusat unggulan berbasis riset berdasarkan disiplin ilmu yang dimiliki. Diharapkan CoE ini memberikan kontribusi nyata bukan hanya saja untuk mahasiswa tapi juga alumni dan stakeholder terkait lainya (instansi pemerintah dan non pemerintah). “Ilmu Pemerintahan UMM Malang menterjemahkan CoE dalam bentuk sekolah Analis Pemerintahan dan Politik yang kemudian dibagi menjadi 3 sub kelas yakni Analis Tata Kelola Pemerintahan, Pemerintahan Desa dan Parlemen Muda. Salah satu tujuan besarnya adalah mahasiswa menjadi analis dan praktisi yang handal di tiga bidang tersebut. Semua kelas ini direncanakan akan dilaksanakan dalam 2-3 bulan kedepan dan saat ini sedang dalam tahap proses finalisasi konsep secara teknis, “terang Kamil. Kedua, aplikasi GIS dan Ndesit. Kedua aplikasi ini secara khusus dikembangkan oleh Laboratorium IP UMM. GIS adalah alat bantu manajemen informasi data yang sangat bermanfaat untuk membuat kebijakan terkait masalah tata ruang dalam sebuah wilayah. GIS dapat mempercepat analisa data sehingga lebih efisien dan efektif dalam melakukan analisa sebuah wilayah. GIS yang biasanya berbentuk peta dapat membantu pemerintah daerah untuk misalnya mengetahui luas dan persebaran pemukiman penduduk, kawasan industri, pertanian, persebaran lahan, pengembangan jaringan transportasi dan pemetaan dan pengawasan titik-titik yang rawan bencana alam. Kedua, e-Ndesit. Ndesit merupakan sistem informasi desa berbasis elektorinik yang reall time memuat data profil dan manajemen aset desa. E-Ndesit yang sampai saat ini sedang dalam tahap finalisasi diharapkan membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang utuh dan komprehensif terkait desa. “Kedua aplikasi ini terus kami sempurnakan sebagai upaya mengintegrasikan teknologi informasi dalam menganalisa persoalan pemerintahan agar lebih cepat dan akurat, sesuai salah satu Misi kami yakni tata kelola prodi berbasis Informasi Teknologi (IT) “tutup Kamil.
LOGOS IP UMM Raih Akreditasi SINTA 2

Kabar gembira dan membanggakan kembali diraih oleh keluarga besar Ilmu Pemerintahan (IP) UMM Malang. Kali ini jurnal Local of Government Issues (LOGOS) berhasil meraih predikat akreditasi Nasional SINTA 2. Predikat ini tertuang melalui Surat Keputusan Nomor: 5162/E4/AK.04/2021 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Adapun masa berlaku SK ini terhitung tahun Volume 3 nomor 2 tahun 2020 sampai volume 3 nomor 1 tahun 2025. Status ini menegaskan reputasi LOGOS sebagai salah satu jurnal ilmiah terbaik di Indonesia. Ini tentu saja sangat disyukuri oleh prodi IP UMM dan juga tim pengelola LOGOS. Raihan ini merupakan buah dari kerja keras, kerja ikhlas secara bersama-sama dan melalui proses yang panjang sehingga menjadi salah satu kado terindah di penghujung tahun 2021. Ungkapan ini disampaikan oleh Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si selaku Editor in Chief LOGOS. “Sejak pertama kali terbit pada maret 2018 salah satu target kami adalah meraih peringat SINTA 2. Dalam pemeringkatan jurnal SINTA 2 menunjukan bukti bahwa pengelolaan LOGOS memiliki standard yang sangat baik. Kinerja LOGOS dianggap sangat memuaskan dari aspek manajemen pengelolaan yang berumutu dan substansi jurnal yang ketat dan kontributif, dua hal yang menjadi indikator penilaian dalam penentuan peringkat akreditasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Alhamdulillah ini berkat kerja sama seluruh tim pengelola dan juga berkat dukungan langsung dari Prodi dan Universitas melalui LPPI yang tanpa lelah terus berusaha mengembangkan kualitas LOGOS, “tegas Tri. Kedepanya pengembangan LOGOS akan terus dilakukan. Dr. Salahudin, S.IP.,M.Si.,M.PA selaku Handling Editor menyampaikan rencana pengembangan LOGOS kedepanya yang tentu saja membutuhkan persiapan yang sangat matang. “Pertama kami sangat bersyukur kepada Allah SWT atas keberhasilan ini dan mengucapkan terima