Perkuat Soliditas, HIMAP gelar Malam Keakraban

Organisasi yang sehat harus menonjolkan ikatan kekeluargaan. Semangat itulah yang mendorong, Himpunan Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (HIMAP UMM) Kabinet Nawasena mengadakan acara MAKRAB (Malang Keakraban) dengan tema “Menjalin Keakraban, Menyatukan Perbedaan”. Kegiatan penuh kebahagiaan ini dilaksanakan di Vila Batu pada hari Jumat (11/03) dan Sabtu (12/03) yang diikuti oleh seluruh pengurus HIMAP UMM periode 2022. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalin keakraban satu sama lain serta mengenal antar anggota bidang dalam HIMAP, sharing pengalaman dengan kepengurusan HIMAP sebelumnya. Semua itu dilakukan sebagai bekal dalam melaksanakan kegiatan HIMAP selama periode kedepan agar berjalan lancar. Ach. Apriyanto Romadhan, S.IP.,M.Si selaku Sekretaris Prodi IP UMM yang ikut serta hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut sangat mengapresiasi positif terselenggaranya kegiatan ini. Apriyanto menyampaikan bahwa kunci utama dalam keberhasilan organisasi adalah solidaritas dan kerjasama. Hal itu hanya bisa terwujud kalua ditunjang oleh semangat kekeluargaan. “Makrab seperti ini sangat bermanfaat menumbuhkan semangat kekeluargaan dalam tubuh HIMAP, dengan saling memahami dan membantu pelaksanaan program kerja HIMAP kedepanya dapat terlaksana, “ungkap Apriyanto. Bagi Apriyanto, HIMAP yang selama ini sudah berjalan dengan sangat bagus salah satunya karena kekompakan dan kerjasama yang kuat dari semua Pengurus. Ketua Umum HIMAP Terpilih, M. Salman Jabbar menambahkan bahwa rangkaian kegiatan Makrab ini dirahkan untuk memperkuat ikatan saling memiliki dalam HIMAP. Karena itu kegiatan yang bersifat fun namun sangat efektif dalam menguatkan soliditas organisasi dilakukan. Seperti Ice Breaking dengan Bergama games didalamnya dan BBQ bersama dan pentas seni. “semoga ini kegiatan menjadi awal yang baik bagi keberhasilan HIMAP kedepanya, “tutup Salman.

