Nadiroh, Mahasiswi IP Berhasil Terpilih Menjadi Peserta Magang pada Istanbul Youth Summit 2021

Malang, 15 Juli 2020. Prestasi gemilang berhasil ditorehkan oleh salah satu mahasiswi Ilmu Pemerintahan, UMM bernama Nadiroh. Mahasiswi semester 4 ini terplilh menjadi 12 peserta yang lolos seleksi untuk mengikuti kegiatan magang di Yayasan Youth Break the Boundaries dan menjadi panitia dalam acara puncak Istanbul Youth Summit 2021. Nadhiroh berhasil terpilih dari 200 peserta seleksi seluruh Indonesia dan luar negeri. Magang jarak jauh atau dengan format online ini terhitung dari 16 juli 2020- 28 Februari 2021, dan semua biaya dicover oleh Yayasan Youth Break the Boundaries. Nadiroh menceritakan pengalamanya terpilih mulai dari pengisian formulir pendaftaran. Pada formulir pendaftaran ini nadiroh perlu menulis beberapa karya atau capaian yang pernah diperoleh. Setalah dinyatakan lolos pada tahap ini, nadiroh diwawancarai oleh para reviewer untuk melihat kompetensi dan semangatnya dalam mengikuti kegiatan ini. Wawancara ini dilakukan dalam dua bahasa yaitu Indonesia dan inggris. Kemudian pada tahap terakhir penentuan terpilihlah nadhiroh dan 11 peserta lain yang terpilih menjadi peserta magang. Terakhir, Nadiroh merasa senang dan bangga memperoleh kesempatan langka ini dan akan bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini. Sementara Kaprodi Ilmu Pemerintahan, Muhammad Kamil, S.IP., M.A turut bangga dan terus mendorog seluruh mahasiswa prodi ilmu pemerintahan untuk terus beprestasi dan bersaing di level nasional maupun internasional
Mahasiswa IP Berhasil Tembus Publikasi Internasional dan Nasional

Kabar membahagiakan datang dari Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UMM. Sebanyak 10 karya ilmiah mahasiswa tembus di beberapa jurnal di Thailand yang terindeks Tier 2 oleh TCI (Thai-Journal Citation Index Center). Perlu diketahui TCI adalah lembaga pengindeks karya ilmiah yang menentukan kualitas publikasi yang dihasilkan oleh sebuah jurnal. Di Indonesia, TCI ini seperti SINTA, hanya saja TCI ini lebih ‘senior’. Kesepuluh mahasiswa yang lolos di jurnal Tier 2 ini merupakan sebagian dari mahasiswa yang mengikuti Student Exchange Program di Khon Kaen University, Thailand. Hal ini merupakan wujud dari upaya internasionalisasi prodi IP yang telah diawali sejak tahun 2016 lalu. Muhammad Kamil, S.IP.,M,A mengucapkan bangga dan mengapresiasi penuh apa yang diraih oleh 10 mahasiswa tersebut. Perlu diketahui juga 10 mahasiswa tersebut merupakan bagian dari program pertukaran mahasiswa antara IP UMM dengan COLA, Khon Kaen University, Thailand. Salah satu mahasiswa bernama Riko menjelaskan bahwa proses penulisan ini berlangsung lama, mulai dari proses bimbingan oleh dosen IP UMM dengan dosen COLA, selanjutnya tahap submit, revisi, hingga berhasil publish. Kamil juga menjelaskan selain jurnal internasional dalam waktu yang bersama mahasiswa IP berhasil publish artikelnya di Jurnal nasional dan mungkin dalam beberapa waktu kedepan akan lebih banyak artikel mahasiswa IP yang berhasil publish di beberapa jurnal. ia menambahkan bahwa prodi IP selalu memberikan motivasi dan dorongan secara ide kepada semua mahasiswa untuk terus menggerakkan gerakan literasi,khususnya penulisan artikel ilmiah.
Lab IP Gelar Webinar Covid-19 dan Kesehatan Jiwa

Malang, 22 Juni. Lab IP menggelar webinar bertajuk Covid-19 dan Kesehatan Jiwa. Acara ini dipandu langsung oleh Ka. Lab. Ilmu Pemerintahan yaitu Bapak Yana, S. Hijri dan menghadrikan tiga pembicara yaitu Zakaria Achmad S.Psi., M.Si; Dr. Joko Widodo, M.Si serta S. Qoris Fadlullah A. S. Kep. Ketiga pembicara tersebut sepakat bahwa pemberitaan tentang Covid-19 di media membuat gangguan mental kepada orang-orang yang dicurigai sebagai pasien Covid-19. Stigma sosial dan tekanan yang diberikan oleh lingkungan sekitar berdampak pada psikologis pasien, sehingga hal ini menggangu proses penyembuhan penyakit. Lingkungan sosial yang tidak mendukung daripada pasien tentu akan membuat imunitas seseorang akan rendah. Selain itu menurut Bapak Zakariya bahwa tindakan mengunci atau isolasi diri terlalu lama juga tidak baik bagi kesehatan mental. Selanjutnya ketiga pembicara sepakat bahwa masyarakat tidak perlu membully dan panik jika ada teman atau saudara yang dicurigai terkena kasus Covid-19, tetap patuhi protokoler kesehatan dan berilah dukungan sosial. Hal itu penting untuk menaikkan kepercayaan diri dan membantu secara psikologis untuk sembuh dari Covid-19
Prodi IP UMM Gelar Silaturahim dan Halal Bihalal Lintas Angkatan

Malang, 19 Juni 2020. Prodi IP berhasil menggelar silaturahim dan halal bihalal lintas angkatan. Silaturahim yang digagas oleh Laboratorium Ilmu Pemerintahan ini mendapatkan atensi yang luar biasa dari para alumni. Kegiatan yang dilaksanakan secara dalam jaringan melalui video conferences ini diikuti oleh masing-masing coordinator ketua angkatan sejak berdirinya Program Studi Ilmu Pemerintahan tahun 1986. Dalam kegiatan tersebut hadir juga bapak Drs. Imam Hidajat MM selaku pendiri dan Ketua Jurusan pertama di Ilmu Pemerintahan UMM. Silahturahmi dengan alumni ini juga dihadiri salah satu alumni Ilmu Pemerintahan yaitu Dr. Julio Tomas Pinto, yang sukses menahkodai Kementerian pertahan di Negara Timur leste. Selain itu hadir juga Yusuf Affrianto yang merupakan ketua Ikatan Keluarga Alumni Program Studi Ilmu Pemerintahan. Dalam sambutannya Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan manyampaikan bahwasilahturahmi antara alumni dan Program Studi Ilmu Pemerintahan sanggatlah penting. Program studi dan Laboratorium akan memfasilitasi kegiatan melalui dalam jaringan, baik itu kegiatan akademis hingga sharing session yang bisa dilaksanakan oleh semua Alumni. Dalam kegiatan tersebut bapak Imam Hidajat sempat menyampaikan kuliah singkat yang tentunya sangat dirindukan oleh alumni Ilmu Pemerintahan. Selama kuliahnya beliau masih mengkhawatirkan kondisi hankam di Indonesia dalam masa Pandemi ini. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Prof. Mas’ud said yang merupakan dosen Ilmu Pemerintahan UMM yang kemudian dialihken ke UNISMA.Terakhir, sebagian besar alumni mendukung kegiatan semacam ini kedepan untuk memperkuat jejaring dan networking diantara para alumni.
Lulusan Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Berhasil Meraih Sukses di Sektor Swasta

Umumnya tujuan utama mahasiswa Ilmu Pemerintahan ketika lulus adalah bekerja di instansi pemerintahan baik pusat dan daerah. Bekerja di birokrasi pemerintahan selain sebagai wadah aplikasi keilmuan yang dipelajari selama perkuliahan juga adalah demi sebuah prestise. Namun seiring perkembangan waktu dimana dunia kerja semakin dinamis dan fleksibel, ternyata lulusan Ilmu Pemerintahan bisa survive di sektor swasta. Apalagi peluang kerja di dunia birokrasi juga sangat terbatas sehingga membuka peluang bagi alumni Ilmu Pemerintahan UMM Malang untuk terjun ke bekerja di perusahaan swasta. Fenomena tersebut tercermin dari kegiatan Alumni Bicara yang diinisiasi oleh Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMM, Kamis 18 Juni 2020. Diskusi santai via zoom meeting ini menghadirkan Muhammad Munir (General Affair 3TV,RCTI dan Building Management Division Head-mnc Group ) dan Bagus Pamuji Raharjo (Bussines RepresentatifeKN 3.Nutrition For Special Needs, Kalbe Institusions- Jember. Bertindak sebagai moderator adalah Ach. Apriyanto Romadhan, S.IP.,M.Si). Muhammad Munir membagi pengalamanya ketika dilema saat akan lulus kuliah. Apakah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)yang saat itu sangat terbatas atau sektor swasta yang peluangnya lebih besar. Akhirnya memilih sektor swasta dimana mencari perusahaan yang memiliki divisi-divisi yang relevan dengan disiplin yang diajarkan di Ilmu Pemerintahan UMM Malang yakni Publik Affair. Posisi tersebut harus menguasai hukum hukum dan relationship dengan Instansi Pemerintah. Seiring perjalanan waktu kunci kesuksesan diraih selain berbekal pemahaman ilmu-ilmu yang diajarkan di Ilmu Pemerintahan, aspek pengalaman Organiasi juga sangat berguna. Muhammad Munir sewaktu kuliah akti di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), UKM Sepak Bola, Majalah Muara dan itu sangat berguna dalam menumbuhkan kepercayaan diri, skill memimpin dan manajemen konflik. Kuncinya adalah kemampuan manajemen waktu dan terus belajar. 2 hal tersebut harus diaplikasikan oleh lulusan Ilmu Pemerintahan jika ingin sukses di sektor Swasta. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Bagus Pramdio yang melihat bahwa banyak mata kuliah seperti analisa kebijakan, kekuatan sosial dan Politik, Manajemen Konflik dan Konsensus yang sangat berguna dalam mempertajam analisa dirinya saat bekerja khususnya dalam melihat potensi pengembangan pasar dan manajemen organisasi. Kemampuan menganalisa persoalan berguna memahaami realitas dilapangan beserta pemecahan masalahnya. Lebih dari itu bekerja di sektor swasta itu sangat diperlukan integritas dan profesional. Perusahaan sangat membutuhkan kejujuran dan kompetensi. Maka, jika ingin terjun ke sektor swasta perkuat pengetahuan mu, skill melalui aktif organisasi dan integritas.
Memanfaatkan Media Untuk Menjadi Influencer

Pada 7 juli 2020, Laboratorium Ilmu Pemerintahan menggelar diskusi bertajuk ngupination, dengan tema “Milenial: Media Influencer dan Influencer Media”. Kegiatan yang dipandu langsung oleh Ka. Lab. Ilmu Pemerintahan Yana S.Hijri, M.Si dan menghadirkan Didin Mujahidin (Ilustrator dan Pekerja Literasi) serta Wilda Kumala Sari (Konten Kreator dan Alumni Madrasah Influencer) Didin sebagai ilustrator di Pucukmera.id mengatakan konten media terutama website sangat membantu untuk mempengaruhi dan menyampaikan informasi ke orang lain. Apalagi dengan semakin banyaknya orang mengakses informasi melalui smartphone, ini menjadi peluang bagi media online. Selain itu menurut Didin, media mainstream terlalu memberlakukan peraturan yang baku dan formal, nah perbedaan di pucukmera siapa saja bisa mengirim konten apapun yang bermanfaat dan mengandung unsur kreatifisme Sementara Wilda Kumala Sari alumni madrasah influencer, memberikan tip dan trik untuk menjadi influencer dengan sosial media. Wilda sapaan akrabnya menceritakan bagaimana meningkatkan personal branding dengan memanfaatkan nilai yang kita miliki untuk mempengaruhi orang lain. Wilda mencontohkan di instagram kita bisa membuat konten yang mengandung value dan memperoleh followers. Acara ini sangat memberikan informasi bagi millenial untuk memanfaatkan media sosial untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lab IP Gelar Webinar Praktikum Pemberdayaan Masyarakat melalui UKM dan Ekonomi Kreatif di Tengah Pandemi

Malang, 21 Mei 2020. Laboratorium Prodi Ilmu Pemerintahan berhasil menggelar webinar ke 3 dengan judul Pemberdayaan Masyarakat melalui UKM dan Ekonomi Kreatif di Tengah Pandemi. Webinar ini dimoderatori langsung oleh Sekretaris Prodi Ilmu Pemerintahan Ach, Apriyanto Romadhon, M.Si dan menghadirkan dua narasumber yaitu Puspita Ayuningtyas Prawesti, MPP selaku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya dan Abdus Salam As’ad, M.Si. Narasumber pertama menyampaikan materi menjadi 3 sub bahasan, yaitu apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Kota Surabaya sebelum pandemi, apa yang akan dilakukan pada saat pandemi terjadi, terakhir strategi untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi. Industri kreatif dianggap langkah solutif untuk membangkitkan ekonomi masyarakat setelah masa pandemi. Sedangkan Abdus Salam As’ad, M.Si lebih berfokus pada pemberdayaan masyarakat terutama bagi kelompok masyarakat marginal. Proses pemberdayaan semestinya tidak berjangka pendek tetapi bisa berkelanjutan.
Lab IP Gelar Webinar Praktikum Pelayanan Sektor Publik

Malang, 18 Mei 2020. Laboratoroium Ilmu Pemerintahan (Lab IP) berhasil menggelar webinar praktikummata kuliah pelayanan sektor publik dengan tema “Pelayanan Sektor Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19”. Webinar kali ini menghadirkan Ketua Gugus Tugas Rumah Sakit UMM (RS UMM) dr. Thontowi Jauhari, M.Kes dan Dosen pengampu MK pelayanan sektor publik Drs. Jainuri, M.Si serta dimoderatori oleh Ali Roziqin, M.PA. Diskusi yang berjalan 1,5 jam ini berlangsung cukup menarik, dimulai dari pemaparan dr. Tommy sapaan akrab Ketua Gugus Tugas RS UMM yang menjelaskan bagaimana proses layanan kesehatan terutama di RS UMM yang sangat berbeda daripada sebelumnya, hal itu tentu dikarenakan adanya COVID-19 yang mengharuskan tenaga kesehatan dan penyediaan infrastruktur harus lebih optimal dibandingkan sebelumnya. Meskipun pada awalnya mengalami kesulitan akan tetapi secara perlahan RS UMM berkomitmen untuk memberikan fasilitas terbaik masyarakat. Sementara Drs. Jainuri, M.Si menjelaskan bahwa konsep praktikum pelayanan sektor publik didesain untuk membuat mahasiswa mengetahui dan mengevaluasi pelayanan kesehatan yang diberikan penyedia layanan kesehatan, Mahasiswa menyebar kuesioner yang disebar ke masyarakat di daerahnya masing-masing dengan menggunakan kriteria tertentu. Drs.Jainuri menyampaikan bahwa pelaksanaan evaluasi kuesioner merupakan bagian kecil yang bisa dilakukan oleh civitas akademika untuk mendukung upaya pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi.
IP UMM gelar Milennial Talk Mengembalikan Kepercayaan Publik dalam Penanganan Covid-19

Malang, 2 Mei 2020. Pada tanggal 30 April 2020 Prodi IP UMM kembali menggelar diskusi Milenial Talk seri ke 3. Narasumber pada diksusi ini adalah Nabila Dzikri Azhari dan Ilham bin Yasin serta dimoderatori oleh Kamila Choirunnisa. Ketiganya merupakan mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2017. Pada diskusi ini narasumber fokus pada public trust, yaitu kepercayaan masyarakat terhadap Policy Maker (Pemerintah). Iham dan Nabila mengklasifikasikan masyarakat dapat dibagi menjadi dua yaitu, pertama ada masyarakat menengah keatas dan yang kedua adalah masyarakat yang menengah kebawah. Saat ini pemerintah masih belum bisa memprioritaskan kebijakan mana yang seharusnya dilakukan yang pertama adalah kebijakan untuk menaikan perekonomian pada saat pandemi ini ataukah lebih memprioritaskan kesehatan masyarakat. Telah diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 dan diturunkan secara rinci di Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Namun, dari peraturan tersebut penanganan PSBB mengapa harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat dan menunggu untuk melaksanakannya. Jika berkaca dari Wuhan yang pertama kali terkena Pandemi ini mereka tidak menunggu dari pusat, bahkan pemerintah pusat langsung memutuskan agar daerah mana yang sudah terjangkit langsung di lockdown. Jika pemerintah Indonesia menginginkan menjaga kesehatan masyarakat tidak perlu lagi untuk menunggu dari pusat dan juga bantuan seperti alat kesehatan dan juga makanan dapat dilakukan oleh pemerintah daerah. Namun, yang masih disayangkan adalah pemerintah masih memberlakukan penerbangan bagi para pembisnis untuk keluar dan masuk Indonesia dengan alasan untuk perekonomian negara sedangkan masyarakat yang merantau dan telah kehilangan pekerjaannya dilarang untuk kembali ke daerahnya. Inilah yang seharusnya ada komunikasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Adanya berita-berita dari media sosial maupun cetak yang membuat masyarakat merasakan takut kepada corona virus ini dan juga kepada seseorang yang terkena atau positif covid-19. Seharusnya mereka yang terkena corona virus harus diberikan dukungan agar dapat sembuh itu menyebabkan daya tahan tubuh mereka naik bukan untuk dibenci karena ini bukanlah sebagai aib. World Health Organization (WHO) juga memberikan arahan agar physical distancing bukan menjadi social distancing yang artinya adalah menjaga jarak bukan tidak bersosial. Informasi-informasi yang diberikan oleh beberapa media yang dapat merusak pikiran masyarakat dan membuat resah masyarakat. Terakhir mereka menyuarakan pesan bahwa baik pemerintah atau masyarakat harus saling percaya dan bekerja sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, semoga wabah ini segera berlalu.
Desa/Kelurahan Sebagai Benteng Terkahir, Prodi IP Dorong Perkuat Peran Pemerintah Desa/Keluarahan
Malang, 29 April 2020. Di tengah situasi pandemi covid-19 yang berlum berakhir. Prodi IP menggelar seri ke 2 diksusi online dengan tema “Optimalisasi Pemerintah Desa/Kelurahan Dalam Penanganan Covid-19 di Indonesia”. Pada diskusi kali ini di moderatori oleh dosen muda Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Ali Roziqin, M.PA, dan menghadirkan dua narasumber yaitu dosen senior Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, Drs. Krishno Hadi, M.A dan praktisi Drs. Agus Purwanto, M.Kes sekaligus Lurah Purwodadi Kota Malang. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Agus Purwanto, Pak Pur sapaannya menjelaskan bahwa desa/kelurahan merupakan benteng terakhir dalam penanganan covid-19 di Indonesia. Jika kondisi desa tidak bisa dikendalikan tentu ini menjadi preseden buruk bagi semua masyarakat. Selain itu dalam setiap kelurahan/desa telah membentuk gugus tugas yang bertanggung jawab dalam penanganan covid-19 di tingkat desa. Status pemerintahan desa merupakan korban, karena apa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa adalah hasil dari kebijakan pusat. Padahal sumber daya yang dimiliki di desa sangat terbatas. Di tambah dengan tidak disiplin dan jujurnya masyarakat dalam upaya preventif penanganan covid-19. Selanjutnya pemateri ke dua yaitu Krishno Hadi lebih memfokuskan secara teoritik bahwa pemeritntah desa itu memang tidak bisa membuat kebijakan tersendiri. Dan kebingungan di aras lokal adalah akibat dari kegamangan pemerintah pusat pada penanganan covid-19. Situasi seperti ini menjadi lebih rumit ketika prakteknya di masyarakat desa/kelurahan dimana banyak sekali masyarakat yang rentan terhadap dampak dari covid-19. Kesimpulan dari diskusi ini lah kita harus sepakat bahwa desa adalah level pemerintahan yang paling menjadi korban dalam upaya penanganan covid-19. Desa tidak bisa menentukan kebijakan secara mandiri. Selain itu, sebagai garis terakhir pertahanan dalam melawan covid-19, masyarakat awm juga perlu menaati, disiplin dan jujur dalam setiap arahan/kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.