Pesta Rakyat Kalisongo: Simfoni Kolaborasi Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM dan Masyarakat desa dalam GEV 2025

esta Rakyat Kalisongo: Simfoni Kolaborasi Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM dan Masyarakat desa dalam GEV 2025

Malang, 25 Mei 2025 – Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menutup rangkaian kegiatan Government Explore Village (GEV) 2025 dengan semarak melalui gelaran Pesta Rakyat Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penutupan ini tidak hanya menjadi selebrasi keberhasilan program, namun juga mencerminkan hasil nyata kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam membangun desa berbasis potensi lokal. Acara yang digelar di lapangan utama rest area Desa Kalisongo ini menghadirkan tiga segmen utama yang meriah dan inklusif. Dimulai dari senam massal pagi yang diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan, termasuk ibu-ibu PKK, pemuda Karang Taruna, hingga anak-anak dan lansia, yang dipandu oleh instruktur profesional dengan sentuhan musik modern dan gerakan dinamis. Segmen kedua menampilkan bazar UMKM lokal yang menjadi etalase potensi ekonomi kreatif desa. Beragam produk unggulan seperti makanan ringan tradisional dan minuman olahan khas disajikan sebagai hasil kolaborasi warga dan mahasiswa, menunjukkan sinergi nyata antara pengetahuan akademik dan praktik kewirausahaan masyarakat. Puncak acara ditandai dengan pertunjukan musik Electune, yang menggabungkan elemen musik tradisional dengan sentuhan digital modern. Tampil sebagai bintang tamu, musisi lokal Malang Ayu Elisa dan Rosella, bersama grup vokal mahasiswa, menghadirkan penampilan yang membangun suasana hangat dan penuh semangat. Dalam seremoni penutupan, Ketua Umum HIMAP Aldi Kusuma, Ketua Pelaksana Sulthan, dan Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, Bapak Muhammad Kamil, S.IP., M.A., secara simbolis menyerahkan plakat, sertifikat, dan cap batik bermotif khas Desa Kalisongo kepada Kepala Desa, Bapak Siswanto, S.P. Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, Bapak Muhammad Kamil, menyatakan, “GEV 2025 adalah bukti nyata komitmen kami terhadap pembangunan desa berbasis potensi lokal dan tata kelola partisipatif. Ini adalah implementasi nyata dari tridharma perguruan tinggi yang memberi dampak transformasional di masyarakat.”Pesta rakyat ini menandai keberhasilan GEV 2025 sebagai refleksi semangat kolaboratif dan humanistik. Dari antusiasme warga saat senam pagi, semaraknya pelaku UMKM, hingga energi positif panggung Electune, semuanya menyuarakan bahwa kolaborasi yang tulus dan terstruktur mampu melahirkan perubahan nyata dan berkelanjutan.

Mengupas Tuntas Penyusunan Naskah Akademik: Kolaborasi Pandangan Teknokratik, Politik, dan Yudikatif