Hebat, Semua Lulusan Terbaik FISIP UMM dari IP

Prestasi gemilang yang memberikan kebahagian bersama untuk seluruh keluarga besar Ilmu Pemerintahan UMM Malang kembali hadir. Kali ini dalam Yudisium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM Malang periode 1 tahun 2022 yang dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2022 bertempat di Basement Dome UMM,, lulusan terbaik 1,2,3 berhasil diraih oleh IP UMM. Mereka adalah Zainul Rahman dengan IPK 3,95 (Terbaik I), Laily Ainur Rahman dengan IPK 3,93 (Terbaik II) dan Puji Susilo Asih dengan IPK 3,89 (Terbaik III). Lebih dari itu ketiganya lulus dengan waktu yang sangat cepat yakni 3 tahun 4 bulan untuk Zainul Rahman dan Puji Susilo Asih serta 3,6 bulan untuk Laili. Ketiganya lulus karena berhasil mempublikasikan artikel di jurnal nasional SINTA 3 yang dapat dikonversi sebagai pengganti skripsi. Hebatnya lagi ketiganya merupakan mahasiswa yang aktif di banyak organisasi dan juga memiliki segudang prestasi akademik lainya. Zainul Rahman merupakan mahasiswa asal Dompu Nusa Tenggara Barat yang pernah aktif sebagai pengurus di Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) periode 2019-2020. Selain itu Zainul sampai saat ini adalah kader aktif di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Rayon FISIP UMM. Zainul juga memiliki reputasi akademik yang sangat baik. Selain IPK yang sangat baik, Zainul juga sangat produktif dalam menulis baik dalam bentuk jurnal ilmiah dan opini populer. Pada tahun 2020 Zainul pernah menyabet Best Presenter dalam Simposium Nasional yang diselenggarakan Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM). Selanjutnya Laily tercatat sebagai ketua umum Senat Fakultas FISIP UMM Periode 2020-2021, Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisratiat FISIP UMM sampai saat ini dan juga Duta Kampus tahun 2019. Perempuan kelahiran Lamongan Jawa Timur ini juga memiliki rekam jejak prestasi akademik yang luar biasa misalnya dengan beberapa kali menulis opini populer di media cetak dan online, artikel di jurnal nasional ilmiah serta menjuarai lomba debat-debat ilmiah tingkat perguruan tinggi. Sedangkan Puji Susilo Asih juga memiliki prestasi serupa dengan dua temanya tersebut. Perempuan kelahiran Banyuwangi Jawa Timur ini tercatat pernah menjadi pengurus HIMAP periode 2019-202. Sampai saat ini juga masih aktif di Ikatan Mahasiswa Banyuwangi (IWANGI) dan Himpunan Mahasiwa Islam (HMI) Komisariat FISIP UMM. Puji tercatat berhasil meraih Best Presenter dan Best Paper pada simposium nasional AIPPTM yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Kendari tahun 2020. Ketiganya membagikan tips agar kehidupan akademik berjalan dengan baik. Salah satu kuncinya adalah aktif dibanyak organisasi. Diorganisasi mahasiswa akan dapat mengimprovisasi kemampuan public speaking dan melatih nalar sehigga sangat membantu dalam kegiatan lomba-lomba debat dan menulis opini dan jurnal. Ketiganya menekankan kunci manajemen waktu sehingga kegiatan keduanya dapat berjalan saling mendukung. Dan yang juga sangat tidak kalah penting mengikuti arahan dan bimbingan dari dosen-dosen IP UMM yang bagi mereka sangat luar biasa sabar dan totalitas untuk kemajuan mahasiswa. Setelah ini ketiganya memiliki rencana yang berbeda. Zainul Rahman akan melanjutkan studi S2 agar dapat menjadi Dosen, Laily akan mengembangkan usaha kopi yang saat ini sedang berkembang pesat dan Puji akan kembali ke daerahnya untuk bekerja di salah satu perusahaan milik negara.

Launching CoE, Prodi IP UMM Perkenalkan Kelas Analis Pemerintahan dan Politik

Rabu, 9 Maret 2022 Program Center of Excellence (CoE) Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang resmi diluncurkan. Kegiatan ini dilakukan secara bersamaan dengan pengukuhan guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang yakni Prof. Dr. Muslimin Macmuh, M.Si. Prof Mus panggilan akrab beliau yang saat ini menjabat dekan FISIP UMM masa khidmat 2021-2021 menjadi guru besar Bidang Ilmu Komunikasi. IP UMM sebagai salah satu Prodi dengan status akreditasi “Unggul” memfokuskan program CoE dalam bentuk Sekolah Analis Pemerintahan dan Politik. Program tersebut kemudian diturunkan kedalam tiga kelas. Pertama, Kelas Tata Kelola Pemerintahan Daerah dengan sub kelas Reformasi Birokrasi, Peningkatan Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Pelayanan Publik dan Tata Kelola Sumber Daya Manusia (SDM). Kedua, Kelas Pemerintahan Desa dengan sub kelas Perencanaan Elektronik (Pernik), Sistem Informasi Terpadu (Sinter) Desa, Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Pengelolaan Aset Desa. Ketiga, Kelas Parlemen Muda dengan sub kelas Pengenalan Tugas Pokok dan Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Pengenalan Alat-Alat Kelengkapan DPRD, Pengenalan Fraksi, Pengenalan Tata Tertib DPRD, Pembinaan dan Pemeliharaan Konstituen dan Penetapan Anggota DPRD terpilih. Ketua Prodi IP UMM, Muhammad Kamil, S.IP., MA yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan optimisme yang kuat akan kesuksesan program ini. Kamil, panggilan akrab nya menyampaikan CoE merupakan amanat dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dimana setiap Program Studi diminta untuk membuat dan mengembangkan pusat unggulan berbasis riset berdasarkan disiplin ilmu yang dimiliki. Diharapkan CoE ini memberikan kontribusi nyata bukan hanya saja untuk mahasiswa tapi juga alumni dan stakeholder terkait lainya (instansi pemerintah dan non pemerintah. “Kelas Analis Pemerintahan dan Politik yang kami kembangkan dengan beragam kelas tentu saja bertujuan meningkatkan kualitas lulusan melalui penambahan pengalaman dan kemampuan menyelesaikan masalah. Kamil menambahkan output kelas ini akan sangat bermanfaat bagi lulusan ketika menghadapi dunia kerja. “Desa di Indonesia ada sekitar 75 ribu, di DPRD penguatan tentang fungsi dan kelembagaan terus menerus dilakukan, dan begitula tata Kelola pemerintahan daerah yang berprinsip Good Governance kini menjadi kewajiban utama setiap daerah, kesemua itu butuh Sumber Daya Manusia yang berkompeten yang salah satunya dapat disumbangkan dari output kelas yang kami buat,” tambah Kamil. Sampai sejauh ini, Program CoE IP UMM sedang masuk dalam tahap finalisasi konsep dan petunjuk teknis. Ini ditegaskan oleh Achmad Apriyanto Romadhan, S.IP.,M.Si selaku Sekretaris Prodi IP UMM. “Program ini rencanaya akan dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2022 mendatang, saat ini kami sedang fokus mematangkan konsep pelaksanaanya. Apriyanto menambahkan sejauh ini beberapa pihak terkait sudah diajak kerjasama yakni 5 Desa Kabupaten Magetan yang telah melakukan penandatangan kerjasama. “Terdekat kami akan menjajaki kerjasama serupa dengan DPRD dan Pemerintahan daerah di wilayah Malang Raya, “ tutup Apriyanto.

