Sebelas Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Mengikuti International Student Mobility di Universiti Utara Malaysia (UUM

Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada tahun 2024 ini telah memberangkatkan sebelas mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2020 dan 2021 dalam rangka mengikuti program International Student Mobility ke Malaysia tepatnya di Universiti Utara Malaysia (UUM). Sebelas mahasiswa tersebut mengikuti kegiatan di sana mulai tanggal 01 Januari-16 Januari 2024. Keuntungan dari mahasiswa yang mengikuti program International Student Mobility tersebut yaitu memperoleh sertifikat pada tingkat Internasional, hingga ekuivalensi nilai mata kuliah, selain itu juga mendapatkan relasi dari teman-teman luar Indonesia dan tak lupa dengan pengalaman yang sangat berharga. “Bisa mendapatkan new insight and new experience dalam artian pengalaman belajar di luar negeri yang jelas berbeda dengan sistem pembelajaran di Indonesia. Apalagi Universiti Utara Malaysia merupakan perguruan tinggi bertaraf Internasional yang didalamnya sangat multikultural. Pembelajaran disini dilakukan dengan metode ceramah, interaksi, maupun presentasi. Tapi yang paling menarik adalah ketika kelas diakhiri dengan quiz atau games yang mengulas hasil pembelajaran. Jadi kesannya sangat interaktif dan seru. Jadi kesannya sangat interaktif dan seru. Bahasa yang digunakan bilingual (English and Melayu) tapi lebih didominasi Bahasa Inggris” Menurut Vani Mahasiswa IP angkatan 2020. “Kelebihan yang didapat yaitu, mendapatkan relasi dari luar negeri, mendapatkan pengalaman sebagai mahasiswa internasional, proses belajarnya sangat interaktif dengan adanya quiz disetiap akhir pembelajaran dan pengalaman yang berkesan salah satu nya yaitu program pemberdayaan bersama dengan mahasiswa(i) UUM nama program nya yaitu SULAM (service learning Malaysia, from university for society)” Jelas Yusril Mahasiswa IP angkatan 2021. “UUM juga memiliki fasilitas yang sangat lengkap, dari sini juga belajar untuk bersosialisasi dengan orang yang tidak pernah dikenal sama sekali. Disini kita juga melakukan pengabdian masyarakat selama 3 hari.” Tambah Anggy Mahasiswa IP angkatan 2021. pembelajaran didalam kelas, Mahasiswa IP UMM juga mendapatkan pengalaman yaitu, ketika kegiatan “SULAM”. Sulam yakni kegiatan Community Service, dimana Mahasiswa melakukan pemberdayaan selama 3 hari 2 malam di Kampung Dulang Kecil, Yan, Kedah. Pada saat kegiatan ini, Mahasiswa berinteraksi dan menjalin keakraban dengan warga. Untuk kegiatan pemberdayaannya sendiri yaitu Pelatihan Digital Marketing, Pemetaan bakat minat di sekolah SMK, Pengajaran beribadah pada anak-anak Tadika, Gotong Royong, dan Kenduri Rakyat.

Program Studi Ilmu Pemerintahan Miliki 2 Guru Besar dengan Fokus Kajian “Dinamika Sistem Kepartaian” dan “New Urban Governance”

Pada 23 Desember 2023 yang lalu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM kembali mengukuhkan tiga Guru Besar. Dua dari tiga guru besar yang dikukuhkan tersebut merupakan dosen Ilmu Pemerintahan UMM, yaitu Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si dan Prof. Dr. Asep Nurjaman, M.Si. Dalam penyampaian orasi yang dilakukan, masing-masing guru besar menjelaskan fokus kajiannya masing-masing. Prof Tri dengan fokus penelitian yang membahas terkait new urban governance atau tata ruang kota untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan dan Prof Asep dengan melakukan penelitian terkait rekam jejak partai Islam pada dinamika sistem kepartaian di Indonesia setelah Soeharto. Dalam penelitiannya, Prof Tri menyampaikan bahwa tata kelola yang cerdas bergantung pada penerapan prinsip tata kelola yang baik, seperti terbuka, akuntabel dan kolaboratif, juga partisipatif, dan pemerintahan elektronik. Selain itu, smart city tidak hanya dalam hal memberikan layanan yang tinggi, tetapi juga memiliki sistem yang efisien dan efektif. “Smart city sekaligus dapat membawa pembangunan daerah yang seimbang. institusi dengan tata kelola yang lebih baik adalah institusi yang prosedurnya transparan”, ungkap Prof Tri menegaskan. Prof Asep dalam penelitiannya menggambarkan hubungan kompleks antara merosotnya kinerja partai Islam dengan dinamika sistem kepartaian era reformasi. Bahkan menemukan bukti bahwa kemunduran partai Islam berakibat pada terjadinya perubahan pada sistem kepartaian. “Sifat transformatif dari sistem pemilu multipartai yang ada di Indonesia memberikan dampak pada partai-partai keagamaan yang pernah memiliki pengaruh besar dalam politik di Indonesia”, ungkap Prof Asep menjelaskan. Di akhir penyampaian orasi yang dilakukan pun, Prof Tri dan Prof Asep menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan telah membantu atas meraih gelar baru ini. Diharapkan gelar baru yang didapatkan bisa menjadi inovasi pengembangan ilmu pengetahuan bagi sekitarnya