kasih tidak terhingga kepada pihak-pihak yang telah membantu. Kami sadar masih banyak yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan LOGOS. Meskipun telah meraih peringkat SINTA 2 tetapi dari catatan review yang kami dapatkan, LOGOS perlu melakukan beberapa perbaikan. Masukan tersebut akan segera kami tindaklanjuti agar mimpi LOGOS untuk go international dapat terwujud. Harapan terbesar kami selanjutnya adalah LOGOS bisa terindeks jurnal bereputasi Internasional tinggi sehingga kualitas LOGOS harus terus di jaga dan ditingkatkan. Secara bertahap langkah internasionalisasi tersebut akan dimulai dengan mengideksisasi LOGOS ke Emerging Soruces Index (ESCI) agar bisa masuk database Web of Sciences (WoS) dan setelah itu ke Scopus. Kami sadar terindeks WoS dan Scopus sangat berat dan butuh proses yang panjang, namun kami yakin dengan kerjasama seluruh tim insha Allah target tersebut dapat terwujud,”tutup Salahudin.
Selesaikan Kemiskinan, Kang Nyoto Tekankan Pentingnya Peningkatan SDM

Kemiskinan di Indonesia adalah problem klasik yang sangat sulit diselesaikan oleh setiap kepemimpinan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia merekam sampai dengan Maret 2021 tercatat 10,09 persen atau 27,54 juta jiwa penduduk Indonesia masuk kategori miskin. Ini yang disorot oleh Kang Nyoto selaku Dosen Praktisi Ilmu Pemerintahan UMM dalam Kuliah Bersama di Aula GKB 4 Lantai 9 UMM Malang, senin (27/11). “Kemiskinan di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan karena telah berlangsung lama di negara yang kaya akan sumber daya alam. Ini ironis karena sampai saat ini cita-cita dari kemerdekaan untuk mewujudkan kesjahteraan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia belum tercapai, “ungkap Kang Nyoto. Lebih lanjut Kang Nyoto yang merupakan mantan Bupati Bojonegoro periode 2008-2018 menjelaskan beberapa kelemahan dalam dalam penanggulagan kemiskinan seperti anggaran yang terbatas, minim inovasi, dan koordinasi stakeholder terkait yang sangat lemah sehingga program-program penanggulangan kemiskinan sering tidak terintegrasi. Lebih jauh, kemiskinan juga diperparah oleh minimnya lapangan pekerjaan sehingga pengganguran tidak dapat terserap. Sampai dengan Agustus 2021 dari data BPS tercatat 9,1 Juta jiwa penduduk Indonesia adalah pengangguran. Salah satu cara menyelesaikan kemiskinan adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ini yang seharusnya paling mendesak dilakukan karena untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dan kualitas taraf hidup masyarakat diperlukan kompetensi yang memadai. Data dari laporan Bank Dunia tahun 2018 menunjukkan bahwa skor Human Capital Index (HCI) Indonesia menempati peringkat 87 dari 157 negara. Jauh di bawah Singapura (peringkat 1), Vietnam (peringkat 48) dan Malaysia (peringkat 55). “Sangat mustahil bisa menyelesaikan kemiskinan dengan kualitas SDM yang rendah, akibatnya program-program penanggulangan kemiskinan tidak akan efektif, “tegas Kang Nyoto. Karena itulah Pendidikan menjadi aspek yang sangat penting. Diperlukan kualitas Pendidikan yang terbaik agar tercipta SDM yang berkualitas dan berdaya saing. Dengan SDM yang unggul ekonomi akan bergerak, inovasi-inovasi baru yang menciptakan lapangan pekerjaan dan peningkatan hasil usaha akan berdatangan, masyarakat juga mudah terserap di dunia kerja karena memiliki skill dan kompetensi. Untuk itu peran pemerintah menjadi sangat krusial. “Pemerintah harus mampu memastikan semua penduduk/masyarakat Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak, terjangkau dan berkualitas. Sebab itu ketimpangan pendidikan harus diselesaikan. Pemerintah harus lebih memprioritaskan daerah-daerah kantong kemiskinan dengan kualitas dan akses pendidikan yang rendah khususnya di desa dan luar Jawa. Semua itu bisa dilakukan asalkan ada komitmen serius dari pemerintah, “tutup Kang Nyoto.