Songsong Semester Baru, Prodi IP UMM Gelar Koordinasi Awal

Perkuliahan semester Genap tahun akademik 2021/2022 Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM Malang direncanakan akan mulai dilaksanakan pada 14 Maret 2022- 23 Juli 2022. Menghadapi hal tersebut Prodi IP UMM pada Rabu, 9 Maret 2022 bertempat di ruang meeting My Dormy UMM, mengadakan koordinasi awal yang menghadirkan seluruh dosen pengampu mata kuliah. Tujuanya adalah untuk menyamakan persepsi mengenai model pembelajaran dan praktikum yang butuh banyak penyesuaian di era pandemi ini. Muhammad Kamil, S.IP.MA selaku Kaprodi UMM dalam sambutanya sekaligus memandu jalanya kegiatan menyampaikan keinginanya untuk menerapkan pembelajaran full luring. Hal ini didasarkan atas hampir 95 % mahasiswa sudah berada di malang dan sangat tidak efektifitasnya pembelajaran via daring. Namun hal tersebut berbenturan dengan situasi perkembangan virus Omnicorn sehingga UMM melalui surat Instruksi rector menerapkan metode pembelajaran blended learning. “Rektor menekankan proses perkuliahan UMM dilakukan secara Polysyncronous Learning sehingga model oflline tetap dapat dilakukan dengan tidak sepenuhnya full 3 SKS via online, namun terdapat model lain diluar perkuliahan di dalam kelas yang disesuaikan dengan kebutuhan dosen, “Ungkap Kamil. Kamil juga menambahkan bahwa pembelajaran nantinya sangat diharapkan berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang merupakan amanat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pembelajaran berbasis OBE tidak hanya pada konteks akademik. Namun terdapat penilaian lain berupa skiap, pengetahuan, ketrampilan umum dan ketrampilan khusus. Selanjutnya setiap dosen juga wajib memiliki output dari setiap mata kuliah berupa: jurnal, book chapter, PKM, Opini media, HKI dan video pembelajaran. Keinginan full tatap muka dikelas (luring) juga sebetulnya didukung penuh oleh pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM Malang. Dr. Salahudin, S.IP.,M.Si., M.PA selaku wakil dekan 1 FISIP UMM yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa di tingkat dekanat sudah mengarah penerapan luring. “ Dari rapat pembahasan yang kami lakukan sebetulnya kami sangat ingin menerapkan luring, namun karena sesuai instruksi Rektor untuk blended learning maka harus dilaksanakan, “terang Salahudin. Untuk itu Fakultas akan mempersiapkan segala infrastruktur pendukung demi kelancaran model blended learing tersebut Selanjutnya, Laboratorium Ilmu Pemerintahan juga mensosialisasikan Rencana desain mata praktikum mata kuliah semester Genap 2021/2022. Ali Roziqin, M.Pa selaku Kepala Laboratorium IP UMM menjelaskan nantinya ada tiga mata kuliah praktikum. Pertama, perencanaan Pembangunan Mahasiswa diberikan tugas tentang sinkronisasi dokumen perencanaan pembangunan berbasis elektronik dengan output akhir berupa Book Chapter ber ISBN. Kedua, Perencanaan Pembangunan. Kedua, pemberdayaan masyarakat dimana mahasiswa diberikan projek pemberdayaan bermitra dengan bapak/ibu dosen kemudian di integrasikan kepada peserta praktikum dengan aeea lingkup Malang Raya yang output akhirnya berupa video kreatif. Ketiga, Teknologi Informasi Pemerintahan (TIP) melalui Pengembangan Aplikasi SINTEGRES, mahasiswa mengenalkan aplikasi ini kepada desa-desa sehingga Pemerintah Desa mampu mengetahui manfaat dari aplikasi ini untuk mentabulasi data konkret tentang desa. Semua dosen yang hadir pada dasarnya siap mengikuti ketentuan perkuliahan yang dibuat oleh Universitas, Fakultas dan Prodi. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si sebagai salah satu dosen menyatakan bahwa semua dosen sebetulnya sangat siap jika mengadakan full luring. Namun demi kebaikan bersama hendaknya sementara waktu menggunakan blended. “Dosen bisa menggunakan model 50 % luring dan 50 % daring dengan waktu maksimal mengajar 60 menit, Itu untuk mengakomodir mahasiswa yang telah datang di malang agar tidak kecewa, “Ujar Tri.

