Laboratorium IP UMM Jalin Kerjasama Survei IKM dengan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Batu

Malang, 4 Oktober 2023. Dalam rangka menindaklanjuti kerjasama dengan Bappeda Kota Batu, Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMM lakukan koordinasi guna membahas teknis praktikum yang akan datang. Koordinasi diikuti oleh perwakilan mahasiswa yang akan menempuh praktikum Mata Kuliah Pelayanan Sektor Publik yang diampu oleh Bapak Muhammad Kamil, S.IP., M.A, serta didampingi secara langsung oleh Asisten Laboratorium dan Kepala Laboratorium yakni Bapak Ali Roziqin, S.A.P, M.P.A. Nantinya mahasiswa akan melakukan praktikum berupa Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada instansi-instansi yang melakukan pelayanan di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Ini dilakukan untuk memenuhi indikator penilaian praktikum pada mata kuliah Pelayanan Sektor Publik. Disamping itu, hasil Survey IKM yang dilakukan oleh mahasiswa akan kembali diberikan pada instansi terkait. Ini menjadi bentuk kerjasama yang dilakukan guna memberikan hasil penilaian masyarakat secara langsung. “Kami sangat men-support dan bersyukur atas kerjasama antara Prodi IP UMM dan Lab IP UMM ini dalam kerjasama Survey IKM Kota Batu. Semoga dengan kerjasama ini bisa meningkatkan IKM Kota Batu dan bermanfaat bagi masyarakat dan kita semuanya,” ucap Bapak Muhammad Awaludin, selaku Analis Pelayanan Publik Bagian Organisasi Setda Kota Batu. Pihak Bagian Organisasi Kota Batu juga menyampaikan, agar kedepannya kerjasama yang dilakukan dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak. “Semangat untuk mahasiswa IP UMM, semoga apa yang dilakukan hari ini bermanfaat untuk kedepannya dan untuk kemajuan Kota Batu,” pungkas Bapak Gustiawan, selaku Analis Kebijakan di Bappeda Kota Batu (van/roz).
Peduli Kesehatan Mental, Mahasiswa IP Turut Serta dalam Pendampingan Klien Kontrol Bulanan Bersama Dinas P3AP2KB Kota Batu

Malang, 1 Oktober 2023. Salah satu mahasiswi Ilmu Pemerintahan, yaitu Sofie Maritza Jutanto yang saat ini sedang melakukan kegiatan magang sekaligus penelitian selama 4 bulan di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Batu. Baginya salah satu kegiatan magang yang paling berkesan adalah ikut serta dalam mendampingi konsultasi korban ke Psikolog. Pendampingan konsultasi terhadap korban ke psikolog ini merupakan kegiatan tindak lanjut yang dilakukan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan & Anak (P2TP2A) dibawah naungan Dinas P3AP2KB pada setiap laporan yang diterima hingga permasalahan korban tersebut selesai. “Korban yang didampingi dalam konsultasi ini berasal dari berbagai kalangan usia. Hal itu membuat saya sadar bahwa penyakit mental ini dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal umur,” tuturnya. Melalui kegiatan tersebut ia menjadi sadar terkait pentingnya kesehatan mental pada permasalahan yang sedang mereka hadapi. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah setempat dapat lebih tegas dalam menghadapi permasalahan kesehatan mental ini. “Perlu diadakannya sosialisasi lebih mendalam kepada masyarakat terkait dengan ‘PUSPAGA’ yang merupakan wadah pencegahan, pegaduan, sampai mencari solusi pada setiap permasalahan masyarakat, baik permasalahan rumah tangga, ekonomi, pendidikan, dll. Yang mana nantinya jika ada masalah terkait dengan hukum, maka akan, dirujuk ke P2TP2A agar mendapatkan pendampingan korban hingga permasalahan tersebut tuntas,” ungkapnya. Selain itu, ia juga berharap bahwa masyarakat tidak perlu merasa takut untuk melaporkan terkait dengan permasalahan yang sedang mereka hadapi kepada pihak yang lebih berwenang.
