Menjadi Partisipan dalam Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional LAN RI

Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat 1 Angkatan XLI Tahun 2019 yang dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) pada hari Rabu, 17 Juli 2019 turut dihadiri oleh salah satu mahasiswa Prodi IP UMM yang saat ini tengah melaksanakan magang riset pemerintahan di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kepemimpinan LAN RI yaitu Achmad Debby Santana. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala LAN RI Bapak Dr. Adi Suryanto, M.Si beserta Sekretaris Umum Ibu Dra. Reni Suzana, MPPM dan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi ASN Ibu Erna Irawati, S.Sos., M.Pol. Adm. serta diikuti oleh peserta Eselon I. Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan diperuntukkan bagi pejabat Eselon I yang sudah memenuhi persyaratan atau jabatan dengan tujuan untuk mewujudkan visi dan misi di instansi kerja masing-masing. Eselon I yang dimaksud yaitu pejabat struktural baik Eselon IA dan Eselon IB. Secara kepangkatan, personelnya sudah berpangkat pembina yang makna kepangkatannya adalah membina dan mengembangkan. Festival inovasi ini memang rutin diadakan setiap tahunnya dan bertempat di gedung Graha Makarti Bhakti Nagari Pusdiklat Kepemimpinan LAN-RI Pejompongan, Jakarta Pusat. Kegiatan ini juga turut diramaikan dengan adanya stand atau bazar dari masing-masing daerah yang menyajikan makanan dan minuman serta cendera mata yang menjadi ikon dari daerah tersebut.
Meningkatkan Kompetensi Generasi Muda melalui Pelatihan Aplikasi Jurnalis Positif (AJP)

Kegiatan Pelatihan Aplikasi Jurnalis Positif (AJP) merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Kecamatan Bumiaji dalam rangka menuju Even Besar yaitu Bulan Berkunjung Bumiaji yang akan dilaksanakan pada Juli ini. Pelatihan ini juga merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kecamatan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam pelaksanaan kegiatan, baik dari segi informasi maupun jurnalistik yang nantinya akan dipublikasikan kepada masyarakat luas dalam rangka promosi paket wisata desa yang ada di Kecamatan Bumiaji. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Sabtu 6 Juli 2019 dan turut mengundang nara sumber dari Times Indonesia untuk memberikan pelatihan penulisan serta fotografi. Pelatihan ini dihadiri oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dari 9 Desa yang ada di Kecamatan Bumiaji, kelompok informasi masyarakat, karang taruna dan juga mengundang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gajahmada Yogyakarta yang saat ini tengah melaksanakan program KKN di Desa Bumiaji serta dua orang mahasiswa IP UMM yang saat ini tengah melaksanakan magang di Kecamatan Bumiaji yaitu Nugroho Putro Dedi Purwanto dan Alfi Azhari Hanum juga turut menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.Kegiatan ini memberikan dampak positif kepada peserta tentang dunia jurnalistik dan tentunya bagi beberapa pihak yang memiliki otoritas dalam pengembangan kompetensi di desa masing-masing. Dunia informasi pada saat ini menjadi aspek yang sangat penting, terutama bagi generasi muda. Oleh karena itu, sudah suatu keharusan bagi generasi muda untuk memiliki kompetensi, baik dalam dunia informasi, jurnalistik maupun fotografi sehingga dapat menyampaikan informasi yang baik dan dengan cara yang dapat menarik minat masyarakat. Jika dikaitkan dengan pengembangan wisata maka harapannya wisata-wisata yang ada di desa dapat dikonsep menjadi sebuah berita yang kreatif sehingga banyak masyarakat yang tertarik untuk berkunjung dan untuk mengembangkan wisata tersebut. Ditambah dengan adanya fasilitas yang diberikan oleh Times Indonesia berupa user dan password akun, sehingga mempermudah publikasi tulisan.
Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Beri Pengalaman Baru Bagi Mahasiswa Magang