Hebat, Dua Dosen IP jadi Pembicara di Seminar Nasional AIPPTM

Luar biasa, dosen-dosen IP UMM kembali mendapatkan rekognis (pengakuan) akademik. Kali ini dalam acara Seminar Nasional yang diselenggarakan Rabu 23 Desember 2021 oleh Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ( AIPPTM), kedua dosen IP yakni Yana Syafrieyana, S.IP.,M.IP dan Ali Roziqin, M.PA didaulat sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung via Zoom ini mengambil tema “Governance Covid-19 Transition dalam Pengelolaan Pemerintahan di Masa New Normal” juga menghadirkan narasumber dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) lainya yakni Hesti Naeli, S.Hi (UM Cirebon), Agus Irfan,S.Sos, M.Si (UM Cirebon), Dr. Ria Angin, M.Si (UM Jember), Akbar Maulana, S.IP.,M.Si (UM Jember), Putri Roibatul Adawiyah, S.Sos, M.Si (UM Jember) dan dimoderatori oleh Jajang Arifin, S.Sos.,M.Si (UM Cirebon). Yana Syfrieyana dalam makalahnya berjudul “ Tata Kelola Kolaboratif (Colaborative Governance) dalam Penanganan Bencana Covid-19 Menuju Kenormalan Baru (New Normal)” menekankan pentingya kerjasama banyak pihak melalui skema Colaborative Governance (CG). Dosen lulusan Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) ini yang memang fokus pada tata kelola bencana menegaskan dalam situasi bencana tidak terduga seperti ini kapasitas sumber daya yang dimiliki pemerintah sangat terbatas sehingga diperlukan partisipasi dari pihak lain khususnya masyarakat dan swasta.” Dalam konteks penanganan Covid-19 tanpa keterlibatan aktor non pemerintah sangat sulit mewujudkan efektifitas kebijakan penanganan Covid-19 yang memang dampaknya sangat kompleks atau multisektor. Sebagai contoh keberhasilan kampung tangguh Semeru di Kota Malang tidak terlepas dari sinergi dan kerjasama antara pemerintah daerah dengan masyarakat dan pihak swasta. Ini adalah bukti bahwa CG berhasil dalam penanganan Covid-19 sehingga perlu terus dilakukan, “ Tutup Yana. Sementara Ai Roziqin mengambil topik “Co-production and Co-creation for Public Service Delivery during COVID-19 Pandemic”. Ali panggilan akrab beliau yang juga lulusan Magister Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) fokus memotret fakta bahwa Co-production dan Co-creation dalam layanan publik semakin dibuuthkan di saat krisis pandemi seperti ini. Co-production adalah keterlibatan masyarakat secara sukarela dalam pelayanan publik sedangkan Co-creation adalah nilai bersama yang diciptakan antara pemerintah dan masyarakat sebagai akibat dari interaksi dalam pelayanan publik. Keduanya adalah wujud dari kolaborasi. Saat covid-19 kedua hal tersebut sangatlah dibutuhkan misalnya pemerintah dapat menggunakan Co-production dan Co-Creation melalui kerjasama dengan masyarakat untuk melakukan transformasi layanan publik agar lebih efisien dan efektif di tengah Covid-19 yang menuntut minimnya interaksi fisik. Keterlibatan pemerintah dan masyarakat sebagai stakeholder terkait khususnya dalam mendesain model tranformasi pelayanan publik tersebut agar merepresentasikan kepentingan bersama. “ini memang wajib dilakukan pemerintah, namun sayangnya masih terkendala kapasitas pemerintah sebagai penyedia layanan yang terbatas yakni kurangnya transpartasi, kesalahan, individu atau sistem, kurangya kompetensi birokrasi dan karakter birokrasi yang tidak mempunyai sifat melayani. Ini memang menjadi salah satu pekerjaan rumah reformasi birokrasi di Indonesia, “tandas Ali.