Mengkaji Efektivitas Kebijakan Pemerintah Melalui Forum Debate’s Community

Malang, 28 September 2023. Dalam rangka merawat nalar kritis mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) menyelenggarakan kegiatan diskusi bertajuk Debate’s Community. Kegiatan diskusi ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2022 dan dibimbing secara langsung oleh dosen Ilmu Pemerintahan UMM, yakni Bapak Ach. Apriyanto Romadhan, S.IP., M.Si. Adapun yang bertindak sebagai pemantik diskusi yakni Muh Januar Galang Rivaldan, salah satu mahasiswa dari angkatan 2020. Tema yang dibahas dalam diskusi kali ini berjudul “Program Sekolah Lansia Tangguh, Seberapa Efektifkah?”. Tema tersebut sesuai dengan fokus kajian tentang kebijakan pemerintah yang diteliti oleh pemantik. Pertemuan yang mengkaji tentang efektivitas dari program sekolah lansia tangguh tersebut, berupa kegiatan diskusi dan komunikasi dua arah antara pemantik dan audiens. Dalam forum tersebut, pemantik menyampaikan argumentasi yang kemudian akan didiskusikan. “Pemerintah terlalu menggeneralisir kebijakan sehingga program-program yang berjalan di setiap daerah hasilnya tidak maksimal, seperti hal-nya program sekolah lansia tangguh. Pada daerah satu berhasil, tapi daerah lain ada yang tidak berhasil, ini karena masing-masing daerah memiliki karakteristik yang berbeda dan tentunya akan mempengaruhi hasil dari program itu sendiri,” ungkap pemantik. Melalui kegiatan diskusi ini, terbangun argumentasi kritis berupa hipotesis dari mahasiswa yang menilai kurang efektivnya kebijakan sekolah lansia tangguh. Bahwasannya, muncul anggapan jika program lansia tangguh menjadi bentuk eksploitasi kepada lansia yang diselimuti dengan istilah “pemberdayaan“. Selain itu, dalam implementasinya kebijakan program sekolah lansia tangguh di berbagai daerah di Indonesia ini, ternyata masih belum mendapatkan akses anggaran dari pemerintah, bahkan ada yang membayarkan iuran setiap bulannya. (van/roz)
Mahasiswa IP UMM Terlibat Aktif dalam Program Pemberdayaan Pemuda Saat Magang di Kemenpora

Rabu, 27 September 2023. Salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan dari Kelas Center of Excellence (CoE) Bidang Analis Pemerintahan dan Politik, bernama Muhammad Thoriq Haykal melakukan kegiatan magang sekaligus penelitian selama empat bulan di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Selama kegiatan magang berlangsung, ia ditempatkan di bagian Asisten Deputi Wawasan Pemuda, Deputi Pemberdayaan Pemuda. Adapun tugas-tugas yang biasa dikerjakan oleh Thoriq yakni membantu bagian administrasi serta proses verifikasi berkas-berkas yang dibutuhkan dalam proses kerjasama antara Kemenpora dengan lembaga lain. “Rutinitas sehari-hari saya saat magang biasanya bertugas untuk memverifikasi kelengkapan berkas proposal permohonan bantuan dari yayasan yang masuk ke Kemenpora, pembuatan draft Perjanjian Kerjasama antara yayasan calon penerima bantuan, sekaligus melakukan visitasi ke sekretariat yayasan atau organisasi calon penerima bantuan untuk proses verifikasi berkas,” jelas Thoriq. Tidak berhenti disitu saja, Thoriq juga menjelaskan bahwa ia terlibat secara langsung dalam berbagai project yang dilakukan oleh Kemenpora, termasuk dalam Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2023 hingga mengikuti peninjauan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur. “Disini saya mendapatkan banyak pembelajaran melalui keterlibatan saya dalam berbagai project, diantaranya; kegiatan pelatihan pemuda peduli lingkungan di Balikpapan, peninjauan pembangunan Ibu Kota Nusantara, pelaksanaan peringatan HAORNAS 2023 yang dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menteri Pertahanan dalam hal ini mewakili Presiden Joko Widodo, kegiatan pelatihan pemuda maritim di Semarang, serta bantuan kemitraan antara Kemenpora dengan Komisi X DPR-RI,” ungkap Thoriq. Thoriq juga menuturkan bahwa, begitu banyak pengalaman yang berkesan selama magang di Kemenpora. Ia dapat belajar dan terlibat secara langsung dalam kegiatan penyelenggaraan pemerintahan khususnya dibidang Pemberdayaan Pemuda Republik Indonesia. Selain itu, ia dapat bertemu dan belajar banyak hal dengan orang-orang hebat di bidang pemerintahan. (van/roz)
