IP UMM dan Unismuh Makassar Sepakat untuk Pertukaran Mahasiswa

Malang, 12 Oktober 2020. Dalam menghadapi kampus merdeka dan tantangan yang semakin kompleks, IP UMM dan Unismuh Makassar sepakat untuk melakukan pertukaran pelajar. Pertukaran pelajar ini diikuti oleh 10 mahasiswa IP UMM dan 10 Mahasiswa IP Unismuh Makassar. Mahasiswa peserta pertukaran pelajar ini akan menempuh mata kuliah yang terprogram selama 1 semester. Pertukaran mahasiswa ini juga dilaksanakan secara daring (online). Dalam pembukaan masa orientasi yang dilaksanakan secara daring dihadiri oleh jajaran dekanat FISIP UMM dan FISIP Unismuh Makassar. Dekan FISIP UMM, Dr. Rinikso Kartono, M.Si dalam sambutanya menjelaskan sangat mendukung upaya-upaya kolaboratif ini, beliau sangat antusias dan mengucapkan selamat datang di Kampus Putih Jas Merah bagi mahasiswa IP Unismuh. Meskipun dilakukan secara daring beliau berpesan untuk tetap semangat dan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif. Sedangkan Dekan FISIP Unismuh Makassar Dr. Ihyani Malik, S.Sos.,M.Si, mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang dilakukan dengan FISIP UMM. Ihyani sapaan akrab beliau berharap kerjasama ini tidak berhenti pada pertukaran mahasiswa tetapi juga bisa berupa visiting lecturer, join research dan lain sebagainya. Kemudian Muhammad Kamil, S.IP., M.A menjelaskan mengenai detail mata kuliah apa saja yang diambil dan culture pembelajaran di FISIP UMM.

HIMAP (Himpunan Mahasiswa Pemerintahan) Gelar Diskusi Tentang Omnibus Law

Minggu, 8 November 2020 HIMAP UMM mengadakan kegiatan dengan tema “Menyoal Omnibus Law; Apa Dampaknya?” yang dilaksanakan di Zoom Meeting. Diskusi ini merupakan salah satu program dari Bidang Sosial Kemasyarakatan (SOSMA) HIMAP UMM periode 2019/2020. Program Diskusi Sosial ini merupakan manifestasi butir ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat yang bergerak dibidang Sosial Kontrol. Program Diskusi ini bertujuan agar membangkitkan rasa kepedulian mahasiswa Ilmu Pemerintahan terhadap isu sosial yang terjadi dan sedang diperbincangkan oleh semua pihak. Program ini diikuti oleh 187 orang via virtual. Program Diskusi Sosial ini disambut baik oleh para peserta yang mengikuti acara tersebut. Selain itu program kerja ini juga diikuti oleh anggota HIMAP dan pemateri Muhammad Abni Setiawan. Program Diskusi ini dibuka dengan sambutan dari Host Anggota Muda Divisi Humas (Tanisa Fitria Damayanti), Moderator (Okta Widya Ningrum), Ketua Pelaksana (Muhammad Levia Dava Rejeki Effendi) dan Pemateri (Muhammad Abni Setiawan). Setelah pembukaan selesai langsung dilanjutkan pembacaan CV oleh Moderator. Setelah pembacaan CV dilanjutkan penyampaian Materi oleh pemateri. Abni Setiawan menyoroti peluang dan tantangan lapangan pekerjaan akibat dari Omnibus Law Ciptaker bagi kau muda. Jangan sampai niat baik pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan yang banyak, akan tetapi SDM pemuda kita tidak masuk secara kualifikasi. Kemudian dilanjutkan sesi Tanya jawab antar peserta dan pemateri. Setelah sesi Tanya jawab selesai moderator pengembalikan acara kepada host dan host menutup acara diskusi.