Mahasiswa IP UMM sukses Rintis Usaha di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 memberikan hikmah dan peluang bagi mahasiswa untuk berwirausaha secara kreatif. Ini yang ditangkap dan dilakukan oleh salah satu mahasiswa IP UMM Angkatan 2019 bernama Khofifatus Sakdiyah. Perempuan asal Argosuko Wangkal Lor, Poncokusumo Kabupaten Malang ini memiliki usaha jualan herbal Tiens Jiang Zhi Tea. Produk ini bermanfaat untuk untuk menghancurkan lemak/kolesterol sehingga dalam pemakaian jangka panjang dapat menurunkan berat badan, serta bermanfaat untuk menstabilkan tekanan darah, atasi rematik, asam urat, darah tinggi, sakit jantung dan otak, perkuat hati dan daya tahan tubuh serta perawatan wajah. Usaha ini telah berjalan sekitar 4 bulan yang dipasarkan lewat market place Lazada. Setiap bulan Fifi berhasil mendapatkan omset minimal 4 juta yang menunjukan bisnis ini memiliki prospek sangat menjanjikan. Fifi sapaan akrab nya mengaku memang memiliki semangat dan motivasi berbisnis yang tinggi. Hal ini semakin kuat ketika Covid-19 karena minat masyarakat untuk berbelanja secara online terus meningkat serta kesadaran akan kesehatan dan perawatan wajah dan tubuh bagi masyarakat yang juga terus meningkat. Selain itu menurut Fifi, berbisnis sangat penting untuk investasi pekerjaan di masa depan dan bisa membantu ekonomi keluarga lewat penghasilan yang didapatkan. Yang tidak kalah penting juga usaha ini nantinya akan diintegrasikan dalam aktifitas Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dimana salah satu bentuknya adalah Kegitan Wirausaha. Tak bisa dipungkiri, berbisnis di era kompetitif seperti saat ini memang tidaklah mudah. Fifi mengakui bisnis yang sama juga dilakukan oleh banyak orang. Karena itu, diperlukan kepintaran membaca peluang dan melakukan startegi bisnis yang cerdas dan efektif. “Alhamulillah usaha ini berjalan lancar berkat ketekunan, kerja keras dan semangat terus belajar. Kuncinya terletak pada kemampuan mengelola usaha dengan meyakinkan manfaat produk yang kita miliki, promosi yang terus menerus dan terpenting kesabaran,“ tutup Fifi.