Kesan Mahasiswa CoE Selama Mengikuti Pogram Magang di Kemenpan-RB

Malang, 23 September 2023. Tiga orang mahasiswi Prodi Ilmu Pemerintahan UMM dari Kelas Center of Excellence (CoE) Bidang Analis Pemerintahan Politik yang bernama Nurmayanda, Olly Caesarya Reghina dan Resky Maharani Ma’mur, melakukan kegiatan magang sekaligus penelitian selama 4 bulan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi / Kemenpan-RB (Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, DKI Jakarta). Selama kegiatan magang berlangsung, ke-tiga mahasiswi ini ditempatkan pada Divisi Kelembagaan dan Tata Laksana. Ke-tiga mahasiswi tersebut menuturkan bahwa selalu berusaha untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan sebaik mungkin. Sebab, ini merupakan bentuk amanah dan tanggung jawab yang luar biasa. “Pekerjaan rutin yang biasa kami lakukan disini biasanya bersifat administratif untuk membantu tugas-tugas di unit kami, salah satunya dalam pembuatan matrikulasi perubahan usulan,” ungkap Nurmayanda. Selain itu, salah satu mahasiswi yang bernama Resky juga memaparkan bahwa dalam kegiatan magang, ia telah banyak dilibatkan dalam berbagai forum besar untuk membahas terkait kebijakan-kebijakan tertentu. “Khususnya di Unit Polhukam Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan-RB, keterlibatan rutin saya disini adalah sebagai notulis dalam agenda yang terkait dengan; Penataan SOTK Tingkat K/L (Kemenkumham dan MKRI), Usulan Perubahan SOTK Tingkat K/L hingga Pemda, Transformasi Organisasi Perangkat Daerah bersama Kemendagri, Penyusunan Proses Bisnis Tematik Hukum dan Keamanan (bersama PPATK, BNN, Dirjen Pajak), Penyederhanaan Proses Bisnis KASN, Evaluasi Proses Bisnis BKN, serta Penginputan Terkait SP2D Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Menpan,” ungkap Resky memaparkan. Para mahasiswi ini juga menuturkan bahwa, magang di lingkungan kerja Kemenpan-RB merupakan pengalaman yang sangat berharga. Kesempatan yang luar biasa ini tentunya bisa didapatkan ketika berkuliah di Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. (van/roz)
Mahasiswa IP UMM Terlibat dalam Proses Reses di DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku

Malang, 22 September 2023. Prodi Ilmu Pemerintahan UMM selalu memfasilitasi mahasiswanya untuk dapat memperoleh ilmu pengetahuan serta pengalaman praktis dengan seluas-luasnya. Salah satunya, dengan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk magang di berbagai daerah, termasuk di wilayah Indonesia Bagian Timur yakni pada Provinsi Maluku. Adapun salah satu mahasiswi yang saat ini tengah melakukan magang sekaligus penelitian di Provinsi Maluku yakni Ramla A. Rumbalifar dari Angkatan 2020. Ia melaksanakan kegiatan magang lebih tepatnya di DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur. Saat pelaksanaan magang berlangsung, ia mendapatkan jobdesc untuk membantu berbagai pekerjaan pada Komisi B (Bidang Keuangan). Secara spesifik, ia terlibat dalam berbagai agenda besar, diantaranya; Persiapan Reses, Pelaksanaan Reses, Pembuatan Laporan Reses hingga Penyusunan APBD. “Pada saat magang, saya dapat belajar secara langsung terkait bagaimana dinamika kerja di DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur, baik saat mengikuti persidangan komisi hingga sidang paripurna. Selain itu, saya juga dilibatkan dalam proses Reses hingga penyusunan APBD,” ungkap Ramla. Ini tentu menjadi pengalaman praktis yang sangat berharga bagi mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Banyak pembelajaran dari sisi praktis yang diperoleh mahasiswa selama kegiatan magang berlangsung dan tentunya menjadi tantangan yang memiliki kesan tersendiri. “Magang di DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur rasanya sangat berkesan bagi saya, karena disini saya diajarkan secara spesifik terkait hal-hal teknis hingga bagaimana proses-proses yang dilakukan dalam menyusun kebijakan. Selain itu, saya juga merasa terkesan karena magang di daerah yang memegang prisip persaudaraan, jadi rasanya betul-betul seperti keluarga.” pungkasnya. (van/roz)