Workshop Penyusunan NAskah Legislatif

Malang,– Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul di bidang legislatif dengan menggelar Workshop Penyusunan Naskah Akademik pada Rabu, 21 Mei 2025. Bertempat di Aula GKB 4 Lantai 4 Kampus 3, workshop ini dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini dirancang sebagai pondasi awal bagi mahasiswa dalam memahami dan menyusun naskah akademik legislatif secara komprehensif. Oleh karena itu, workshop ini secara khusus ditujukan bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Praktikum Proses Legislatif sebagai bagian dari pembekalan akademik dan praktis. Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMM, Ali Roziqin, M.A., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wahana pelatihan awal untuk mengasah kemampuan berpikir strategis mahasiswa dalam mendukung proses legislasi yang kredibel. Ia juga menyampaikan bahwa laboratorium akan terus mendorong integrasi antara teori akademik dan praktik kebijakan dalam setiap kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten yang memberikan perspektif holistik terhadap penyusunan naskah akademik: Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.PA., dosen Ilmu Pemerintahan UMM, dan Wahyudi Kurniawan, S.H., M.H.Li., seorang praktisi hukum dengan pengalaman panjang dalam pendampingan legislasi. Dalam pemaparannya, Dr. Salahudin menekankan pentingnya pendekatan teknokratik dan politik dalam menyusun naskah akademik yang relevan dan berorientasi pada kebutuhan publik. Ia menjelaskan bagaimana riset kebijakan dan pemetaan kepentingan politik menjadi faktor penting dalam mengembangkan naskah yang layak diusulkan sebagai dasar penyusunan regulasi. Sementara itu, Wahyudi Kurniawan mengajak peserta memahami sisi yuridis dari penyusunan naskah akademik. Ia menguraikan proses legislasi dari perspektif hukum, serta tantangan normatif dan substansial yang kerap dihadapi dalam praktik penyusunan kebijakan. Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dalam sesi diskusi terbuka yang berlangsung interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait peran publik dalam proses legislasi, penyusunan naskah akademik berbasis data, hingga studi kasus dari peraturan daerah. Diskusi yang dinamis ini memperlihatkan bagaimana mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta pasif, melainkan juga sebagai calon perancang kebijakan yang kritis dan reflektif. “Melalui workshop ini, saya jadi paham bahwa naskah akademik bukan sekadar dokumen pendukung, tapi punya peran vital dalam menentukan kualitas regulasi,” ujar salah satu peserta workshop. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembelajaran Prodi Ilmu Pemerintahan UMM yang mengintegrasikan teori, praktik, dan wawasan lapangan dalam proses akademik. Diharapkan, mahasiswa mampu menghasilkan naskah akademik legislatif yang tidak hanya legal-formal, tetapi juga berbasis pada analisis ilmiah, responsif terhadap kepentingan publik, dan peka terhadap dinamika politik kebijakan.

Dua Alumni Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Dilantik Jadi Kepala Daerah, Bukti Kualitas Unggul Lulusan

Dua Alumni Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Dilantik Jadi Kepala Daerah, Bukti Kualitas Unggul Lulusan

Kabar membanggakan datang kembali dari alumni Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Dua alumni berhasil dilantik menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang digelar beberapa waktu lalu. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan Prodi Ilmu Pemerintahan UMM memiliki kompetensi yang uggul di dalam dunia pemerintahan dan politik. Alumni yang dimaksud adalah Lukman Hakim yang kini resmi menjabat sebagai Bupati Bangkalan dan Gagarin Sumrambah yang kini juga resmi menjabat sebagai wakil upati Pacitan. Dengan latar belakang akademik yang kuat serta pengalaman yang matang, ia siap membawa perubahan dan inovasi dalam pemerintahan di daerahnya. Lukman Hakim menyampaikan rasa syukur dan apresiasi terhadap Prodi Ilmu Pemerintahan UMM yang telah membentuknya menjadi sosok pemimpin seperti sekarang. “saya mengucapkan terimakasih yang sebanyak banyaknya kepada seluruh dosen dan juga teman-teman di Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Pengalaman dan juga pemebelajaran yang ada di perkuliahan telah membentuk pemahaman saya tentang tata kelola pemerintahan yang baik, serta membangun jaringan yang sangat bermanfaat dalam perjalanan karir saya di dunia pemerintahan dan politik.” Ujar Lukman Hakim. Kaprodi Ilmu Pemerintahan Bapak Muhammad Kamil, S.IP.,MA juga mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut. “ini adalah prestasi luar biasa yang semakin memperkuat eksistensi Prodi Ilmu Pemerintahan UMM sebagai tempat belajar calon pemimpin bangsa.” Dengan keberhasilan ini diharapkan semakin banyak lulusan Prodi Ilmu Pemerintahan UMM yang menempati posisi strategis di berbagai sektor pemerintahan. Selamat kepada Lukman Hakim dan Gagarin Sumrambah semoga amanah dalam menjalankan tugas dan membawa daerah yang dipimpin menjadi lebih baik.