Bagus Satya Mahendara salah satu mahasiswa Prodi IP UMM yang saat ini tengah melaksanakan magang di Dinas Sosial Kota Batu ikut serta dalam kegiatan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kegiatan ini dilakukan dengan menyisir daerah Junrejo, tepatnya di Desa Pendem dan sekitaran area Desa Sumber Brantas. Kegiatan ini juga sebagai tindaklanjut laporan–laporan dari masyarakat terkait dengan adanya ODGJ yang meresahkan masyarakat setempat. Dinas Sosial dibantu oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) saling bekerjasama untuk menangani dan membantu masyarakat, agar masyarakat tidak terus-menerus mengalami keresahan akibat adanya ODGJ. Apabila ODGJ yang berkeliaran tersebut tidak meresahkan masyarakat, maka akan dibiarkan. Namun sebaliknya, jika ODGJ tersebut meresahkan masyarakat maka harus segera dilaporkan kepada Dinas Sosial atau PSM agar dapat ditindaklanjuti dengan segera. Kegiatan ini tentu memberikan pengalaman yang baru bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang sehari-hari bergelut dengan teori dan materi perkuliahan. Dari kegiatan ini mahasiswa dapat belajar bagaimana memberikan penanganan yang tepat terhadap ODGJ, karena jika tindakan penanganan yang dilakukan tidak tepat maka ODGJ tersebut dapat mengamuk dan mempersulit keadaan. Selanjutnya, ODGJ akan dibawa menuju rumah keluarganya untuk kemudian dimintakan ijin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh tenaga ahli serta mendapatkan perawatan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Jiwa. Hal ini selaras dengan salah tugas dari Dinas Sosial Kota Batu yaitu melakukan pelayanan rehabilitasi dan perlindungan sosial bagi masyarakat.
Penilaian Kampung Bersinar Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang

3 sekawan yakni Rifam Aryanto Ismail, Rakhmad Wahyudi dan Shintya Dwi Oktorini yang saat ini melaksanakan program magang riset pemerintahan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang turut serta dalam kegiatan penilaian kampung bersinar di Kota Malang. Kampung Bersinar merupakan salah satu program yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dengan tujuan untuk menciptakan kawasan-kawasan binaan atau komunitas unggul dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat. Adapun beberapa aspek yang menjadi poin penilaian dalam kegiatan ini yaitu aspek lingkungan (penghijauan), sarana prasarana serta inovasi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah. Di Kelurahan Arjowinangun, masyarakat setempat saling bekerjasama dan bahu-membahu melakukan penghijauan dan menanam beberapa toga (tanaman obat keluarga). Di samping itu, masyarakat Arjowinangun juga membuat berbagai macam kerajinan. Kerajinan ini tidak terbatas seperti tas, kipas maupun bakul belanja saja, tetapi juga ada yang berbentuk pesawat yang dibuat dari bahan sterofom bekas dan dilengkapi dengan remote sebagai alat kendali. Hasil kerajinan ini bukan hanya dapat mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat diperjualbelikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Kelurahan Tlogomas dan Kelurahan Merjosari juga turut menjadi peserta Lomba Kampung Berseri. Yang menarik adalah masyarakat di sini juga membuat vertikal garden yang fungsinya bukan hanya untuk menanam toga, namun juga untuk berkebun sayur-sayuran. Hasil dari vertikal garden ini biasanya tidak di jual, tetapi akan diolah dan disajikan ketika ada kegiatan atau acara kelurahan sehingga biaya konsumsi yang dikeluarkan saat acara juga dapat dioptimalkan. Melalui kegiatan Kampung Berseri, setiap kelurahan yang ada di Kota Malang diharapkan dapat terus menjaga lingkungannya serta melakukan inovasi-inovasi yang kreatif, bukan hanya dalam rangka penilaian Kampung Berseri saja.
Sosialisasi RW Mandiri Sampah di Desa Beji dan Sosialisasi Pembayaran PBB dengan Sampah Gelombang II di Desa Sumber Brantas

