Profil Mahasiswa Berprestasi : RAIH PRESTASI DAN MENJADI AKTIVIS DEMOKRASI DI ARAS LOKAL

Azhari, nama yang sederhana dan mudah diingat, merupakan mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP UMM. Azhari dikenal sebagai aktivis organisasi intra dan ekstra kampus. Mahasiswa asal Aceh ini aktif di LSM dan diberbagai organisasi. Pada tahun 2009-2010 menjabat ketua II PMII Komisariat UMM dan Mendagri BEM Universitas, Ketua Umum Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Aceh (IPPMA) Malang (2010-2011), dan pernah menjabat sebagai ketua umum Lembaga Solidaritas di tahun 2007-2009. Selain itu, Azhari aktif diberbagai kegiatan advokasi khususnya pendidikan, 2010 semptar mempertemukan Pemerintahan Bireuen Propinsi Aceh dengan Universitas Muhammadiyah Malang melalui Pak Suparto M. Pd., kepala bidang Kerja Sama UMM. Disaat menjabat sebagai ketua Umum IPPMA, Azhari melakukan advokasi dalam bentuk film tentang pendidikan di daerah bekas konflik di Aceh Utara, dengan judul “ Menjemput Ilmu dalam Sarang Peluru” yang disutradarai Jamaluddin Phonna, di film itu saya sebagai Asisten sutradara dan meneger Location, Alhamdulilla film itu mendapat Juara III kategori Umum dalam Film Education Tingkat Nasional. Pada tahun 2011 kembali membuat film dengan judul “ Garamku Tak Asin Lagi ” di Kab. Bireuen, bersama sahabatnya, Jamaluddin Phonna Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UMM angkatan 2009. Di film itu, keduanya sebagai sutradara. Film yang dibiayai oleh Metro TV dalam program Eagle Awards 2011 itu, mendapat juara I Terbaik versi Juri Film. Azhari memiliki keinginan kuat untuk mendirikan sebuah lembaga Demokrasi yang benar-benar fokus di tingkat bawah seperti desa dan kecamatan. Karena, menurut Azhari, masyarakat harus dibentuk dan harus benar-benar paham bagaimana seharusnya demokrasi di implementasikan. Bukan seperti sekarang ini, dimana tiap-tiap kelompok mengklaim dirinya atas nama rakyat, sedangkan rakyat banyak yang tidak tahu. Bagi Azhari, demokrasi akan menjadi utopis bila rakyat tidak tahu posisi mereka.

Peran Guru Besar Ilmu Pemerintahan UMM

Peran Guru Besar Ilmu Pemerintahan UMM, Prof. M. Mas’ud Said, PhD., dalam berkarya ilmiah semakin kontributif di tingkat internasional. Hal ini ditunjukkan oleh bukunya yang berjudul New Direction for Decentralization in Indonesia dipublikasikan oleh penerbit International, Lambert Acedemic Publishing Jerman. M. Mas’ud Said mengatakan “semoga buku saya yang diterbitkan oleh Lambert memberi kotribusi positif dalam pengembangan ilmu pengetahuan tentang kebijakan otonomi daerah dan birokrasi khususnya di negara Indonesia ini”. Karya saya dilirik oleh penerbit international memberikan spirit baru buat saya. Saya semakin semangat untuk menulis dan meneliti lebih banyak lagi, lanjutnya.