HIMAP UMM Melaksanakan Government Visit and Collaboration dengan KOMAP UMY

HIMAP UMM Melaksanakan Government Visit and Collaboration dengan KOMAP UMY

Yogyakarta, 28 Februari 2025, Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) menyelenggarakan kegiatan GVC (Goverment Visit and Collaboration) dalam bentuk studi banding ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yaitu Korps Mahasiswa Ilmu Peemerintahan (KOMAP). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan program kerja yang ada di HIMAP sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sesama anggota himpunan dan membangun relasi serta pengalaman untuk meningkatkan kualitas himpunan.Kegiatan ini diikuti oleh anggota HIMAP dan KOMAP dengan mengusung Tema “Membangkitkan Kolaborasi Sinergis yang Efektif Untuk Meningkatkan Kualitas Organisasi”. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua KOMAP saudara Firgan Fathul Akbar, didalam sambutannya Firgan menyampaikan selamat datang kepada HIMAP UMM serta mengucapkan terimakasih karena bisa meluangkan waktu untuk ke UM sehingga bisa bertemu dan bersilaturahmi. HIMAP dan KOMAP diharapkan bisa menjalankan relasi agar bisa mencari hubungan yang lebih luas serta kolaborasi aktif agar kedepannya bisa bangkit bersama, tambahnya. Sambutan kedua oleh ketua HIMAP, saudara Aldi Kusuma. dalam sambutannya Aldi menyampaikan ucapan terimakasih kepada teman-teman KOMAP UMY yang sudah menerima relasi dan bekerja sama dengan HIMAP. harapan semoga kegiatan ini tidak hanya selesai pada hari ini tapi tetap bisa berlanjut pada teman-teman anggota muda. Selanjutnya sambutan oleh Ibu Helen Dian Fridayani S.IP., M.IP., Ph.D perwakilan dosen dari Prodi Ilmu Pemerintahan UMY sekaligus membuka acara, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa organisasi sangatlah penting karena kedepannya bisa membangun relasi bukan hanya belajar untuk berbicara depan umum saja. dan semoga teman-teman bisa mendapatkan kebermanfaatan. “organisasi merupakan wadah bagi sekumpulan orang yang bisa membangun relasi luas. Dengan anda menggikuti kegiatan organisasi bisa mendapatkan manfaat dan pengalaman yang luar biasa untuk anda kedepannya.” Ungkap Ibu Helen Dian Fridayani S.IP., M.IP., Ph.D Dalam kegiatan acara tersebut menjelaskan mengenai filosofi logo masing-masing dari HIMAP dan KOMAP. Pemaparan ini bertujuan untuk saling memahami nilai dan identitas organisasi masing-masing dan juga membangun relasi dan membahas mengenai kekerja sama dengan KOMA untuk periode selanjutnya guna membangun komunikasi yang baik. Setiap bidang dalam HIMAP dan KOMAP mempresentasikan program kerja mereka. Diskusi ini diadakan untuk saling berbagi inspirasi dan strategi dalam menjalankan program-program tersebut. Sesi diskusi mendalam mengenai peluang kerja sama di periode selanjutnya antara HIMAP dan KOMAP. Fokus utama adalah membangun komunikasi yang baik dan kolaboratif. Dalam Focus Group Disccusion (FGD) HIMAP dan KOMAP terbagi menjadi 5 kelompok. kelompok satu BPH KOMAP dengan Formatur HIMAP, kelompok dua MINBAK HIMAP dengan SBK KOMAP, PILAR HIMAP dengan DPP dan DPA KOMAP, kelompok tiga SOSMA HIMAP dan SOSMA dan DKI KOMAP, kelompok 4 HUMAS HIMAP dan HNP KOMAP. Dalam fgd dibahas mengenai kondisi bidang dalam menjalankan proker dan tantangannya serta kerja sama yang akan dijalankan di periode selanjutnya. FGD tersebut melahirkan kerja sama antara kedua himpunan baik HIMAP-UMM dan KOMAP -UMY. Kerja sama yang dijalin antara HIMAP-UMM dan KOMAP-UMY melalui ketua umum kedua belah pihak, dibuktikan dengan kesepakatan MoU mengenai kerja sama lanjutan berupa webinar nasional, Collboration visit, dan Pembentukan Ikatan Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan. Dalam MoU ini hanya satu kegiatan yang akan dilaksanakan yang nantinya akan dibahas lebih lanjut secara daring oleh formatur dan BPH kedua organisasi. Ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk mengembangkan hubungan yang lebih erat dan produktif di masa mendatang. Sebagai simbol terjalinnya kerja sama, HIMAP menyerahkan cinderamata kepada KOMAP. Ini menjadi tanda komitmen untuk terus menjalin hubungan yang erat antara kedunya. Untuk memperarat hubungan, diadakan berbagai games yang melibatkan anggota kedua himpunan. Selain itu, dibuat juga kolaborasi konten yang nantinya akan dipublikasikan bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi dan kreativitas anggota. Diharapkan melalui kegiatan GVC (Government Visit and Collaboration ini, HIMAP dan KOMAP dapat terus memperkuat hubungan dan saling mendukung dalam meningkatkan kualitas himpunan dan pengalaman mahasiswa. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh bagi himpunan mahasiswa lainnya untuk menjalin hubungan yang baik dan produktif.

Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Gelar Launching CoE Angkatan 3 & Kuliah Perdana: Perkuat Branding Politik dan Kapasitas Pemerintahan Desa

Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Gelar Launching CoE Angkatan 3 & Kuliah Perdana: Perkuat Branding Politik dan Kapasitas Pemerintahan Desa

Malang, 27 Februari 2025 Prodi Ilmu Pemerintahan UMM sukses menyelenggarakan Launching Center of Excellence Angkatan Ke 3 sekaligus Kuliah Perdana Kelas Analis Pemerintahan dan Politik serta Kelas pemerintahan Desa. Dengna tema “Branding Politik dan Penguatan Kapasitas Pemerintahan untuk Menciptakan Kemandirian Desa”. Yang berlangsung di Kapal Garden Hotel, dengan diikuti oleh 40 mahasiswa CoE dan seluruh dosen Prodi Ilmu Pemerintahan. Launching dibuka secara langsung oleh Dekan FISIP UMM Prof. Dr. Muslimin Machmud, M. Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Prodi Ilmu Pemerintahn UMM telah memberikan fasilitas dan ruang kepada mahasiswana untuk bisa lulus tepat waktu. “CoE yang dilakukan oleh Prodi Illmu Pemerintahan ini memberikan pengalaman dan materi dari dosen praktisi, sehingga itu yang disajikan dibutuhkan oleh pasar. Sehingga kalian ini adalah mahasiswa unggulan yang akan memiliki skill lebih dri temn-teman anda yang lain, dan juga pastinya akan lulus tepat waktu.” Ungkap Dr. Muslimin Machmud, M. Si Kegiatan ini juga menhadirkan dua narasumber hebat dan tentunya memiliki pengalaman dan wawasan yang luar biasa. Narsumber pertama yaitu H. Chusni Mubarok, SH.,MM.,MH. anggota DPRD Provinsi Jawa Timur 2024 – 2029 dan Ketua DPC Partai Gerindra Kbupaten Malang. Narasumber kedua adalah Bapak Zainuddin Elzyzen pengelola Dialectric Forum Malang Corruption Wtch Periode 2014 -2016. Bapak Zainuddin Elzyzen menyampaikan bahwa UU Desa disahkan mulai tahun 2014, lalu terjadi dua kali revis yang berisikan kewenangan yang begitu besar terhadap desa. “Namun untuk saat ini tata kelola yang masih kurang di desa yaitu laporan pertanggungjawaban yang masih belum mengikuti standard sehingga masih rawan manipulasi.” ungkapnya Kegiatan launcing dan kuliah perdana ini mendapatkan respon yang positif dari para mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan. Di sesi terakhir mereka aktif melakkan tanya jawab kepada para narasumber.