Mengkaji Tantangan dan Peluang Masa Depan Ilmu Pemerintahan, Prodi IP UMM Gelar Kuliah Perdana bersama Wakil Bupati Pacitan

Rabu, 20 September 2023. Kegiatan kuliah perdana dengan tema “Arah Masa Depan Ilmu Pemerintahan: Merespon Tantangan, Meraih Peluang” dilaksanakan oleh Prodi Ilmu Pemerintahan UMM dengan menghadirkan para pembicara yang sangat luar biasa, yakni Bapak Gagarin, S.Sos selaku Wakil Bupati Kabupaten Pacitan dan Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si selaku Guru Besar Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Kegiatan ini dipandu secara langsung oleh Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, yakni Bapak Muhammad Kamil, S.IP., M.A sebagai moderator. Dalam pelaksanaanya, kegiatan kuliah perdana diikuti oleh seluruh mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM dari angkatan 2021, 2022 dan 2023. Bapak Gagarin menyampaikan bahwa, beliau sangat bangga menjadi seorang alumni Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Pada saat generasinya dulu, mahasiswa Ilmu Pemerintahan memiliki karakteristik sebagai generasi yang ulet, suka berkolaborasi, sangat toleran, serta memiliki ambisius yang besar dan luar biasa. Karakteristik ini tentu berbeda pada tiap-tiap generasi seiring dengan perkembangan zaman. “Walaupun ada perbedaan secara generasi dan zaman, namun ada kesamaan pada diri kita, yakni sama-sama mendalami Ilmu Pemerintahan. Selama negara ini masih berdiri, maka Ilmu Pemerintahan akan tetap menjadi ilmu fundamental,” ucap Bapak Gagarin pada mahasiswa. Sebagai seseorang yang telah lama terjun di bidang pemerintahan dan banyak bersinggungan dengan masyarakat luas, Bapak Gagarin menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada dunia maya, namun juga perlu untuk banyak bersosialisasi di dunia nyata. “Sesibuk apapun itu, sempatkan diri untuk mengenali dunia riil, dunia sosial yang nyata. Memahami digitalisasi memang perlu, namun memahami dunia sosial di masyarakat juga tidak kalah pentinya, ini dalam rangka mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di perguruan tinggi. Pesan saya, jangan hanya hidup di cemara gading, namun juga pahamilah kondisi masyarakat sekitar, sebab nantinya kita semua akan kembali dan berdinamika disana,” ungkap Bapak Gagarin. Usai penyampaian dari Bapak Gagarin, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih. Beliau menyampaikan bahwa, pada dasarnya ilmu pemerintahan merupakan ilmu yang multidisiplin, sebab mencakup berbagai disiplin ilmu yang lain, termasuk dalam bidang sosial, ekonomi, hukum dan lain sebagainya. “Mahasiswa Ilmu Pemerintahan setidaknya bisa menangkap berbagai peluang di masa depan dengan berbekal kompetensi dan pengetahuan, diantaranya dengan mengembangkan kemampuan berkomunikasi untuk membangun jejaring, meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir kritis, serta kemampuan problem solving dan negosiasi,” jelas Prof Tri. “Ambil peran untuk gerakan bangsa yang berkemajuan,” menjadi pesan pamungkas yang disampaikan oleh Prof Tri. (van/roz)
Mewujudkan Mahasiswa Tangguh, Prodi Ilmu Pemerintahan Sambut Mahasiswa Baru Tahun 2023