Hebat, Tim Debat IP UMM Berhasil Meraih Prestasi Pada Ajang Lomba Debat Tingkat Nasional

Kabar menggembirakan dirasakan oleh segenap keluarga besar Prodi IP UMM. Dalam lomba debat tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sinjai pada tanggal 17 – 19 Desember 2021 di Sinjai, Sulawesi Selatan, mahasiswa IP UMM mencapai dua prestasi membanggakan. Pertama, semifinalis debat dan kedua, Delapan Besar Paper terbaik. Prodi IP diwakili oleh Tim Debat Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (HIMAP UMM) yang beranggotakan Muhammad Salman Jabbar Sangaji, Putri Zorrayya Priyanti Noor, Suci Navasari. Dalam kegiatan yang bertemakan “Transformasi Pemerintahan, Sebuah Kajian Konstruktif tentang Kebijakan di era Pandemi Covid-19 dan New Normal” ini menghadirkan tim – tim debat dari berbagai universitas se-Indonesia. Meskipun tidak memperoleh juara satu dalam lomba debat namun apa yang dicapai Tim Debat IP sudah merupakan capaian yang yang luar biasa dan patut diapresiasi. Muhammad Kamil,S.IP.,MA Selaku Kaprodi menyampaikan rasa bahagia dan bangga atas pencapaian ini. Kamil panggilan akrab beliau menyatakan bahwa ini merupakan buah dari kerja keras mahasiswa yang dibimbing langsung oleh dosen-dosen IP.“Kami selalu memotivasi mahasiswa untuk terus terus berkarya dan berprestasi disegala macam kegiatan. Kultur akademik yang kami kembangkan memang diarahkan salah satunya untuk memacu mahasiswa agar mengambangkan diri melalui lomba-lomba seperti ini. Alhamdulillah ini prestasi yang kesekian kalinya bagi keluarga besar IP yang terus memotivasi kami untuk terus maju, “ungkap kamil. Kebanggan serupa juga disampaikan oleh Putri Zoraya dkk. “tentunya kami tetap bersyukur meskipun belum mendapatkan juara. Kami merasa sudah maksimal dalam mempersiapkan lomba ini. Artikel kami dengan judul “Analisis Kebijakan Jakarta Smart City menuju Masyarakat Madani” yang berhasil lolos 8 besar paper terbaik, kami kerjakan dengan sangat serius sehingga banyak pengalaman khususnya metode penulisan ilmiah yang tepat dan kritis. Lebih dari itu dalam debat tersebut kami juga dibimbing dan didampingi langsung oleh dosen-dosen IP. Didikan, motivasi dan pendampingan itu sangat membantu kami dalam raihan ini, “tutup Zoraya mewakili teman-temanya.