Sandya Parama Cup 2025: Meningkatkan Sportivitas dan Persatuan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang

Kegiatan Sandya Parama dimulai tanggal 20 Februari 2025, pertandingan voli dilaksanakan di Lapangan Gelora Porvot Tunggulwulung. Pertandingan pertama dimulai pukul 20.00 WIB antara kelas 23A dan 24A, dilanjutkan dengan pertandingan antara kelas 23B dan 24B. Kemudian, pertandingan perebutan juara 3 antara kelas 24A dan 24B dilakukan pada pukul 21.35 WIB, disusul dengan perebutan juara 1 dan 2 oleh kelas 23A dan 23B pada pukul 22.17 WIB. Seluruh pertandingan voli selesai pada pukul 22.49 WIB. Pada 21 Februari 2025, dilaksanakan pertandingan badminton di SM Badminton yang terdiri dari kategori ganda putra dan ganda putri. Pertandingan dimulai pada pukul 14.15 WIB dengan pertandingan ganda putri antara 24A dan 23B, serta ganda putra antara 24B dan 23B. Pertandingan berlanjut dengan perebutan juara 3 untuk kategori ganda putra pada pukul 15.10 WIB antara 24A dan 24B, serta perebutan juara 3 ganda putri pada pukul 15.38 WIB antara 23B dan 24B. Selanjutnya, pertandingan perebutan juara 1 dan 2 dilaksanakan pada pukul 15.34 WIB untuk putra (23A vs 23B) dan pada pukul 15.38 WIB untuk putri (24A vs 23A). Semua pertandingan selesai pada pukul 16.00 WIB. Pada sore harinya, pertandingan futsal dimulai pukul 19.18 WIB antara kelas 24A dan 24B dengan skor 7-0. Pertandingan berikutnya antara kelas 23A dan 23B dimulai pukul 19.44 WIB dengan skor 5-3. Selanjutnya, perebutan juara 3 antara 23A dan 24B dimulai pada pukul 20.16 WIB dengan skor 9-2, dan perebutan juara 3 antara 23B dan 24A pada pukul 20.40 WIB dengan skor 5-4. Pertandingan futsal berakhir pada pukul 21.11 WIB. Pada 22 Februari 2025, perlombaan debat dilaksanakan di Ruangan 601 GKB 1 Universitas Muhammadiyah Malang pada pukul 09.37 WIB dengan mosi “Pemangkasan anggaran pendidikan tinggi: mengkhianati janji kuliah gratis di tengah ambisi makan bergizi gratis?”. Pertandingan debat ini diikuti oleh kelas A dan B angkatan 2024, yang langsung bersaing untuk merebutkan juara 1 dan 2. Kelas A bertindak sebagai Tim Oposisi dan kelas B sebagai Tim Pemerintah. Perlombaan ini mengikuti mekanisme Asian Parliamentary. Moderator dalam lomba debat ini adalah Zahra Nur Laily, anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, dan juri adalah Ahmad Ferdiansyah, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2022. Perlombaan debat selesai pada pukul 10.31 WIB. Pada sore harinya, perlombaan Mobile Legend (ML) dimulai pukul 16.00 WIB di Law Café dengan pertandingan pertama antara 23A dan 24B, yang dimenangkan oleh 24B. Selanjutnya, pertandingan antara 23B dan 24A dimulai pukul 17.12 WIB dan dimenangkan oleh 23B. Perebutan juara 3 antara 23A dan 24A dilaksanakan pada pukul 18.30 WIB, disusul dengan perebutan juara 1 dan 2 antara 23B dan 24B pada pukul 19.20 WIB. Perlombaan Mobile Legend berakhir pada pukul 21.50 WIB.

