Prodi Ilmu Pemerintahan UM Jember Belajar Pengelolaan Laboratorium ke IP UMM

Malang, 1 Februari 201. Rombongan dari jurusan ilmu pemerintahan Universitas Muhammadiyah Jember yang terdiri dari Akbar Maulana, S.IP.,M.Si, Iffant Galant El Muhammady, M.Si dan satu mahasiswa berkunjung ke prodi ilmu pemerintahan untuk belajar langsung mengenai tatakelola laboratorium IP UMM. Mereka belajar membuat konten yang menarik dan beberapa aplikasi yang dikembangkan oleh IP UMM dalam proses pengajaran. Yana Syafriana, M.Si selaku Ka Lab IP UMM menjelaskan aplikasi-aplikasi ini sangat membantu proses pembelajaran mahasiswa dalam memehami tantangan tata kelola pemerintah berbasis IT. Selanjutnya, Akbar mengatakan harapanya bisa mengembangkan hal yang sama kepada mahasiswa IP UM Jember.

Prodi IP UMM Berhasil Juara Umum 3 Kali Berturut-turut Simposium Nasional AIPPTM

Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa-mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM yang mengikuti kegiatan SIMPOSIUM Nasional tahun 2020 yang diselenggarakan oleh AIPPTM (Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah) dengan tuan rumah Universitas Muhammasiyah Kendari. Adapun tema SIMPOSIUM Nasional adalah “Open dan E-Government untuk Kebijakan Sektor Publik Berkeadilan”. Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual ini diikuti kurang lebih 19 Universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia dan beberapa perwakilan kampus negeri. Kegiatan yang diikuti presentasi hasil dari penelitian mahasiswa ini kurang lebih melibatkan lebih dari 100 mahasiswa dari perguruan tinggi diatas. Perwakilan IP UMM sendiri paling banyak diantara yang lainnya dengan mengirimkan 27 artikel yang dipresentasikan baik secara individu maupun tim. Amandha salah satu perwakilan delegasi yang mempresentasikan artikelnya mengatakan bahwa ini adalah keikutsertaan yang ketiga kalinya. Amandha juga sangat bangga dengan apa yang diperoleh prodi IP UMM. Prodi IP UMM dinyatakan sebagai juara umum pada gelaran Simposium Nasional 2020. Prestasi ini patut kita syukuri dan terus kita tingkatkan untuk Prodi Ilmu Pemerintahan yang lebih maju.

Prodi IP UMM Sukses Gelar Simposium Nasional Tantangan Penyelenggaraan Pemerintahan di Era Revolusi Industri 4.0

Prodi IP UMM Sukses Gelar Simposium Nasional Tantangan Penyelenggaraan Pemerintahan di Era Revolusi Industri 4.0 Malang, 9/12/19 – Prodi IP UMM sukses menyelenggarakan Simposium Nasional dengan mengusung tema “Tantangan Penyelenggaraan Pemeirntahan di Era Revolusi Industri 4.0”, bertempat di Aula GKB IV Lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 350 peserta yang berasal dari berbagai Universitas baik dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah maupun Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Total ada 157 artikel yang dipresentasikan oleh peserta. Acara ini merupakan hasil kerjasama dari AIPPTM (Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM serta co-host dari beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya. Ketua AIPPTM Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si mengatakan bahwa birokrasi pemerintahan harus mewujudkan “Dynamic Government”. Sebuah pemerintahan yang mampu mengikuti dan beradaptasi dengan tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi informasi. Melalui forum ini, akademisi dan praktisi ilmu pemerintahan bisa merumuskan strategi-strategi yang bisa diterapkan oleh pemerintah. Dalam acara ini juga dihadiri langsung oleh Sekda Kota Malang Drs. Wasto, SH, MH yang dalam kesempatan ini mewakili Wali Kota Malang. Simposium dibuka langsung oleh Wakil Rektor I (Bidang Akademik) Prof. Dr. Syamsul Arifin, dalam kesempatan tersebut Samsul mengapresiasi kegiatan semacam ini, apalagi dengan jumlah peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Hal ini seperti layaknya sebuah SEA GAMES. Samsul mengucapkan selamat dating buat delegasi di Kampus Putih, Jas Merah. Selamat berkompetisi dan mempresentasikan hasil penelitianya dengan baik. Simposium Nasional yang diselenggarakan pada 9 Desember 2019 merupakan rangkaian awal dari kegiatan-kegiatan Prodi IP dan AIPPTM yang lain, yang kemudian dilanjutkan dengan Seminar Nasional pada 10 Desember 2019. Ditempat yang berbeda juga digelar Rapat Kerja Nasional AIPPTM yang diikuti oleh 14 Universitas Muhammadiyah yang memiliki prodi ilmu pemerintahan. Dan pada tanggal 11 dan 12 Desember 2019 adalah Pelatihan NVIVO. Rangkaian kegiatan ini sekali lagi merupakan persiapan dan langkah dalam menghadapi perkembangan keilmuan dan perubahan zaman yang ada di masyarakat.