DOSEN PRODI IP LOLOS SERTIFIKASI DOSEN

Alhamdulillah di tahun 2011 ini, tiga dosen Ilmu Pemerintahan lolos sertifikasi dosen, diantaranya Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., Drs. Jainuri, M.Si., dan Drs. Asep Nurjaman, M.Si. Menurut Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., “penghargaan yang diraih seperti mendapat sertifikat dosen, dapat dipandang sebagai prestasi yang harus dipertanggung jawabkan. Sertifikasi dosen, bukan capaian akhir, namun penyemangat untuk bekerja menyelesaikan segala tugas dan kewajiban sebagai dosen. Dosen, lebih giat menjalankan program Tri Dhrama Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian- red)”, ujarnya. Memasuki 2012 nanti, lanjutnya menceritakan perkembangan prodi, Program Studi Ilmu Pemerintahan akan semakin kuat, karena dua dosen yang studi lanjut di Flinders University Australia dan Universitas Indonesia (UI) akan selesai dan kembali bekerja untuk menguatkan Program Studi Ilmu Pemerintahan. “Mereka membawa ilmu dan pengalaman berbeda untuk disampaikan dan dimplementasikan pada pengembangan program studi”, ujarnya optimis Prodi IP terus maju. Drs. Jainuri, M.Si., sekretaris prodi, menjelaskan “ke depan nanti, program studi IP harus lebih fokus pada penguatan praktik lapangan dan praktik laboratorium, karena dua program ini dipandang efekstif menopang pengembangan ketrampilan mahasiswa. Selain itu, lanjutnya, pembelajaran berbasis penelitian harus terus diperkuat. Mahasiswa dan dosen harus menjalankan program penelitian, sehingga materi yang didiskusikan dalam kelas adaptif dengan perkembangan sosial politik dan pemerintahan”, ujarnya menjelaskan arah Program Studi Ilmu Pemerintahan ke depan.

HIMAP KUNJUNG STAKEHOLDER DI NTB, PENGALAMAN INSPIRATIF

“Banyak pengalaman inspiratif yang didapatkan dari kunjungan kami di NTB tanggal 24 s/d 31 Desember 2011 lalu. Mahasiswa perlu banyak belajar tentang kehidupan masyarakat. Kami jumpai, masyarakat NTB kreatif dan kerja keras dalam membangun daerah mereka”. Ungkapan di atas disampaikan oleh Agung Kurniawan, Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM. HIMAP mengadakan kunjungan ke beberapa stakeholder NTB, yakni di Pemerintah Propinsi NTB, Dewan Perwakilan Daerah (NTB) Propinsi NTB, dan di salah satu Pondok Pesantren. Agung, mengatakan “kami disambut dengan baik dan dihormati. Kami mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan inspiratif”, ujarnya. Hapipi Jayadi, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, yang juga ikut pada kunjungan itu, mengatakan “kami berdialog dengan mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Mataram, Pemerintah Daerah Propinsi NTB, dan masyarakat umum. Kami membahas seputar persoalan perkembangan pendidikan di NTB khususnya di daerah Lombok. Sarana dan prasarana pendidikan masih sangat terbatas, masyarakat masih sulit mengakses pendidikan yang layak, mereka memanfaatkan fasilitas pendidikan yang terbatas. Meskipun demikian, lanjut Hapipi, masyarakat Lombok tidak pernah putus asa, mereka tetap maju dan berusaha bekerja sama antar warga untuk membangun daerah mereka yang lebih maju, tuturnya. Menurut mahasiswa asal Lombok itu, pemerintah pusat dan daerah harus lebih serius memperhatikan kondisi pendidikan masyarakat akar rumput seperti di Lombok, ungkapnya, mengkritisi pemerintah. Rombongan yang ikut kunjungan itu, diantaranya, Agung Kurniawan, Hapipi Jayadi, Rahmat, dan Masriadi. Keempat mahasiswa tersebut, merupakan pengurus inti Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan periode 2010-2011.

