Benchmarking Prodi Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember ke IP UMM

Malang, 25 Juli 2025 – Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan akademik dari Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) yang berlangsung di Ruang 601 GKB 1 FISIP UMM. Kunjungan ini dibuka oleh Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, Muhammad Kamil, S.IP., M.A., yang menegaskan pentingnya kerja sama antar kampus Muhammadiyah untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. Kepala Laboratorium UM Jember, Dr. M. Hamdi HS, S.IP., M.A.P., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari strategi Prodi Ilmu Pemerintahan UMM dalam mempertahankan akreditasi unggul. Dalam sesi diskusi, Prodi IP UMM memaparkan berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan, seperti penggunaan sistem penjaminan mutu berbasis digital, penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), pelibatan mitra eksternal dalam pembelajaran, serta penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan melalui pelatihan dan sertifikasi nasional. Selain itu, dijelaskan pula pentingnya pelibatan aktif mahasiswa dalam program MBKM, kompetisi ilmiah, publikasi, serta penguatan peran alumni sebagai mitra strategis dalam mendukung capaian akreditasi. Selanjutnya mereka juga mengunjungi Laboratorium Prodi Ilmu Pemerintahan UMM yang menjadi pusat pengembangan keilmuan berbasis teknologi. Laboratorium ini dirancang untuk menunjang praktik riset dan pembelajaran mahasiswa dengan berbagai perangkat digital seperti GIS untuk pemetaan wilayah, NVivo dan SPSS untuk analisis data kualitatif dan kuantitatif, RStudio untuk pengolahan statistik, serta VOSviewer, Scopus, dan Mendeley untuk mendukung riset literatur dan manajemen referensi ilmiah. Fasilitas ini menjadi salah satu keunggulan Prodi IP UMM dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, analitis, dan mampu mengintegrasikan teknologi dalam studi kebijakan dan pemerintahan. Menutup kegiatan, Dr. M. Hamdi HS menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan berbagai wawasan yang diperoleh selama kunjungan. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antar Prodi Ilmu Pemerintahan dalam jejaring Perguruan Tinggi Muhammadiyah untuk mewujudkan pendidikan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman.
From UMM to Global Stage: Ahmad Ferdiansyah Bersinar di IYC 2025

Malang, 21 Juli 2025 – Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ahmad Ferdiansyah, mahasiswa angkatan 2022, terpilih sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi International Youth Connection (IYC) 2025 yang bertempat di Malaysia Touris Center. International Youth Connection merupakan program internasional yang mempertemukan pemuda-pemudi dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkolaborasi dalam konteks global. Dengan mengusung tema “Kolaborasi Pemuda Indonesia dalam Kompetisi Internasional”, IYC menjadi wadah pengembangan kapasitas diri, pertukaran gagasan lintas budaya, serta pembentukan jejaring internasional yang strategis. Melalui serangkaian kegiatan edukatif dan kompetitif, Ahmad turut berpartisipasi aktif dalam diskusi-diskusi multikultural dan proyek kolaboratif bersama peserta dari berbagai negara. Program ini tidak hanya menumbuhkan potensi intelektual, tetapi juga mengasah keterampilan hidup (life skills) dan wawasan global para pesertanya. “Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya tentang menjadi delegasi, tetapi tentang keberanian untuk tumbuh, belajar, dan menjadi jembatan antara Indonesia dan dunia internasional,” ungkap Ahmad Ferdiansyah. Keterlibatan Ahmad Ferdiansyah dalam IYC menjadi bukti nyata dari semangat globalisasi yang ditanamkan oleh Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, sekaligus mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong mahasiswanya menjadi aktor perubahan di tingkat nasional maupun internasional. Selamat kepada Ahmad Ferdiansyah atas pencapaian luar biasa ini! Semoga kiprah Ahmad menjadi inspirasi bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan lainnya untuk terus menorehkan prestasi di panggung dunia.
Mahasiswa IP UMM Siap Magang, Siap Berdampak: Menguatkan Peran Riset dalam Praktik Pemerintahan