Angakatan Pertama IP UMM gelar silaturahmi

Minggu, 22 November 2020, kesibukan dan jarak yang terpisah tidak membuat silaturahmi terputus. Semangat itulah yang menggerakan alumni Ilmu Pemerintahan (IP) UMM Malang tahun 1986 untuk melaksanakan reuni sederhana. Sebagai angkatan pertama Reuni ini juga menghadirkan Bapak Drs. Imam Hidayat, M.Si-salah satu tokoh senior yang palin disegani dan berkontribusi untuk kemajuan IP UMM. Beliau adalah salah satu pendiri Ilmu Pemerintahan UMM yang saat itu juga nenjabat sebagai Kepala Program Studi sekaligus sudah dianggap bapak sendiri oleh mahasiswa. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 30 orang alumni 1986 lintas kelas ini punya tujuan utama untuk silaturahmi dan mempererat kekeluargaan. Semangat itupula yang membuat Imam Hijayat ditengah usianya yang semakin senja tetap menyempatkan hadir di reuni yang diaksanakan di rumah salah satu alumni Sidik di Kota Blitar. Imam Hidayat dalam sambutanya mengucapkan rasa syukur dan bangga ajang mengeratkan tali persaudaraan sebagai keluarga besar Ilmu Pemerintahan UMM tetap terjaga. Pesan penting Pak Imam-panggilan akrab beliau adalah pentingya kerja keras dalam hidup untuk meraih kesuksesan namun dengan tetap menjaga silaturahmi yang dalam ajaran islam sangat ditekankan. Kegiatan penuh keakraban ini berlangsung dari pukul 10.00-15.00 WIB bukanlah akhir. Direncanakan tahun 2021 reuni lebih besar dengan kembali diadakan.

FISIP UIN Raden Fatah Palembang Benchmarking Pengembangan Laboratorium Ilmu Pemerintahan

Malang, 23 November 2020. Rombongan FISIP UIN Raden Fatah Palembang melakukan benchmarking pengembangan ke Laboratorium IP dan Komunikasi. Rombongan yang terdiri berjumlah 11 orang ini diwakili oleh Ainur Ropik, M,Si sebagai Wakil Dekan II FISIP, Dr. Kun Budianto sebaga Dekan III FISIP, Tuti Yuniarti, M.Si sebagai Kasubah Umum, dan beberapa staf dan dosen lain yang turut serta. Sebagai pendatang baru di pengembangan ilmu sosial dan ilmu politik, FISIP UIN sedang merintis untuk membangun pengembangan pengetahuan melalui Laboratorium. Diharapkan dengan belajar di FISIP UMM maka dapat menambah pengetahuan dan strategi pengembangan di FISIP UMM. Sedangkan dari FISIP UMM yang diwakili oleh Dekan Dr. Rinikso Kartono, M.Si sangat membuka dan sangat mengapresiasi upaya kolaborasi dan networking seperti ini. Hal ini untuk menyiapkan mahasiswa yang tangguh dan mendukung kebijakan pemerintah “merdeka belajar”. Dan pioneer pengembangan ini bisa diprakarsai oleh Laboratorium. Kemudian dalam laboratorium IP, rombongan belajar beberapa praktikum mata kuliah seperti Teknologi Informasi Pemerintahan, Urban Politics, Pelayanan Sektor Publik yang berhasil mengembangkan Ndes IT, Powersim, GIS. serta beberapa hal yang bisa meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Prodi IP Gelar Seminar Nasional “New Normal dan Perencanaan Pembangunan Daerah Terintegrasi”

