Belajar Revolusi Industri 4.0, Mahasiswa IP Ikuti Program Study Excursie (SE) Ke Kementerian RI

Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, memberangkatkan 200 mahasiswa Ilmu Pemerintahan untuk mengikuti program Study Excursie (SE) (Minggu, 13/1). Program SE sendiri adalah program Unggulan Prodi Ilmu Pemerintahan dimana mahasiswa Ilmu Pemerintahan diajak untuk belajar langsung bagaimana Tata Kelola Pemerintahan Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Tahun ini, mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan angkatan 2017 berkunjung ke 9 Kementerian dan Lembaga. Yakni, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Keuangan RI, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Sekretariat Negara RI, Kementerian Pertanian RI, Kantor Gubernur Jawa Barat, dan yang terakhir Kantor Walikota Bandung dengan didampingi oleh dua Dosen Muda IP, yakni Ach.Apriyanto R, M.Si dan Listiana Asworo, MA. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, terhitung dari tanggal 14 Januari hingga 18 Januari 2019. Kaprodi Ilmu Pemerintahan, Salahudin, S.IP, M.Si, M.PA, langsung memimpin pemberangkatan mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan, “program SE merupakan program Unggulan Prodi IP, karena kita bisa langsung belajar dari pelaku Tata Kelola Pemerintahan sendiri. Sehingga, kawan-kawan bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang Kepemerintahan secara langsung”, ujarnya. Program SE 2018 juga menjadi special karena 4 mahasiswa asal Khon Kaen University (KKU) Thailand, juga turut serta dalam rombongan. Mereka adalah Kanarwut Duangin, Mintra Wongwirat, Sittisak Kaeothanmanukun, dan Suparom Wongracha. Mahasiswa asal KKU Thailand ini berkesempatan untuk belajar tentang Sistem Pemerintahan Indonesia yang tentunya berbeda dengan negara Thailand. “Ikut serta dalam program ini menjadi kebanggaan untuknya, dan teman-temannya”, kata Sittisak. Program SE sendiri semacam kunjungan kelembagaan dimana tidak hanya sekedar berkunjung, tetapi juga audiensi atau diskusi dengan pejabat pemerintah. Mahasiswa prodi IP menggunakan kesempatan tersebut untuk bertanya kepada pemerintah tentang apa yang menjadi kerisauan mereka. Sehingga mereka dapat penjelasan langsung dari pemerintah. Bagi Prodi Ilmu Pemerintahan, program SE sangatlah penting. Program SE merupakan jembatan untuk melakukan penguatan kelembagaan dengan kerjasama-kerjasama dengan Institusi Pemerintahan. Sehingga, jaringan atau koneksi yang dibangun oleh Prodi IP akan semakin kuat. Demi pengembang Prodi yang lebih maju dan baik.
Prodi IP Selenggarakan Diskusi Bertajuk “Comparative System Between Indonesia and Thailand”

Diskusi komparasi budaya, sistem pemerintahan, dan politik, diselenggarakan oleh Prodi IP, Universitas Muhammadiyah Malang, sebagai bagian dari rangkaian Student Exchange Khon Kaen University (KKU) dan IP UMM (22/1). Bertempat di Ruang 611 GKB I FISIP, kegiatan ini mendiskusikan bagaimana sistem budaya dan politik di masing-masing negara. Diskusi ini langsung dibuka oleh Kaprodi IP, Salahudin, S.IP, M.Si, M.PA. Presentasi pertama disampaikan oleh 4 mahasiswa KKU, Kanarwut Duangin, Mintra Wongwirat, Sittisak Kaeothanmanukun, Suparom Wongracha, yang menyampaikan tentang sistem politik dan budaya yang ada di negara Thailand. Sistem politik dan sistem budaya negara Thailand berbeda dengan negara Indonesia. Sistem pemerintahan Thailand berbentuk Monarkhi Konstitusi dengan kepala pemerintahan nya adalah Perdana Menteri. Perdana Menteri langsung dilantik oleh raja. Parlemen Kerajan Thai menggunakan sistem dua kamar yakni, Majelis Nasional dan Senat. Sementara, budaya yg ada di Thailand lebih dipengaruhi oleh sistem Kerajaan yg ada di sana. Raja begitu dihormati dan disanjung. Sehingga, seluruh kebijakan Raja tidak boleh ditentang. Presentasi kedua disampaikan oleh mahasiswa Prodi IP, Tia Marwah, yang menyampaikan tentang gerakan mahasiswa 1998 yang merombak sistem politik dan budaya Indonesia. Selanjutnya, dibahas mengenai implikasi dari reformasi 1998 yakni adanya pemilu yang demokratis. Pembahasan ini disampaikan oleh mahasiswa Prodi IP, Danang Kurniawan. Tujuan diadakan diskusi ini adalah sharing pengetahuan tentang sistem politik dan budaya dari masing-masing negara. Diharapkan dari adanya diskusi ini, Indonesia dan Thailand lebih saling mengenal melalui program Student Exchange seperti yang telah dilakukan oleh Prodi IP-UMM.
