Pers IP Gelar Kelas Advokasi Melalui Bedah Film “Samin vs Semen”

Malang, 27 Februari 2020. Pers IP (Ilmu Pemerintahan) UMM mengelar diskusi kelas advokasi melalui tayangan film berjudul Samin vs Semen. Film dokumenter ini menceritakan tentang perlawan rakyat Rembang yang tidak terima akan adanya pembangunan Pabrik semen yang dirasa akan sangat mengganggu perekonomian daerah tersebut. Masyarakat daerah tersebut, berasumsi bahwa mereka tidak memerlukan adanya pabrik, karena hanya dengan lahan persawahan dan juga hasil pertaniannya saja mereka sudah benar-benar merasa cukup. Kerisauhan tersebut yang berusaha dibedah lebih secara spresifik dalam diskusi rutin Pencinta Riset dan Menulis (PERS) IP UMM, Kamis (27/02/2020). Diskusi kali Ini dirangkaikan dengan kegiatan bedah film dengan Tema “Diskursus Samin vs Semen” yang difasilitasi oleh Abdul Hafidz Ahmad. Diskusi Kali berusaha untuk mengulik tentang bagaimana lahirnya advokasi sampai dengan adanya paradigma gerakan. Pada Pembukaan diskusi, pemantik sedikit menyinggung tentang permasalahan para petani Banyuwangi yang sedang berjuang mempertahankan hak mereka di Surabaya. Sangat memprihatinkan bagaimana perjuang sekelompok petani yang bersusah payah mengayuh sepedanya hanya untuk mencari sedikit keadilan di tanah Surabaya. Memang miris keadaan negri kita saat ini. Setelah sedikit menyinggung tentang para petani yang masih digantung nasibnya di Surabaya tadi, sang pemantik kemudian masuk dalam pembahasan inti dari tema yang sedang diangkat. Pada diskusi ini, Pemantik menyampaikan bahwa ada dua pembagian Social Movement yaitu New Social Movement dan Old Social Movement. Perbedaan dari keduanya terletak pada apa yang dikerjakan. Pada New Social Movement membahas tentang pekerjaan dari para kelompok advokasi atau advocate yang tugasnya hanya menjadi pendamping setiap apa yang dikerjakan oleh masyarakat. Sedangkan pada Old Social Movement lebih focus kepada para pekerja/buruh, dimana semua hal telah terindustrial oleh pekerja. Di akhir diskusi, pemantik juga menyampaikan sebuah pesan untuk para audiens. Pesannya berisi seruan dan ajakan untuk para mahasiswa agar tidak mensia-siakan masa muda mereka dengan lebih banyak bergabung pada beberapa Organisasi dan juga LSM atau semacamnya.
5 Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Mengikuti International Conferences Social Work

Jakarta, 29 Februari 2020. Prestasi gemilang berhasil ditorehkan oleh mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM. Delegasi yang berjumlah oleh 5 mahasiwa tersebut mengikuti International Conferences Social Work: A Catalyst for Change and Social Cohesion in Diverse Society, Universitas Muhammadiyah Jakarta yang berlangsung 29 Februari-1 Maret 2020. Konferensi Internasional ini menghadirkan beberapa pakar tentang social work dan society di kawasan ASIA-PASIFIC. Kelima mahasiswa ilmu pemerintahan tersebut diantaranya adalah Muhammad Sofyan Putra, Ni’matul Aulia, Ike Dwi Ambarwati, Radhya Melkah Maarif, dan Ilham Bin Yasin. Dalam konferensi tersebut mereka akan mempresentasikan paper atau hasil penelitianya di paralel session dengan peserta konferensi dari negara lain. Output dari konferensi internasional ini nantinya adalah artikel yang akan di publish jurnal internasional maupun proceeding terindeks scopus. Muhammad Kamil, S.IP.,M.A sebagai Kaprodi lmu Pemerintahan sangat mengapresiasi dan mendukung langsung keterlibatan mahasiswa dalam konferensi internasional. Beliau berpesan melalui partisipasi ini mahasiwa akan mendapatkan wawasan terbaru dalam pengembangan keilmuan sekaligus bisa membangun jejaring internasional dengan masyarakat ilmuwan internasional.
Pers IP Gelar Diskusi “Kampus Merdeka : Kolonialisasi dan Kapitalisasi Pendidikan”

Pada tanggal 20 februari 2020 Pencinta Riset dan Menulis (PERS) IP UMM kembali melakukan kegiatan diskusi dengan tema yang menarik bagi setiap kalangan akademisi. Berbicara mengenai Kolonialiasi dan Kapitalisasi Pendidikan tidak pas rasannya jika tidak menelisik historis guna memahami dan menerka tentang apa yang telah terjadi, akan terjadi, dan juga yang sedang terjadi saat ini. Saat ini banyak dinamika yang terjadi pada sektor pendidikan di negeri ini. Asumsi dasar pendidikan adalah adannya penyesuaian psikologis dan kondisi sosial. Melengkapi keterampilan yang diperlukan untuk menemukan dan memecahkan masalah yang menekankan pemecahan dengan keterampilan bukan isi. Pemantik pertama Seno Abdul Khomar berbicara mengenai historis penjajahan yang melahirkan budaya mental penjajah hinggah berbicara mengenai peran mahasiswa dalam implementasi kehidupan bermasyarakat, serta meninggung sedikit mengenai asal muasal nama negara Indonesia. Bagi Seno sejauh ini beberapa mahasiswa belum tepat memaknai konsep pengabdian masyarakat, dikarenakan masih adanya rasa superioritas yang berlebihan dalam menyalurkan ilmu kepada masyrakat. Hal yang sama juga disampaikan pemantik kedua Achmad Nur Cholisyang berbicara mengenai kolonialisasi namun lebih menekankan pada pembicaraan mengenai kapitalisasi pendidikan. Achmad Nur Cholis menjelaskan mengapa sampai adanya kapitalisasi pendidikan. Beberapa penjelasan yang dibahas didalamnya akibat dari hilangnya orientasi pendidikan dan juga adannya pemenuhan kebutuhan pasar. Pembahasan yang ditawarkan oleh kedua pemantik sangatlah memantik audiens untuk berpikir lebih dalam diskursus kolonialisasi dan kapitalisasi pendidikan, dan selalu berorientasi pada penyaluran ilmu yang tepat dengan pendekatan yang mengatasnamakan rasa sopan kepada mereka yang tak seberuntung mahasiswa dalam hal distribusi ilmu pengetahuan.
Perkuat Kerjasama Internasional, Prodi IP menyelenggarakan International Guest Lecture

Tantangan dan perubahan paradigm pemerintahan di masa depan semakin kompleks. Sebagai upaya untuk menghadirkan ruang diskursus dan tugas akademik, Prodi IP menyelenggarakan Internasional Guest Lecturer dengan tema The Challenges of Bureaucratic Innovation to Improving of Public Services. Pembicara dalam kegiatan ini adalah Ms. Assoc. Prof. Dr. Penne Narot (Khon Kaen University, Thailand). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 400 mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM. Kegiatan ini berhasil diselenggarakan merupakan bagian dari kerjasama Prodi Ilmu Pemerintahan UMM dengan Khon Kaen University yang berlangsung sejak 2016. Acara ini dibuka langsung oleh Dekan FISIP UMM, Dr. Rinikso Kartono, M.Si. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini dan sangat mendukung upaya mewujudkan pelayanan publik yang prima. Sementara Muhammad Kamil, S.IP.,M.A, Selaku Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan kegiatan ini merupakan bagian langkah mewujudkan internasionalisasi institusi dan memberikan wawasan kepada mahasiswa terhadap praktek pelayanan publik.
Mahasiswa Student Excange Ilmu Pemerintahan UMM tertarik meneliti Kampung Warna Warni Jodipan, Malang