KETUA PRODI IP TERLIBAT PERUMUSAN KEBIJAKAN REFORMASI BIROKRASI BALITBANGNAS

Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., Ketua Prodi IP, mengatakan reformasi birokrasi butuh perhatian serius sehingga mencapai output yang dapat dirasakan publik manfaatnya. Indikator tercapainya manfaat reformasi birokrasi diantaranya, terselenggara pelayanan publik yang efektif dan efisien, angka tindakan korupsi, nepotis, dan kolusif menurun. Berdasarkan data yang ada, misalnya hasil survei Transparensi International (TI) tahun 2011, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia masih berada pada urutan terkorup, yakni 2,0 (hitungan menggunakan angka 0-10. Angka 0 terkorup sedangkan angka 10 bebas dari korupsi-red). Oleh karena itu, indikator keberhasilan reformasi birokrasi belum dapat dirasakan oleh publik. Kajian reformasi birokrasi masih perlu dilakukan oleh seluruh pihak, tutur doktor kebijakan ini usai mengikuti lokakarya reformasi birokrasi yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian Nasional tanggal 22 s/d 24 Oktober 2011 lalu di Bogor. Lokakarya reformasi birokrasi itu mengusung tema “Penajaman Peran dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Dalam Rangka Reformasi Birokrasi”. Lokakarya itu mengundang, pakar-pakar kebijakan diberbagai universitas. Menurut Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, “dalam kerangka reformasi birokrasin diperlukan Perubahan Paradigma Balitbang, diantaranya, pertama, Balitbang Kemendikbud harus mengedepankan agenda riset kebijakan (policy analysis, policy information, policy action) yang bersifat analitik, antisipatif, dan futuristik. Kedua, penguatan Balitbang memerlukan komitmen politik terkait dengan struktur organisasi, tata kerja, peningkatan kapasitas SDM, dan anggaran proposional, jelasnya, ketika diwawancar reporter prodipnews, seusai mengikuti lokakarya itu. Harapannya, lanjut Ibu Tri, sapaan akrabnya, dengan adanya lokakarya itu lahir konsep kebijakan reformasi birokrasi yang dapat menjawab persoalan. Dan yang lebih penting, percepatan reformasi birokrasi dibutuhkan peran aktif seluruh stakeholder yang ada terutama pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga sosial politik seperti partai politik dan LSM. Bekerjasama antar sektor, langkah utama dalam mewujudkan birokrasi yang baik atau good governance yang kita kenal itu, tuturnya berharap.

HIMAP: KERJA KERAS PERSIAPAN KONGRES FOKKERMAPI

Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Agung Kurniawan, mengatakan HIMAP terus bekerja keras menyiapkan pelaksanaan Kongres Forum Kerjasama dan Komunikasi Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Indonesia (FOKKERMAPI). Kita, kata Agung, sapaan akrabnya, kali pertama dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Munas FOKKERMAPI. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk memperluas jaringan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM di tingkat nasional. Untuk menangkap peluang itu butuh kerja keras seluruh pengurus HIMAP dan panitia, tutur Agung Kurniawan, mahasiswa asal Kalimantan Timur ini. Muliansyah, ketua pelaksanaan kegiatan mengatakan “acara yang akan diselenggaran mulai tangga 12 s/d 16 desember 2011 itu mengusung tema “Finding the Best, Bureaucracy Reform 2014-2019”/“Mencari yang Tebaik, Reformasi Birokrasi 2014-2019. Kami sengaja mengusung tema tersebut dengan harapan, acara ini melahirkan konsep reformasi birokrasi yang baik dan dapat dijadikan acuan untuk kebijakan pemerintah. Acara ini menghadirkan narasumber tingkat nasional dan regional, dari praktisi dan akademisi serta dihadiri oleh 500 peserta delegasi dari berbagai universitas se Indonesia yang memiliki Jurusan Ilmu Pemerintahan. Sejauh ini, panitia kompak dan berkerja keras. Mereka bergerak sesuai posisi masing-masing dalam memastikan pembicara, peserta, tempat, anggaran, dokumentasi, perlengkapan, dan yang lainnya . Kami optimis acara ini sukses dan berjalan dengan lancar, ujar Anca, sapaan akrabnya, optimis.

HIMAP GELAR LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA (LDKM)

Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM, tanggal 15 s/d 16 Oktober 2011 menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) di Pangkalan Militer Bandara Abdurrochman Saleh Malang. Kegiatan rutin itu bertujuan pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa Ilmu Pemerintahan pada bidang pemerintahan, sosial dan politik. LDKM yang diadakan selama dua hari itu memiliki perbedaan pola penyelenggaraan dengan LDKM sebelumnya. “LDKM periode ini menggunakan pendekatan semi militer, tidak seperti pelaksanaan periode sebelum-sebelumnya yang monoton pada materi bukan praktik kepemimpinan”, Ujar Agung Kurniawan, Ketua HIMAP. Meskipun berpendekatan semi militer, bukan dalam arti mahasiswa dididik berkarakter otoriter seperti jiwa militer yang kita kenal dan bukan menumbuhkan sikap pasif sistem komando dalam militer. Mahasiswa perlu mendapatkan ilmu kepemimpinan militer pada segi kedisiplinan dan ketegasan egaliter, lanjut Agung, sapaan akrabnya. LDKM yang diikuti sejumlah mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2011, diisi dengan materi dan outbon. Materi disampaikan oleh dosen dan militer. Outbond didampingi oleh militer yang bertugas dipangkalan Bandara Abdurrohcman Soleh, papar Agus Amir, Ketua Panitia kegiatan. Pada pelaksanaan kegiatan, ada sedikit insiden ringan pada saat pembukaan acara, yakni terdapat beberapa mahasiswa yang pinsan karena kepanasan. Namun, insiden itu teratasi dengan baik dan acara berjalan dengan lancar. Peserta mengaku senang dengan kegiatan LDKM yang diselenggarakan, lanjut Agus.

Government Science Activities : MAGANG RISET PEMERINTAHAN, BEKALI KEAHLIAN LAPANGAN

Program Studi Ilmu Pemerintahan kembali mengadakan program Magang Riset bagi mahasiswa yang menempuh mata kuliah Praktek Pemerintahan. Magang riset yang bertujuan untuk menganalisis praktik pemerintahan di lapangan ini diikuti oleh enam puluh satu mahasiswa aktif. Magang riset dilaksanakan dalam jangka waktu satu bulan. Selama satu bulan mahasiswa Ilmu pemerintahan di tempatkan di berbagai instansi, diantaranya Badan Keluarga Berenca dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) Kota Malang, Sekretariat Dewan (SEKWAN) Kota Malang, dan dua kecamatan di Kota Malang yakni Kecamatan Sukun dan Kecamatan Klojen yang kemudian di bagi kepada masing- masing kelurahan di bawahnya. Pada tanggal 15 November 2011 bertempat di aula BKBPM Malang, mahasiswa memperoleh pembekalan langsung dari Bapak Heru Mulyono SIP, MT , Kasubid Penguatan Kelembagaan Masyarakat (PKM) BKBPM Kota Malang. Dalam pengarahannya, Pak Heru, sapaan akrab oleh mahasiswa, menyampaikan peran strategis mahasiswa ilmu pemerintah dalam perwujudan good governance dan agent of change bagi kebutuhan masyarakat. Pesan utama dalam pengarahannya yakni menganalisa dokumen Musrenbang di daerah tempat mahasiswa mengadakan magang dan mempersilahkan kepada mahasiswa untuk mengkajinya dari berbagai perspektif. Pengarahan magang riset ini, didampingi oleh Ketua dan Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan. Pada kesempataan itu, Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., memberikan pengarahan kepada mahasiswa yang diawali dengan penyampaian filosofis adanyan program magang riset di Program Studi Ilmu Pemerintahan. “Prodi IP menerapkan Program Magang Riset untuk praktek ilmu pemerintahan dimana sebelumnya, praktek ilmu pemerintahan diterapkan melalui sistem Study Exsersive (SE). Perubahan ini dikarenakan, pertama, SE sudah terlalu sering diterapkan, kedua¸menjawab tuntutan mahasiswa untuk diterapkan magang riset. Alasan inilah yang mendorong kita untuk menerapkan magang riset. Hal ini juga dilakukan guna memberikan nilai tambah ( value added) bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Magang riset juga sebagai fokus utama dalam mempertajam keahlian lapang (technical skill) bagi mahasiswa, tutur ketua prodi ini dengan jelas. Dalam momen pengarahan tersebut, ketua prodi, Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar mampu memanfaatkan magang riset ini secara efektif dan efisien. Munurutnya, mahasiswa akan menemukan korelasi yang sesungguhnya antara konsep pemerintahan di perkuliahan dengan kasus yang ada di lapangan dan kemudian bisa menghasilkan problem solving atas permasalahan yang ada. Sebagai penutup dalam pengarahannya, Ibu Tri, sapaan akrab oleh mahasiswa, menyapaikan kepada mahasiswa agar mampu menjaga nama baik almamater UMM dan Program Studi Ilmu pemerintahan khusunya, pesanya.