Dua mahasiswi IP UMM yang sedang melaksanakan program magang riset pemerintahan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu yakni Dinda Widya Lestari dan Dyaz Putri Primasari saat ini tengah disibukkan dengan berbagai macam kegiatan. Tanggal 04 Juli 2019 yang lalu, mahasiswi yang akrab disapa Dinda ini turut serta dalam kegiatan sosialisasi pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menggunakan sampah dilakukan dengan cara jemput bola yaitu mendatangi secara langsung seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kota Batu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yakni sejak tanggal 1 hingga 31 Juli 2019. Desa Sumber Brantas merupakan sebuah desa yang terletak paling ujung sehingga sedikit menghambat proses penyebaran informasi, akibatnya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi terkait dengan kegiatan ini. Oleh karena itu, maka diadakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pembayaran PBB dengan sampah seperti sampah plastik, botol, dan kertas untuk digunakan dalam pembayaran PBB. Dengan adanya sosialisasi ini, harapannya masyarakat Desa Sumber Brantas dapat merealisasikannya di tahun yang akan datang. Di samping kegiatan sosialisasi pembayaran PBB dengan sampah, mereka juga berpartisipasi dalam sosialisasi RW mandiri sampah di Desa Beji. Kamis tanggal 11 Juli 2019, juga diselenggarakan sosialisasi RW mandiri sampah sekaligus implementasi program kebijakan pengurangan sampah yang bertempat di Balai Desa Beji. Kegiatan ini menghadirkan dua orang narasumber yakni Bapak Agus Trisnobuwono, S,Hut selaku Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan dan Eni Maulidiyah, ST., M.Si selaku Staf Pembinaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3. Ibu Eni mengatakan bahwa kebijakan strategis pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai dari pemilahan sampah dari rumah, pembangunan TPS 3R, pembentukan RW mandiri sampah, pembuangan dan pengelolaan pospak (popok sekali pakai), pembayaran PBB dengan sampah anorganik, serta melalui program ojek online sampah plastik (ojoplast). Melalui kegiatan-kegiatan ini, harapannya terjadi pengurangan timbunan sampah terutama di wilayah-wilayah yang ada di Kota Batu sehingga tercipta lingkungan yang lebih lestari dan bebas dari sampah.
Edukasi Kemaritiman dan Wawasan Bahari di Kecamatan Donomulyo oleh Dosen Prodi IP UMM

Pada hari Selasa tanggal 18 Juni 2019, sejumlah dosen Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UMM yaitu Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si, Hevi Kurnia Hardini, S.IP., MA.Gov, Muhammad Kamil, S.IP., MA, dan Laeli Nur Khanifah, S.IP., M.IP melaksanakan kegiatan pengabdian di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Mayarakat Internal (PPMI) Universitas Muhammadiyah Malang yang mana target dan sasarannya adalah masyarakat pesisir di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Di samping memberikan edukasi kemaritiman dan wawasan bahari, tim pengabdian Prodi IP UMM juga memberikan pendampingan, sosialisasi dan advokasi kepada pelajar di SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo. Edukasai kemaritiman yang diberikan bukan hanya tentang nelayan, tetapi juga tentang kebijakan kemaritiman, hasil laut, sarana transportasi dan lain sebagainya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini tidak lain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir akan pentingnya pengetahuan dan wawasan kemaritiman. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai bentuk dukungan akademik terhadap kebijakan pemerintah untuk menguatkan budaya bahari. Oleh karena itu, di Bulan Juli yang mendatang akan diadakan pelatihan pembuatan film pendek untuk para pelajar tentang potensi perikanan dan kemaritiman di Kecamatan Donomulyo sekaligus sebagai kelanjutan dari kegiatan edukasi kemaritiman yang sudah dilakukan. Manfaat dari kegiatan ini nantinya bukan hanya untuk melatih skill dan bisnis para pelajar, tetapi juga dapat dijadikan sebagai sarana promosi SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Tim PKM Prodi IP UMM Ikuti Kegiatan Monev PKM 5 Bidang