Perkuat MBKM, Dosen IP UMM mengikuti Workshop dari AIPPTM

Selasa, 21 Desember 2021 bertempat di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Mewakili Program Studi Ilmu Pemerintahan, sebanyak enam orang dosen prodi mengikuti Workshop Kurikulum, Penulisan Book Chapter dan Artikel Ilmiah yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM). Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yakni 21-22 Desember 202. Keenam dosen tersebut mengikuti beberapa kegiatan. Ach. Apriyanto Romadhan (Sekretaris Prodi) dan Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si yang juga menjabat Ketua AIPPTM, mengikuti kegiatan workshop penyusunan kurikulum MBKM berbasis OBE. Dr. Saiman, M.Si, Dr. Asep Nurjaman,M.Si, Syafrieyana, S.IP.,M.IP dan Ali Roziqin, S.PA.,M.PA mengikuti workshop penyusunan Book Chapter dan Artikel Ilmiah. Partisipasi prodi dalam kegiatan ini sebagai bagian dari rencana kegiatan prodi untuk mendukung ketercapaian indikator utama di bidang pendidikan yang ditetapkan dalam rencana operasional universitas, fakultas dan prodi. Kegiatan ini juga sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan tata kelola penyelenggaraan prodi IP se Muhammadiyah serta peningkatan kualitas akademik. Workshop ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum Outcome-Based Education (OBE)- Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan meningkatkan skill kepenulisan dosen dalam menghadapi tantangan Kampus Merdeka. Ach. Apriyanto Romadhan selaku Sekertaris Prodi IP UMM menegaskan bahwa Kampus Merdeka menuntut adaptasi kurikulum karena terjadi perubahan model pembelajaran yang sangat mendasar dan drastis. Workshop ini bertujuan untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan bersama-sama model kurikulum berbasis OBE-MBKM sehingga sangat penting untuk dilakukan, “tegas Apriyanto. Selanjutnya, kampus merdeka juga menuntut dosen untuk memiliki kemampuan menulis yang kreatif dan inovatif. Selain untuk menunjukan reputasi diri sebagai dosen yang merupakan pengejewantahan dari salah satu tri darma Perguruan Tinggi yakni penelitian, kompetensi menulis tersebut diharapkan dapat ditularkan kepada mahasiswa. “workshop ini juga memberikan pelatihan dan penyegaran kepada dosen-dosen IP terkait kepenulisan. Selama ini kultur penulisan di IP UMM sangat luar biasa. Dosen-dosen IP dan juga mahasiswa telah banyak yang menulis di artikel ilmiah baik berupa jurnal dan prosiding yang telah terbit di jurnal internasional bereputasi seperti Scopus dan Web Of Science (WoS) dan nasional terakreditasi. Ini juga berkat kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa. Kedepanya akan terus kami tingkatkan sehingga workshop yang menguprgade kemampuan dosen khususnya di penulisan buku sangat penting untuk kami ikuti. Kami berharap setelah kegiatan ini publikasi baik jurnal dan buku di prodi kami semakin meningkat, “tutup Apriyanto.
Membantu Mitigasi Bencana Bersama PMM Mitra Dosen UMM

Prodi IP UMM Malang berusaha senantiasa terlibat dalam program-program pemberdayaan masyarakat. Ini dilakukan sebagai salah satu pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian masyarakat. Terbaru yakni Pengabdian Masyarakat skim dari Block Grant FISIP yang dilaksanakan pada hari Minggu, 19 Desember 2021 di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun Kota Malang. Kegiatan ini bernama Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) mitra Dosen yang melibatkan kerjasama antara mahasiswa IP dan dosen IP UMM. Adapun dosen IP yang terlibat yakni Drs. Khrishno Hadi, MA, Yana Syafrieyana, S.IP.,M.Si dan Ali Roziqin, S.PA.,M.PA. Kegiatan ini mengambil topik tentang Mitigasi Bencana di tingkat lokal yang secara spesfik terkait bencana alam dan bencana kesehatan seperti Covid-19. Kelurahan Bandulan merupakan salah satu daerah rawan bencana alam dan penyebaran Covid-19 sehingga menjadi lokasi pelaksanaan PMM ini. Kegiatan yang dihadiri oleh masyarakat biasa dan karang taruna kelurahan Bandulan ini bertujuan untuk mendiskusikan terkait perumusan secara kelembagaan rencana kontijensi mitigasi