Dari Coffee Shop Tembus Jurnal Internasional: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa IP UMM Buktikan Riset Dimulai dari Hal Sederhana

Malang,23 Oktober 2025 Prestasi membanggakan kembali hadir dari keluarga besar Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen IP sukses menembus publikasi internasional dengan riset yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.Artikel berjudul “Analysis of Land Use Change Affected by Coffee Shop Industry: A Case Research in Batu City, Indonesia” dipublikasikan di International Journal of Environmental Impacts (IJEI), ditulis oleh M. Ihwan Salsabila, Ali Roziqin, S.A.P., M.PA, dan Danang Bertrand Camico. Penelitian ini mengupas fenomena menjamurnya coffee shop di Kota Batu,Jawa Timur dan dampaknya terhadap perubahan tata guna lahan. Kajian ini menunjukkan bahwa isu sederhana di sekitar kita seperti tempat nongkrong ternyata bisa menjadi bahan penelitian serius dengan nilai ilmiah yang diakui dunia. M. Ihwan Salsabila menuturkan bahwa riset ini berawal dari rasa ingin tahu terhadap perubahan ruang kota yang semakin dinamis.“Banyak orang melihat kafe hanya sebagai tempat nongkrong, tapi kami melihatnya sebagai cermin perubahan sosial dan tata ruang. Dari situlah ide penelitian ini muncul,” jelas Ihwan. Sementara itu, Ali Roziqin, S.A.P., M.PA, selaku dosen pembimbing, menegaskan pentingnya mahasiswa memiliki keberanian untuk menulis dan meneliti. “Mahasiswa tidak harus menunggu fenomena besar untuk meneliti. Justru dengan peka terhadap hal-hal di sekitar, kita bisa menghasilkan karya yang berdampak dan berkelas internasional,” ujarnya. Danang Bertrand Camico pun menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dan dosen dapat bekerja bersama untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas. “Sebagai akademisi menulis tidak hanya sekadar tugas akademik, tapi cara kita memberi makna pada pengalaman dan lingkungan,” ungkapnya. Melalui publikasi ini, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang aktif, reflektif, dan berorientasi pada solusi sosial. GovFellas, saatnya berani menulis dan meneliti! Isu di sekitar kita dari kebijakan publik hingga fenomena keseharian bisa menjadi kontribusi nyata untuk perubahan. Mulailah dari hal kecil, tulislah dengan keberanian, dan buktikan bahwa mahasiswa IP UMM juga bisa mendunia! Artikel lengkap dapat dibaca di sini: https://www.iieta.org/journals/ijei/paper/10.18280/ijei.080416
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Ikut Sukseskan Kuliah Umum “Smart Financial Habit for Gen-Z Students” Bersama Bank Syariah Indonesia

Malang, 17 Oktober 2025 Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Smart Financial Habit for Gen-Z Students” yang diselenggarakan di Gedung Kuliah Bersama III UMM, bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, di antaranya Direktur Retail Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Bapak Kemas Erwan Husainy, S.E., M.M., Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., serta Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Ahmad Djuanda, Ak., M.M., C.A.Acara juga dihadiri oleh jajaran pimpinan BSI Region Surabaya, ISE Manager, serta Vice President Islamic Education & Halal Industry. Dalam sambutannya, pihak universitas dan BSI menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini bagi mahasiswa agar mampu membangun karakter generasi muda yang cerdas finansial, disiplin, dan berorientasi visi keuangan jangka panjang. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif bagi mahasiswa untuk memahami instrumen investasi syariah dan pengelolaan keuangan yang sehat di era digital. Menariknya, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, yakni Efristia Miftahul Nur Azizah tampil sebagai Master of Ceremony (MC) yang memandu jalannya acara dengan penuh semangat dan profesionalitas sehingga menciptakan suasana interaktif selama kegiatan berlangsung, sekaligus menjadi representasi peran aktif mahasiswa IP dalam kegiatan kolaboratif lintas institusi. Dalam kesempatannya, Efristia Miftahul Nur Azizah menyampaikan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. “Menjadi MC di acara besar seperti ini tentu jadi pengalaman berharga. Saya belajar banyak tentang dunia keuangan syariah dan pentingnya membangun kebiasaan finansial yang baik sejak muda. Apalagi bisa berinteraksi langsung dengan pihak Bank Syariah Indonesia membuat kami semakin terbuka tentang bagaimana mahasiswa bisa bijak dalam mengelola keuangan,” ujar Efristia. Selain sesi materi yang disampaikan langsung oleh Bapak Kemas Erwan Husainy, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif dan pembagian doorprize melalui Spin Wheel online, yang menambah antusiasme peserta, termasuk mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang aktif memberikan pertanyaan dan tanggapan.Menutup acara, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kuliah umum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa UMM yang mandiri dan melek finansial, sesuai dengan semangat pendidikan holistik Universitas Muhammadiyah Malang.