Kamis, 14 September 2023. Segenap jajaran fungsionaris Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM sambut kehadiran mahasiswa baru Angkatan 2023 melalui kegiatan Pesmaba (Pengenalan Studi Mahasiswa Baru) tingkat program studi. Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Bapak Muhammad Kamil, S.IP., MA selaku Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, Bapak Ach. Apriyanto Romadhan, S.IP., M.Si selaku Sekretaris Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, serta dihadiri pula oleh jajaran dosen dan staf di lingkungan program studi maupun laboratorium Ilmu Pemerintahan UMM. Mahasiswa baru Prodi Ilmu Pemerintahan dari angkatan 2023 kali ini berjumlah 99 orang yang sebelumnya telah lolos dari proses seleksi. Tidak hanya mengikuti kegiatan Pesmaba Tingkat Jurusan, sebelumnya mahasiswa juga telah terlebih dahulu mengikuti Pesmaba di tingkat fakultas maupun universitas. Kegiatan ini esensinya memberikan pemahaman tentang budaya akademik kepada mahasiswa baru. Saat kegiatan Pesmaba, mahasiswa dikenalkan dengan salah satu tagline yakni “UMM PASTI” yang memiliki arti ‘Pasti Lulus Tepat Waktu, Pasti Kerja, Pasti Mandiri’. Keyakinan ini juga lah, yang ditanamkan oleh Prodi Ilmu Pemerintahan UMM pada mahasiswa baru. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi awal perjalanan yang akan ditorehkan mahasiswa dalam menyongsong kehidupan masyarakat. “Jadi kalau di Prodi Ilmu Pemerintahan ini juga sangat menekankan program ‘UMM Pasti’ sebagaimana yang sebelumnya telah disampaikan oleh Pak Dekan FISIP. Disini mahasiswa diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti berbagai program yang bisa mempercepat kelulusan yakni di semester 7 dan bentuk tugas akhir juga tidak harus berupa skripsi,” ungkap Bapak Kamil selaku Kepala Prodi. Selain itu, Bapak Kamil juga menyampaikan kepada para mahasiswa baru bahwa penyusunan tugas akhir sudah bisa dimulai sejak semester satu, sebab ide-ide yang dimiliki harus segera untuk dituliskan agar ide yang dimiliki mahasiswa tidak menguap begitu saja. Mahasiswa baru Prodi Ilmu Pemerintahan UMM diharapkan dapat menjadi Generasi Tangguh yang nantinya memiliki kesiapan dalam menghadapi segala tantangan di masa depan. (van/roz)
Mahasiswa Prodi IP UMM Terlibat dalam ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) di NCB-Interpol Indonesia

Malang, 7 September 2023. Libur semester genap menjadi kesempatan bagi salah satu Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Angkatan 2021, yakni Rifki Muhammad untuk melaksanakan magang mandiri di Divisi Hubungan Internasional Polri atau NCB-Interpol Indonesia. Ia melaksanakan magang mandiri tersebut, terhitung mulai tanggal 17 Juli 2023 sampai dengan 15 September 2023 mendatang. “Tempat magang yang saya pilih untuk mengisi waktu liburan kali ini, tentunya didasari oleh keinginan saya pribadi untuk mengetahui bagaimana korelasi lembaga kepolisian khususnya dengan pemerintah luar negeri terkait tindakan-tindakan pidana yang terjadi,” ungkapnya. Saat melaksanakan magang mandiri, Rifki ditempatkan di Bagian Perencanaan dan Administrasi selama satu bulan awal. Selanjutnya, ia ditempatkan di bagian Set-NCB Interpol sebagai SPRI Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Amur Chandra J.B, S.H., M.H. Adapun tugas utama yang diberikan yaitu mengelola administrasi yang berkaitan dengan Set-NCB Interpol. “NCB-Interpol ini biasanya menjadi langganan mahasiswa Hubungan Internasional, namun ternyata bisa menjadi kesempatan bagi saya untuk dapat menjadi bagian dari mahasiswa magang disini. Tentunya kesempatan ini saya gunakan untuk mempraktikkan teori yang telah diberikan di kampus dan menjadi sumber informasi soal bagaimana hubungan Indonesia dengan pemerintah luar negeri terkait tindakan pidana yang terjadi, terutama yang menyangkut dengan WNI atau WNA,” tambahnya. Rifki juga menuturkan bahwa ketika melaksanakan magang mandiri di NCB-Interpol Indonesia, ia dapat sekaligus memaksimalkan kesempatan untuk dapat mewawancarai tokoh yang bersangkutan dengan data riset yang ia perlukan untuk penelitian. Tidak berhenti disitu saja, ia juga