HIMAP UMM Gelar Workshop Pelatihan Penulisan Opini

Malang 05 Januari 2024, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan Pelatihan Opini dengan tema “Mengukuhkan Gagasan dan Nalar Mahasiswa dalam Merangkai Narasi melalui Kepenulisan Opini”. Lokasi kegiatan bertempat di aula lantai 6 Gedung Kuliah Bersama (GKB 3) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 14.15 dengan dihairi oleh Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM angkatan 2022 dan 2023. Dalam kegiatan ini Aldi Kusuma anggota Bidang Pendidikan dan Penalaran HIMAP bertanggung jawab sebagai Ketua Pelaksana. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bahtiar S.Hib.Int yang mana pernah menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Dermotimes.com pada tahun 2022-2023. Kegiatan Pelatihan Opini terebut bertujuan untuk memberikan pelatihan terhadap mahasiswa tentang pentingnya menulis opini yang nantinya akan diterbitkan di media cetak maupun media digital. Pemateri memberikan pemahaman mengenai beropini dan pembekalan terkait kepenulisan opini mulai dari menetapkan tema yang akan dibahas, pembentukan kerangka opini, gaya-gaya kepenulisan opini dan cara memilah data dengan baik. “Menulis jangan karena tuntutan atau apapun itu, melainkan dari keresahan kita yang dituangkan dalam bentuk opini. Menulislah dengan haiti atau jadikan tulisan sebagai karakter yang kamu cintai” jelas pemateri. Selain melakukan pemaparan materi, pemateri juga melakukan pembedahan salah satu opini miliknya yang terbit di media digital dengan judul “DEMOKRASI MANDEK: Ada apa dengan Indonesia?”. Pemateri mulai membedah opini miliknya dimulai dari latar belakang opini tersebut dapat dibentuk, urgensi dari opini dan juga bentuk argumentasi dari penulis. Kegiatan Pelatihan Kepenulisan Opini Mahasiswa pada kesempatan kali ini dihadiri oleh 27 mahasiswa angkatan 2023 dan 6 angkatan 2022. Tepat pada pukul 16.00 WIB kegiatan Pelatihan Opini diakhiri dan ditutup dengan penyerahan sertifikat oleh Ketua Pelaksana kepada Pemateri

Debate’s Community : Komoditas dan Kearifal Lokal Masa Depan Kesenian Tradisional di Pusaran Arus Global

Malang, 3 Januari 2024. Mengawali Tahun 2024, Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM kembali menyelenggarakan kegiatan diskusi melalui forum Debate’s Community . Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap satu minggu sekali ini, bertujuan untuk merawat nalar kritis mahasiswa. Kegiatan diskusi diikuti oleh mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2022 dan 2023. Bertindak sebagai pemantik diskusi, yakni kelompok presenter dari angkatan 2022 yang berjumlah delapan orang. Tema yang dibahas dalam diskusi kali ini berjudul “Komoditas dan Kearifan Lokal : Masa Depan kesenian Tradisional di Pusaran Arus Globalisasi”. Tema tersebut dipilih guna mengkaji tentang bagaimana kesenian tradisional merupakan instrumen penting dalam melestarikan budaya lokal dan mempertahankan identitas budaya suatu masyarakat dalam kuatnya gencatan globalisasi. Pertemuan yang mengkaji tentang tantangan pe;estarian kesenian tradisional ini, secara teknis berbentuk kegiatan diskusi dan komunikasi dua arah antara pemantik dan audiens. Dalam forum tersebut, pemantik menyampaikan materi dan argumentasi yang kemudian akan didiskusikan. “Di era globalisasi, banyak kesenian tradisional menghadapi tantangan serius dalam menjaga kelangsungan mereka. Masuknya budaya asing dapat menggeser budaya lokal kita, sehingga peran pemerintah sangat penting dalam membatasi budaya asing yang masuk,” jelas pemantik. Melalui forum diskusi ini terbangun argumentasi dari mahasiswa dengan simpulan bahwasannya kesenian tradisional memiliki peran penting dalam melestarikan identitas budaya suatu daerah. Mereka mencerminkan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, kesenian tradisional seringkali menghadapi tantangan di era globalisasi. Oleh karenya upaya untuk mendidik dan melatih generasi muda dan berbagai pihak dalam melestarikan budaya sangat penting.

Debate’s Community: Mengkaji Masa Depan Penegakan HAM di Indonesia

Malang, 29 Desember 2023. Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM kembali menyelenggarakan kegiatan diskusi melalui forum Debate’s Community. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap satu minggu sekali ini, bertujuan untuk merawat nalar kritis mahasiswa. Kegiatan diskusi diikuti oleh mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2022 dan 2023. Bertindak sebagai pemantik diskusi, yakni kelompok presenter dari angkatan 2022 yang berjumlah sembilan orang. Tema yang dibahas dalam diskusi kali ini berjudul “Masa Depan Penegakan HAM di Indonesia”. Tema tersebut dipilih guna mengkaji tentang dinamika penegakan HAM di Indonesia beserta langkah-langkah yang dapat diambil dalam menyelesaikan masalah HAM. Pertemuan yang mengkaji tentang penegakan HAM di Indonesia ini, secara teknis berbentuk kegiatan diskusi dan komunikasi dua arah antara pemantik dan audiens. Dalam forum tersebut, pemantik menyampaikan materi dan argumentasi yang kemudian akan didiskusikan. “Negara kita memegang teguh nilai-nilai Pancasila yang menjamin kesetaraan HAM bagi seluruh warga negara, serta memberikan jaminan bahwa penghormatan terhadap HAM bersifat universal. Pancasila sebagai sumber penegakan HAM memiliki tiga nilai HAM yaitu Nilai Ideal, Nilai Instrumental dan Nilai Praktikal,” jelas pemantik. Melalui forum diskusi ini terbangun argumentasi dari mahasiswa dengan simpulan bahwasannya, solusi utama dalam penyelesaian masalah HAM di Indonesia dapat dilihat dari tiga perspektif, diantaranya melalui; jalur hukum, jalur mediasi dan jalur Pendidikan. Selain itu, pemerintah memiliki peranan yang sangat penting dalam melindungi dan memajukan HAM di negara ini, sebagaimana yang diamanatkan dalam Pancasila dan konstitusi yang ada. (van/roz)

Pengabdian Internasional di Penang Malaysia, Dosen IP UMM Sosialisasikan Penguatan Kapasitas Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi

Dalam suatu organisasi, pemimpin merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam menentukan kesuksesan organisasinya. Pemimpin diibaratkan seperti seorang nahkoda kapal yang harus mampu membawa penumpangnya sampai ke tujuan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haruslah memiliki kemampuan yang baik dalam memimpin organisasinya. Hal inilah yang dilakukan oleh Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM dengan melaksanakan pengabdian internasional pada organisasi Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) di Penang, Malaysia. Diketuai oleh Bapak Muhammad Kamil, S.IP., MA., dengan 4 anggota, yaitu Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., Dr. Saiman, M.Si., Shannaz Mutiara Deniar, M.A, dan Hevi Kurnia Hardini, S.IP., MA. Gov. Pengabdian internasional ini berlangsung pada 24 – 27 November 2023 dengan mengusung judul “Penguatan Kapasitas Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi pada Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Penang, Malaysia”. Melihat kondisi organisasi PRIM di Penang yang masih butuh banyak masukan dari berbagai pihak. “Cabang ranting Muhammadiyah itu harus bisa berdaya dengan mencari lebih banyak kader, jangan hanya orang Indonesia saja yang mendominasi organisasi PRIM ini, tetapi juga harus bisa merekrut warga lokal, yaitu Penang ini sendiri, dan diharapkan dapat bermanfaat juga bagi orang sekitarnya”, ungkap Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Dalam mengelola organisasi juga dibutuhkan dana yang cukup agar suatu organisasi dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. “Badan Usaha Muhammadiyah juga harus dibentuk dan kemudian dikembangkan, agar pemasukan yang datang lebih beragam dan tidak hanya mengandalkan satu sumber pendapatan saja”, ungkap Bapak Muhammad Kamil, S.IP., MA., menambahkan. Diharapkan dari berlangsungnya kegiatan pengabdian internasional ini dapat memeberikan manfaat serta masukan yang baik bagi organisasi PRIM di Penang. Selain itu, juga dapat menjadi wujud implementasi kerjasama intenasional, sekaligus wadah untuk bertukar fikiran dan kebudayaan bagi masing-masing pihak.

Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Menerima Kunjungan dari Program Studi Pemikiran Politik IAIN Kudus

Malang, 27 Desember 2023. Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Muhammadiyah Malang telah menerima kunjungan dari Program Studi Pemikiran Politik Institut Agama Islam Negeri Kudus. Dalam kunjungan yang dilakukan oleh pihak IAIN adalah bertujuan untuk benchmarking pengelolaan Program Studi dan Laboratorium, inisiasi kerjasama dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Center of Excellence (COE). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang 601 GKB 1 Lantai 6 (Aula FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam kunjungan tersebut pihak yang hadir dari IAIN Kudus sebanyak 12 orang, yaitu dari Tim Dosen serta staf yang bersangkutan. Sedangkan dari Prodi Ilmu Pemerintahan UMM sendiri yang hadir, yaitu Kepala Program Studi, Sekretaris Program Studi, Kepala Laboratorium, serta Perwakilan dari Dosen“Kegiatan kunjungan ke Prodi Ilmu Pemerintahan UMM ini berkaitan untuk belajar pengelolaan program studi, pengelolaan laboratorium dan juga terkait pengembangan program MBKM.” ungkap salah satu pihak IAIN KudusKepala Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM memaparkan terkait bagaimana dalam melaksanakan pengelolaan program studi selama ini selain itu juga menjelaskan terkait program MBKM dan Center of Excellence (COE) yang telah berjalan di Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Untuk program MBKM dan Center of Excellence (COE) sendiri sudah berjalan dari angkatan 2020 dengan 2 kelas COE yaitu kelas Pemerintahan Desa dan Analis Pemerintahan Politik. “Dalam pengelolaan laboratorium kami dibantu oleh 8 asisten laboratorium dan tim multimedia, nah untuk tim multimedia tersebutlah yang bertanggung jawab untuk konten di Prodi. Untuk asisten laboratorium dan tim multimedia sendiri kami ambil dari mahasiswa IP UMM” ungkap Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMM Dalam kunjungan tersebut pihak IAIN Kudus menyampaikan bahwa sudah tepat dalam melakukan benchmarking di Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, selain Prodi Ilmu Pemerintahan UMM yang sudah berdiri lama tetapi juga memiliki sistem pengelolaan dan pengembangan prodi yang sudah baik dan terukur.

Debate’s Community : Keberhasilan Gerakan Anti Korupsi Menuju Good Governance

Malang, 20 Desember 2023. Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM kembali menyelenggarakan diskusi melalui forum Debate’s Community pada minggu ke-duabelas. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap satu minggu sekali tersebut bertujuan untuk merawat nalar kritis dari mahasiswa. Kegiatan diskusi diikuti oleh Mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2022 dan 2023. Bertindak sebagai pemantik diskusi, yaitu kelompok presenter dari angkatan 2022 yang berjumlah lima orang dengan tema yang dibahas dalam diskusi kali ini berjudul “Catatan Korupsi: Melacak Aktor, Menyimak Implikasi”. Tema tersebut dipilih guna mengkaji tentang realitas korupsi yang terjadi di Indonesia. Pertemuan yang mengkaji terkait realitas korupsi yang terjadi di Indonesia tersebut secara teknis berbentuk kegiatan diskusi dan komunikasi dua arah antara pemantik dan audiens. Dalam forum tersebut, pemantik menyampaikan materi dan argumentasi yang kemudian akan didiskusikan. “Upaya pemberantasan korupsi dan penerapan prinsip-prinsip Good Governance harus terus berlanjut secara konsisten dan berkelanjutan. Ini akan memerlukan kerja sama yang erat antara berbagai pihak,termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor bisnis. Dengan demikian, gerakan anti korupsi yang menuju Good Governance tetap menjadi inisiatif penting dalam membangun pemerintahan yang efisien dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.” Jelas pemantik Melalui forum diskusi ini terbangun argumentasi dari mahasiswa dengan kesimpulan bahwasanya gerakan anti korupsi menuju Good Governance merupakan upaya yang sangat penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih darimeminimalisir korupsi dan nepotisme, seperti pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), gerakan anti korupsi, dan penerapan prinsip-prinsip Good Governance. Meskipun terdapat berbagai keberhasilan dalam gerakan anti korupsi menuju Good Governance, masih ada tantangan yang harus diatasi. Salah satu tantangan utama adalah sulitnya melaporkan dan menangani kasus korupsi, serta masih adanya praktik korupsi dan nepotisme di berbagai sektor. Untuk mencapai gerakan anti korupsi menuju Good Governance maka memerlukan komitmen dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, diperlukan. Dengan terus memperkuat gerakan anti korupsi dan penerapan prinsip-prinsip Good Governance, diharapkan tata kelola pemerintah yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme dapat terwujud, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.