Magang di LAN RI, Wardah Kamelia Mahasiswa IP Dalami Transformasi Digital Pemerintahan

Jakarta, 17 Oktober 2025 Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wardah Kamelia, menjalani program magang di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. Selama magang, Wardah terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan pendampingan pelatihan yang berfokus pada peningkatan kapasitas aparatur negara dan transformasi digital pemerintahan. Wardah berkesempatan melakukan wawancara riset bersama Bapak Widianto, S.T., M.M., selaku penyelenggara Program ASN Talent Academy (ATA). Program ini merupakan kolaborasi LAN dan Pijar Foundation melalui platform ASN Future Skills, yang menjadi wujud nyata transformasi digital di sektor pemerintahan. Melalui platform tersebut, Wardah mengikuti sejumlah pelatihan seperti “Mengaktifkan Transformasi Digital di Sektor Pemerintahan”, Berpikir Kritis, Resiliensi Diri, dan Keterampilan Digital dalam Penyusunan Kebijakan. Seluruhnya bertujuan membentuk calon pemimpin birokrasi yang adaptif dan inovatif di era digital. Selain riset dan pelatihan, Wardah juga terlibat dalam pelaksanaan Latsar CPNS di Bawaslu dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Ia ikut memantau empat agenda utama pelatihan, mulai dari Sikap Bela Negara hingga Habituasi. Pada Latsar OIKN Angkatan VI, Wardah dipercaya menjadi moderator kegiatan, pengalaman yang memperkuat kemampuannya dalam berkomunikasi, berkoordinasi, dan memahami dinamika birokrasi secara langsung. Selama masa Work From Home (WFH) akibat situasi demonstrasi di Jakarta, Wardah tetap produktif dengan menyusun surat orientasi PPPK, memperbarui data Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta membantu desain media Latsar CPNS. Ia juga mengikuti sesi coaching pengembangan diri bersama Coach Mid Rahmalia, S.E., M.Si., untuk merancang prioritas dan tujuan pribadi satu tahun ke depan. Wardah turut mengikuti Podcast OBROLAN (Omongin Birokrasi Ala LAN) edisi offline bersama Dr. Prabu Revolusi, S.T., M.I.K. dan Dr. Agus Sudradjat, S.Sos., M.A., dengan tema “Strategi Komunikasi Publik: Membangun Kepercayaan Publik Melalui Komunikasi yang Bermakna.” Kegiatan ini memperluas wawasannya mengenai pentingnya komunikasi publik yang efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi modern. Wardah mengungkapkan bahwa pengalaman magang di LAN RI menjadi momen berharga dalam perjalanan akademiknya. “Saya belajar banyak hal tentang bagaimana birokrasi bertransformasi di era digital. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana konsep good governance diterapkan melalui pelatihan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Pengalaman ini membuat saya semakin termotivasi untuk berkontribusi di bidang pemerintahan yang adaptif dan berintegritas,” tutur Wardah. Melalui seluruh pengalaman tersebut, Wardah Kamelia tidak hanya memahami praktik birokrasi dari dekat, tetapi juga memetik pembelajaran berharga tentang pentingnya transformasi digital, kepemimpinan adaptif, dan kolaborasi lintas sektor. Pengalaman magang di LAN RI menjadi bekal berharga baginya untuk berkontribusi dalam mewujudkan pemerintahan yang inovatif, efisien, dan responsif di masa depan.