Mahasiswa IP UMM berhasil Lolos Babak Final LKTIN-TIK UMSU 2022

Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Malang senantiasa mendorong mahasiswa untuk mengikuti berbagai macam lomba dan Kompetisi. Tujuanya sangat bagus untuk mahasiswa di mulai dari merangsang mereka untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penelitian, menambah pengalaman dan meningkatkan soft skill terutama public speaking. Terbaru 3 mahasiswa IP UMM atas nama Rahman Syahrul Awal, Rifki Muhammad Bintang dan Henry Hilmawan Wibowo dan kesemuanya merupakan mahasiswa Angkatan 2019 berhasil lolos sebagai finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (LKTIN-TIK UMSU) yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, 10-26 Februari 2022. Pada lomba yang mengambil tema “Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Indonesia Bangkit Berkompetensi Abad 21” Rahman, dkk berhasil lolos seleksi dengam mengambil judul “Pendidikan Karakter Sebagai Bekal Generasi Milenial Dalam Menghadapi Teknologi di Era Modern”. Artikel tersebut secara spesifik ingin melihat bagaimana generasi milenial mempersiapkan karakter diri yang kuat ketika berhadapan dengan penetrasi internet yang banjir informasi dan sering berdampak negatif. Generasi milenial yang keseharianya sangat dekat dengan media sosial perlu berhati-hati dan waspada dengan meningkatkan literasi digital agar tidak menghancurkan karakter diri yang humanis dan intelektual. Untuk menghadapi itu maka pendidikan karakter menjadi fondasi penting yang wajib dimiliki oleh generasi milenial agar mampu mengambil sisi positif dari perkembangan teknologi misalnya meningkat kreatifitas, sumber informasi dan memperluas cakrawala ilmu pengetahuan. Bukan justru sebaliknya teknologi informasi bukan justru menghasilkan generasi milenial yang kehilangan karakter sebagai generasi kritis karena mudah terpengaruh hoax dan informasi-informasi provokatif misalnya. Rahman mewakili teman-temanya menegaskan keikusertaan ini sebagai upaya mengembangkan diri dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan. “Dengan ikut lomba ini kami bisa menuangkan gagasan kami tentang perkembangan teknologi yang bak pisau bermata dua, menguntungkan dan merugikan generasi milenial. Rahman dkk, menyadari bahwa dari pengamatan yang dilakukan media sosial khususnya membuat banyak mahasiswa kehilangan karakter yakni jadi apatis, malas belajar dan rentan terpengaruh hoax dan ajaran-ajaran berbahaya lainya. Guna membendung hal tersebut maka pendidikan karakter menjadi kunci utama bagi generasi milenial dalam menyongsong masyarakat Indonesia yang kompetitif di abad 21. Pendidikan karakter wajib ditanamakan salah satunya lewat institusi pendidikan dan menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah, “tutur Rahman. Muhammad Kamil, S.IP.,MA selaku Ketua Prodi IP UMM Malang sangat mendukung semua kegiatan mahasiswa yang positif seperti ini. “Kami di Prodi memang berusaha semakimal mungkin mendorong mahasiswa untuk mengikuti lomba-lomba debat seperti ini. Karena itu iklim akademik diarahkan untuk mendukung hal tersebut serta melakukan pembimbingan langsung bagi mahahiswa yang ikut lomba. “Semua itu kami lakukan agar mahasiswa terus berprestasi dan terbiasa dalam iklim kompetisi yang kesemuanya akn membantu masa depanya nanti, “tutup Kamil.