Prodi IP Gelar Pengenalan Iklim Akademik Kepada Mahasiswa Baru Tahun 2020

Malang, 1 Oktober 2020. Prodi Ilmu Pemerintahan menggelar pengenalan iklim akademik kepada mahasiswa baru tahun 2020 secara daring. Dalam kesempatan tersebut dihadiri sebagian besar dosen prodi ilmu pemerintahan. Sedangkan dari daftar mahasiswa yang mengikuti zoom langsung terdapat 140 mahasiswa. Dalam kesempatan pertama, Kaprodi Ilmu Pemerintahan Muhammad Kamil, S.IP., M.A menjelaskan visi misi dan beberapa kegiatan akademik maupun non akademik yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Selanjutnya, Yana S. Hijri, S.IP., M.Si menjelaskan kegiatan dan praktikum yang dapat dinikmati oleh mahasiswa. Mahasiswa IP juga berkesempatan mengikuti kegiatan internasional seperti student exchange. Selama pengenalan, mahasiswa terlibat aktif bertanya mengenai mekanisme perkuliahan bahkan isu-isu yang berkembang saat ini. Terakhir, Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si memberikan pesan kepada mahasiswa untuk semangat belajar dan membuka cakrawala tentang ilmu pemerintahan yang sangat strategis. Mereka harus meminta restu kepada orangtua demi kesuksesan mereka, dan selama aktif perkuliahan untuk bisa bertanggung jawab dan lulus tepat waktu.

Inovasi “Sego Boran” di Kabupaten Lamongan

Malang, 14 September 2020. Meskipun di tengah situasi pandemi, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM tetap antusias dan ikut membantu dalam pelayanan publik di Kabupaten Lamongan. Mahasiswi bernama Mazidatur Rahmah ini magang di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lamongan. Untuk memaksimalkan pelayanan di tengah pandemi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil memanfaatkan aplikasi “Sego Boran” (sarana elektronik gratis berkas online administrasi kependudukan) untuk pelayanan administrasi kependudukan. Pengajuan Online meliputi, KTP el, KIA (Kartu Identitas Anak), akta kelahiran, akta kematian dan aktivasi data. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan tersebut caranya hanya menambahkan nomor kontak pelayanan yang tertera ke dalam Aplikasi Whattapp melalui nomor yang sudah disiapkan yakni 08113699514. Untuk alur pengajuan, pemohon diharuskan menghubungi Call Center terlebih dahulu ke nomor WA yang sudah tertera dan dipublish ke masyarakat. Selain itu pemohon akan langsung dipandu oleh operator call center Disdukcapil melalui nomor WA terkait untuk mengurus dokumen apa yang diperlukan. Proses selanjutnya, pemohon akan diarahkan oleh operator call center Disdukcapil untuk mengirim persyaratan dan formulir permohonan ke email yang sudah ditentukan. Kemudian, email diterima bidang untuk di verifikasi petugas. Dan apabila berkas persyaratanya ada kekurangan akan ada pemberitahuan untuk dilengkapi ulang, sedangkan yang sudah lengkap akan segera diproses setelah persyaratan sudah dinyatakan lengkap dan segera diproses, kemudian pemohon akan mendapatkan pemberitahuan dari operator untuk pengambilan adminduk-nya. Dan selanjutnya Para pemohon akan mendapatkan pemberitahuan dari operator untuk pengambilan dokumen yang sudah selesai.

Mahasiswa IP Mengikuti Pelatihan Pengelolaan Home Stay Di Desa Wisata Pujon Kidul