terlibat dalam project yang dilaksanakan oleh NCB-Interpol yakni ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC). “Tempo hari ada kegiatan AMMTC, berupa pertemuan negara-negara di ASEAN untuk membahas kejahatan lintas negara/transnasional crime, kebetulan Indonesia menjadi tuan rumah dan diselenggarakan di Labuan Bajo. Acara ini tentu diselenggarakan oleh Interpol. Meskipun saya tidak ikut ke Labuan Bajo secara langsung, namun saya terlibat dalam berbagai persiapan administratif yang bisa dibilang sangat hectic, mengingat saya bertugas sebagai asisten Pak Sekretaris Divhubinter,” pungkas Rifki. Magang mandiri yang dilakukan oleh mahasiswa angakatan 2021 ini, tentu mendapatkan dukungan dan apresiasi dari Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Inisiatif mahasiswa untuk melakukan kegiatan magang mandiri dapat menjadi sebuah kesempatan bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan untuk lebih berkembang. (van/roz)
Kontrol Penggunaan Gadget Pada Anak, Mahasiswa IP UMM Kreasikan Inovasi E-Lidi Pada Anak Usia Dini

Malang, 4 September 2023. Dalam rangka mengisi waktu luang selama libur semester genap, mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan UMM lakukan project kegiatan pengabdian masyarakat dengan menciptakan inovasi program E-Lidi (Edukasi Literasi Digital) pada anak usia dini. Inovasi ini digagas oleh empat orang mahasiswa angkatan 2020 yakni Stevania Halim, Aisyah Firanti, Nabila Ratu Az zahra dan Wisnu Wardhana. “Kegiatan pengabdian ini kami laksanakan di dua tempat, yaitu di RA Syihabuddin Landungsari, Kabupaten Malang dan TK Kemala Bhayangkari 19 Pangkalan Bun, Kabupaten Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Kebetulan saya pribadi memang berasal dari Kalimantan Tengah, sehingga bisa sekaligus melaksanakan kegiatan pengabdian saat pulang kampung,” ungkap Vania selaku koordinator. Sasaran dari porgram E-Lidi sendiri tentunya bagi anak-anak usia dini, orang tua, serta guru. Salah satu anggota tim pengabdian yakni Aisyah, memaparkan bahwa tujuan dari inovasi program E-Lidi, diantaranya untuk mengenalkan budaya literasi digital pada guru dan orang tua agar dapat mengontrol aktivitas bermain gadget pada anak dan mengedukasi bahwa kegiatan membaca tidak hanya dilakukan pada media buku tetapi juga dapat melalui platform digital. “Harapannya agar anak-anak yang sudah mengenal gadget ini, tidak hanya terpaku pada aplikasi game maupun tontonan yang bisa berdampak negatif. Melainkan, dapat diarahkan untuk mendorong minat baca bagi anak dan meningkatkan budaya literasi sejak dini,” kata Aisyah menambahkan. Vania mengungkapkan bahwa program E-Lidi di implementasikan melalui adanya kegiatan sosialisasi pada orang tua dan guru terkait penggunaan media digital kepada anak usia dini yang perlu di pantau dan diarahkan pada platform yang dapat mengedukasi. Sebab, dalam lingkup masyarakat sendiri masih terjadi pro dan kontra ketika memberikan kesempatan bagi anak untuk bermain gadget. “Oleh kerenanya, bagi orang tua yang setuju untuk memberikan gadget pada anak sebagai media pembelajaran, maka literasi digital perlu untuk dikenalkan. Sebab anak-anak ini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Sedangkan, melarang atau menjauhkan anak dari media digital dikhawatirkan justru akan membuat rasa penasaran anak semakin tinggi. Dengan demikian, maka mengenalkan kepada anak tentang kapan dan bagaimana menggunakan gadget justru akan membantu anak untuk menggunakan gadget secara aman,” ujar Vania. Terakhir, salah satu anggota tim pengabdian yaitu Nabila menuturkan bahwa dalam sosialisasi ini dijelaskan pula terkait peran serta pemerintah khususnya Kemendikbud dalam hal Literasi Digital, yakni melalui adanya Galeri Cerita yang berisi buku-buku bacaan digital untuk anak yang dapat di akses melalui link https://paudpedia.kemdikbud.go.id/galeri-ceria/ruang-cerita. (van/roz