Mahasiswa IP UMM Semakin Gencar dalam Kegiatan MBKM

IP UMM terus menunjukan perkembangan yang signifikan dalam pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sebagai prodi dengan status akreditasi Unggul, Prodi IP UMM telah melaksanakan keberapa kegiatan MBKM melalui mahasiswa-mahasiswa yang telah mengikuti beberapa program MBKM. Terbaru dilakukan oleh Ica Indah, Nadya Safitri, Nurfadhilah, Rossiva Indira yang berhasil mengikuti Studi Independen Bersertifikat (SIB) yang diadakan oleh SEAL (Social Economic Accelerator Lab) bersama dengan Amazon Web Services (AWS) Indonesia. Program ini mengambil judul Accelerating Digital Transformation in the Government direncanakan akan dilaksanakan mulai 21 Februari- 22 Juli 2022. Secara terperinci kegiatan dalam program ini dilaksanakan secara bertahap. Pada bulan Februari sampai dengan April 2020 proses pembelajaran dilakukan melalui kuliah umum secara daring. Setelah itu kegiatan project akhir, dimana para peserta akan langsung bekerja sama dengan Dinas-Dinas pemerintahan terpilih untuk terlibat langsung dalam proyek transformasi digital (digital transformation). Ica Indah salah satu peserta sangat antusias dan gembira dalam megikuti kegiatan ini. “Jelas ini kesempatan yang sangat berharga dan betul-betul harus kami ikuti dengan sangat serius. Kami bisa belajar banyak terutama bagaimana memahami secara detail dan komprehensif tentang tranformasi digital itu sendiri. “Selain itu kami juga bisa berkontribusi langsung dalam membantu percepatan transformasi digital dalam birokrasi pemerintahan di Indonesia agar lebih efisien dan efektif (optimal) apalagi disaat Covid-19 seperti ini, “tutup Ica. Selanjutnya yang dilakukan oleh Rahman Syahrul Awal dengan mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Padjajaran Program Studi Antropologi. Kerjsama ini bagian dari skema NUNI: Jejaring Universitas Nusantara, didalamnya ada 14 Universitas yang terlibat dimana UMM Malang dan Unversitas Padjajaran dua diantaranya. Lebih lanjut, program ini merupakan pertukaran pelajar skema yang ketiga yakni Pertukaran Pelajar antar Program Studi pada Perguruan Tinggi yang berbeda dimana mahasiswa diberikan kesempatan mengambil kuliah diluar program studi aslinya minimal satu semester. Kegiatan ini telah berlangsung sejak 15 Februari dan direncanakan selesai pada pertengahan Juli 2022. Kesempatan emas ini disambut gembira oleh Rahman Syahrul Awal. “Ini adalah kesempatan sangat bagus untuk saya bisa mempelajari antrpologi sebagai salah satu cabang ilmu yang saya sukai. Meskipun masih dilakukan secara online dan direncanakan hybrid, Rahman yakin proses belajarnya tidak akan terganggu. Dari 6 mata kuliah yang diambil dengan total 18 SKS Rahman yakin bisa mendapatkan ilmu, pengetahuan serta pengalaman yang sangat berharga untuk dirinya. “Saya yakin bisa belajar banyak lewat program ini karena berada disalah satu program studi antroplogi terbaik di Indonesia, “tegas Rahman. Muhammad Kamil, S.IP.,MA selaku Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Malang turut berbangga dan terus mendukung kesuskesan program ini. “Alhamdulillah pencapaian ini berkat ikhtiar mahasiswa sendiri, kami prodi hanya memfasilitasi dan membimbing saja. Muhammad Kamil berharap ini akan diikuti oleh mahasiswa lain mengingat MBKM adalah hal yang wajib.” Kami akan terus memotivasi dan membantu mahasiswa semakismal mungkin agar bisa mengikuti MBKM sesuai dengan keinginan dan potensi yang dimiliki, “tutup Kamil.