HIMAP UMM Gelar Sandya Pramana Cup 2025

Malang, 19 Februari 2025. Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) periode 2024 – 2025 Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan kegiatan Sandya Parama Cup 2025 dengan tema “Menjunjung Sportifitas Membangun Persatuan Lebih Berkualitas” yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan baik secara akademik maupun non akademik dan mempererat tali silahturahmi antar mahasiswa. Kegiatan ini disasarkan pada mahasiswa Ilmu Pemerintahan Angkatan 2023 dan 2024. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut dengan lokasi yang berbeda. Terdapat beberapa cabang perlombaan yang diselenggakaran yaitu perlombaan Debat, Volly, Badminton, Futsal, dan Mobile Legend.Hari pertama kegiatan Sandya Parama Cup 2025 pada Rabu, 19 Februari 2025 dilaksanakan di Aula Masjid Lantai 1 yang dihadiri sekaligus dibukanya kegiatan oleh Bapak Muhammad Kamil S.IP., MA selaku Kepala Program Studi Ilmu Pemerintahan, Beliau berpesan agar mengutamakan solidaritas dalam kegiatan Sandya Parama Cup 2025. Selanjutnya dalam sambutan ketua pelaksana Nayla Safa Salsabila berkata “Tetap junjung sportifitas dan fairplay, jadikan Sandya Parama Cup 2025 sebagai ajang mengembangkan minat bakat yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan”. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan di luar ruang kelas. Dalam perlombaan Debat, misalnya, peserta dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi dengan baik, sedangkan cabang olahraga seperti Volly, Badminton, dan Futsal memberikan ruang untuk meningkatkan kebugaran fisik dan kerjasama tim. Tidak ketinggalan, cabang Mobile Legend yang menjadi favorit banyak mahasiswa, menjadi ajang untuk melatih strategi, ketangkasan, dan kerja sama antar tim. Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan bisa mempererat kebersamaan di kalangan mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Mahasiswa tidak hanya tumbuh sebagai individu yang kompeten secara akademik, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki kepedulian sosial, sportifitas, dan rasa solidaritas yang tinggi.

RA Lutfitunnada Purwaningrum: Alumni Muda IP UMM yang Sukses Berkiprah di Dunia Politik

Malang – RA Lutfitunnada Purwaningrum, atau yang akrab disapa Nada, merupakan alumni Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (IP UMM) angkatan 2013 yang telah menorehkan prestasi gemilang di dunia politik. Lulusan tahun 2018 ini berhasil meraih posisi sebagai anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kepercayaan publik terhadapnya semakin kuat, terbukti dengan keberhasilannya mempertahankan kursi legislatif untuk periode kedua dalam Pemilu 2024. Sejak masa kuliah, Nada dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan organisasi. Minatnya terhadap pemerintahan dan politik mendorongnya untuk lebih banyak terlibat dalam aktivitas sosial serta kepemudaan. Bekal pengalaman ini menjadi modal penting yang membantunya meniti karier politik hingga berhasil menjadi wakil rakyat di usia muda. Dalam wawancara eksklusif, Nada mengungkapkan bahwa dunia politik merupakan arena penuh tantangan, terutama bagi perempuan muda. “Banyak yang meragukan kapasitas saya saat pertama kali mencalonkan diri. Namun, saya percaya bahwa kerja keras, komitmen, dan niat yang baik akan membawa hasil,” ujarnya. Selain berkarier di dunia politik, Nada juga menjalankan peran sebagai ibu satu anak. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan tanggung jawab sebagai anggota dewan. “Menjadi wakil rakyat adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, namun saya juga tetap berusaha menjalankan peran sebagai ibu. Keduanya sama-sama penting dan saling melengkapi,” tambahnya. Keberhasilan Nada menjadi anggota DPRD di usia muda menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni UMM, khususnya bagi mereka yang bercita-cita berkarier di bidang pemerintahan dan politik. Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM turut mengapresiasi pencapaian Nada. “Kami sangat bangga melihat alumni kami mampu bersaing di dunia politik dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Nada adalah bukti bahwa lulusan IP UMM memiliki kompetensi dan daya saing yang tinggi,” ujar salah satu dosen IP UMM. Diharapkan, kesuksesan RA Lutfitunnada Purwaningrum dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya, berkontribusi, dan berperan aktif dalam membangun daerah serta bangsa

Yudisium FISIP Periode I tahun 2025 UMM: 23 Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Resmi Sandang Gelar S.IP