Malang, 12 November 2020. Situasi new normal akibat pandemi berdampak pada perencanaan pembangunan di Indonesia. Bencana kesehatan yang efeknya multidimensional ini memaksa daerah melakukan revisi drastis dalam program kegiatan danperencanaan pembangunan kedepannya. dialihkan (refocusing) untuk mengatasai dampak jangka pendek dan panjang Covid-19 yang tentu saja masih akan dilakukan dalam beberapatahun kedepan. Perubahan ini harus mampu diakomodir dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Kini Indonesia memasuki fase New Normal,tugasselanjutnya adalah merencanangkan target pembangunan yang realistis namun tetap bertumpu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) dan pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Sebab itu daerah yang menjadi titik sentral pembangunan dalam era otonomi daerah dituntut untuk merencanakan perencanaan pembangunan yang integrasi dimana aspek penyelesaian pandemi covid-19 berjalan bersama dengan pemenuhaan target ketiga dokumen perencanaan tersebut. Khusus target SDGs menjadi pekerjaan yang lebih berat mengingat pandemi mengakibatkan angka kemiskinan semakin meningkat dan ditambah dengan kontroversi UU Cipta Karya kerja yang dikritik oleh gerakan masyarakat sipil dan akademisi karena sangat berpotensi mengabaikan keberlanjutan lingkungan di daerah. Dengan demikian perlu fleksibilitas dalam sistem perencanaan pembangunan daerah agar mampu menangkap perubahan yang terjadi. Perlu ada sistem perencanaan pembangunan daerah misalnya dalam bentuk rencana strategis yang asumsinya realistis mampu mengakselerasi pembangunan kesejahteraan di daerah. Sebuah tugas yang tentu saja tidak mudah mengingat saat ini daerah sedang dalam keadaan tidak normal akibat Covid-19 yang belum dapat diprediksi selesainya. Namun era New Normal dapat menjadi momentum untuk tetap memulihkan dampak ekonomi dan sosial agar target perencanaan yang tertuang dalam dokumen RPJMN, RPJMD dan SDGs tetap dapat terpenuhi. Meskipun tantangan ini sangat berat namun pemerintah daerah tetap perlu mendesain sistem perencanaan pembangunan daerah yang adapatif. Sebab itusinergitas antar pemangku kepentingan yakni pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci penting agar tercipta integrasi pembangunan di mana kepentingan masyarakat menjadi orientasi utamanya dapat terwujud. Seminar ini mengundang Drs. Bob. R.F Sagala, M.Si, sebagai Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Jawa Bali, dan Dosen IP UMM, Iradhat Taqwa Sihidi, M.A. Dua pemateri itu menekankan upaya refocusing untuk beberapa perencanaan untuk situasi krisis yang terjadi di banyak daerah. Selain itu juga upaya integrasi perencanaan juga perlu ditingkatkan antara daerah dan pusat. Sehingga antar perencanaan satu dengan yang lain tidak tumpang tindih. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta yaitu mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM.

Torehan Prestasi Mahasiswa IP Terus Mengalir

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Mahasiswa IP Universitas Muhammadiyah Malang. Pertama adalah satu tim yang lolos PIMNAS (Pekan Ilmiah Nasional) XXXIII tahun 2020. Tim yang terdiri dari Ul Inanti (2018), Feninda Eka Tasya (2018), Ismi Imania Eka Ikhsani (2018), berhasil mempertahankan karya ilmiah di depan reviewer. Mereka mengangkat isu pertanian di era Revolusi Industri 4.0. Ul sapaan salah satu anggota tim mengatakan proses pembuatan karya ilmiah ini cukup lama dan dibantu proses bimbingan dengan Dosen Ach. Aprianto Romadhan, M.Si. Keberhasilan ini disyukuri bersama karena membawa nama universitas untuk mengikuti ajang nasional bergensi seperti PIMNAS. Selanjutnya prestasi lain ditorehkan oleh mahasiswa baru IP (2020) UMM bernama Nara Winda Agusningtyas yang berhasil mendapatkan juara 2 Liga Paralayang Jawa Timur. Mahasiswi yang menekuni paralayang sejak SMA ini berhasil juara 2 setelah mengalahkan beberapa peserta dari daerah lain. Nara berharap prestasi ini bisa terus meningkat dan bangga bisa memberikan konstribusi ke Universitas dan Program Studi.