Perkuat Pendidikan Demokrasi: Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Jalin Kerjasama Strategis dengan Bawaslu Jatim

Malang, 14 Oktober 2025 Sebagai bagian dari komitmen dalam memperkuat pendidikan politik dan literasi demokrasi, Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Malang.Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Seminar Demokrasi bertema “Pendidikan Demokrasi dan Tantangan Disrupsi” di Aula GKB IV UMM. Penandatanganan MoU ini menandai dimulainya kerja sama strategis antara dunia akademik dan lembaga negara dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi partisipatif. Fokus utama kerja sama meliputi pengembangan riset politik elektoral, pengawasan partisipatif mahasiswa, serta pelatihan pendidikan demokrasi dan etika publik. Dalam sambutannya, Muhammad Kamil, S.IP., M.A., Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari visi prodi untuk memperluas jaringan akademik sekaligus menjembatani ruang refleksi teoritis dengan praktik lapangan. “MoU ini tidak hanya simbolik, tetapi merupakan bentuk kolaborasi konkret antara kampus dan lembaga negara dalam mengembangkan literasi demokrasi yang berbasis riset dan data,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan inisiasi langsung dari Prodi Ilmu Pemerintahan yang berangkat dari kegelisahan akademik terhadap menurunnya partisipasi politik masyarakat dan mahasiswa. A. Warits, S.Sos., Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk membangun generasi pengawas pemilu yang berintegritas. “Kampus adalah ruang paling potensial untuk menumbuhkan kesadaran politik yang rasional. Mahasiswa harus menjadi mitra kritis dalam menjaga demokrasi yang sehat,” ujarnya. Mohammad Wahyudi, SE., M.Sos., Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, menambahkan bahwa kerja sama ini juga mencakup kegiatan edukasi publik dan pengawasan berbasis masyarakat. “Kami berharap mahasiswa Ilmu Pemerintahan dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat anti-hoaks, anti-politik uang, dan menjunjung tinggi nilai integritas,” jelasnya. Penandatanganan MoU disaksikan oleh Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., Dekan FISIP UMM, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap Prodi Ilmu Pemerintahan atas inisiatif dan konsistensinya dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi di lingkungan kampus. Kerja sama ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi pengembangan pendidikan politik berbasis riset, kolaborasi, dan partisipasi aktif mahasiswa, sejalan dengan semangat UMM sebagai Center of Excellence for the Future Leaders.
Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Bersama Bawaslu Gelar Seminar Demokrasi: Wujudkan Generasi Kritis dan Berintegritas

Malang, 14 Oktober 2025 Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Seminar Demokrasi bertema “Pendidikan Demokrasi dan Tantangan Disrupsi: Menyiapkan Warga Negara Kritis, Cerdas, dan Tangguh.” Kegiatan yang bertempat di Aula GKB IV ini menghadirkan dua narasumber, yaitu A. Warits, S.Sos. (Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur) dan Mohammad Wahyudi, SE., M.Sos. (Ketua Bawaslu Kabupaten Malang), serta dimoderatori oleh Iradhad Taqwa Shihidi, M.A., dosen Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Dalam sambutannya, Muhammad Kamil, S.IP., M.A., Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari prodi