Malang, 10 Juli 2025 — Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (IP UMM) menggelar kegiatan Pembekalan Teknis Magang Riset Pemerintahan bagi mahasiswa semester VI. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja nyata, khususnya di sektor pemerintahan, melalui pendekatan riset dan penguatan kompetensi akademik-terapan. Dalam pembekalan ini, mahasiswa diperkenalkan pada tiga skema magang yang akan dijalani, yaitu Magang Center of Excellence (CoE), Magang Berdampak, dan Magang Reguler. Masing-masing skema dirancang untuk menyesuaikan minat, kapasitas, dan tujuan pengembangan keilmuan mahasiswa. Fokus utama dalam seluruh skema ini adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mengidentifikasi persoalan publik, melakukan riset lapangan, serta menyusun solusi berbasis kajian akademik. Selain menjalani proses magang, mahasiswa juga dituntut menghasilkan luaran yang mencerminkan kontribusi nyata terhadap institusi tempat mereka magang. Pada skema CoE, luaran berbentuk artikel ilmiah yang menunjukkan kedalaman analisis dan pemahaman kebijakan. Sementara pada skema Magang Berdampak, mahasiswa akan memproduksi artikel dan infografis sebagai bentuk diseminasi pengetahuan yang komunikatif dan aplikatif. Luaran tersebut menjadi salah satu instrumen evaluasi yang menekankan aspek orisinalitas, ketajaman analisis, serta kreativitas dalam menyampaikan gagasan. Penempatan magang mencakup berbagai jenjang pemerintahan, mulai dari instansi pusat, pemerintah daerah kabupaten/kota, hingga desa. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika birokrasi, proses perumusan kebijakan, serta interaksi antara pemerintah dan masyarakat di tingkat akar rumput. Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, Muhammad Kamil, S.IP., M.A., menegaskan pentingnya magang ini sebagai ruang aktualisasi mahasiswa dalam memahami sekaligus memberi kontribusi terhadap persoalan riil di dunia pemerintahan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam riset kebijakan bukan hanya sebagai bentuk pelatihan, tetapi sebagai bagian dari misi akademik untuk menciptakan pemikir muda yang kritis dan solutif. “Magang riset ini bukan sekadar kewajiban kurikuler, melainkan ruang belajar yang konkret dan bermakna. Kami berharap mahasiswa mampu menunjukkan kapasitas sebagai peneliti muda yang tidak hanya mampu menganalisis, tetapi juga memberi alternatif solusi yang berdampak,” ujarnya.Dengan semangat “Berpikir Kritis, Bertindak Strategis”, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM siap menjalani pengalaman magang sebagai bagian dari perjalanan membentuk diri menjadi lulusan yang adaptif, berdampak, dan siap terlibat dalam penguatan tata kelola pemerintahan di Indonesia.
FIBAA Unlocked: Ilmu Pemerintahan UMM Diakui Dunia, Siap Go International!

Malang, 9 Juli 2025 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi monumental dalam sejarah pengembangan mutu akademik. Melalui proses evaluasi yang komprehensif dan ketat, Prodi Ilmu Pemerintahan resmi meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Keputusan akreditasi tersebut ditetapkan pada 5 Juni 2025 oleh FIBAA Accreditation and Certification Committee, dan akan berlaku hingga 4 Juni 2030. FIBAA merupakan lembaga akreditasi internasional yang berbasis di Bonn, Jerman, dan dikenal luas sebagai standar emas dalam menjamin mutu program studi di bidang ilmu sosial, manajemen, ekonomi, dan pemerintahan. Dengan diraihnya status Fully Accredited, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM membuktikan bahwa sistem pembelajaran, kurikulum, penjaminan mutu, dan orientasi praktik yang dimilikinya telah memenuhi kriteria internasional. Sertifikasi ini juga menjadi pengakuan atas keberhasilan UMM dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi yang adaptif, relevan, dan kompetitif secara global. Capaian ini bukan hanya kebanggaan internal, tetapi juga representasi dari komitmen UMM dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dunia dari tanah air. Seluruh proses akreditasi melibatkan audit mendalam terhadap aspek akademik, strategi pembelajaran berbasis praktik, keterlibatan mahasiswa, hingga kerja sama internasional. Akreditasi FIBAA akan menjadi modal penting dalam memperluas kolaborasi lintas negara, membuka peluang student exchange, serta memperkuat posisi Prodi Ilmu Pemerintahan sebagai bagian dari jejaring pendidikan global. Dengan pencapaian ini, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM semakin siap menjawab tantangan masa depan dan mempertegas visinya sebagai program studi unggulan di tingkat nasional maupun internasional. Ke depan, prodi akan terus melanjutkan inovasi, memperluas kemitraan strategis, dan memperkuat integrasi antara teori dan praktik untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif dalam dinamika pemerintahan dunia yang terus berubah.
Proof of Power Bukan Cuma Teori : Shan Adena Sebet Medali Perunggu pada ajang PORPROV 2025