Salam ProdIP News : MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM DENGAN SEMANGAT BARU

Tanggal 01 Desember 2011 lalu, jalan-jalan dipenuhi warga, mereka bergembira menyambut Tahun Baru Islam 1433 H. Mereka melakukan banyak aktivitas, bentuk syukur datangnya Tahun Baru Islam. Sebagai orang Islam yang baik, menyambut tahun baru tidak perlu melakukan aktivitas yang berlebihan, cukup bersyukur kepada Allah SWT dengan lebih giat melakukan segala yang diperintah dan menjauhi larangannya, serta berdo’a semoga tahun baru ini membawah berkah bagi seluruh umat. Keluarga besar Program Studi Ilmu Pemerintahan berharap, datangnya Tahun Baru Islam 1433 H, membawa semangat baru untuk mengembangkan program studi dalam mencapai visi, misi, dan tujuan yang dimiliki. Program Studi Ilmu Pemerintahan terus berupaya untuk memberikan pelayanan akademik yang terbaik untuk mahasiswa. Program akademik sebagai penopang pengembangan program studi dan mahasiswa, diupayakan untuk diselesaikan dengan baik. Semester ganjil tahun akademik 2010/2011 ini merupakan semester yang mendorong seluruh keluarga besar Prodi IP (dosen dan mahasiswa) untuk bekerja keras dalam menyelesaikan program yang ditargetkan. Program itu, diantaranya Magang Riset bagi mahasiswa, munas FOKKERMAPI, dan penyusunan data (borang dan evaluasi diri) akreditasi program studi. Semoga program yang dikerjakan ini dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Diharapkan kepada seluruh Keluarga Besar Program Studi Ilmu Pemerintahan, untuk mendo’akan agar Akreditasi Program Studi Ilmu Pemerintahan mendapat nilai A. Amin Dr.Tri Sulistyaningsih, M.Si. Pengarah Redaksi

Kongres Fokkermapi 2012 di Manado, Gagal Membentuk Pengurus Baru

Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan (HIMAP) mengirim enam delegasi pada kegiatan Kongres Nasional Forum Komunikasi dan Kerjasama Mahasiswa Ilmu Pemeriantahan se-Indonesia (Fokkermapi) di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado (5-9/11/2012). Kegiatan Kongres Fokkermapi dipandang penting untuk diikuti karena sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi untuk pengembangan Fokkermapi, jurusan ilmu pemerintahan, dan bangsa dan negara. “Kongres Fokkermapi adalah kegiatan rutin mahasiswa ilmu pemerintahan yang bertujuan untuk membangun bangsa dan negara”, tutur Riyanda Barmawi, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM ini. Kegiatan Kongres yang dilaksanakan tujuh hari itu berlangsung dengan sukses meskipun terdapat kendala-kendala teknis. “Meskipun diwarnai perdebatan hangat antara peserta, kongres berjalan dengan sukses. Sidang yang baru dibuka oleh Stering Commite langsung dihujani interupsi oleh setiap delegasi terutama dari Wilayah V Sulawesi. Dan di arena kongres Kemarin, ketegangan semakin menjadi-jadi ketika permasalahan LKPTMNas yang dinilai oleh beberapa delegasi tidak sesuai dengan amanat Kongres Fokkermapi 2011 di Universitas Muhamadyah Malang, tutur Rian, Mahasaiswa Ilmu Pemerintahan UMM asal Maluku Utara ini. “Ketegangan terjadi karena kesalahpahaman antara peserta kongres tentang konsep Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya Nasional (LKPTMNas), tutur Monica, mahasiswa ilmu pemerintahan UMM, yang juga ikut pada kongres itu. Akibat dari perdebatan yang tiada henti, Kongres Fokkermapi 2012 tidak menghasilkan kepengurusan baru. “Perdebatan alot antara peserta Kongres tidak menghasilkan kepengurusan baru Fokkermapi, ini sangat disayangkan”, tutur Monica dengan kecewa.