Pintar Manajemen Waktu, lulusan terbaik IP UMM Sukses Meraih Banyak Prestasi

Punya kesibukan dengan bekerja dan aktif di banyak organisasi bukanlah halangan untuk memperoleh prestasi akademik yang sangat memuaskan. Banyak mahasiswa yang enggan mencari kegiatan produkif lain diluar perkuliahan dengan alasan akan mengganggu nilai akademiknya. Ketakutan berlebihan tersebut dipatahkan oleh Ike Dwi Ambarwati, lulusan terbaik Ilmu Pemerintahan periode IV tahun 2021. Perempuan kelahiran Bondowoso, Jawa Timur berhasil lulus tepat waktu dengan predikat IPK cumlaude (3,88). Yang juga sangat luar biasa, Ike panggilan akrabnya memiliki segudang aktifitas lain berupa aktif di organisasi dan bekerja serta disaat bersamaan memiliki banyak prestasi akademik. Ike aktif dibanyak organisasi yang memiliki banyak kegiatan berbeda-beda. Di Intra Kampus pernah menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan (HIMAP). Di ekstra lebih banyak lagi, di mulai dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Himpunan Mahasiswa Bondowoso, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang sampai dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Malang pernah diikutinya. Tidak hanya itu, Ike juga pernah bekerja sebagai guru les private tingkat SD untuk semua mata pelajaran. Semua aktifitas tersebut jelas menyita waktu dan tenaga. Namun bagi Ike kuncinya adalah manajemen waktu dan penentuan skala prioritas. “Capek tentunya ya, namun itu sangat perlu saya lakukan untuk mengembangkan diri. Organisasi memberikan banyak hal seperti melatih kedewasaan berpikir, melatih kemampuan berbicara dan bersosialisasi, serta tentunya mendapatkan teman atau relasi. “Di organisasi saya mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru yang tidak saya dapatkan di bangku kuliah, “tambah Ike. Untuk mengajar les privat, Ike mengakui itu sebagai upaya untuk mencari penghasilan sendiri. Ike juga membagikan tips dan trik agar kuliah tetap berjalan dengan baik. “Pada dasarnya aktif di banyak organisasi itu justru mendukung perkuliahan kita. Wawasan mahasiswa akan semakin luas, nalar kritis terbangun yang itu sangat membantu kelancaran perkuliahan mahasiwa. Ike merasakan betul manfaat tersebut, berbagai prestasi khususnya presentasi di berbagai forum ilmiah dan penulisan artikel ilmiah berhasil diraih dilakukan dengan maksimal karena didikan dan pengalaman yang didapatkan selama berorganisasi. “Jadi tidak benar berorganisasi atau memiliki kesibukan lain yang positif itu menggangu kuliah kita, tinggal pintar-pintarnya diri kita sendiri dalam mengatur waktu, “tutup Ike.

Perkuat Implementasi MBKM, IP UMM Merancang Kerjasama denggan DP3AKB Kabupaten Bojonegoro

IP UMM terus menunjukan keseriusanya dalam pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sebagai prodi dengan status akreditasi Unggul, Prodi IP UMM semakin gencar dalam membangun kerjasama dengan stakeholder terkait. Terbaru penjajakan kerjasama dilakukan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anank dan Keluarga Berncana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro, Senin 31 Januari 2021. Proses pembahasan kerjasama yang dilakukan melalui Zoom ini pada prinsipnya telah menemui titik temu untuk disepakati. Selanjutnya finalisasinya sedang dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) yang akan ditandatangi kedua pihak dalam waktu dekat. Ini merupakan ikhtiar yang terus dilakukan oleh prodi IP UMM untuk membangun jejaring kerjasama yang dikemas dalam bentuk Magang MBKM. Secara umum kerjasama seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan mutu program studi dan reputasi akademik. Selain itu juga dapat menjadi sarana promosi serta berkontribusi langsung dalam penyelesaian masalah publik dan yang terpenting membantu pengembangan kompetensi mahasiswa. Kerjasama ini nantinya dalam bentuk magang/praktik kerja yang merupakan bagian dari MBKM. Muhammad Kamil, S.IP.,MA selaku Ketua Prodi IP UMM menyambut dengan bahagia dan antusias atas terjalinya kerjasama ini. “Alhamdulillah kami berterima kasih atas respon positif dan kesediaan DP3AKB bekerjasama dengan IP. Implementasi MBKM yang salah satu programnya adalah Magang/praktik kerja diharapkan dapat berjalan lancar di dinas DPK3AKB. Mahasiswa IP UMM dapat belajar dalam kurun waktu 1-2 semester untuk belajar banyak mengenai persoalan perempuan dan anak di Kabupaten Bojonegoro yang tentu saja juga menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Dengan waktu yang panjang dan proses belajar yang serius, diharapkan mahasiswa dapat berkontribusi dalam penyelesaian masalah perempuan dan anak di Kabupaten Bojonegoro baik terlibat langsung dalam proses pemberdayaan misalnya atau dengan memberikan saran dan rekomendasi. “Semoga saja kerjasama ini bisa dikembangkan dibidang-bidang yang lain kedepanya, “ujar Kamil. Sambutan yang sama juga ditunjukan oleh pihak DP3AKB Kabupaten Bojonegoro. Heru Sugiharto, SE,MM selaku Kepala Dinas DP3AKB Kabupaten Bojonegoro pada dasarnya menyambut dengan terbuka rencana kerjasama ini. “Intinya kami sepakat untuk dilakukan kerjasama ini, tinggal dibuatkan SPK agar lebih kuat, mengikat dan jelas. Mahasiswa IP UMM bisa belajar banyak bukan hanya tentang perlindungan perempuan secara konvensional dalam arti kekerasan dan pelecehan, namun juga perlindungan melalui pemberdayaan ekonomi sehingga menghasilkan perempuan yang produktif. “Kami siap membimbing dan mengarahkan mahasiswa IP dalam kegiatan magang sehingga bisa lebih memahami dunia birokrasi pemerintahan yang sesungguhnya, “tutup Heru.