dan para dosen yang memiliki kegelisahan akademik terhadap perkembangan demokrasi, baik secara prosedural maupun substansial. “Mahasiswa merupakan kelompok penekan (pressure group) yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik. Demokrasi tidak hanya berhenti pada pemilu, melainkan juga pada kemampuan rakyat, terutama generasi muda, untuk mengontrol kekuasaan,” ungkapnya. Beliau menyoroti rendahnya tingkat partisipasi pemilih pemula di Kota Malang yang masih di bawah 50 persen, sebagai refleksi perlunya pendidikan demokrasi yang lebih intensif di lingkungan akademik. Sementara itu, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., selaku Dekan FISIP UMM, dalam sambutannya menyoroti fenomena era disrupsi yang telah mengubah tatanan sosial, politik, dan komunikasi masyarakat secara cepat dan tidak terduga. “Mahasiswa adalah jantung dari demokrasi kampus. Di tengah arus digital, mereka harus tetap tangguh, kritis, dan mampu menerima perbedaan,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya menanamkan pendidikan Pancasila yang cerdas dan kritis sebagai basis moral dan intelektual dalam menghadapi perubahan zaman. Dalam sesi pemaparan, A. Warits, S.Sos. menyoroti pentingnya literasi politik di tengah derasnya arus informasi digital. Beliau menegaskan bahwa pendidikan politik harus menempatkan warga negara, termasuk mahasiswa, sebagai subjek aktif dalam proses demokrasi. “Bawaslu Jawa Timur telah mengumpulkan hampir dua juta data pengawasan pemilu melalui Rumah Data, dan ini bisa menjadi bahan refleksi bagi kampus untuk mengembangkan literasi politik berbasis data,” jelasnya. Beliau juga menekankan bahwa mahasiswa perlu berperan sebagai agen literasi kritis, produsen gagasan sosial, katalisator etika publik, serta influencer positif dalam ruang digital. Narasumber kedua, Mohammad Wahyudi, SE., M.Sos., menguraikan tiga tugas pokok Bawaslu yaitu edukasi politik, pengawasan terhadap KPU, dan advokasi terhadap peserta pemilu. Ia menegaskan pentingnya media sosial sebagai sarana edukasi publik untuk melawan hoaks dan politik uang. “Tantangan demokrasi tidak akan hilang, tetapi dengan warga negara yang kritis dan berintegritas, tantangan itu bisa dihadapi secara bijak,” ujarnya. Sesi tanya jawab diwarnai antusiasme mahasiswa dengan sejumlah pertanyaan reflektif. Aldy F. mempertanyakan “bagaimana peran dosen dan kampus dalam memengaruhi kesadaran demokrasi mahasiswa?” Sementara Hanum menyinggung kasus pemilu di Malaysia yang seluruh hasilnya dinyatakan tidak sah, sebagai bahan diskusi mengenai integritas pemilu. Aldi K. bertanya tentang degradasi pembelajaran di tengah teknologi yang semakin canggih, dan Raka menyoroti kualitas sumber daya manusia (SDM) pemimpin di Indonesia yang masih rendah. Menanggapi hal tersebut, A. Warits menekankan bahwa politik di Indonesia masih dipengaruhi oleh sistem feodal dan hegemoni kekuasaan, sementara Iradhad Taqwa Shihidi menambahkan refleksi bahwa “sejarah telah membuktikan bahwa kita hidup di era yang tidak selalu mudah untuk bersuara, sehingga mahasiswa harus menjaga daya kritisnya agar demokrasi tetap hidup secara substansial.”Acara ditutup dengan harapan agar kegiatan ini tidak hanya menjadi diskusi konseptual, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran politik yang mendorong mahasiswa berpikir reflektif dan bertindak etis dalam mengawal demokrasi Indonesia.