Malang, 5 Juli 2025 — Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak prestasi membanggakan. Shan Adena Evante, mahasiswa angkatan 2023, sukses meraih medali perunggu pada cabang olahraga Muaythai dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2025. Muaythai, seni bela diri tradisional Thailand yang menuntut kelincahan, kekuatan, dan kecerdasan membaca lawan, menjadi arena pembuktian nyata bagi Shan. Dengan strategi tajam dan kendali permainan yang matang, ia menaklukkan lawan-lawan tangguh dan berhasil melaju hingga semifinal. Meski belum sampai final, ia tampil gemilang dalam perebutan tempat ketiga dan mengamankan podium untuk kampus tercinta. “Kuncinya ada di kontrol tempo. Saya berusaha tidak terpancing ritme lawan, tetap tenang, dan fokus pada momen serangan balik. Saya juga banyak belajar dari pertandingan sebelumnya dan menyesuaikan strategi di setiap laga. Muaythai bukan cuma soal fisik, tapi juga soal membaca dan mengatur permainan,” ujar Shan. Prestasi ini membuktikan bahwa anak Ilmu Pemerintahan tidak hanya paham teori kekuasaan, tapi juga tahu bagaimana mengaplikasikan strategi dalam situasi nyata. Shan bukan hanya aktif secara akademik, tetapi juga menunjukkan konsistensi dan disiplin tinggi di luar kelas. Bagi Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, capaian Shan adalah simbol bahwa proof of power bukan cuma sekadar konsep, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan melalui kerja keras dan tekad di berbagai arena termasuk gelanggang olahraga. “Shan menjadi contoh nyata mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang mampu menjembatani antara teori dan aksi. Ini bukan hanya kemenangan individu, tetapi juga kebanggaan bagi kami sebagai institusi,” ujar perwakilan Prodi.
Mahasiswa IP UMM Asah Kompetensi Kebijakan Publik Melalui Praktikum Naskah Akademik

Malang, 4 Juli 2025 — Mahasiswa semester 6 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (IP UMM) mengikuti Praktikum Naskah Akademik sebagai bagian dari penguatan kapasitas dalam bidang perumusan kebijakan publik berbasis praktik. Kegiatan ini dirancang untuk melatih mahasiswa menyusun dokumen naskah akademik secara sistematis, ilmiah, dan relevan dengan dinamika isu-isu pemerintahan. Melalui praktikum ini, mahasiswa didorong untuk menganalisis permasalahan publik secara kritis, merumuskan argumentasi berbasis data, serta menyusun alternatif kebijakan yang solutif dan aplikatif. Mereka bekerja dalam kelompok untuk mengeksplorasi beragam isu strategis, mulai dari tata kelola pemerintahan desa, optimalisasi pelayanan publik, hingga penanganan persoalan sosial kontemporer. Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, Muhammad Kamil, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa praktikum ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran aplikatif yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.“Melalui kegiatan ini, mahasiswa kami tidak hanya dilatih untuk menyusun kebijakan berdasarkan kajian akademik yang kuat, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan solusi yang dapat diimplementasikan langsung di masyarakat,” ungkapnya. Pelaksanaan praktikum dilakukan secara terstruktur dan profesional, dengan menekankan proses riset lapangan, penulisan argumentatif, serta penyusunan dokumen kebijakan sesuai standar resmi yang berlaku.Praktikum Naskah Akademik ini menjadi bukti komitmen Prodi IP UMM dalam mencetak lulusan yang visioner, kritis, dan siap berkontribusi dalam penyusunan serta advokasi kebijakan publik di berbagai sektor pemerintahan.
Ilmu Pemerintahan untuk Masyarakat: Mahasiswa IP UMM Wujudkan Pemberdayaan Nyata di Desa