bencana agar tercipta Masyarakat Tanggung Bencana (Mastana). Kegiatan ini juga bermaksud meningkatkan kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan warga untuk dapat mengelola risiko akibat bencana alam atau langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Perwujudan Mastana adalah bagian dari paradigma pengurangan resiko bencana melalui langkah-langkah preventif secara terpadu dan terintegrasi. Sebab itu diperlukan kesigapan masyarakat yang tentu saja memiliki pengetahuan yang mumpuni soal kebencanaan. Agar lebih efektif diperlukan sebuah kolaborasi lintas stakeholder terkait mulai dari masyarakat, RT, RW, karang taruna, swasta dan pemerintah kelurahan sangat diperlukan. Drs. Khrishno Hadi, MA selaku narasumber menyatakan bahwa Mastana itu adalah upaya agar masyarakat lebih siap dalam melakukan langkah antisipasi ketika bencana sewaktu-waktu terjadi. Bencana seringkali tidak dapat diprediksi seperti Covid-19 sehingga perlu langkah-langkah pencegahan agar efek buruknya tidak parah. “Sosialisasi yang kami lakukan bermaksud mentranformasikan kesadaran bersama tentang pentingnya kesiagaan dalam menyongsong bencana yang dapat atau tidak dapat diprediksi. Lalu kemudian terkait langkah-langkah taktis yang bisa dilakukan seperti pengolahan sampah untuk mencegah banjir dan kampung kumuh serta penegakan protokol kesehatan agar tidak tercipta ledakan Covid-19,” tutup Krishno Hadi.
Mahasiswa IP UMM Terlibat Dalam Program Pejuang Muda Kemensos RI

Ilmu Pemerintahan (IP) UMM senantiasa mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial. Salah satunya dilakukan oleh Nandiroh, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM angkatan 2018 yang terlibat dalam program Pejuang Muda Kementrian Sosial (Kemensos) RI. Program ini sangat baik karena merupakan labratorium sosial bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya dalam memberikan dampak sosial secara konkret. Program ini menantang mahasiswa untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pemuka masyarakat, dan tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah. Keikusertaan Nandiroh tidak terlepas dari proses yang panjang. Ada lebih dari 11 ribuan peserta yang mendaftar dan setelah melalui seleksi ketat terpilih hanya terpiliih 5 ribuan orang dan salah satunya nandiroh. Nandiroh berhasil setelah melalui seleksi ketat yang dibagi 2 tahap yakni pertama, pengumpulan Essai, CV, Transkip Nilai dan portofolio dan kedua, penilaian melalui Forum Group Discussion. Nandiroh bersama dengan 20 pejuang muda lainya ditempatkan di Kabupaten Tuban. Sebuah daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi kelima di Jawa Timur. Beberapa program pengentasan kemiskinan dari kemensos yakni bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) belum efektif karena pendataan yang tidak akurat dan korupsi. “Data Kelompok Penerima Manfaat (KPM) program PKH dan BPNT memang masih bermasalah. Masih banyak KPM yang sebetulnya tidak berhak karena memiliki aset akibatnya masyarakat fakir miskin lainya yang sebetulnya lebih layak justru tidak mendapatkan. Belum lagi beberapa oknum pemerintah yang melakukan penyelewangan,” Ucap Nandiroh. Pejuang Muda bertugas untuk adalah melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bagi Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan BPNT maupun PKH. Tujuanya agar bantuan PKH dan BNPT lebih tepat sasaran. Adapun persoalan korupsi tidak menjadi kewenangan mereka. Sampai saat ini Nandiroh beserta kawan-kawan telah diterjunkan ke lapangan sejak tanggal 25 Oktober sampai 20 Desember 2021. Mereka melaksanakan verivikasi DTKS di tujuh Kecamatan yaitu Kecamatan Grabagan, Kecamatan Bancar, Kecamatan Kerek, Kecamatan Bangilan, Kecamatan Jenu, Kecamatan Jatirogo, dan Kecamatan Kenduruan. “Bangga dan bahagia sekali rasanya bisa terlibat dalam program ini. Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa juga karena bisa membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan DTKS. Ini salah satu kontribusi mahasiswa dalam menyelesaikan kemiskinan di Indonesia, “tutupnya.