Malang, 8 Februari 2025 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang telah menyelenggarakan yudisium Periode VI tahun 2024 dan Priode I tahun 2025. Kegiatan dimulai pukul 08.00 – 11.00 WIB yang berlangsung di Aula lantai 9 GKB 4. Dan diikuti oleh lima program studi yaitu Ilmu Pemerinatahan, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, Sosiologi, dan Kesejahteraan Sosial. Dalam yudisium ini sebanyak 23 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dari Prodi Ilmu Pemerintahan UMM dan berhak menyandang gelar S.IP. Prodi Ilmu Pemerintahan menetapkan satu mahasiswa terbaik periode VI tahun 2024 dan tiga mahasiswa terbaik periode I tahun 2025. Mahasiswa terbaik Prodi Ilmu Pemerintahan periode VI tahun 2024 adalah Alvina Afrilia Suryanti dengan IPK 3,49 dan jumlah SKS yang telah ditempuh 150. Sedangkan mahasiswa terbaik Prodi Ilmu Pemerintahan periode I tahun 2025 adalah terbaik I Geby Wirapacsy Aigahayunanda dengan IPK 3,58 dan jumlah SKS yang telah ditempuh 150, terbaik II Muhammad Cahya Rahmatullah S.P dengan IPK 3,52 dan jumlah SKS yang telah ditempuh 145, terbaik III Yoga Baskoro dengan IPK 3,46 dan jumlah SKS yang telah ditempuh 146. Dekan FISIP UMM Bapak Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerjasama seluruh mahasiswa yang telah berjuang hingga dinyatakan lulus. “Kegiatan yudidium ini bukan hanya sekedar seremoni, namun ini adalah awal dari perjalanan baru untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat”, ujarnya. Sementara itu Kaprodi Ilmu Pemerintahan Bapak Muhammad Kamil, S.IP.,MA turut memberikan ucapan selamat. “Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam dunia kerja maupun dalam pengabdian kepada masyarakat”, ungkapnya. Dengan ini diharapkan lulusan Prodi Ilmu Pemerintahan UMM dapat menjadi agen perubahan yang dapat membawa dampat poitif bagi bangsa dan negara.

Beyond The Textbook: HIMAP FISIP UMM Kenalkan Ilmu Pemerintahan kepada Siswa SMA Islam Batu

Batu, 07 Februari 2025 Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses melaksanakan kegiatan Government Explore School 2025 di SMA Islam Batu. Kegiatan ini diikuti oleh 15 perwakilan siswa-siswi dengan mengusung tema “Beyond The Textbook: Explorasi Dunia Pemerintahan yang Dinamis Bersama Ilmu Pemerintahan UMM.” Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan kepada siswa-siswi SMA Islam Batu terkait jurusan Ilmu Pemerintahan agar mereka tertarik untuk melanjutkan studi di Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM setelah lulus. Acara dibuka dengan pemaparan mengenai Universitas Muhammadiyah Malang oleh Berliana dan Kak Arif Abid. Mereka menjelaskan berbagai informasi seputar UMM, mulai dari profil kampus, profil pimpinan, hingga program-program unggulan yang dimiliki. Selain itu, mereka juga menyampaikan berbagai skema beasiswa yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa baru ketika bergabung di UMM. Untuk mencairkan suasana, sesi ice breaking dipandu oleh Evan, yang membuat suasana lebih santai dan interaktif. Setelah itu, Ibu Umi Kulsum, S.IP., M.IP., memberikan pemaparan tentang Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM. Beliau menjelaskan bahwa lingkungan perkuliahan di prodi ini menciptakan komunikasi yang sehat antara dosen dan mahasiswa. “Jadi tidak heran kalau antara dosen dan mahasiswa akrab dan dekat, namun tetap mengutamakan kesopanan,” ujarnya. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang mata kuliah, prospek kerja lulusan, jumlah SKS yang harus ditempuh, Center of Excellence (COE), serta berbagai prestasi mahasiswa. Selain pemaparan materi, acara juga dimeriahkan dengan sesi best comment pada postingan YouTube Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Dilanjutkan dengan sesi kuis dan tanya jawab (QnA) yang dipandu oleh Efristia Miftahul Nur Azizah dan Ibu Umi Kulsum secara langsung. Salah satu momen yang paling menarik adalah ketika seorang siswa bernama Wahyu memberikan ajakan kreatif untuk bergabung dengan Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM dengan berkata, “Ubur-ubur ikan lele, IP UMM one and only le.” Ungkapan tersebut disambut dengan gelak tawa dan antusiasme dari seluruh peserta. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Kegiatan Government Explore School 2025 ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai dunia pemerintahan serta membangun semangat siswa-siswi untuk melanjutkan studi di Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM.