Proof of Power Bukan Cuma Teori : Shan Adena Sebet Medali Perunggu pada ajang PORPROV 2025

Proof of Power Bukan Cuma Teori : Shan Adena Sebet Medali Perunggu pada ajang PORPROV 2025

Malang, 5 Juli 2025 — Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak prestasi membanggakan. Shan Adena Evante, mahasiswa angkatan 2023, sukses meraih medali perunggu pada cabang olahraga Muaythai dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2025. Muaythai, seni bela diri tradisional Thailand yang menuntut kelincahan, kekuatan, dan kecerdasan membaca lawan, menjadi arena pembuktian nyata bagi Shan. Dengan strategi tajam dan kendali permainan yang matang, ia menaklukkan lawan-lawan tangguh dan berhasil melaju hingga semifinal. Meski belum sampai final, ia tampil gemilang dalam perebutan tempat ketiga dan mengamankan podium untuk kampus tercinta. “Kuncinya ada di kontrol tempo. Saya berusaha tidak terpancing ritme lawan, tetap tenang, dan fokus pada momen serangan balik. Saya juga banyak belajar dari pertandingan sebelumnya dan menyesuaikan strategi di setiap laga. Muaythai bukan cuma soal fisik, tapi juga soal membaca dan mengatur permainan,” ujar Shan. Prestasi ini membuktikan bahwa anak Ilmu Pemerintahan tidak hanya paham teori kekuasaan, tapi juga tahu bagaimana mengaplikasikan strategi dalam situasi nyata. Shan bukan hanya aktif secara akademik, tetapi juga menunjukkan konsistensi dan disiplin tinggi di luar kelas. Bagi Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, capaian Shan adalah simbol bahwa proof of power bukan cuma sekadar konsep, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan melalui kerja keras dan tekad di berbagai arena termasuk gelanggang olahraga. “Shan menjadi contoh nyata mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang mampu menjembatani antara teori dan aksi. Ini bukan hanya kemenangan individu, tetapi juga kebanggaan bagi kami sebagai institusi,” ujar perwakilan Prodi.

Mahasiswa IP UMM Asah Kompetensi Kebijakan Publik Melalui Praktikum Naskah Akademik

Mahasiswa IP UMM Asah Kompetensi Kebijakan Publik Melalui Praktikum Naskah Akademik

Malang, 4 Juli 2025 — Mahasiswa semester 6 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (IP UMM) mengikuti Praktikum Naskah Akademik sebagai bagian dari penguatan kapasitas dalam bidang perumusan kebijakan publik berbasis praktik. Kegiatan ini dirancang untuk melatih mahasiswa menyusun dokumen naskah akademik secara sistematis, ilmiah, dan relevan dengan dinamika isu-isu pemerintahan. Melalui praktikum ini, mahasiswa didorong untuk menganalisis permasalahan publik secara kritis, merumuskan argumentasi berbasis data, serta menyusun alternatif kebijakan yang solutif dan aplikatif. Mereka bekerja dalam kelompok untuk mengeksplorasi beragam isu strategis, mulai dari tata kelola pemerintahan desa, optimalisasi pelayanan publik, hingga penanganan persoalan sosial kontemporer. Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, Muhammad Kamil, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa praktikum ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran aplikatif yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.“Melalui kegiatan ini, mahasiswa kami tidak hanya dilatih untuk menyusun kebijakan berdasarkan kajian akademik yang kuat, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan solusi yang dapat diimplementasikan langsung di masyarakat,” ungkapnya. Pelaksanaan praktikum dilakukan secara terstruktur dan profesional, dengan menekankan proses riset lapangan, penulisan argumentatif, serta penyusunan dokumen kebijakan sesuai standar resmi yang berlaku.Praktikum Naskah Akademik ini menjadi bukti komitmen Prodi IP UMM dalam mencetak lulusan yang visioner, kritis, dan siap berkontribusi dalam penyusunan serta advokasi kebijakan publik di berbagai sektor pemerintahan.

Ilmu Pemerintahan untuk Masyarakat: Mahasiswa IP UMM Wujudkan Pemberdayaan Nyata di Desa

Ilmu Pemerintahan untuk Masyarakat: Mahasiswa IP UMM Wujudkan Pemberdayaan Nyata di Desa

Malang, 1 Juli 2025 — Mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (IP UMM) sukses melaksanakan Praktikum Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di berbagai desa dan kelurahan di wilayah Malang Raya. Praktikum ini berlangsung sepanjang bulan Juni hingga awal Juli 2025 sebagai bagian dari kurikulum berbasis praktik yang menekankan keterlibatan langsung mahasiswa dalam merespons persoalan masyarakat di tingkat lokal. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam berbagai program pemberdayaan. Ragam inisiatif yang dijalankan antara lain pelatihan digitalisasi UMKM, penguatan kapasitas pemuda melalui kegiatan karang taruna, revitalisasi layanan posyandu, kampanye kesadaran lingkungan hidup, hingga pendampingan administrasi pemerintahan di tingkat RT/RW. Seluruh program disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing wilayah, hasil dari observasi dan diskusi awal antara mahasiswa dan perangkat desa. Dosen pengampu mata kuliah Praktikum PPM, Dwi Putri Vidiastuti, S.IP., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kepekaan mahasiswa terhadap konteks sosial-politik masyarakat sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, analisis, dan kepemimpinan. “Kami ingin mahasiswa hadir sebagai bagian dari masyarakat. Mereka belajar membaca persoalan, berdiskusi, membangun relasi, dan merancang solusi yang relevan dan aplikatif,” jelasnya.Kegiatan praktikum ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak, terutama perangkat desa dan warga setempat, yang mengapresiasi kehadiran mahasiswa sebagai angin segar yang membawa energi, ide, dan semangat kolaboratif. Sebagai bagian dari pertanggungjawaban akademik, seluruh peserta juga menyusun laporan dan dokumentasi kegiatan secara sistematis. Melalui semangat “Ilmu Pemerintahan untuk Masyarakat”, Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM terus berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga tangguh di lapangan siap menjadi agen perubahan yang adaptif, kontributif, dan solutif di tengah dinamika masyarakat dan kebijakan publik Indonesia.

Gerak Bahagia di Usia Senja: HIMAP UMM Hadirkan Energi Positif untuk Lansia

Gerak Bahagia di Usia Senja: HIMAP UMM Hadirkan Energi Positif untuk Lansia

Malang, 24 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM kembali menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Government Empowering Elderly”. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Fokus utama kegiatan kali ini adalah senam lansia dan pembagian hadiah untuk para peserta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan kebahagiaan para lansia di lingkungan Desa Kalisongo. Kegiatan senam yang dipandu oleh tim panitia berlangsung sejak pagi hari dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Lansia yang hadir mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan masih sangat relevan dan dibutuhkan untuk menjaga kebugaran di usia senja. Salah satu jenis senam yang diperkenalkan adalah senam anti sendi dan hidropenik, yang difokuskan pada kesehatan persendian. Gerakan-gerakan dalam senam ini dirancang agar ramah terhadap usia lanjut namun tetap efektif menjaga fleksibilitas dan kekuatan tubuh. Suasana senam berlangsung penuh keceriaan, menjadi sarana berkumpul sekaligus berolahraga secara menyenangkan. Setelah sesi senam selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang interaktif. Panitia memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar jabatan pemerintahan di Indonesia serta melakukan aktivitas gerakan tubuh sederhana yang menghibur. Lansia yang aktif menjawab maupun berpartisipasi diberi hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Beberapa kategori hadiah yang diberikan antara lain adalah Peserta Paling Semangat, Peserta Tertua, dan Kelompok Terkompak. Pembagian hadiah ini tidak hanya menjadi penyemangat, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan mempererat ikatan sosial antar peserta. Lansia merasa dihargai dan diberi ruang untuk tampil aktif dalam suasana yang menyenangkan. Kegiatan “Government Empowering Elderly” ini dirancang tidak hanya untuk mendorong kesehatan fisik lansia, tetapi juga membangun semangat hidup, menjalin interaksi sosial, dan menciptakan ruang pengabdian yang nyata antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. HIMAP berharap program ini dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga lansia di Desa Kalisongo.