Seminar Demokrasi “Pendidikan Demokrasi dan Tantangan Disrupsi: Menyiapkan Warga Negara Kritis,Cerdas,dan Tangguh”
Menembus Parlemen: Perjalanan Magang Muhammad Ihwan Salsabila, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM di DPR RI

Jakarta, 10 September 2025 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Ihwan Salsabila, menjalani program magang di Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Program ini menjadi bagian dari implementasi Kampus Merdeka Belajar yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam dunia kerja pemerintahan dan memahami proses legislasi di tingkat nasional. Selama magang, Ihwan ditempatkan di Sekretariat Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, dan kelautan. Ia terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kesekretariatan dan mendukung pelaksanaan tugas komisi dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran. Dalam kesehariannya, Ihwan berkontribusi membantu penyusunan bahan rapat dengar pendapat (RDP) dan rapat kerja (Raker) antara Komisi IV dengan kementerian dan lembaga mitra, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain itu, ia juga melakukan kajian singkat mengenai isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola sumber daya alam sebagai bahan pendukung dalam kegiatan komisi. Tidak hanya itu, Ihwan turut terlibat dalam pengumpulan dan analisis data pendukung untuk pembuatan notulensi rapat serta laporan kegiatan legislasi di bidang lingkungan dan pertanian. Ia juga berperan dalam menyusun ringkasan hasil rapat dan dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari arsip kesekretariatan Komisi IV DPR RI. Melalui program magang ini, Ihwan memperoleh banyak pengalaman yang memperkuat minat dan pemahamannya terhadap politik dan kebijakan lingkungan. “Selama magang di Komisi IV DPR RI, saya mendapatkan banyak pengalaman yang mendukung fokus saya pada pemerintahan dan membuat kebijakan . Hal ini membantu menyiapkan saya untuk berpartisipasi di dunia legislasi atau pemerintahan ke depannya,” ungkap Muhammad Ihwan Salsabila. Kegiatan magang ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM untuk memahami praktik kerja lembaga negara sekaligus mengasah kemampuan analitis dalam merespons isu-isu kebijakan publik. Melalui keterlibatan langsung di Komisi IV DPR RI, mahasiswa dapat mengintegrasikan teori dengan praktik serta menumbuhkan semangat berkontribusi bagi tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Visit Dosen Achmad Apriyanto Romadhon: Wujudkan Sinergi Magang Riset dan Pengabdian Mahasiswa IP UMM di Desa Junrejo

Malang, 6 Oktober 2025 – Dalam rangka pelaksanaan program Magang Riset Pemerintahan dan Magang Center of Excellence (CoE) tahun 2025, dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Achmad Apriyanto Romadhon, S.IP., M.Si., melaksanakan kegiatan visitasi ke lokasi magang mahasiswa di Desa Junrejo, Kota Batu. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda resmi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM yang tertuang dalam Surat Tugas Nomor E.6.g/867/FISIP-UMM/X/2025 serta Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Nomor E.5.a/238/LAB-IP/FISIP/UMM/IX/2025 yang dikeluarkan oleh Laboratorium Ilmu Pemerintahan.Dalam visitasi tersebut, dosen melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan magang mahasiswa, termasuk menilai beberapa aspek seperti etos kerja, kehadiran, keaktifan, etika, serta progres riset dan luaran kegiatan. Penilaian dilakukan dengan konfirmasi langsung kepada pembimbing lapangan di instansi tempat mahasiswa magang. Sebagai bagian dari rangkaian visitasi, Achmad Apriyanto juga berdialog langsung dengan Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan, untuk membahas peran aktif mahasiswa dalam mendukung program kerja desa serta potensi pengembangan inovasi tata kelola pemerintahan lokal berbasis riset. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas peluang kolaborasi antara kampus dan pemerintah desa dalam upaya meningkatkan kapasitas administrasi dan pelayanan publik. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM yang magang di Kantor Desa Junrejo, Kota Batu, turut menunjukkan semangat tinggi dalam menjalankan tugasnya. Mereka terlibat aktif dalam kegiatan administratif desa, membantu proses digitalisasi data, serta mendukung program inovasi pelayanan publik. Melalui aktivitas ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman empiris tentang tata kelola pemerintahan di tingkat lokal. Kegiatan visitasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa peserta Magang Riset Pemerintahan dan CoE benar-benar memperoleh pengalaman yang relevan dengan bidang Ilmu Pemerintahan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara UMM dan pemerintah desa dalam pengembangan inovasi tata kelola pemerintahan.“Visitasi ini menjadi sarana untuk memastikan pelaksanaan magang berjalan efektif serta memberikan nilai tambah bagi desa dan mahasiswa,” ujar Achmad Apriyanto. Mahasiswa yang mengikuti program ini diharapkan mampu menghasilkan luaran riset yang konkret, seperti video dokumenter, booklet, serta digitalisasi profil desa, sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan desa berbasis riset dan inovasi.
Dukung OSN Nasional 2025: Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Komitmen Jaga Kualitas Pembelajaran, Hadirkan Fasilitas Zoom untuk Mahasiswa

Malang, 02 Oktober 2025 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional Tahun 2025 yang digelar pada 6–12 Oktober 2025. Agenda bergengsi yang diinisiasi Balai Pembinaan Talenta Indonesia (BPTI) Kemendikdasmen RI ini akan melibatkan 540 peserta dari 38 provinsi dan 124 juri untuk 9 mata pelajaran yang dilombakan. Sebagai salah satu langkah mendukung kelancaran agenda nasional tersebut, civitas akademika UMM diimbau untuk berperan serta dalam kegiatan promosi kampus. Selain itu, seluruh perkuliahan pada tanggal 2–11 Oktober 2025 dilaksanakan secara daring. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM memberikan fasilitas khusus berupa penyediaan platform Zoom untuk menunjang perkuliahan mahasiswa selama masa pembelajaran daring. Hal ini dimaksudkan agar aktivitas akademik tetap berjalan optimal meskipun ruang kelas dipakai untuk mendukung penyelenggaraan OSN 2025. Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Muhammad Kamil menegaskan bahwa penyediaan fasilitas Zoom merupakan bentuk komitmen prodi dalam mendukung kebijakan universitas tanpa mengurangi kualitas pembelajaran mahasiswa.“Kami ingin memastikan bahwa meskipun ada penyesuaian perkuliahan karena UMM menjadi tuan rumah OSN, mahasiswa tetap bisa belajar dengan lancar. Prodi akan memfasilitasi kebutuhan teknis, termasuk penyediaan ruang Zoom,” ungkapnya. Dengan adanya dukungan penuh dari seluruh pihak, diharapkan pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional 2025 dapat berjalan sukses, sekaligus memperkuat citra UMM sebagai kampus unggul yang berperan aktif dalam kegiatan pendidikan berskala nasional.
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Ajukan Pertanyaan Kritis dalam Seminar dan Kolokium Doktor FISIP UMM

Malang, 29 September 2025 Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti Seminar dan Kolokium Doktor FISIP UMM yang menghadirkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Keynote speaker Prof. Dr. Phil Sukri, S.IP., M.Si. (Dekan FISIP UNHAS) menekankan bahwa demokrasi sejatinya berpihak pada rakyat miskin dan kelompok terpinggirkan, serta membutuhkan pemimpin berintegritas. Sementara Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si., Ph.D. (Dekan FISIP UMM) menegaskan bahwa demokrasi, kedaulatan, dan kemajuan negara sepenuhnya berada di tangan rakyat, sehingga pemimpin wajib bertanggung jawab pada masyarakat. Sejumlah dosen FISIP UMM juga turut memperkaya diskusi Dr. Muhammad Hayat, M.A. membahas kritik filsafat Nietzsche, Nurudin, M.Si. mengulas identitas baru K-Popers, dan Winda Hardyanti, M.Si. memaparkan riset komunikasi keluarga dalam proses adopsi anak. Antusiasme mahasiswa Ilmu Pemerintahan tampak dari berbagai pertanyaan kritis. Anggara menyoroti paradoks budaya populer dan fanbase K-Pop yang dinilai berpotensi mengancam budaya lokal. Moch. Rizal Aminudin mengangkat isu krisis identitas budaya generasi muda akibat soft power asing, serta strategi menjaga kecintaan pada budaya Indonesia. Pertanyaan lain juga menyinggung peran komunikasi keluarga dalam mengatasi stigma adopsi anak. Kegiatan ini memberi wawasan segar bagi mahasiswa tentang demokrasi, filsafat, budaya populer, dan isu kemanusiaan yang relevan dengan tantangan sosial-politik masa kini.