Malang, 10 September 2020. Dalam rangka meningkatkan daya saing pariwisata di Kabupaten Blitar, Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Diparbudpora) Kabupaten Blitar mengelar pelatihan manajemen homestay bersama seluruh Staf Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kabupaten Blitar agar usaha ekonomi para pelaku wisata yang terdampak pandemic covid-19 kembali menguat. Pelatihan yang di gelar mulai Senin-Rabu 30 agustus hingga 2 September 2020 ini di ikuti oleh sekitar 50 orang pengelola jasa usaha homestay dan penginapan yang di laksanakan di Kampung Wisata Ekologis Puspsa Jagad, Desa Semen, Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Pelatihan manajemen tata kelola homesyat ini merupakan salah satu upaya Pemkab Blitar guna menguatkan kembali sector pariwisata di era new normal Harapannya pelatihan yang sedang dilakukan ini mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blitar khususnya bagi pelaku usaha sector pariwisata di Kabupaten Blitar. Pengelolaan homestay dan penginapan perlu terus meningkatkan kualitas pelaynan yang di dukung sumber daya manusia (SDM) yang memadai sehingga penerapan protocol kesehatan dalam mencegah penyebaran covid-19 dilakukan secara baik sehingga perekonomian di sector parwiwisata beranggsur pulih kembali. Pelatihan homestay di Desa Wisata Pujon Kidul ini juga diharapakan bagi pengelola homestay di Kabupaten Blitar dapat menerapkan ilmu yang diperoleh sehingga bisa menjadi sarana awal untuk membangkitkan sector ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Blitar. Saat ini tingkat keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisata saja, akan tetapi juga beberapa lama rata-rata wisatawan tinggal dan menginap di daerah tersebut.

Mahasiswa IP Mengikuti Sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Tahun 2020

Senin, 04 Agustus 2020 merupakan kegiatan Sosialisasi Pencalonan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Tahun 2020. Dalam kegiatan itu, mahasiswa IP bernama Panji Arya Wiguna mengikuti kegiatan tersebut, Panji sapaan akrabnya saat ini sedang mengikuti kegiatan magang riset di KPU Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Aston yang tepatnya berada di Perumahan Kahuripan Nirwana Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini dihadiri oleh TNI, Polres, pihak Instansi Daerah Kabupaten Sidoarjo, PLT Bupati tahun 2014-2019, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Sidoarjo, BNN Kabupaten Sidoarjo, HIPSI, ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Bawaslu, serta 16 partai politik se-Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menyampaikan tahapan-tahapan terhadap pencalonan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo tahun 2020 ini. Ibu Miftah selaku perwakilan pegawai KPU Kabupaten Sidoarjo menjelaskan dan mensosialisasikan bagaimana tahapan-tahapan dalam pencalonan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo tahun 2020. Contohnya, tahapan ini dimulai pada tanggal 28 Agustus hingga 3 September 2020 dengan pengumuman pendaftaran calon serta diakhiri pada tanggal 24 September 2020 dengan pengundian dan pengumuman nomor urut. Maka dari itu, kegiatan sosialisasi ini sangatlah penting dan wajib untuk semua (dari TNI hingga 16 partai politik se-Kabupaten Sidarjo).

Prodi IP Perkuat Metodologi dalam Penelitian Ilmu Pemerintahahan

Malang, 13 Agustus 2020. Demi menguatkan kerangka metodologi dalam penitian tugas akhir, Prodi Ilmu Pemerintahan melalui Laboratorium Ilmu Pemerintahan menggelar webinar dengan tema “Memahami Metodologi ilmu Pemerintahan dan Politik”. Pada kegiatan ini dipandu langsung oleh Bapak Iradhat Taqwa Sihidi, S.IP., M.A dengan pembicara Khrishno Hadi, M.A. Bapak Khris sapaan beliau menjelaskan betapa pentingnya metode dalam melakukan penelitian, hal ini sebagai konsekuensi logi dari teori yang kita pilih dalam penelitian. Metode ini idgunakan untuk melihat fenomena sosial yang ada disekitar kita, dan dijadikan topik menarik dalam penelitian. Selanjutnya dalam berpikir metodologis, khususnya dalam ilmu sosial tidak ada bebas nilai, artinya ilmu sosial tidak bisa lepas dari faktor lingkungan di sekitar kita. Selain itu juga penting menentukan fokus masalah yang menjadi bahasan dan poin awal dalam melakukan penelitian. Terakhir, beliau berpesan untuk selalu membaca fenomena dan teori yang kontekstual untuk mendukung penelitian yang dilakukan.