Memperingat Hari Sumpah Pemuda, HIMAP Gelar Diskusi Tentang Gerakan Mahasiswa Kontemporer

Pada Tanggal 28 Oktober 2020 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang tergabung dalam organisasi HIMAP mengadakan diskusi dengan tema “Gerakan Mahasiswa Kontemporer”. Diskusi ini diikuti oleh sebagian besar mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2018. Dalam diskusi tersebut disampaikan oleh Fais Mirwan Hamid. Fais dalam penjelasannya berusaha membawa audience untuk memaknai kembali peristiwa sumpah pemuda, dan mengaplikasikannya dalam kegiatan sehari-hari. Mengajak para peserta untuk dapat memahami, merefleksikan, dan menerapkan pemaknaan isi sumpah pemuda yang mengajarkan kesatuan dan cinta tanah air khususnya di masa globalisasi.

Mahasiswa IP Berhasil Menjuarai Lomba “Dialog Interaktif Demokrasi dan Politik Identitas”

Malang, 9 November 2020. Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa ilmu pemerintahan, FISIP, UMM. Tim mahasiswa yang terdiri dari Mariano Werenfridus, Wiebi Winarto, dan Ilham Muhammad Shandy mengikuti kegiatan Lomba Dialog Interaktif Demokrasi dan Politik Identitas yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Malang. Mereka berhasil menjuarai setelah masuk 5 besar yang telah diseleksi dari 27 artikel yang masuk oleh panitia. 5 besar delegasi berasal dari 3 tim dari Universitas Negeri Malang, 1 Universitas Wisnu Wardhana, dan 1 dari UMM sendiri. Tim yang diketuai oleh Mario (sapaan akrab dari Mariano) mengangkat judul “Antisipasi Gerakan Politik Identitas di Indonesia”. Dalam karyanya mereka memberikan gagasan untuk melibatkan masyarakat dalam praktik politik tanpa melihat Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA). Apalagi jika kita lihat kehidupan demokrasi di Indonesia, pola-pola politik identitas selalu menarik dan dibuat bahan oleh para politikus dalam memperoleh suara.Hal ini semetinya tidak terjadi dan perlu dieliminir. Tim tersebut juga menjelaskan bahwa dalam penyusuan ini dibimbing oleh Dosen Ivan Taufikurrahman, M.H. Apresiasi tinggi disampaikan oleh Ketua Prodi Imu Pemerintahan yang terus mendorong mahasiswa untuk berprestasi dalam kegiatan apapun sehingga bisa membawa kebanggan dan menjadi bekal bagi mahasiswa pasca kehidupan kampus.

IPDN Kampus Jakarta Benchmarking dengan IP UMM

Malang, 20 Oktober 2020. Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang menerima kunjungan dari rombongan IPDN kampus Jakarta. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Direktur, Dr.Prio Teguh, SH,M.Si membawa tim yang tersusun dari dosen dan tenaga kependidikan. Acara ini disambut langsung oleh jajaran dekanat yang diwakili oleh WD 1 dan 2 serta beberapa perwakilan dosen dari Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Acara yang dikemas dengan diskusi semi formal ini tetap memakai protokol standard Covid-19 dengan dilakukan di open space selasar lt 6 GKB 1 UMM. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Prio menyampaikan ingin belajar langsung dalam mengembangkan laboratorium Ilmu Pemerintahan. Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Muhammad Kamil, M.A menyambut secara terbuka dan senang atas kunjungan IPDN terhadap pengembangan akademik yang selanjutnya beberapa program dari laboratorium Ilmu Pemerintahan dijelaskan langsung oleh Yana S. Hijri, M.IP. Dalam penjelasanya Pak Yana sapaan beliau menjelaskan beberapa kegiatan seperti pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kompetensi mahasiswa, diantaranya adalah GIS (Geographic Information System), Sidesa, Power SIM dsb. Kegiatan tersebut diharapakan mampu membekali mahasiswa IP untuk terjung ke masyarakat sekaligus menguatkan tagline dari Prodi IP yaitu “Strengthening Dynamic Governance” artinya pemerintahan harus bergerak dinamis mengikuti perkembangan yang ada di masyarakat.