Malang, 1 Juli 2025 — Mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (IP UMM) sukses melaksanakan Praktikum Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di berbagai desa dan kelurahan di wilayah Malang Raya. Praktikum ini berlangsung sepanjang bulan Juni hingga awal Juli 2025 sebagai bagian dari kurikulum berbasis praktik yang menekankan keterlibatan langsung mahasiswa dalam merespons persoalan masyarakat di tingkat lokal. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam berbagai program pemberdayaan. Ragam inisiatif yang dijalankan antara lain pelatihan digitalisasi UMKM, penguatan kapasitas pemuda melalui kegiatan karang taruna, revitalisasi layanan posyandu, kampanye kesadaran lingkungan hidup, hingga pendampingan administrasi pemerintahan di tingkat RT/RW. Seluruh program disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing wilayah, hasil dari observasi dan diskusi awal antara mahasiswa dan perangkat desa. Dosen pengampu mata kuliah Praktikum PPM, Dwi Putri Vidiastuti, S.IP., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kepekaan mahasiswa terhadap konteks sosial-politik masyarakat sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, analisis, dan kepemimpinan. “Kami ingin mahasiswa hadir sebagai bagian dari masyarakat. Mereka belajar membaca persoalan, berdiskusi, membangun relasi, dan merancang solusi yang relevan dan aplikatif,” jelasnya.Kegiatan praktikum ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak, terutama perangkat desa dan warga setempat, yang mengapresiasi kehadiran mahasiswa sebagai angin segar yang membawa energi, ide, dan semangat kolaboratif. Sebagai bagian dari pertanggungjawaban akademik, seluruh peserta juga menyusun laporan dan dokumentasi kegiatan secara sistematis. Melalui semangat “Ilmu Pemerintahan untuk Masyarakat”, Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM terus berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga tangguh di lapangan siap menjadi agen perubahan yang adaptif, kontributif, dan solutif di tengah dinamika masyarakat dan kebijakan publik Indonesia.
Gerak Bahagia di Usia Senja: HIMAP UMM Hadirkan Energi Positif untuk Lansia

Malang, 24 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM kembali menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Government Empowering Elderly”. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Fokus utama kegiatan kali ini adalah senam lansia dan pembagian hadiah untuk para peserta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan kebahagiaan para lansia di lingkungan Desa Kalisongo. Kegiatan senam yang dipandu oleh tim panitia berlangsung sejak pagi hari dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Lansia yang hadir mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan masih sangat relevan dan dibutuhkan untuk menjaga kebugaran di usia senja. Salah satu jenis senam yang diperkenalkan adalah senam anti sendi dan hidropenik, yang difokuskan pada kesehatan persendian. Gerakan-gerakan dalam senam ini dirancang agar ramah terhadap usia lanjut namun tetap efektif menjaga fleksibilitas dan kekuatan tubuh. Suasana senam berlangsung penuh keceriaan, menjadi sarana berkumpul sekaligus berolahraga secara menyenangkan. Setelah sesi senam selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang interaktif. Panitia memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar jabatan pemerintahan di Indonesia serta melakukan aktivitas gerakan tubuh sederhana yang menghibur. Lansia yang aktif menjawab maupun berpartisipasi diberi hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Beberapa kategori hadiah yang diberikan antara lain adalah Peserta Paling Semangat, Peserta Tertua, dan Kelompok Terkompak. Pembagian hadiah ini tidak hanya menjadi penyemangat, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan mempererat ikatan sosial antar peserta. Lansia merasa dihargai dan diberi ruang untuk tampil aktif dalam suasana yang menyenangkan. Kegiatan “Government Empowering Elderly” ini dirancang tidak hanya untuk mendorong kesehatan fisik lansia, tetapi juga membangun semangat hidup, menjalin interaksi sosial, dan menciptakan ruang pengabdian yang nyata antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. HIMAP berharap program ini dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga lansia di Desa Kalisongo.
Siapa di Atas Presiden? HIMAP UMM Bedah Film Politik yang Bongkar Kuasa Tak Kasat Mata

Malang, 23 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) UMM sukses menyelenggarakan kegiatan Bedah Film dengan judul “Siapa di Atas Presiden”. Bertempat di Aula GKB 1, kegiatan ini dimulai pada pukul 09.45 WIB dengan suasana khidmat melalui pembukaan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai nasionalisme dan semangat organisasi. Bapak Ahmad Apriyanto, S.I.P., M.Si., selaku Pembina HIMAP sekaligus Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, menyampaikan pesan penting terkait fungsi film dalam literasi politik. “Film dan novel bukan sekadar karya hiburan, melainkan media penyampai ideologi. Karena itu, kita harus membedahnya dengan pisau analisis agar dapat menangkap pesan-pesan tersirat dari penciptanya,” ujarnya. Film ini mengungkap berbagai aspek konspirasi dan dinamika kekuasaan politik, seperti pencitraan, korupsi struktural, elitisme, serta lemahnya integritas lembaga hukum. Diskusi berlangsung dinamis, dipandu oleh Aldy Febriansyah, dengan narasumber Dwi Putri Vidiastuti, S.IP., M.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan, “Bedah film tidak cukup hanya dilihat dari sisi visual. Kita harus menggali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, karena di situlah makna sejatinya tersembunyi.” Film ini menampilkan sosok pemimpin yang berhati-hati dalam mengambil keputusan, adanya manipulasi media, serta kehadiran kekuatan tak kasat mata atau invisible power. Narasumber juga menyinggung kemiripan karakter tokoh pengacara dalam film yang dibunuh secara terencana namun pelakunya tak kunjung terungkap, dengan peristiwa nyata pembunuhan aktivis HAM, Munir, yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar terkait pelaku di baliknya. Selain itu, dibahas pula bagaimana media sosial dapat menjadi alat edukatif sekaligus menjadi corong kekuasaan politik tertentu. Narasumber menekankan bahwa, “Film bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga harus dianalisis secara kritis agar penonton memahami pesan moral dan realitas sosial-politik yang ada di baliknya.” Melalui kegiatan ini, HIMAP UMM berharap dapat menumbuhkan kepekaan kritis mahasiswa terhadap fenomena politik kontemporer, sekaligus mendorong pentingnya literasi media sebagai fondasi dalam membangun demokrasi yang sehat.
HIMAP UMM Dorong Kemandirian Lansia Kalisongo Lewat Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi

Malang, 21 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMAP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan kegiatan “Pemberdayaan Pemerintahan Lansia”, yang kali ini mengusung konsep pemberdayaan lansia melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Bertempat di Balai Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, kegiatan ini mengangkat tema “Kesehatan dan Spiritual untuk Lansia Sejahtera.” Program ini bertujuan untuk membekali para lansia dengan keterampilan baru yang memiliki nilai ekonomis, sekaligus memberikan ruang untuk relaksasi dan ketenangan batin. Lilin aromaterapi dipilih karena manfaatnya yang tidak hanya bersifat terapeutik, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif guna mendukung kemandirian ekonomi lansia. Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan sekaligus Pembina HIMAP, Ach. Apriyanto Romadhan, SIP, M.Si., menyampaikan komitmen terhadap ketidakinginan program ini. “Ini adalah awal dari kerja sama yang lebih panjang. Kami mendukung penuh upaya pengabdian kepada para lansia agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” ujarnya. Kepala Desa Kalisongo, Bapak Siswanto, SP, turut memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif pemberdayaan lansia seperti ini. Harapan kami, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga lansia di desa kami,” ungkapnya. Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Para lansia tidak hanya mengikuti sesi penyuluhan, tetapi juga secara aktif menyebarkan pembuatan lilin aromaterapi menggunakan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh. Proses ini mendorong keterlibatan langsung dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi para peserta. Program “Pemerintah Pemberdayaan Lanjut Usia” merupakan kegiatan bulanan HIMAP pada periode 2024/2025. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek kesehatan fisik dan spiritual, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan integrasi sosial. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat desa dalam menciptakan lingkungan yang mendukung lansia untuk tetap sehat, mandiri, dan berdaya.