Prodi Ilmu Pemerintahan Sambut Mahasiswa Khon Kaen University, Thailand

Prodi Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah melakukan upaya percepatan untuk go International. Salah satunya adalah dengan membuat kerjasama dengan Khon Kaen University (KKU). Bentuk kerjasama ini berupa Student Exchange atau pertukaran mahasiswa dimana mahasiswa akan belajar selama 4 bulan di kampus tersebut. Kali ini, sebanyak 4 mahasiswa KKU mendapat kesempatan untuk belajar di Prodi IP UMM. Mereka akan belajar tentang sistem pemerintahan Indonesia sekaligus belajar tentang budaya Indonesia khususnya Budaya Jawa Timur. Bertempat di Ruang Seminar FISIP UMM (8/1), Prodi Ilmu Pemerintahan menyambut mahasiswa KKU untuk lebih mengenalkan lingkungan kampus UMM. Dekan FISIP, Dr. Rinikso Kartono, M.Si, langsung menyambut keempat mahasiswa KKU. Sambutan juga diberikan oleh Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan, Salahudin, S.IP, M.Si, M.PA. Kerjasama antara UMM dan KKU akan diperkuat lagi dengan melakukan kolaborasi rencana riset bersama. Hal ini sebagai langkah konkrit Prodi IP untuk semakin mengglobal.
Biasakan Berbahasa Inggris, Government English Club (GEC) Adakan Daily Training

Kota Malang, kamis (27/12/2018) malam. Yang bertempat pada gazebo perpustakaan UMM di Jl. Raya Tlogomas No. 246, Babatan, Tegalgondo, Karangploso, Kota Malang, Jawa Timur 65143. Anggota Government English Club (GEC) hadir untuk mengikuti kegiatan yang bertajuk “Daily Training’’. Acara ini diisi oleh Anggota senior dan anggota muda Government English Club (GEC). Setelah kedatangan para anggota GEC, kegiatan Daily Training inipun dimulai. Saudari Radhya Melkah Maarif atau yang biasa dipanggil melkah , langsung membuka acara dengan membaca Basmallah, Dalam kegiatan kali ini yang bertugas sebagai pemateri acara adalah Riko Ratna Setiawan (Riko), Radhya Melkah Maarif (Melkah), Kamila Khoirunnisa (Kamila), Amirah Zahidah (Amirah) dan Ardika Rizkian Nurrahmat (Dika). Pembahasan yang diangkat dalam kegiatan Daily Training kali ini mencakup tiga hal yaitu; pertama adalah terkait dengan Boring Words And What To Use Instead, kedua adalah Idioms To Express Likes And Dislikes, ketiga adalah Many Ways To Say Congratulations. Sebelum masuk pada inti pembahasan, Melkah sebagai salah satu pemateri memeberikan sepatah-dua patah sebagai pengantar dari materi-materi yang akan dibahas bersama tersebut. ‘’Ini merupakan pelajaran yang jarang sekali dibahas didalam kelas, oleh sebab itulah materi-materi ini kita bahas dan pelajari bersama disini’’ kata Melkah. Kegiatan Daily Training dimulai dengan Materi pertama yang disampaikan oleh Melkah membahas tentang Boring Words And What To Use Instead dalam materi ini anggota muda GEC di berikan pemahaman terkait banyaknya kosa kata yang terlalu sering disebutkan dan menimbulkan kebosanan bagi pendengarnya. Dan dalam materi ini hadirlah kosa kata baru sebagai pengganti dari kosa kata yang membosankan tersebut. Materi pertama dilalui dengan lancar dan anggota muda GEC cukup aktif bertanya dan beragumen terhadap materi yang disampaikan. Selanjutnya adalah materi kedua yang disampaikan oleh Riko, pada materi Idioms To Express Likes And Dislikes ini Riko menjelaskan bahwasannya, ‘’Dalam menunjukan suka ataupun ketidaksukaan kita terhadap sesuatu ada yang namanya idiom, idiom ini semacam istilah lain yang maknanya sama tetapi pengungkapannya sedikit berbeda’’ ujar Riko. Pada materi kedua memang membahas seputar istilah-istilah lain dalam mengucapkan suka ataupun ketidaksukaan kita terhadapa sesuatu yang memilik makna sama. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi terakhir oleh Kamila, yakni materi yang terkait dengan Many Ways To Say Congratulations, dalam hal ini anggota muda GEC diberikan pemahaman bahwasannya banyak cara untuk memberikan ucapan selamat terhadap seseorang ataupun sesuatu yang telah terjadi. Dalam hal ini kegiatan daily training juga bertujuan untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa inggris dan lebih-lebih juga pada kemampuan public speaking yang harus dikuasai oleh anggota muda GEC ini sendiri. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan terjadwal oleh GEC. Oleh sebab itulah para senior GEC sendiri sangat menginginkan kemajuan keterampilan berbahasa dan kemapuan-kemapuan lainnya dari para anggota muda GEC. Ini semua merupakam persiapan awal dari GEC sebagai bentuk kersiapan bagi anggota-anggotanya untuk selalu siap mengikuti cabang-cabang perlombaan dalam English language competition.
Kembangkan Mutu Akademik, Prodi IP Gelar Lokakarya Visi Misi

Dunia Perguruan Tinggi di Indonesia baik negeri dan swasta saat ini dihadapkan dengan persoalan yang sama yakni bagaimana membangun visi dan misi pembelajaran agar memiliki daya saing di masa depan. Tantangan ini semakin mendesak ditengah perkembangan era milenial yang menuntut mahasiswa memiliki kreatifitas dan kemampuan literasi kritis yang memadai. Semangat itulah yang mendasari Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM pada Jum’at (14/12/2018) melakukan Lokakarya dan Evaluasi ‘’ Visi-Misi, Kurikulum, Skrispi, Magang Riset dan Sit In. Kegiatan ini diikuti oleh semua dosen Prodi Ilmu Pemerintahan dan berlangsung di Ruang Sidang Senat FISIP UMM Malang. Kegiatan ini merupakan pematangan sekaligus evaluasi atas beberapa kebijakan strategis yang dilakukan oleh Program Studi selama ini. Dalam persoalan visi-mis, dinamika pemerintahan yang mengarah pada dinamic government sesuai dengan arah kebijakan refomasi birokrasi hingga 2024 perlu direspon dengan menyesuaian orientasi visi-misi Prodi Ilmu Pemerintahan UMM pada hal tersebut. Hal ini agar kualitas lulusan pada akhirnya mampu memahami secara utuh dinamika pemerintahan yang sedang berlangsung dan tujuan dimasa depan. Dalam persoalan kurikulum, peninjauan kembali mata kuliah-mata kuliah inti dan pilihan dibahas dengan seksama untuk mengikuti dinamika politik, pemerintahan, sosial dan budaya. Tujuanya agar mata kuliah yang diajarkan beserta bobot Satuan Kredis Semester (sks) dapat menjangkau kebutuhan skill dan pengetahuan sesuai kebutuhan zaman. Pada persoalan skripsi, pembahasan berfokus pada penajaman isu-isu strategis kekininian untuk skripsi sehingga perlu dibuatkan payung besar mengenai tema-tema besar yang nantinya menjadi panduan mahasiswa dalam mengambil judul skripsi. Tujuanya agar mahasiswa lebih memiliki banyak pilihan dalam melakukan riset skripsi. Magang riset membahas kebutuhan Program Studi untu memperluas kerjasama dengan beberapa organisasi masyarakat sipil (OMS) seperti Perludem dan ICW. Selama ini