Tim PKM dari Program Studi Ilmu Pemerintahan yang mendapat dana hibah dari Kemenristekdikti beserta 37 Tim lainnya yang mewakili Universitas Muhammadiyah Malang ikut serta dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang Tahun 2019 yang diselenggarakan di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Lantai 9 UMM (Jum’at, 12/07/2019). Kegiatan monev ini dilaksanakan dalam rangka menentukan tim mana yang akan lolos ke tahapan selanjutnya yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 yang akan diselenggarakan di Universitas Udayana Bali pada Agustus yang akan datang. Dengan didampingi oleh Bapak Ach. Apriyanto Romadhan, S.IP., M.Si selaku dosen pendamping kegiatan, Tim PKM dari Prodi IP UMM mempresentasikan laporan kemajuan dari program kegiatan pengabdian yang mereka laksanakan dengan judul “Transformasi ODS (Orang Dengan Skizofrenia) Melalui Keterampilan Beternak Ayam di Kelurahan Bandungrejo”. “Program ini kami bentuk sebagai alternatif solusi terhadap permasalahan yang terjadi di lapangan, yaitu masih banyaknya stigma negatif masyarakat terhadap ODS sehingga membatasi mereka dalam memperoleh pekerjaan. Sebelumnya mereka juga sudah pernah berwirausaha sendiri dengan cara beternak ayam. Namun karena kurangnya keterampilan dan pengetahuan dalam beternak ayam sehingga usaha yang mereka lakukan selalu gagal karena ayam yang diternak banyak yang mati sebelum masa produksi. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka kami memberikan pelatihan yang tujuannya bukan hanya meningkatkan keterampilan ODS dalam beternak tetapi juga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan di masa yang akan datang, sehingga ODS mampu mandiri dalam hal ekonomi, serta tidak lagi bergantung terhadap orang lain”, ujar Aulia selaku ketua tim PKM IP UMM. Setelah presentasi, tim melakukan sesi tanya jawab dengan tim reviewer dari Dirjen Belmawa Kemenristekdikti yaitu Dr.rer.nat I Wayan Karyasa, M.Sc dan Dra. Titiana Iriwani, M.Sn. “Alhamdulillah kami bisa menjawab seluruh pertanyaan dari reviewer serta diberikan masukan terkait dengan luaran program. Kami juga berharap diberikan hasil yang terbaik dan bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu PIMNAS, sehingga kami bisa membanggakan Prodi IP dan juga kampus UMM tercinta”, ujarnya.
Mahasiswi IP UMM Berpartisipasi Dalam Peluncuran e-SRUT dan BLUe Bersama Ditjen Hubdat

Mahasiswi Prodi IP UMM (Ni’matul Aulia) kembali berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, yaitu Launching elektronik Sertifikat Registrasi Uji Tipe (e-SRUT) dan Bukti Lulus Uji berkala elektronik (BLUe) pada hari Jum’at (23/8/2019) bertempat di Ruang Nenggala Gedung Cipta Lantai 7 Kementerian Perhubungan. Launching e-SRUT dan BLUe ini merupakan salah satu langkah dari Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mewujudkan Digitalisasi Pelayanan (DILAN) dan Financial Technology (FINTECH), serta untuk mempermudah integrasi data antar instansi khususnya antara Kementerian Perhubungan dengan Korlantas Polri karena pengelolaan data menggunakan sistem elektronik. Sedangkan penerapan BLUe dapat memberikan keuntungan berupa data hasil uji yang dapat diakses di seluruh Indonesia, mencegah terjadinya pemalsuan data hasil uji, otentifikasi data dengan sistem informasi manajemen yang terintegrasi di seluruh wilayah, serta menjadi bukti bahwa kendaraan telah memenuhi syarat pengujian dan menjadi jaminan atas keaslian dokumen. Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan Republik Indonesia dalam sambutannya juga mengatakan bahwa peluncuran e-SRUT dan BLUe ini diharapkan dapat mereformasi birokrasi agar dapat melaksanakan pelayanan publik yang lebih prima, serta mendukung pelayanan terhadap pelaku industri di bidang otomotif dan masyarakat dalam rangka menjamin keselamatan kendaraan di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan beberapa mitra kerja seperti PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), PT. Pertamina (Persero) serta PT. Alfaria Trijaya Tbk terkait dengan peningkatan infrastruktur dan layanan di bidang transportasi dan perhubungan. Kegiatan Launching e-SRUT dan BLUe serta penandatanganan MoU dengan beberapa mitrakerja ini bukan hanya dihadiri oleh Menteri Perhubungan dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, namun juga turut disaksikan oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik, Korlantas POLRI, Kementerian Keuangan, Pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian BUMN, Staf Ahli di bidang transportasi dan keselamatan jalan, Jajaran Dinas Perhubungan Prov/Kab/Kota di seluruh Indonesia, Jajaran BPTD di Indonesia, pengamat dan peneliti di bidang transportasi, serta mitra kerja Kementerian Perhubungan di bidang transportasi.
Pelepasan Peserta Student Exchange, Prodi IP Selenggarakan Final Presentation