Malang, 30 Januari 2020. Sejumlah mahasiswa Exchange dari Thailand dan beberapa mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang tergabung dalam kelompok penelitian tertarik meneliti Kampung Warna Warni Jodipan, Malang. Sebuah kawasan yang berada di tengah Kota Malang ini secara signifikan telah berhasil merubah struktur fisik dan sosial masyarakat yang dulunya adalah kampung kumuh. Kawasan padat penduduk ini bahkan menjadi destinasi wisata buatan di Kota Malang. Setiap hari selalu datang wisatawan lokal, nasional maupun internasional. Kawasan ini juga telah mendapat beberapa penghargaan baik nasional maupun internasional. Munculnya Kampung Warna Warni ini berdasarkan sejarah tidak bisa lepas dari inisiasi dan ide dari beberapa mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Malang. Seiring berjalanya waktu ide itu menghasilkan keputusan untuk megecat kampung kumuh dan disulap menjadi kampung warna warni. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, hal itu yang menjadi ketertarikan mahasiswa exchange dan mahasiswa ilmu pemerintahan untuk melakukan penelitian. Penelitian ini merupakan upaya prodi Ilmu pemerintahan dan mahasiswa untuk menuangkan sebuah permasalahan dan solusi yang ditawarkan dalam bentuk karya ilmiah, sehingga bisa menjadi kajian akademis dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di masyarakat.
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Belajar Secara Langsung Mengenai Proses Legislasi dan Formulasi Kebijakan di DPR-RI

Jakarta, 22 Januari 2020, Dalam rangkaian tour Kementerian dan Lembaga “study excursie”, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM mengunjungi gedung DPR-RI. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa ilmu pemerintahan secara langsung mengenai mekanisme legislasi dan pembuatan kebijakan. Hal ini penting sebagai basis pengetahuan bagi mahasiswa dalam menjalani perkuliahan dan pasca perkuliahan. Rombongan yang berjumlah 100 mahasiswa ini diterima langsung oleh bagian Humas DPR-RI Erna Agustina, M.Si. Berikutnya dalam kesempatan tersebut acara yang dikemas dalam diskusi dan dialog ini, materi dijelaskan oleh Andam Perwitasari, S.IP, M.IP. Andam menjelaskan bahwa DPR RI mempunyai tiga fungsi yaitu legislasi, anggaran dan pengawasan, Adanya DPR dalam pemerintahan Indonesia merupakan bagian dari check and balance . Selanjutnya tugas DPR-RI adalah menghimpun berbagai macam kepentingan untuk kemudian diformulasikan menjadi peraturan perundang-undangan. Disisi lain selain mengenalkan tugas pokok dan fungsi DPR. Ibu juga menjelaskan transformasi DPR-RI menuju era digital dan transparan, sehingga masyarakat bisa secara bebas mengakses segala informasi yang ada di DPR melalui website. Dalam kesempatan yang sama Andam menghimbau bagi para mahasiswa untuk bersikap kritis dan cerdas dalam menanggapi isu-isu publik, apalagi mahasiswa merupakan agent of change dan salah satu subyek intelektual di masyarakat. Sehingga cara berpikir dan respon terhadap suatu masalah harus bijak dan menghasilkan sebuah solusi.
Belajar Praktik Pemerintahan Desa di Era Disruption, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Melakukan Dialog Dengan Kemendes-PDT

Jakarta, 22 Januari 2020, Sebanyak 100 Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang melakukan dialog bersama di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal. Acara yang diselenggarakan di Aula Kemendes PDT ini disambut langsung oleh Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo. Dalam rombongan tersebut di dampingi oleh Assoc. Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si dan Ali Roziqin, M.PA. Acara ini diadakan dalam rangka kunjungan mahasiswa “Study Excursie” yang bertujuan memperkenalkan mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang dengan program-program kerja di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Mahasiswa dapat belajar secara praktis bagaimana kinerja pemerintah dalam mengembangkan desa, daerah tertinggal, maupun kawasan transmigrasi. Dalam kuliah umumnya, Samsul Widodo menjelaskan bahwa tantangan Pemerintah khususnya Kemendes PDT akan semakin kompleks. Tata kelola pemerintahan akan berubah secara signifikan di masa depan, sehingga diperlukan upaya-upaya transformasional. Usaha tersebut bisa dengan menggunakan teknologi informasi. Menurut Samsul Widodo, Kemendes PDT telah mengembangkan inovasi pengembangan desa dan daerah tertinggal terpencil seperti smart farming, desa digital, dan pengembangan drone untuk pengiriman barang ke daerah terisolir dan lain sebagainya. Dalam kesempatan yang lainya Ir. Razali, M.Si juga mengajak kepada para mahasiswa untuk ikut berkosntribusi dalam pengembangan desa. Melalui pemanfaatan teknologi yang ada mahasiswa kedepan harus bisa mengoptimalkan potensi desa untuk kesejahteraan masyarakat. Terakhir mahasiswa dihimbau untuk berpikir out of the box dan jangan terlalu pragmatis, sehingga potensi-potensi yang dimiliki oleh desa bisa disentuh oleh kreativitas mahasiswa.
Mahasiswa Thailand Eksplorasi Desa Wisata di Pujon Kidul

Sejumlah mahasiswa Thailand yang tengah menempuh studi exchange di Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM melakukan kunjungan ke desa wisata Pujon Kidul, Kab. Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 18 mahasiswa Thailand, dan 6 Mahasiswa Ilmu Pemerintahan serta dua Dosen. Dalam acara tersebut, mereka mengunjungi tiga tempat pertama adalah pusat UMKM hasil Peternakan, Kampung Budaya Pujon Kidul, dan Desa Wisata Pujon Kidul (cafe sawah). Menurut Muhammad Kamil, S.IP., M.A selaku Kaprodi IP UMM, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa sekaligus menjadi topik riset bagi mahasiswa Thailand yang tengah studi di Ilmu Pemerintahan. Selain itu mahasiswa bisa ikut terlibat langsung dan menganalisis apa potensi dan kendala pengembangan tata kelola Desa Wisata di masa depan. Earthki, panggilan salah satu mahasiswa Thailand merasa senang dengan kegiatan ini, karena mereka bisa belajar budaya dan local wisdom yang ada di malang. Hal ini merupakan pengalaman yang tak ternilai dan bisa diceritakan ke teman-temanya di Thailand setelah studi exchange.
Mahasiswa Exchange IP di Thailand Melakukan Penggalangan Dana Untuk Korban Banjir Jabodetabek

Thailand 10 Januari 2020,- Banjir yang melanda di Jabodetabek beberapa pekan lalu menyisakan duka dan kerugian bagi para korban. Untuk ikut membantu meringankan beban para korban, sejumlah mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang tengah menempuh studi exchange di College of Local Administration, Khon Kaen University, Thailand melakukan aksi solidaritas. Penggalangan dana yang diselenggarakan oleh PERMITHA (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Thailand) juga diikuti oleh sejumlah mahasiswa aktif program Master Degree. Penggalangan dana dilakukan dengan pentas seni musik mahasiswa di area pasar malam kampus yang dilakukan di dua titik yang berbeda yakni di Golden Jubile Night Market dan di Taladmo night market pada jumat malam tanggal 10 januari 2020. Selain itu, juga dilakukan penyebaran informasi secara massif mengenai keadaan aktual para korban & lokasi banjir kepada civitas academika kampus. Periode solidaritas diselenggarakan mulai tanggal 5-10 Januari 2020. Aksi solidaritas ini diharapkan mampu memperoleh empati dari masyarakat setempat untuk ikut membantu masalah kemanusiaan di dunia internasional khususnya tingkat regional. Dana yang nantinya terkumpul akan disalurkan langsung kepada para korban banjir.
Meningkatkan Kompetensi Dosen, Prodi Ilmu Pemerintahan Mengadakan Workshop Penulisan

Malang, 09 Januari 2020. Tantangan pengelolaan perguruan tinggi kedepan semakain rumit. Oleh karena itu untuk meningkatkan kompetensi dosen, Prodi Ilmu Pemerintahan mengadakan workshop penulisan. Kegiatan ini bertempat di ruang 629, acara ini diikuti oleh beberapa dosen muda dan dosen senior Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Workshop ini dipandu oleh Cand. Dr. Nurudin, M.Si, salah satu dosen Ilmu Komunikasi yang telah mempunyai karya buku dan opini yang dimuat di koran nasional. Cand. Dr. Nurudin, M.Si menyampaikan langkah pertama untuk menulis bagi pemula adalah membaca. Semakin banyak bacaan, semakin berpeluang menemukan ide. Berikutnya beliau menjelaskan bahwa kelemahan kita adalah kurangnya budaya membaca, mayoritas dari kita lebih banyak mendengar dan melihat. Selain itu, profesi dosen juga dituntut untuk menulis sebagai bentuk karya. Terakhir beliau untuk menghasilkan karya, perlu adanya komunitas atau kelompok kecil yang bisa saling memberikan motivasi dan dorongan untuk terus berkarya (menulis).