program magang riset hanya berlangsung di instansi-instansi pemerintahan di Pusat ( Kementrian) dan Daerah ( Organisasi Perangkat Daerah), DPRI dan DPRD. Kedepanya mahasiswa diarahkan untuk melakukan magang riset di organisasi-organisasi masyarakat sipil seperti Perludem yang telah memiliki Memorandum of Understanding ( MoU) dengan Prodi Ilmu Pemerintahan dan OMS yang lainya. Terakhir persoalan Sit In dibahas untuk menindaklunjuti program kunjungan belajar selama 4 bulan dari mahasiswa Khon Kaen university, Thailand. Program ini merupakan kerjasama Studi Exchange (SE) antara Ilmu Pemerintahan UMM dengan Khon Kaen university yang segera ditindaklanjuti (proses) transfer kredit.
Bekali Ketrampilan Bahasa Inggris, Prodi IP Kembangkan GEC dan Gelar Diskusi Perdana

Kota malang, Selasa (27/11/2018) malam. Yang bertempat pada gazebo literasi UMM di Jl. Raya Dermo, Jetak Lor, Mulyoagung, Dau, Malang, Jawa Timur 65151. Anggota government English club (GEC) hadir untuk mengikuti kegiatan yang bertajuk “Movie Class’’. Acara ini diisi oleh Anggota senior dan anggota muda government English club (GEC) Saudari Radhya Melkah Maarif atau biasa dipanggil melkah selaku pembawa acara, langsung membuka acara dengan membaca basmallah, lalu dilanjutkan dengan introduction seluruh anggota senior dari GEC diawali dengan pengenalan diri oleh ketuaGEC yaitu Riko Ratna Setiawan, dari IP 2017 dilanjutkan dengan wakil ketua Radhya Melkah Maarif dari IP 2017, selanjutnya adalah pengenalan para sekretaris yakni selaku sekretaris satu adalah Riyo Rachman Gushardana IP 2017 dan sekretaris dua adalah Ardika Rizkian Nurrahmat IP 2017. Setelah itu bendahara, bendahara satu diduduki oleh Kamila Khoirunnisa IP 2017 dan bendahara dua diduduki oleh Khalid IP 2017. Dalam organisasi ini juga terdapat beberapa department, department tersebut adalah Departement Of Programe And Content yang diamanahkan kepada Nabila Zikri Azhari IP 2017 dan Amirah Zahidah IP 2017 lalu Departement Of Hrd And Public Relations yang bertanggung jawab didalamnya ialah Imam Yusuf Abdullah IP 2017. Setelah semua melakukan pengenalan, melkah memberitahu bahwa dosen Pembina dari GEC ini adalah ibu Listiana Asworo, S.IP, MA. Tahap pengenalan diri dilalui dengan seksama oleh para anggota muda GEC dan sesekali bergurau dan bercanda. Lalu melkah melanjutkannya dengan menjelaskan sedikit seputar visi misi dari government English club (GEC) ini. Ketua GEC Riko Ratna Setiawan dalam sambutannya mengatakan bahwa organisasi ini adalah wadah untuk para mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu Bahasa inggris, dan lebih mengarah pada bimbingan mahasiswa untuk mengikuti perlombaan seperti debat Bahasa inggris, story telling, dan perlombaan-perlombaan lain yang berkaitan dengan Bahasa inggris. Selain itu juga untuk diketahui bahwa organisasi ini akan membimbing mahasiswa yang ingin mencari pengalaman diluar negeri. Disampng itu beliau menceritakan sedikit pengalamannya di Malaysia, nama program tersebut adalah intercultural friendship society, ‘’Jadi program ini adalah suatu program pengembangan kapasitas diri dan masyarakat berskala internasional yang biasanya bekerja melalui relawan muda untuk mempromosikan perdamaian dan pemahaman antar budaya’’ ujar Riko. Riko sebagai ketua GEC menjelaskan bahwa mencari