Siapa di Atas Presiden? HIMAP UMM Bedah Film Politik yang Bongkar Kuasa Tak Kasat Mata

Siapa di Atas Presiden? HIMAP UMM Bedah Film Politik yang Bongkar Kuasa Tak Kasat Mata

Malang, 23 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM sukses menyelenggarakan kegiatan Bedah Film dengan judul “Siapa di Atas Presiden”. Bertempat di Aula GKB 1, kegiatan ini dimulai pada pukul 09.45 WIB dengan suasana khidmat melalui pembukaan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai nasionalisme dan semangat organisasi. Bapak Ahmad Apriyanto, S.I.P., M.Si., selaku Pembina HIMAP sekaligus Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, menyampaikan pesan penting terkait fungsi film dalam literasi politik. “Film dan novel bukan sekadar karya hiburan, melainkan media penyampai ideologi. Karena itu, kita harus membedahnya dengan pisau analisis agar dapat menangkap pesan-pesan tersirat dari penciptanya,” ujarnya. Film ini mengungkap berbagai aspek konspirasi dan dinamika kekuasaan politik, seperti pencitraan, korupsi struktural, elitisme, serta lemahnya integritas lembaga hukum. Diskusi berlangsung dinamis, dipandu oleh Aldy Febriansyah, dengan narasumber Dwi Putri Vidiastuti, S.IP., M.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan, “Bedah film tidak cukup hanya dilihat dari sisi visual. Kita harus menggali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, karena di situlah makna sejatinya tersembunyi.” Film ini menampilkan sosok pemimpin yang berhati-hati dalam mengambil keputusan, adanya manipulasi media, serta kehadiran kekuatan tak kasat mata atau invisible power. Narasumber juga menyinggung kemiripan karakter tokoh pengacara dalam film yang dibunuh secara terencana namun pelakunya tak kunjung terungkap, dengan peristiwa nyata pembunuhan aktivis HAM, Munir, yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar terkait pelaku di baliknya. Selain itu, dibahas pula bagaimana media sosial dapat menjadi alat edukatif sekaligus menjadi corong kekuasaan politik tertentu. Narasumber menekankan bahwa, “Film bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga harus dianalisis secara kritis agar penonton memahami pesan moral dan realitas sosial-politik yang ada di baliknya.” Melalui kegiatan ini, HIMAP UMM berharap dapat menumbuhkan kepekaan kritis mahasiswa terhadap fenomena politik kontemporer, sekaligus mendorong pentingnya literasi media sebagai fondasi dalam membangun demokrasi yang sehat.

HIMAP UMM Dorong Kemandirian Lansia Kalisongo Lewat Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi

HIMAP UMM Dorong Kemandirian Lansia Kalisongo Lewat Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi

Malang, 21 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan kegiatan “Pemberdayaan Pemerintahan Lansia”, yang kali ini mengusung konsep pemberdayaan lansia melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Bertempat di Balai Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, kegiatan ini mengangkat tema “Kesehatan dan Spiritual untuk Lansia Sejahtera.” Program ini bertujuan untuk membekali para lansia dengan keterampilan baru yang memiliki nilai ekonomis, sekaligus memberikan ruang untuk relaksasi dan ketenangan batin. Lilin aromaterapi dipilih karena manfaatnya yang tidak hanya bersifat terapeutik, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif guna mendukung kemandirian ekonomi lansia. Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan sekaligus Pembina HIMAP, Ach. Apriyanto Romadhan, SIP, M.Si., menyampaikan komitmen terhadap ketidakinginan program ini. “Ini adalah awal dari kerja sama yang lebih panjang. Kami mendukung penuh upaya pengabdian kepada para lansia agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” ujarnya. Kepala Desa Kalisongo, Bapak Siswanto, SP, turut memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif pemberdayaan lansia seperti ini. Harapan kami, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga lansia di desa kami,” ungkapnya. Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Para lansia tidak hanya mengikuti sesi penyuluhan, tetapi juga secara aktif menyebarkan pembuatan lilin aromaterapi menggunakan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh. Proses ini mendorong keterlibatan langsung dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi para peserta. Program “Pemerintah Pemberdayaan Lanjut Usia” merupakan kegiatan bulanan HIMAP pada periode 2024/2025. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek kesehatan fisik dan spiritual, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan integrasi sosial. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat desa dalam menciptakan lingkungan yang mendukung lansia untuk tetap sehat, mandiri, dan berdaya.

Global Standard Achieved! Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Raih Akreditasi Internasional FIBAA

Global Standard Achieved! Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Raih Akreditasi Internasional FIBAA

Malang, 8 Juni 2025 — Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali mencetak prestasi gemilang di kancah internasional. Pada 5 Juni 2025, Program Studi ini resmi meraih akreditasi internasional penuh tanpa syarat (accredited without conditions) dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), lembaga akreditasi internasional terkemuka yang berbasis di Jerman. Keputusan ini ditetapkan dalam Sidang ke-18 Komite Akreditasi dan Sertifikasi FIBAA setelah melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari kualitas kurikulum, proses pembelajaran, kompetensi dosen, hingga sistem penjaminan mutu akademik. Hasilnya, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM dinyatakan telah memenuhi seluruh standar internasional yang sudah ditetapkan. Akreditasi FIBAA ini berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 5 Juni 2025 hingga 4 Juni 2030. Capaian ini menjadi bukti nyata atas komitmen Prodi Ilmu Pemerintahan UMM dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berstandar global. Selain itu, pencapaian ini turut memperkuat daya saing lulusan di tingkat internasional. Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Muhammad Kamil, S.IP., M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Akreditasi FIBAA merupakan pengakuan dari dunia internasional atas mutu dan dedikasi kami. Kami akan terus berkomitmen untuk mendorong inovasi, internasionalisasi, dan pelayanan akademik yang unggul,” ujarnya. Dengan diraihnya akreditasi ini, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM semakin mantap melangkah sebagai program studi unggulan bertaraf internasional yang berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pemerintahan dan tata kelola publik, baik di Indonesia maupun di tingkat global.

First Win! Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Sabet Gelar The Winner Putra Kampus UMM 2025

First Win! Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Sabet Gelar The Winner Putra Kampus UMM 2025

Malang, 14 Juni 2025 – Mahendra D. Febrian, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan angkatan 2024, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih gelar The Winner Putra Kampus UMM 2025. Ajang penyelenggaraan yang digelar secara resmi oleh Universitas Muhammadiyah Malang ini berlangsung pada 14 Juni 2025 dan menjadi panggung bergengsi bagi para mahasiswa terbaik dari seluruh kampus. Dalam berbagai hal, Mahendra mengungkapkan bahwa partisipasinya dalam ajang ini menjadi pengalaman pertama di kontes dunia. Meski belum pernah terlibat sebelumnya, semangat belajar dan keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman menjadi kunci utama keberhasilannya. “Saya semuanya dimulai dari nol,melihat potensi besar dari peserta lain justru menjadi pemicu bagi saya untuk terus belajar, berkembang, dan menampilkan versi terbaik dari diri saya. Terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Orang tua,Prodi Ilmu Pemerintahan, jajaran dosen, serta rekan-rekan yang telah memberikan dukungan yang sangat luar biasa,” ungkap Mahendra. Kemenangan ini tidak hanya mengesankan secara pribadi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM tidak hanya unggul dalam ranah akademik, tetapi juga mampu tampil percaya diri dan berprestasi di tingkat universitas non-akademik. Ajang Putra-Putri Kampus UMM merupakan agenda tahunan yang bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa dalam bidang kepribadian, komunikasi, kepemimpinan, hingga public speaking. Dengan gelar yang diraihnya, Mahendra menjadi salah satu duta kampus dalam berbagai kegiatan promosi dan pengembangan citra positif UMM.Prestasi ini menegaskan komitmen Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM dalam mencetak generasi yang tidak hanya kritis dan akademis, tetapi juga aktif, adaptif, dan inspiratif dalam berbagai lini kehidupan kampus.

Bangun Literasi Ilmiah Sejak SMA, Ilmu Pemerintahan UMM Gelar Pelatihan di SMAN 4 Malang

Bangun Literasi Ilmiah Sejak SMA, Ilmu Pemerintahan UMM Gelar Pelatihan di SMAN 4 Malang

Malang, 11 Juni 2025 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi ilmiah di kalangan pelajar sekolah menengah atas. Bertempat di Aula Tugu SMAN 4 Malang, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM menggelar kegiatan akademik yang mencakup dua agenda utama yaitu pelatihan penulisan ilmiah dan promosi program studi kepada siswa kelas XI. Dalam sambutannya, Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan, Ach. Apriyanto Romadhan, S.IP., M.Si., menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan keterampilan menulis ilmiah sejak dini. “Kami ingin memberikan hard skill kepada siswa-siswi, terutama dalam hal kepenulisan ilmiah. Sebagai akademisi, kita harus mampu meninggalkan karya yang berdampak dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya. Kegiatan ini disambut hangat oleh Kepala SMAN 4 Malang, Dr. Hari Wahjono, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. “Program ini sangat baik dan perlu terus dilanjutkan. Melalui kegiatan seperti ini, kami yakin siswa dapat mulai menumbuhkan minat dalam riset dan penulisan ilmiah, yang akan menunjang masa depan mereka,” ungkapnya. Selain pelatihan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi akademik. Ach. Apriyanto menjelaskan bahwa Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM telah terakreditasi “Unggul” oleh BAN-PT dan memperoleh pengakuan internasional dari FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation). “Akreditasi ini tidak hanya menjadi penjamin mutu, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar internasional,” jelasnya. Beliau juga menyoroti keunggulan Prodi, seperti adanya kelas Center of Excellence (COE) yang menghadirkan praktisi ke dalam ruang kuliah serta fleksibilitas dalam pemilihan tugas akhir, baik berupa skripsi reguler maupun karya ilmiah alternatif. Banyak alumni Prodi Ilmu Pemerintahan UMM yang kini berkiprah di kementerian, pemerintahan daerah, hingga institusi strategis nasional. Materi pelatihan penulisan ilmiah disampaikan oleh Ali Roziqin, S.AP., M.P.A., selaku Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMM. Dalam pemaparannya, Beliau membagikan strategi dalam menulis artikel ilmiah yang layak diterbitkan di jurnal bereputasi. “UMM telah berlangganan berbagai basis data ilmiah global seperti Scopus dan ProQuest, yang dapat diakses oleh seluruh mahasiswa melalui akun NIM mereka,” ujarnya.Kegiatan ini menjadi langkah strategis Prodi Ilmu Pemerintahan UMM dalam mendorong budaya akademik sejak dini serta memperluas jejaring dan kontribusi nyata di dunia pendidikan menengah.

Bukti Kualitas! Alumni Ilmu Pemerintahan UMM Raih Posisi Strategis sebagai CPNS di Badan Pangan Nasional

Bukti Kualitas! Alumni Ilmu Pemerintahan UMM Raih Posisi Strategis sebagai CPNS di Badan Pangan Nasional

Malang, 8 Juni 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM. Charis Bagus Dhanuarta, S.IP, lulusan angkatan 2019 yang menyelesaikan studinya pada tahun 2023, resmi dinyatakan lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan kini bergabung dengan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia. Sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional, Badan Pangan Nasional memerlukan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berintegritas tinggi. Keberhasilan Bagus lolos sebagai ASN di lembaga tersebut menjadi bukti nyata bahwa lulusan Prodi Ilmu Pemerintahan UMM mampu bersaing secara nasional dan siap berkontribusi dalam perumusan serta implementasi kebijakan publik. Bagus mengungkapkan,“Ilmu yang saya pelajari di Ilmu Pemerintahan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Pengalaman akademik dan organisasi selama kuliah sangat membantu saya dalam membangun pola pikir strategis dan kemampuan analisis kebijakan,”Selama menjadi mahasiswa, Bagus aktif dalam berbagai kegiatan organisasi intra dan ekstra kampus. Ia pernah menjadi anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) SustainableDevelopment Goals (SDGs) Center UMM, serta mengikuti program pertukaran pelajar daring (online) dengan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar). Bagus juga menempuh perkuliahan sambil mondok di Pondok Pesantren Mahasiswa Nur Muhammad hingga lulus kuliah, sebuah pengalaman yang turut membentuk karakter spiritual dan integritas pribadinya. Pengalaman tersebut membekalinya dengan soft skills penting seperti kepemimpinan, komunikasi, dan pemecahan masalah kompetensi yang kini ia gunakan dalam menjalankan peran sebagai aparatur sipil negara.Keberhasilan Bagus menjadi ASN di instansi nasional menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, yang menekankan keseimbangan antara penguasaan teori dan praktik lapangan, telah berhasil mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Prodi Ilmu Pemerintahan UMM terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan untuk menjawab tantangan kebijakan publik di berbagai sektor.Melalui kisah sukses Charis Bagus Dhanuarta, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa aktif untuk terus mengasah kemampuan, mengambil setiap peluang yang ada, serta berani melangkah menuju pengabdian nyata bagi bangsa dan negara.