Mahasiswa Praktikum Urban Politics Lakukan Kegiatan Studi Lapang di TPA Supit Urang Kota Malang

Malang, 18 Desember 2023. Dalam rangka memberikan pengalaman belajar secara langsung di lapangan, Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMM memfasilitasi para mahasiswa praktikum untuk dapat memahami proses pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir, tepatnya berlokasi di TPA Supit Urang Kota Malang. Kegiatan praktikum lapang ini diikuti oleh seluruh mahasiswa praktikum Mata Kuliah Urban Politics yang diampu oleh Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Saat kegiatan praktikum lapang berlangsung, mahasiswa didampingi oleh Tim Laboratorium dan Instruktur Praktikum. Ketika praktikum lapang, secara teknis mahasiswa di ajak untuk berkeliling pada tiap pos-pos pengelolaan sampah. Diantaranya, mulai dari proses pemilahan sampah, penggilingan sampah, hingga proses pengolahan atau daur ulang sampah. Adapun yang bertindak sebagai tour guide sekaligus pemateri bagi peserta yakni Tim dari TPA Supit Urang itu sendiri. “Selamat datang teman-teman mahasiswa dari Ilmu Pemerintahan UMM yang telah hadir untuk belajar mengenai pengelolaan sampah. Disini kita akan melihat secara langsung bagaimana proses penglolaan hingga daur ulang dari sampah itu sendiri. Pesan saya, teman-teman sebagai mahasiswa harus bisa memilah sampah sebelum dibuang ke tempat sampah dan sebelum diangkut ke TPA ini,” ungkap salah satu pemateri saat memberikan sambutan. Melalui kegiatan praktikum lapang di TPA Supit Urang Kota Malang ini, mahasiswa diharapkan mampu untuk memahami salah satu permasalahan urban yang bersifat kompleks, yakni mengenai persoalan sampah. Sebab, masalah sampah menjadi persoalan serius dan membutuhkan penanganan yang berkelanjutan. (van/roz)

Realitas Pendidikan di Indonesia: Antara Pendidikan Tinggi VS Pendidikan “Biaya” Tinggi

Malang, 6 Desember 2023. Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM kembali menyelenggarakan kegiatan diskusi melalui forum Debate’s Community pada minggu ke sepuluh. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap satu minggu sekali ini, bertujuan untuk merawat nalar kritis mahasiswa. Kegiatan diskusi diikuti oleh mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2022 dan 2023. Bertindak sebagai pemantik diskusi, yakni kelompok presenter dari angkatan 2022 yang berjumlah sepuluh orang. Tema yang dibahas dalam diskusi kali ini berjudul “Pendidikan Kita: Pendidikan Tinggi VS Pendidikan Biaya Tinggi”. Tema tersebut dipilih guna mengkaji tentang realitas sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Pertemuan yang mengkaji tentang tingginya biaya pendidikan di Indonesia ini, secara teknis berbentuk kegiatan diskusi dan komunikasi dua arah antara pemantik dan audiens. Dalam forum tersebut, pemantik menyampaikan materi dan argumentasi yang kemudian akan didiskusikan. “Salah satu faktor yang menjadi permasalahan dalam menempuh pendidikan perguruan tinggi di Indonesia yaitu soal pembiayaan, dimana biaya yang terbilang mahal bagi mahasiswa kadang tidak sesuai dengan sarana prasarana yang disediakan. Sehingga beberapa siswa memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya kejenjang perguruan tinggi dikarenakan permasalahan keuangan dan biaya yang mahal,” jelas pemantik. Melalui forum diskusi ini terbangun argumentasi dari mahasiswa dengan simpulan bahwasannya, mahalnya biaya pendidikan dapat berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia. Semakin mahal biaya pendidikan dapat menyebabkan permasalahan baru yang berdampak pada menurunnya kualitas SDM itu sendiri. Sebab, pendidikan merupakan aspek fundamental untuk meningkatkan kualitas masyarakat. Selain itu, melalui Pendidikan ini tiap individu diupayakan dapat memiliki kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Biaya yang mahal akan menyulitkan masyarakat untuk bisa menyelesaikan pendidikan lebih tinggi. Pemerintah menawarkan banyak bantuan berupa beasiswa untuk membantu pembiayaan dalam proses untuk menempuh pendidikan, namun lagi-lagi hal tersebut ternyata masih belum cukup. (van/roz)