pengalaman diluar negeri sangatlah bermanfaat dan memberikan pelajaran yang berharga ketika pulang kembali ke indonesia dan beliau berpesan kepada mahasiswa baru ilmu pemerintah untuk selalu update tentang kabar-kabar terbaru program strudent exchange dan lain sebagainya. “GEC adalah wadah untuk mengasah kemampuan Bahasa inggris dan mahasiswa ilmu pemerintahan harus bisa untuk lebih sering Go International seperti mahasiswa-mahasiswa di prodi lain,” kata Riko. Acara selanjutnya adalah berbagi pengalaman yang disampaikan oleh senior GEC dalam hal ini imam memabagikan pengalamannya ketika belajar Bahasa inggris di kota Pare Jawa Timur atau biasa kita sebut dengan ‘’kampung inggris’’, disana selain belajar dan mengasah kemampuan Bahasa inggris, kita juga diajarkan bagaimana untuk hidup mandiri dan menggunakan Bahasa inggris sehari-hari dalam melakukan seluruh kegiatan, sembari imam menjelaskan hal tersebut, wakil ketua GEC melkah juga bercerita pengalamannya ketika berhasil terpilih sebagai siswa yang mendapatkan kesempatan di program student exchange, dan beliau berkesempatan pergi ke kieghley, England pada program tersebut.
Kembali Berdiskusi, Pers IP Kuak Anomali Pembangunan di Indonesia

Pada tanggal 7 Desember kemarin Pers Ip kembali duduk bersama pegiatnya, komunitas Diskusi ini menghadirkan penulis buku Catat Caraku mencerca sebagai pemantik diskusi, yakni Achmad Nur Cholis. Diskusipun dimulai tepat pada pukul 19:00 di 611 GKB UMM, walau dilaksankan di kampus diskusi tetap berjalan dengan semangat kritis yang tinggi dan memang ini tujuan dari komunitas diskusi ini didirikan. Dengan tema “Indonesia Not For Sale” pemantik mulai menguak anomali pembangunan yang ada di Indonesia, dari Kendeng hingga Kulon Progo itu semua atas nama pembangunan ucapnya kala mengawali diskusi. Dan analisis Weberian pun ia gunakan untuk mengungkap akar kapitalisme dari dalam rahimnya. Pembukaan teori tersebut di respon dengan baik oleh salah satu mahasiswa Ilmu pemerintahan yang juga menggunakan 4 hukum Kapital dan nilai lebih dalam Buku Das Kapital 1 sebagai penjelas pisau analisis kala diskusi itu berlangsung. Walau mayoritas pegiat diskusi tersebut adalah mahasiswa semester 1, tetapi mereka tetap bisa mengikuti diskusi dengan pertanyaan pertanyaan kritis yang keluar kala diskusi berlangsung, tak sedikit juga yang kurang sepakat dengan gaya pemateri mengupas pembangunan tetapi dengan satu sudut pandang yakni analisis kelas saja. Bagi beberapa pegiat yang tidak menyebutkan nama, pembangunan adalah salah satu syarat terwujudnya kesejahteraan sosial yang juga menjadi tujuan besar adanya negara. Diskusi hangat namun kritis itupun berlangsung hingga jam 21:30, selain karena masalah tempat yang punya batas waktu, diskusi sepanjang malam tak ada baiknya tanpa ada sikap nyata ujar moderator yang memandu jalannya diskusi yang juga mahasiswa Ilmu pemerintahan UMM tersebut. “Penutupan yang disambut dengan tawa dan tepuk tangan tersebut menjadi tanda bahwa diskusi telah disambut baik oleh mahasiswa IP UMM” ucap direktur Pers IP. Selain menjadi tambahan wawasan diskusi juga salah satu kebutahan mahasiswa yang harus di akomodir berapa pun jumlahnya, karena diskusi adalah tempat menguji wawasan dan nalar kita yang kelak akan masuk dalam ruang publik tambah sang direktur.