Dosen IP UMM, Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si Menjadi Pembicara Pada Seminar Nasional ADIPSI

Malang, 26 Agustus 2020. Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia mengadakan seminar series 1 dengan tema “Reinterpeting Scope and Subject Matters of Government Science”. Seminar yang digelar secara daring ini merupakan hasil kerjasama dari AIPPTM (Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah) dengan beberapa perguruan tinggi dari Universitas Padjajaran, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Riau, dan Universitas Lampung, dan Universitas Muhammadiyah Malang.Terdapat empat pembicara yang salah satunya adalah dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Bu Tri sapaan akrab beliau memaparkan Mengintepretasikan Kembali Ilmu Pemerintahan. Dalam paparanya, Bu Tri menegaskan kembali posisi ilmu pemerintahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus bagaimana prospek kedepan ilmu pemerintahan. Beliau mengatakan bahwa ilmu pemerintahan membahas banyak kajian materi yang sangat banyak, akan tetapi tidak pada objek operasional. Artinya ilmu pemerintahan lebih fokus pada tata kelola dan menjadi payung atas permasalahan masyarakat. Oleh karena itu peran ilmu pemerintahan dalam menanggapi problematika masyarakat akan menjadi hal yang mendasar dan subjek. Sehingga Ilmu pemerintahan kedepan akan selalu relevan dan bergerak dinamis sesuai dengan dinamika masyarakat.

Ilmu Pemerintahan dan Profesi Politisi

Prodi Ilmu Pemerintahan berhasil mengadakan sesi Alumni Bicara dengan menghadirkan Cecep Lisbano sebagai anggota DPRD Kab. Sumbawa, Muhammad Erwin, S.IP sebagai anggota DPRD Kab. Bima; R.A Lutfiatunnada P, S.IP sebagai anggota DPRD OKI; Amira Ghaida Dayanara, S.IP sebagai anggota S.IP. dan dipandu oleh Ac. Apriyanto Romadhan, M.Si Dalam acara ini, mendiskusikan tentang politik beberapa pengalaman untuk menjadi politisi di level lokal. Pertama Cecep menceritakan bahwa perjalanan politiknya di mukai dari motivasi dosen pembimbing untuk mengambil tema skripsi yang menantang dengan tujuan untuk membangun networking terutama pada ranah politik lokal. Cecep akhirnya menjadi salah satu anggota partai dan berhasil mengantarkanya menjadi legislator Sementara Amirah lebih menitikberatkan pada aspek komunikasi yang berhasil mengantarkannya menjadi legislator di Kabupaten Batu. Kemampuan komunikasi sangat bermanfaat untuk menyampaikan informasi program ke masyarakat. Hal berbeda juga diceritakan oleh Erwin yang menjelaskan bahwa terjadi perbedaan antara pengetahuan politik di kelas dengan politik praktis. Erwin juga menjelaskan bahwa posisinya menjadi legislator dikarenakan ada permintaan dari masyarakat langsung untuk masuk ke legislatif. Hal itu ditujukan untuk ikut membantu proses pembangunan di desa.

Ardi Firdiansyah, Mahasiswa IP Semester 7 Berhasil Menerbitkan Buku

Malang, 16 Juli 2019. Gerakan literasi yang selama ini dilaksanakan dalam beberapa kegiatan berhasil mengeluarkan output berupa karya mahasiswa. Mahasiswa IP angkatan 2017 bernama Ardi Firdiansyah adalah contohnya. Mahasiswa yang saat ini menginjak semester 7 berhasil menerbitkan buku berjudul “Menimbang Kebaikan Dalam Politik”. Buku yang ditulis dalam waktu 1 tahun ini menjelaskan dinamika politik nasional dan lokal di Indonesia. Buku ini merupakan bentuk inspirasi yang diperoleh dari Ardi dalam menangkap fenomena sosial bahwa banyak mayoritas masyarakat yang melihat politik dari sisi negatif. Padahal politik itu adalah seni dan alat untuk tujuan bersama. Mahasiswa yang berasal dari Nusa Tenggara Barat sebelumnya sangat aktif di organisai extra kampus IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FISIP UMM. Ardi berharp buku ini bisa dibaca oleh para mahasiswa dan umum untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan dan mendorong mahasiswa lain untuk terus melakukan gerakan literasi.