Bersamaan dengan kepulangan lima mahasiswa Prodi IP UMM yang telah selesai melaksanakan program student exchange di College of Local Administration (COLA) Khon Kaen University (KKU) Thailand, keempat mahasiswa COLA KKU yaitu Sittisak Kaeothanmanukun, Suparom Wongracha, Mintra Wongwirat dan Kanarwut Duangin juga telah selesai melaksanakan program student exchange di Prodi IP FISIP UMM. Program yang berlangsung selama ±4 bulan ini diakhiri dengan kegiatan final presentation tentang riset yang mereka lakukan selama di Indonesia yaitu tentang Adaptation, Obstacles, Living and Well-being of Thai People in Indonesia, The Guidelines to Conserve Local Identity : a case study of Malang City, Jawa Timur, Indonesia, The Study Process Political Participation of Children and Youth in Indonesia dan The Model of Financial Preparation for The Future of Indonesian People. Salah satu mahasiswa COLA KKU yaitu Suparom Wongracha atau yang akrab dipanggil Joy mengatakan bahwa “suatu kebanggaan dapat belajar di sini, di Indonesia, bukan hanya belajar berbagai macam materi perkuliahan di kelas tetapi juga belajar tentang budaya-budaya Indonesia dan dapat berkenalan dengan teman-teman dari berbagai suku yang ada di UMM. Kami juga merasakan adanya perbedaan dalam proses pembelajaran, jika di Thailand kebanyakan masih menerapkan sistem teacher learning center dan mahasiswanya cenderung pasif, maka di UMM yang diterapkan adalah student learning center sehingga mahasiswa tertantang untuk aktif selama di kelas. Kami merasa senang karena program ini telah berakhir dan kami dapat kembali ke Thailand tetapi juga sedih karena harus berpisah dengan teman-teman UMM. Oleh karena itu, kami berharap dapat berkunjung ke sini lagi di masa yang akan datang”, ujarnya. Kegiatan final presentation sekaligus pelepasan mahasiswa COLA KKU ini juga dihadiri oleh Dr. Dyah Estu Kurniawati, S.Sos., M.Si selaku Wakil Dekan I FISIP UMM. Beliau mengatakan bahwa juga merupakan suatu kebanggaan dapat menerima mahasiswa asing untuk belajar di lingkungan FISIP UMM. Beliau juga berharap program ini akan terus dilaksanakan yang mana manfaatnya bukan hanya bagi mahasiswa yang bersangkutan, tetapi juga bagi prodi agar dapat mengembangkan kualitas akademiknya dan sebagai langkah awal menuju International Department dan World Class University.
Prodi IP UMM Gelar Seminar Pelayanan Publik sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Prodi IP UMM Gelar Seminar Pelayanan Publik sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Kamis bertepatan dengan tanggal 25 April 2019, Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Seminar Pelayanan Publik dengan mengusung tema “Tantangan Pelayanan Publik di Era Revolusi 4.0” yang bertempat di Aula GKB IV lantai 9. Hadir sebagai pembicara yaitu Drs. Agus Purwanto, M.Kes yang juga sekaligus menjabat sebagai Lurah Purwodadi Kota Malang dan Dr. Tri Sulistyaningsih, M. Si selaku dosen Prodi Ilmu Pemerintahan UMM. Melalui materi tentang Peningkatan Pelayanan Sektor Publik Menuju Reinventing Government dan Good Government di Era Revolusi Industri 4.0, Dr. Agus mengatakan bahwa dewasa ini masyarakat tidak lagi membutuhkan sistem layanan manual yang terkesan berbelit-belit sehingga seringkali tidak efektif dan tidak efisien. Seiring dimulainya era revolusi industri 4.0 yang mengandalkan pada teknologi digital, maka pemerintah ditantang untuk mampu menyediakan sistem layanan yang lebih inovatif dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sedangkan Dr. Tri Sulistyaningsih melalui materi tentang Tantangan Pelayanan Publik di Era Revolusi Industri 4.0 menyampaikan bahwa ada tiga gejala utama dalam pelayanan publik yaitu rendahnya kualitas pelayanan, birokrasi yang panjang dan tumpang tindih tugas dan kewenangan serta rendahnya pengawasan eksternal masyarakat terhadap pelayanan publik itu sendiri. Oleh karena itu, perbaikan kualitas pelayanan publik bukan hanya menjadi tanggungjawab aparatur pemerintah tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan seminar ini dibuka secara langsung oleh Dekan FISIP UMM yaitu Dr. Rinikso Kartono, M.Si. dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan penerus sekaligus sebagai pionir perubahan, harapannya di masa yang akan mahasiswa dapat menjadi pemimpin maupun birokrat yang dapat menciptakan sistem layanan publik yang lebih baik, kreatif dan inovatif.