Dosen IP UMM Soroti Pemindahan Ibu Kota Indonesia

Setelah melalui perdebatan dan kontroversi yang sangat panjang akhirnya rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur tepatnya di dua wilayah yakni Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara memasuki babak baru. Selasa, 18 Januari UU Ibukota Negara (IKN) resmi disahkan oleh DPR. Dengan mengambil Nusantara sebagai nama ibukota tersebut, proyek ambisius ini tetap menyisakan banyak persoalan. Hal ini disoroti oleh dosen Ilmu Pemerintahan UMM Malang, Ach. Apriyanto, S.IP.,M.Si. Dosen kelahiran Pamekasan Jawa Timur yang juga saat ini menjabat sebagai sekretaris Prodi melihat banyak masalah dalam kebijakan ini. Pertama, proses pembahasan sampai pengesahan yang sangat cepat. “Jika dilihat UU ini merupakan UU tercepat sepanjang sejarah pembentukan UU di Indonesia. Masalahnya minim pelibatan partisipasi publik sehingga kurang demokratis. UU ini terkesan sangat dipaksakan sehingga suara publik tidak lagi didengar. Misalnya yang krusial soal ancaman krisis air bersih yang telah diingatkan berkali-kali oleh koalisi masyarakat sipil, “keluh Apriyanto. Kedua, proyek ratusan triliun ini hanya menguntungkan kepentingan elit politik dan bisnis. Ini bisa dilihat dari pemain-pemain besar yang menguasai lahan di IKN. “Coba perhatikan data yang dirilis oleh Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang menunjukan terdapat 162 konsesi tambang, kehutanan, perkebunan sawit, dan PLTU batu bara di IKN. Dari data tersebut juga terlihat setidaknya ada lebih dari 50 nama politikus terkait dengan kepemilikan konsesi di lokasi IKN yang dekat bahkan duduk dalam kekuasaan. Ini juga diperkuat dari data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bahwa sebanyak 73.584 hektare konsesi tambang batu bara di wilayah IKN yang didalamnya ada 92 lubang bekas tambang. Ini terlihat seperti bagi-bagi proyek pembangunan saja, jelas mereka sangat diuntungkan karena salah satunya akan mendapatkan ganti rugi lahan/tanah yang sangat mahal, “tegas Apriyanto. Ketiga, sensitiftas pada kepentingan publik yang rendah. “Saat ini ekonomi Indonesia sedang mengalami goncangan akibat Covid-19. Kenapa tidak anggaran sebanyak 466 triliun tidak untuk fokus pemulihan ekonomi dan bantuan sosial bagi masyarakat miskin. Ini belum lagi porsi pembiayaan IKN, 53, 5 % berasal dari APBN sedangkan 46, 5 % dari skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), swasta dan BUMN. Beban APBN kita akan semakin berat yang sangat mungkin akan didapatkan dari utang. Proyek ini jelas hanya merupakan upaya Jokowi membangun hard legacy politik sebagai Bapak IKN. Namun waktunya yang tidak tepat dan proses penataanya yang masih bermasalah. Pemimpin yang baik itu harusnya tidak meninggalkan legacy berupa utang dan kerusakan lingkungan,” tutup Apriyanto.