Belajar KLHS, Mahasiswa Prodi IP Magang-Riset di Kementrian Dalam Negeri

Jakarta-Bagi mahasiswa tingkat akhir, pasti kalian sangat akrab dengan kata Magang khususnya anak Ilmu Pemerintahan, FISIP UMM karena magang riset merupakan syarat utama untuk melalui proses pendidikan. Mahasiswa tingkat akhir diwajibkan untuk melakukan magang di Instansi pemerintahan baik dari tingkat Kab/kota, Provinsi bahkan Pusat. Dengan diadakannya program magang riset maka banyak pengalaman yang didapatkan oleh mahasiswa magang seperti mahasiswa dapat merasakan langsung bekerja disuatu instansi, untuk mengetahui proses kerja yang terdapat di instansi, dan mahasiswa dapat membandingkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dengan pelaksanaan magang di instansi. Saya Andriani serta teman saya Fikri & Mega melaksanakan magang riset di Kementrian Dalam Negeri selama 2 bulan, kami tidak menyangka dapat melakukan magang riset di Kementrian tersebut namun ternyata kami diterima dengan tangan terbuka, sesampai di kantor kami diantarkan oleh ibu Lia ke Sub Direktorat Lingkungan Hidup yaitu tempat kami melakukan kegiatan, di tempat tersebut kami dipertemukan dengan orang-orang yang sangat menyenangkan, sepeti ibu Ety, bang Dedi, Mas Dian, pak Sahab, ka Cita, ka Desi, mas Ramdan, mas Anggi, dan pak Yudhi pembimbing lapang kami. Dipertemuan awal kami masih sangat canggung untuk berinteraksi karena kami masih beradaptasi dengan tempat baru, orang baru, dan suasana yang baru. Namun dengan berjalannya waktu kami mulai akrab dan mulai mengenal satu sama lain, maka kami sudah tidak sungkan untuk saling membantu pekerjaan mereka. Ditempat ini kami diajari akan banyak hal dan tidak hanya praktik saja kami juga diajari teori seperti kebijakan pemerintah yang baru, peraturan yang mereka pakai dalam menjalankan tugas. Saat ini Ditjen Bina Pembangunan Daerah khususnya Sub Direktorat Lingkungan Hidup sedang disibukan dengan penyusunan KLHS RPJMD, maka dari itu kami diberi tugas untuk menghubungi setiap daerah menanyakan progres penyusunan KLHS RPJMD atau sudah sampai tahap mana pengerjaannya, dan ini merupakan tugas yang menyenangkan karena kami dapat berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Perencanaan Pembagunan Daerah diseluruh Indonesia, kapan lagi bisa komunikasi langsung dengan orang-orang penting seperti mereka, setelah menanyakan progres penyusunan KLHS RPJMD data yang kami terima langsung diinput dan dimasukan dalam web Ditjen Bina Pembangunan Daerah agar semua daerah tahu daerah mereka sampai mana perkembangannya. Selain menanyakan progress daerah dalam penyusunan KLHS RPJMD kami juga tugaskan untuk menganalisa hasil KLHS RPJMD, karena ada beberapa daerah yang sudah menyelesaikannya seperti Prov Jawa Tengah, Kab Tulungagung, Kab Bojonegoro, Kab Ngajuk, dan masih ada beberapa kab yang sudah menyelesaikan, jika ada beberapa indikator yang salah dalam penyusunan KLHS RPJMD maka kami memberikan form masukan untuk perbaikan, jika penyusunan KLHS RPJMD sudah sesuai dengan Permendagri No 7 tahun 2017 maka dokumen KLHS RPJMD sudah dapat divalidasi. Karena dirasa daerah masih banyak yang belum paham mengenai penyusunan KLHS RPJMD maka diadakannya rapat bersama DLH dan Bappeda seluruh Indonesia. Di pertengahan kami menjalankan magang riset kami dikunjungi oleh kepala jurusan Ilmu Pemerintahan yaitu Bapak Salahudin beliau jauh-jauh dari Malang hanya untuk mengujungi kami dan melihat secara langsung kegiatan kami disini, dan beliau langsung kami pertemukan dengan ibu Ety selaku Kepala Subdit Lingkungan Hidup tempat kami melakukan kegiatan, terimakasih atas kunjungannya bapak.
Belajar Pembangunan Pariwisata, Mahasiswa IP Langsung Magang-Riset di Kementrian Pariwisata

Jakarta-Magang merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan, khususnya mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang. Mahasiswa tingkat akhir diwajibkan untuk melakukan magang di Instansi pemerintahan baik dari tingkat Kab/kota, Provinsi bahkan Pusat. Dengan adanyaprogram magang risetiniakan banyak keuntungan yang didapat bagi mahasiswa, keuntungan yang dimaksudkan yaitu dapat mempraktekkan langsung di lapangan apa yang telah didapat saat perkuliahan di kelas, serta menambah wawasan, banyak sekali tambahan ilmu yang dapat di peroleh dari program magang riset ini. Kami bertiga ( Afif, Adinda dan Jeny)melaksanakan magang riset di Kementrian Pariwisataselama 2 bulan, kami sangat senang sekaligus bangga dapat melakukan magang riset di Kementrian Pariwisatadan kami diterima dengan tangan terbuka, hari pertama saatdi kantor kami diantarkan oleh Mbak Ika sebagai sekretaris pribadi Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya(Asdep PWB) yaitu tempat kami melakukan kegiatan. DiAsdep PWB terdapat 4 bidang yaitu bidang Wisata Kuliner dan Belanja, Wisata Sejarah dan Religi, Wisata Perdesaan dan Perkotaan, serta Wisata Tematik. Disana kami banyak menjumpai orang baru dari berbagai daerah seperti medan , jawa, sunda, sangat senang sekali ketika mereka berbicara dengan bahasa masing-masing dan menurut kami itu sangat unik dan mereka sangat ramah sekali kepada kami . Hari pertama magang riset kami belum diberi tugas apapun untuk dikerjakan , kami hanya memperkenalkan diri kepada seluruh staf dibantu dengan ibu Ana sebagai Kepala Bidang Wisata Sejarah dan Religi. Selain itu kami juga mendapatkan teman baru ,mereka juga sedang magang di Asdep PWB, yaitu Alfandy dan Sheila.Saat kami magang, kami tidak di tempatkan di salah satu bidang, kami fleksibel membantu semua bidang, terutama bidang yang sibuk. Dari sanalah kami juga belajar ilmu yang bias dibilang hanya ditemui di Kementerian Pariwisata, seperti 10 destinasi prioritas dan dipangkas menjadi 4 destinasi prioritas. Kamimembantu mencari data tentang amenitas dan aksebilitas serta ringkasan suatu pariwisata di tiap kabupaten dan kota di tiap 10 provinsi. Meski itu bias dibilang membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakan dan sedikit rumit, tetapi dari situlah kami dapat mengetahui beberapa pariwisata yang ternyata banyak sekali dimiliki oleh Indonesia yang terkadang jarang terekspos, bahkan ada yang aksebilitas dan amenitasnya kurang sepadan dengan indahnya wisata di tempat tersebut. Selain itu, kami juga diajak rapat kerja sama dengan Kementerian Desa, dan menjadi notulen dalam rapat tersebut. Meski hanya sebatas notulen dan pendengar, dari situlah kami mendapat banyak sekali tambahan ilmu yang bahkan media sosial belum mengekspos. Kementerian Pariwisata, tentu tidak jauh – jauh dengan Wisata, tiap harinya beberapa pegawai disana keluar kota untuk perjalanan dinas, dan mereka selalu membawa oleh- oleh saat pulang ke kantor,yang otomatis kami dapat mencicipi berbagai makanan ringan dari beberapa daerah di Nusantara.Beruntungnya kami juga diajak perjalanan dinas ke Kota Bogor, sangat senang sekali berwisata sambil bekerja. Pernah sekali kami diberi tanggung jawab sebagai pengganti asisten pribadi Asdep PWB yang mengurus surat masuk dan disposisinya,dikarenakan banyak pegawai yang secara bersamaan perjalanan dinas pada hari itu, sedikit sulit dikarenakan banyak sekali pekerjaan, tetapi kami menyelesaikan pekerjaan pada hari itu dengan baik, dan kami juga mengerti bagaimana alur kerja di Asdep PWB. Selain mengetahui beberapa pariwisata dengan amenitas dan aksebilitas di Indonesia, kami juga sempat menginput Daftar Rincian Permintaan Pembayaran (DRPP) yang diberikan oleh Bapak Joko selaku Pejabat Pemberi Komitmen (PPK) Asdep PWB yang banyak sekali memberi kami ilmu, meski kami tidak terlibat dalam pembuatan DRPP ini , dengan menginput data dan membacanya , itu sudah menambah ilmu kami lagi yang mungkin belum kami dapat saat di kelas. Intinya kami bersyukur dengan adanya magang riset di Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang ini, karena selain kami mendapat pengalaman yang luar biasa dalam dunia kerja di lingkup Pemerintahan, kami juga dapan melakukan riset yang menjadi bahan skripsi kami, yang diharapkan dapat mempercepat kelulusan kami.
Adakan Diskusi Perdana, Pers IP Persoalkan Tambang Meratus

Pers IP adalah wadah diskusi yang dibuat untuk menunjang kemampuan akademik Mahasiswa Ilmu pemerintahan dalam hal kepenulisan dan wawasan. Dalam diskusi perdana pada 9 november kemarin, Pers IP mengangkat topik penolakan tambang batu bara yang akan beroperasi di pegunungan Meratus. Diskusi kali inipun di hadiri oleh 3 angkatan semester di Ilmu Pemerintahan di ruang 611 GKB 1 UMM. Pada awal diskusi berlangsung, penyaji mengupas tulisannya yang di muat di transisi.org “iya teks yang kita diskusikan adalah opini yang saya tulis menanggapi bahaya konflik meratus, dan alhamdulillah di terbitkan oleh transisi.org” ucap penyaji saat memulai diskusi. Penyajipun memulai diskusi dengan mengupas kembali filsafat materialisme dan nilai lebih yang dikonsepkan oleh Karl marx. Antitesa dalam diskusipun mulai terjadi saat salah satu peserta diskusi coba membawakan filsafat alam dalam ruang diskusi Pers IP, dan memang keasikan dalam diskusi adalah bertambahnya wawasan saat bertemu orang baru dalam melihat masalah dan berbeda sudut pandang dengan kita. Itulah kenapa ruang-ruang diskusi harus dibuka seluas-luasnya dalam civitas akademika. Penyaji menutup diskusi dengan kembali mengingatkan peserta untuk terus peka terhadap isu dan permasalahan sosial yang sedang terjadi di masyarakat, dan terus berjuang baik dengan cara menulis maupun dengan turun langsung pada titik persoalan tersebut. Karena memang salah satu tugas mahasiswa itu sebagai agen perubahan yang akhir-akhir ini telah banyak dilupakan oleh mahasiswa.